Hope you like this fiction :)


"Hari ini bosku meninggalkanku sendirian di kota besar ini karena ingin berduaan dengan kekasihnya." Baekhyun menunjukkan muka sedihnya lalu mengarahkan kamera ponselnya pada Sehun dan Jongin yang entah sedang membicarakan apa. Menjadi manager Sehun membuat Baekhyun ikut-ikutan terkenal juga. Tapi dia tidak mau melakukan endorse seperti Sehun, kalau dia jadi selebgram juga siapa yang akan mengurus Sehun ya kan? Jadwal Sehun kan tidak mungkin tersusun sendiri.

Sementara Sehun dan Jongin sedang membicarakan, "Kopermu banyak sekali. Kita cuma disana 3 hari kan?" Jongin bertanya.

"Make up, skin care dan peralatan lainnya di koper kecil," Sehun menunjuk koper hitam yang ukurannya tidak bisa dibilang kecil, "yang merah ini isinya sepatu dan sandal," Sehun menunjuk koper merah yang lebih besar dari koper hitamnya, "dan yang biru itu isinya baju-baju dan makanan yang minta di endorse oleh kita."

"Kau tidak membawa bajumu sendiri?"

"Beli disana saja kalau butuh, lagi pula aku bisa pinjam punyamu kan?" Sehun tersenyum manis sekali. Baru kali ini Jongin melihat Sehun tidak tersenyum palsu untuknya. Seminggu bersama Sehun, Jongin sudah bisa membedakan saat Sehun benar-benar tersenyum dan mana senyum Sehun yang palsu. Jadi, mana bisa Jongin bilang tidak?

"Jadi mau berangkat sekarang?" Jongin memilih untuk tidak berdebat.

Sehun terlihat berpikir, "Baek, ada yang ketinggalan tidak?"

Baekhyun yang sedari tadi masih bermain dengan ponselnya pun akhirnya menghampiri Sehun, "Tiket sudah ku berikan padamu kan?" Sehun mengangguk, "Berikan pada Jongin saja, daripada kalian tidak jadi ke Jeju." Sehun mendengus kesal walaupun tetap memberikan pada Jongin yang diterima dengan muka menahan tawa melihat kekesalan Sehun. "ID Card jangan sampai hilang lagi ya." Sehun mengangguk walaupun masih dengan kesal, "Nama penginapan dan spot foto sudah ku forward, nanti akan ku forward ke Jongin juga. Jaga-jaga kalau kau lupa kewajibanmu disana."

"Yakin kau tidak ikut saja Baek?" Jongin bertanya.

Baekhyun menggeleng, "Titah Tuan Muda Sehun sudah turun, siapa aku bisa membanta titahnya?" Lalu Baekhyun membungkuk untuk menyatakan hormatnya.

Sehun menghentakkan kakinya kesal, "Ayo berangkat Jongin." Sehun berjalan meninggalkan Baekhyun yang masih membungkuk sambil tertawa.

"Lalu kau menyuruhku untuk membawa semua kopermu?" Jongin berteriak karena Sehun sudah sampai di pintu apartmentnya.

"Lalu kau menyuruhku membawa koper sambil memegang kamera?" Sehun berteriak balik dari tempatnya berdiri. Jongin menghela nafas sambil membawa koper-koper mereka. "Baek, buat tanganmu yang menganggur itu bekerja." Sehun berteriak lagi.

"Baik Nyonya!" Baekhyun menggunakan nada menyebalkannya kali ini.


"Berkat Jongin aku tidak ketinggalan pesawat lagi yeaay!" Sehun mengeratkan pelukan tangan kanannya pada pinggang Jongin. Gesture seperti ini sudah menjadi sebuah kebiasaan buat mereka selama kamera ponselnya Sehun atau Jongin menyala. Biasanya kalau sudah begini Jongin akan berimprovisasi dengan mengecup dahi Sehun atau pipi Sehun sebentar. Agar terlihat sedikit manis saja, lagi pula Sehun tidak pernah protes. Selama kameranya menyala. Itu yang perlu di garis bawahi.

Tapi kali ini Sehun tidak langsung melepaskan pelukannya seperti biasa setelah video diambil, "Jujur aku agak susah berjalan kalau seperti ini." Jongin berkata

Sehun melepaskan pelukannya pada pinggang Jongin lalu menggandeng tangan Jongin, "Sepertinya kau tidak mengerjakan pr mu ya?"

"Huh?" Jongin jelas bingung.

"Dua hari yang lalu aku memintamu untuk menonton semua vlogku dan melihat semua yang aku upload di instagram beserta captionnya. Kau lupa?" Sehun membuat mereka berhenti berjalan. Untungnya tidak begitu ramai karena mereka mengambil penerbangan malam.

"Kau punya lebih dari 100 vlog yang durasi per videonya bisa lebih dari setengah jam Sehun." Jongin memberikan pembelaannya.

"Lalu?" Sehun masih berdiri di tempatnya.

"Bisa kita lanjutkan ini?" Akhirnya Jongin menarik pelan tangan Sehun yang dipegangnya tadi agar berjalan bersamanya. Untungnya koper-koper besar Sehun sudah masuk bagasi pesawat.

"Kau beruntung aku sabar menghadapimu." Sehun masih melanjutkan acara merajuknya.

Mereka jalan menuju pesawat dalam diam, Jongin bingung mau bicara apa sementara Sehun masih merajuk.

Sampai duduk di pesawat pun Jongin tetap didiamkan. Sehun sibuk dengan ponselnya entah apa yang menarik disana sampai dia mendiamkan orang setampan Jongin.

Jongin tidak mau lima jam di pesawat hanya untuk didiamkan begini. Untungnya Jongin orang yang cerdas, tidak percuma orang tuanya menyekolahkan jauh-jauh ke Jepang. Karena masih 10 menit lagi sebelum pesawat take off, Jongin pun mengeluarkan ponselnya dan menyalakan kamera di aplikasi instagramnya, "Sehun?" Kamera mulai merekam dan Sehun belum sadar. "Jadi Sehun ceritanya ngambek karena tadi aku melupakan hal yang penting, apa menurut kalian Sehun harus memaafkanku?" Lalu Jongin mengarahkan kameranya pada Sehun.

Sehun bahkan sudah melihat ke arah kamera sejak Jongin mulai bicara sendiri dengan kamera ponselnya. "Kau merekamnya?" Tanya Sehun saat dia melihat Jongin mengedit videonya dengan feature polling di instagram storynya.

"Kau tidak mau bicara padaku." Jongin menjawab ringan.

"Great. Sekarang followersmu tahu aku suka merajuk." Sehun berkata sebal sambil berusaha memasang safety beltnya yang sedari tadi susah sekali terpasang. "Kenapa susah sekali sih?" Sehun tambah kesal saja.

Jongin menghela nafasnya. Lalu dengan sabar memasangkan safety belt Sehun, walaupun tangannya sempat di tepis oleh Sehun. "Kita buat ini lebih menarik, oke?"

"Maksudmu?" Sehun jelas bingung maksud Jongin.

Jongin mengeluarkan ponsel yang sudah dalam airplane mode dan membuka video yang diambilnya tadi, "Ekspresimu lucu sekali disini, kalau menciummu off camera tidak melanggar perjanjian yang sudah ku tanda tangani, mungkin aku su-"

"Maaf Tuan, boleh tolong matikan ponsel anda?" Seorang pramugari menghampiri mereka.

Dengan cepat Jongin mematikan ponselnya dan menaruhnya kembali di saku celananya. "Dan bagaimana itu bisa membuat ini lebih menarik?" Sehun masih belum mengerti maksud perkataan Jongin.


And how, indeed?

Do you guys know some trick?