#2 : Impression

Disclaimer : Aku adalah milikku, mereka adalah miliknya.

Timeline : Before Question.


Aku menatap dua orang pria itu.

Yang satu berbadan besar dan berambut hitam. Yang satu lagi berbadan ramping dan berambut merah.

Si pria berambut hitam tersenyum dan menyapaku.

Tangannya terulur di hadapanku, dan aku menjabat tangannya.

"Senang berkenalan denganmu." Begitu katanya.

Ramah, hangat dan menyenangkan.

Sementara si rambut merah, tidak beranjak dari tempatnya. Dia bahkan tidak menolehkan wajahnya untuk melihatku.

Hanya matanya melirik ke arahku, menilaiku dari ujung kepala sampai ujung kaki.

Tidak ada sepatah katapun keluar dari mulutnya.

Tampan, tapi dingin dan arogan.

Saat itu tak pernah terlintas dalam pikiranku, kalau mereka berdua akan menjadi bagian penting dalam hidupku.

---

Merah.

Darah membasahi tanganku. Darahnya.

Kubalut luka di tangannya dengan hati-hati.

Selesai.

Ia mengepal-ngepalkan telapak tangannya.

"Hm.. Tidak buruk untuk seorang perawat jadi-jadian." Katanya.

Kemudian ia bangkit dari duduknya dan melangkah menuju pintu keluar.

Tidak ada ucapan terima kasih.

Sopan sekali.

"Terima kasih kembali, Mr. Rhapsodos." Aku menyindirnya.

Langkahnya terhenti di depan pintu.

Dia menoleh ke arahku, dan menyeringai. Sesaat wajahnya tampak seperti setan.

Mengerikan sekaligus menarik.

"Panggil aku Genesis."

Itu bukan permintaan, melainkan perintah.

Dan ia menghilang dari ruangan itu.

---

Kami sedang duduk di tempat itu.

Bertiga saja.

Aku.

Si pria berambut hitam.

Dan dia.

Membosankan.

Ia membuka buku itu, mengubah teks yang tertulis menjadi sebuah 'nyanyian'.

"Even if the morrow is barren of promises;

Nothing shall forestall my return."

Ia sudah selesai membaca, tapi suaranya tetap terngiang di telingaku.

Puisi itu.

Kesukaannya. Obsesinya. Hidupnya.

Loveless.

Tanpa cinta.

Mengapa mereka menyebutnya demikian?


Okay. Saya mau 'mengaku dosa' sekaligus curhat minta pendapat.

(Spoiler!) Isi dari fic ini adalah sesuatu yang saya rencanakan terjadi antara OC saya (Summer) dgn Genesis di fic saya yang satu lagi (SoS). Jadi kurang lebih begini : Summer suka Zack, Zack milih Aerith, trus hadirlah seorang cowok ganteng yang sombong, arogan, childish, egois, destructive, dan narsis bernama Genesis. Itu semua terjadi kira-kira 2 taunan sebelum Crisis Core (tp Aerith Zack udah saling kenal), dan kemungkinan berlanjut sampe ke Crisis Corenya sendiri. Masalah utamanya adalah, saya hampir desperate untuk mengupdate fic SoS saya. Udah berbagai versi saya buat untuk chapter selanjutnya, setiap kali saya baca ulang, entah kenapa saya gak suka. Saya kesusahan berimajinasi ttg Summer - Zack.

Sebaiknya fic ini saya lanjutin gak? Yang jelas kalo berlanjut, isinya ya modelnya begini. Sepotong-sepotong dgn timeline kelinci ubur2 (alias lompat2 - maju mundur), tapi nanti saya kasih keterangan. Dan kalo saya lanjutin yang ini, bagaimana nasib fic saya yang ono, hiks. Keberadaan fic ini sedikit banyak sudah mengacaukan fic yg itu. Please give me your input.

Thanks.

glover511.

Eits hampir lupa. Buat yang jawab Genesis di review, saya berikan masing-masing sekotak coklat ferrero rocher untuk anda :P