CHAPTER 2

MANUSIA ANEH BERNAMA JUNG YUNHO

Aku terbangun oleh suara alarm, masih mengantuk ketika aku pergi ke kamar mandi dan membasuh tubuhku, setelah selesai menyiapkan peralatan sekolah aku langsung turun kebawah dan menemui ummaku yang sedang memasak didapur.

Aku langsung memeluknya dari belakang, badannya sangat kecil dan kurus, ketika aku memeluknya aku sangat takut akan membuat tulangnya patah, meskipun tubuhnya paling kecil diantara kami, ia orang yang sangat luar biasa di rumah ini.

"Mau kubantu?" kataku

"Tidak apa-apa, kau sarapan saja bersama kakakmu"

Aku lalu pergi ke ruang makan, disana ada kakakku yang sedang menyantap sarapannya dengan serius, ia seorang mahasiswa dan berusia 2 tahun diatasku meskipun ia lebih tua dariku namun sifatnya masih kekanak-kanakan, di otaknya hanya ada bermain-main dan berpesta dengan teman-temannya yang kaya walaupun ia sadar keluarganya tidak sekaya dahulu.

Ini berawal sejak kematian ayah kami

Beliau mendapat serangan jantung 6 bulan lalu kemudian beberapa hari kemudian ia menghembuskan nafas terakhirnya, ia meninggalkan istri beserta 2 orang putra dan perusahaan yang diambang kebangkrutan. Sejak kematannya pamanku mengambil alih perusahaan, tapi alih-alih membaik perusahaan kami semakin memburuk dan mengalami kerugian besar sehingga kami terlilit hutang yangs angat besar

Jika kami begitu dimanja dengan berbagai semua fasilitas tersebut tiba-tiba menghilang, yang ada kini hanya rumah ini, itupun kami tak tahu berapa lama lagi kami hidup disini sebelum bank mengambil alih.

"Jae nanti kau selesai sekolah langsung pulang kesini ya ada yang hendak umma bicarakan denganmu"

"Soal apa?"

"Soal masa depanmu, masa depan keluarga ini"

"Hanya denganku?"

"Iya…dan Jungmin umma mohon kau hentikan membeli kebutuhan yang tidak perlu dengan kartu kreditmu, apa kau sadar berapa hutangmu yang harus kami bayar?" ujar umma pada kakakku. Umma lalu mengangkat piring kakakku ke westafel dengan muka kecewa

"Hei hyung, kau harus mendengar apa kata umma, jangan mengecewakannya lagi ok?"

"Kau jangan sok menceramahiku, dasar anak kecil!" katanya padaku, dia lalu bangkit dari kursinya, tanpa pamitan pada umma ia langsung keluar dan menyalakan motornya

"Apa Jungmin sudah berangkat?"

"Ya umma"

"Aisshh anak nakal itu"

Aku juga menghabiskan sarapanku lalu mengangkat tasku sebelum mencium pipi ummaku

"Aku juga pergi ya umma"

"Hati-hati sayang"

"Iya"

Ketika aku membuka pintu didepan gerbangku sudah terlihat junsu dengan senyum mengembangnya saat melihatku keluar rumah

"Pagi junsu, kau kelihatan ceria hari ini" kataku sambil mengacak rambutnya yang masih basah"

Dia seketika menarik tanganku dan langsung mengajakku berlari menyusuri jalanan yang masih sepi.

"Ayo cepat jae, nanti kita ketinggalan bisnya" serunya mengajakku berlari sampai halte bis.

OoO

Mobil hitam mewah berlari kencang memasuki gerbang sekolah, membelah kerumunan murid-murid yang berjalan, ia langsung memarkir mobilnya ditempat biasa ia menaruh mobilnya, saat ia keluar semua mata menuju padanya layak melihat sang pangeran baru turun dari kudanya.

"Wah Yunho kau membawa mobil baru lagi" ujar changmin sahabatnya, jari-jarinya menari-nari diatas permukaan cat mulus mobil baru tersebut.

"Hei hati-hati dengan jarimu, mobil ini baru" seru yunho pada temannya

"Kau ini pelit sekali"

"Changmin jangan bermain dengan mobil barunya, ayo kita masuk" ujar seorang pria lagi yang mengalungkan tangannya pada changmin, mereka bertiga lalu meninggalkan tempat parkir menuju aula sekolah.

OoO

Kami sudah berlari sekuat tenaga tapi tetap saja kami dating terlambat ketika sampai digerbang sekolah

"Aduh kita tidak diijinkan masuk, bagaimana ini" ujar junsu panik

"Kita lewat dinding samping saja" pikirku

"Iya benar juga"

Junsu membungkuk agar aku bisa memantul dan loncat keatasnya, aku mengambil ancang-ancang beberapa meter darinya lalu berlari kecil dan meloncat pada badan junsu lalu kakiku meloncat keatas dinding.

Hap aku sukses memanjat bak spiderman.

"Ayo kemarikan tanganmu" kataku kemudian sambil menarik tangan junsu dari atas

"Bagaimana kita turun?" Tanya kemudian saat melihat kebawah hanya ada air

"Kita loncat"

"Tapi loncat kemana?" Tanya junsu panik

Aku melihat kebawah landasannya kolam air, baju kami basa basah dan kami sama saja tidak dapat mengikuti kelas

"Kita kesana" kataku kearah parkiran mobil.

"Iya"

Kami menggeser kaki kami pelan-pelan pada alas yang lebarnya tidak lebih dari kaki kami sampai ke tempat parkiran, tanpa melihat kiri kanan aku langsung loncat ke bemper sebuah mobil hitam, dengan selamat aku bisa mendarat dengan mudah walaupun aku mendengar bunyi bengkokan kecil.

"Ayo jun raih tanganku" aku mengulurkan tanganku dan menarik junsu kebawah, sesampainya dibawah ia ketakutan lagi.

"Kau merusak mobil orang"

"Apanya yang merusak, aku tidak menggoresnya"

"Tapi atapnya sedikit penyok"

"Mana?"

Aku melirik kearah tadi kakiku mendarat, betul saja ada bengkok sedikit.

"Ah ini sih kecil, lagipula pemiliknya pasti orang kaya punya audi seperti ini, kita tidak perlu ambil pusing" kataku dengan tenang sambil menarik tangannya.

"Tapi jae, bagaimana kalau orangnya minta ganti rugi"

"Shhht jangan bilang-bilang, tidak ada yang melihat kita" kataku tersenyum pada junsu untuk melupakan kejadian itu, junsu nampak tidak tenang saat kami menuju ke kelas kami.

OoO

Saat istirahat siang murid-murid saling berpandangan satu sama lain sambil melihat pengumuman di dinding sekolah, karena penasaran aku juga ingin melihatnya, belum aku membacanya junsu sudah menarik tanganku

"G…gawat" katanya dengan terbata-bata, mukanya pucat sekali

"Kenapa jun?"

"G…gwat jae…m…obil..mobilnya"

"Mobil apa? Apa maksudmu?"

"Ki…ki..ta merusak mobil Jung Yunho!" katanya dengan panik padaku, mukaku seketika kelam mendengar nama orang tersebut.

"Apa!"

"Ia sedang mencari pelaku yang merusak mobilnya…aduh bagaimana ini jae, kita bisa ketahuan"

"Tenang saja, ia tidak mungkin mengetahuinya, kita tidak meninggalkan jejak disana" kataku mencoba menenangkannya dengan tersenyum lebar, lagipula ia bisa apa kalau tahu kakiku ternyata yang merusaki mobilnya.

Lalu DJ radio sekolah pun berkumandang.

"Pengumuman pengumuman kepada murid beranama Kim Jaejoong dan Kim Junsu harap menuju kantor kepala skolah"

Junsu menatap ngeri kearahku lalu seketika berteriak

"TiiDAAAAk!"

Aku mendengarkan kepala sekolah menceramahi kami dengan panjang lebar, untung saja aku sudah menaruh kapas pada telingaku, didepan kami yunho duduk sambil menyilangkan kedua lengannya sambil menatap tajam padaku. Aduh sebenarnya matanya kenapa selalu kearahku…apa dia tidak bias melirik ke junsu sebentar. Pikirku sebal dengan tingkahnya, ia hanya tertarik untuk bermain-main denganku.

"Apa kau yang merusak mobilnya?!" Tanya wakil kepala sekolah menginterogasiku.

"Tidak…aku tidak melihat ada mobil disana" kataku membela diri, yunho mengangkat bibir kanannya, menyeringai padaku.

"Yang jujur, kami punya bukti rekaman cctv, apa kau mau dikeluarkan dari sekolah ini?!"

"Salah sendiri siapa yang memarkir mobil disana, itukan daerah taman, daerah publik bukan parkiran…lagipula dia juga perlu diperiksa, apa dia sudah punya sim apa belum" kataku sambil menatap tajam kearahnya, yunho dan para guru disana langsung panik dengan ucapanku. Dasar mereka sendiri menutupi kelakuan muridnya yang masih dibawa umur untuk membawa mobil. Kataku dalam hati penuh kemenangan .

"Hei Kim JaeJooong jangan memutar balikkan pertanyaan sekarang jawab saja!"

OoO

"Tunggu kau mau kemana!"

Aku cepat-cepat emlangkahkan kakiku keluar dri ruangan interogasi tersebut, yunho terus berteriak dibelakangku, karena kakinya lebih panjang ia dengan cepat mendahuluiku dan mengunciku di dinding dengan kedua tangannya

"Aku belum selesai berurusan denganmu"

"Aku mau masuk kelas"

Untung saja hari ini adalah pelajaran olahhraga, aku tidak akan terlalu dimarahi jika terlambat.

"Bayar dulu ganti rugi mobilku"

"Aku sudah bilang akan menyicilnya, kenapa kau ribut sekali!"

"Yah…kau merusak mobilku, aku ingin ganti ruginya sekarang!"

"Kau punya banyak uang, pakai saja uangmu dulu!"

"Baiklah jika kau menunda hutangmu maka pengampunanpun akan ditunda"

"Apa maksudmu?"

"Ayo ketoilet"

Saat yunho membawaku ke toilet aku melihat changmin dan yooochun sedang mempeloroti kaos serta celana olahraga Junsu di toilet, ia bergetar ketakutan, tangannya menutupi boxernya.

"Kalian sungguh keterlaluan"

"Dengar ia akan mengelilingi sekolah dengan keadaan itu" ujar yunho padaku

"Apa!"

"Kecuali kau mau menggantikannya"

"Kau!"

"Atau kau bisa berlutut minta maaf padaku dihadapan semua orang"

"Kau bermimpi"

"Baiklah…Changmin bawa junsu keluar!"

"T…tunggu aku aku akan bersujud padamu"

"Wah kau mulai pintar mengambil keputusan ya, baiklah ayo kita ke lapangan"

OoO

Dengan cepat berita dari yunho menyebar ke semua murid, karena kelas hari ini adalah kelas olahraga mereka semua sudah berkumpul di lapangan.

Changmin mulai dengan kata sambutan, ia berbicara kesalahan-kesalahan yang dilakukan olehku, sebagian besar hanya karangannya namun murid-murid nampak percaya dengan memberi sahutan wuuuu setiap changmin mengakhiri kalimatnya. Kemudian si pangeran tanpa mahkota pun datang dengan wajah penuh ketamakan sambil menyeringai memandangku.

"Apa kita harus mengampuni Kim jaejoong?1" seru changmin pada murid-murid.

"Tidaaak" jawab murid-murid serempak

"Kalau begitu kita lihat apakah yunho bersedia mengampuninya"

Yunho kini berdiri didepanku dengan muka congkak yang luar biasa menyebalkan, semua murid bersorak menyuruhku bersujud setelah dikompori oleh changmin

"SUJUD…SUJUD…SUJUD"

Aku baru menekukkan kakiku sedikit senyum lebar di bibir yunho sudah tersungging, saaat aku mulai merendahkan diriku serta semakin besarnya teriakan murid-murid yang bergema memintaku bersujud tiba-tiba tanganku dengan refleks meraih celana olahraga yunho dan langsung kuturunkan seketika.

Suasana hening seketika

Sebelum para murid wanita berteriak sambil menutupi muka mereka, mereka saling menjerit menyembunyikan mata mereka dari pemandangan mengerikan, dilain pihak yunho yang tidak bisa menyembunyikan rasa malunya dihadapan semua orang mulai menampakkan wajah setannya padaku.

"KIM JAEJOOOOONG!"

OoooooooO