Saint Seiya - Masami Kurumada

OC - Belong To Me

Beberapa bagian mencomot Disney Frozen. Dan Saya nyatakan, Disney Frozen bukan milik Saya.

Warning : Ending tak sesuai ekspetasi, Pair tak sesuai, If don't like pleace don't read.

.

.

.

Here We Go

JLEB!!!

Kurasa Aku hampir kena serangan jantung lagi. Suasana kelas menjadi makin hening setelah pemuda bernama Degel itu memperkenalkan diri. Dan mungkin, suasana akan bertambah canggung jika guru pengisi pelajaran tak berdehem.

"Ada yang ingin bertanya pada nak Degel, murid-murid?" tanya guru pengisi. Sedangkan Pak Thanatos berdiri didekat ambang pintu.

"Kenapa Kau pindah sekolah?" perhatian kelas kini tertuju pada Shaka yang sejak tadi adem ayem dipojokan belakang satunya. Tentu saja! Orang ceroboh mana yang mau pindah sekolah saat ujian kelulusan hanya tinggal menghitung bulan?

"Maaf, itu privasi" jawab Degel dengan nada datar.

"Apa jurusanmu dulu?" tanya Sisyphus mencairkan suasana.

"Multimedia" jawabnya.

"Multimedia itu yang ngurusi persyutingan kan?" tanya Sisyphus lagi.

Degel tersenyum tipis dan mengangguk singkat. "Jadi... Kamu bisa motret foto?" kini Sasha yang bertanya yang Aku yakini mata gadis itu berbinar-binar.

"Ya, Aku juga punya beberapa kamera digital dirumah"

Aku hanya mendengarkan sekilas semua pertanyaan yang Mereka ajukan pada si Degel. Mataku hanya menganggap pemuda yang mungkin lebih tua dariku itu dengan remeh. Menurutku mungkin Dia adalah kutu buku invoret. Tersirat jelas dari hampir semua jawabannya yang hanya beberapa kata.

Sesi tanya jawab itu berlangsung cukup lama. Yang diakhiri ucapan dari Pak Thanatos yang harus kembali menyelesaikan urusannya yang lain.

Guru wali yang juga kebetulan mengisi pelajaran hari ini berkata "Nah Degel, Kau bisa duduk dibangku pojok sana bersama Kardia"

Aku agak kaget mendengarnya, walau ku sembunyikan. Sudah sangat lama Aku duduk sendirian. Ya... walau kadang Manigoldo atau Defteros menduduki bangku disebelahku saat jam kosong, sekedar mengisi keheningan kelas dengan canda tawa.

"Dan Kardia, Kamu keberatan?" tanya guru wali itu. Aku hanya menggeleng dan menjawab "Tidak. Aku tak keberatan" jawabku sopan.

Degel menatap guru wali itu sesaat kemudian berjalang ke tempat Aku duduk dan mengisi bangku kosong disebelahku.

"Nah murid-murid, hari ini Kita akan membahas materi buku paket bab 7" titah guru itu. Semua temanku mengeluarkan buku paket Mereka, kecuali Degel tentu saja. Yang hanya mengeluarkan sebuah buku tulis bersama pulpen.

Aku membuka buku paketku dan meletakkannya di pertengahan meja, memungkinkan Ia juga ikut membaca. Guru mulai menerangkan lembar demi lembar dengan diselingi candaan ringan. Walau begitu, tidaksemua memperhatikan materi. Itu termasuk Aku, yang malah memperhatikan teman baruku ini.

"Aku Kardia" ucapku memperkenalkan diri.

Dia menatapku dengan sebelah mata dan tersenyum miring "Senang bisa sebangku denganmu"

"Kau yang Aku tabrak di koridor tadi?"

"Hn"

Aku yakin Dia sedikit lebih tinggi dariku, walau hanya beberapa centimeter. Dari dialek dan warna kulitnya, mungkin Dia blasteran. Dan berbeda denganku yang memakai jas seragam warna krem khas SMA Sanctuary, warna seragam yang Ia pakai adalah merah maroon. Aku berani bertaruh bahwa Dia memakai minyak wangi, walau bau wanginya tidak semerbak. Harumnya seperti campuran kayu Cendana dengan beberapa harum lainnya.

"Kau pakai minyak wangi apa?" tanyaku dengan setengah berbisik. Bisa bahaya jika ketahuan mengobrol saat pelajaran.

"Bukan minyak wangi, ini aroma terapi" jawabnya.

Aroma terapi? Memang baunya cukup menenangkan. Tapi, orang mana yang menjadikan harum kayu Cendana yang terkenal cukup mahal sebagai aroma terapi?

Jam pelajaran berlalu. Setelah melewati beberapa kali pergantian pelajaran, kini bel tanda istirahat terdengar. Setelah guru pengisi pelajaran meninggalkan kelas, seluruh teman dikelas ngacir pergi. Entah ke kantin, perpustakaan, atau ketempat lain.

"Kau mau ikut ke kantin?" tawarku.

"Eumm... mungkin ti..." jawabannya terputus saat tiba - tiba Agasha muncul di belakangnya.

"Hei Degel! Ayo main ke kelas Matematika, Albafica pasti senang kalau tahu Kamu sekolah disini!" ucap gadis yang selama ini mengisi hariku seraya menarik tangan Degel pergi. Aku cengo sesaat, apa hubungan antara Degel, Agasha, dan Albafica?

"Cieee ada yang ditikung teman baru nih" kata Manigoldo yang sontak membuatku salting.

"Diamlah" ucapku.

"Hehehe... ikut kekantin gak?" tawarnya.

Aku berbalik dan meninggalkan kelas "Ya"

Di kantin, hampir semua siswa maupun siswi membicarakan tentang anak baru yang masuk kelasku. Mereka membicarakan bahwa Degel terkena suatu kejadian tak mengenakkan pada pertengahan oktober lalu.

"Bagaimana menurutmu si anak baru, Kar?" tanya Aspros yang tangannya mengaduk segelas es -entah rasa apa.

"Pendiam" jawabku.

Kini pandangan pengurus OSIS itu terjurus pada rekan OSIS-nya yang sedang makan. "Menurutmu?" tanyanya pada Sisyphus.

Sisyphus menghentikan acara makannya. "Lumayan menyenangkan diajak ngobrol"

"Dan kelihatannya lumayan dekat ama Agasha" celetuk Manigoldo. Kami semua memandangi tukang onar itu. Memang benar yang dikatakannya, walau agak membuatku jengah.

"Itu benar" jawab Aspros. "Dia, Agasha, dan Albafica pernah satu sekolahan. Jadi wajar saja kalau Mereka akrab" jelasnya. Sisyphus mengiyakan penjelasannya.

Tentu saja 2 orang ini tahu, hampir semua anggota OSIS diharuskan untuk menghafal apa saja yang dianggap penting dalam sekolahan. Termasuk biodata setiap siswa.

Bersambung...

Author Note :

"Wah, Akhirnya ada waktu buat update. Terimakasih telah menyempatkan waktu untuk membaca fanfic gaje ini. Mohon maaf bila ada para pembaca yang merasa tersinggung setelah membaca"

- Multimedia : Salah satu jurusan terpadu dari sekolah SMK yang menangani persyutingan, pemotretan gambar, dan segala hal yang juga berhubungan dengan komputer.

.

-RnR-

.

#CMIIW