APRIL SNOW(CHANBAEK VERS)

Title:April Snow

Author: Ikki Ka Jung99

Cast: -Byun Baekhyun

-Park Chanyeol

-Lu Han

-Oh Sehun

Genre:Romance,Hurt,

Length: 1 of..?

Rating: M (untuk saat ini T) '-'

Pairing: ChanBaek,slight! ChanLu,HunBaek,HunHan

Disclaimer: Annyeong :) …FF ini remake dari novel Hyung-kyung Kim yang judulnya sama,ada yang pernah baca?

Atau mungkin pernah lihat filmnya? *tapi aku belum pernah liat :D

Hanya saja akan ada beberapa perubahan ..sekian.. Trims..

WARNING FOR TYPO! DON'T LIKE DON'T READ! CHANBAEK JJANG ^^!

Summary: Saat rasa ini membawa asa untuk mencinta..

P.S kata-kata yang di italic bisa kata hati atau flashback :D


AUTHOR POV

Pertama kalinya Chanyeol melihat Baekhyun ketika ia duduk di ujung kiri kursi kayu di sebelah ruangan bertuliskan "Ruang Operasi". Namja itu membungkuk seraya mengatupkan kedua tangannya. Chanyeol melangkah mendekatinya ,bermaksud bertanya apakah pasien korban kecelakaan lalu lintas yang ada di dalam sedang menjalani operasi?Dan benarkah dia istriku,Lu Han?.

Tapi semua pertanyaan itu seolah sirna ketika ia tepat berada di depan namja itu. Namja itu diam seperti cetakan patung yang bahkan jika disentuh sedikit saja bisa retak. Chanyeol mengurungkan niatnya dan mondar mandir di depan ruang operasi.

Saat itu ia sedang mengatur cahaya, tiba-tiba dia mendengar berita kecelakaan Luhan, hal itu membuat perasaan Chanyeol menjadi gelap, bahkan Kim Jong In –hoobaenya-yang memanggilnya berkali-kali pun tidak didengarnya sampai tepukan halus dari Jong In menyadarkannya untuk segera menyusul Luhan.

Selama menunggu di depan ruang operasi kurang lebih enam kali Chanyeol pergi ke serambi lalu menyulutkan rokoknya..Kemudian dia menuju mesin penjual otomatis untuk mengambil 3 gelas kopi, lalu meminumnya. Sekitar sepuluh kali ia duduk-bangkit lalu mondar-mandir di ruangan yang sempit itu. Chanyeol melihat Baekhyun yang sama sekali tidak merubah posisinya. Cardigan coklat tua yang dikenakannya membuatnya seperti bagian dari kursi tersebut. Entah mengapa melihat namja itu membuat hati Chanyeol sedikit tenang.

Tepat saat itu pintu ruang operasi terbuka, saat itu pula Baekhyun bangkit dari kursi. Perawat yang keluar itu menatap lekat-lekat ruangan sempit itu..

"Apa penanggung jawab dari Luhan sudah datang?"tanyanya.

Chanyeol langsung menghampiri perawat itu, setelah mendengarkan informasi yang disampaikan perawat, ia segera memasuki ruang UGD, meninggalkan Baekhyun yang kembali duduk terpaku dikursinya.

AUTHOR POV END

CHANYEOL POV

Ketika aku memasuki ruang UGD,hal yang pertama kali kulihat adalah tubuh Luhan-istriku- dipenuhi alat suntik,alat pernafasan,serta alat-alat kedokteran lainnya. Meskipun tubuhnya dipasangi alat-alat itu,aku bersyukur ia berhasil menjalani operasi. Aku memegang tangannya lalu beralih ke wajah cantiknya. Terlihat bekas luka memar serta lecet-lecet diantara kain perban yang diresapi bekas darah. Telapak tangan dan punggung tangannya pun demikian, penuh luka.

"Kalau kau sudah pulih..masalah punya anak aku serahkan padamu"lirihku

Sebenarnya selama ini aku tidak menginginkan anak ,aku takut tidak bisa membesarkannya di dunia yang keras dan berbahaya Lu Han selalu bercanda dengan mengatakan,

"Sudahlah berikan satu spermamu saja itu sudah cukup"

Aku tahu dari satu sperma itu dapat menghasilkan proses kehamilan,lalu kelahiran dan pada akhirnya membesarkan anak. Pagi hari saat akan pergi dinas dia juga berkata,

"Satu saja,dari ratusan juta aku tidak meminta dua,hanya satu."

Seandainya aku tahu akan seperti ini… seandainya aku tahu aku bisa kehilanganmu,aku ingin sekali mengabulkan permintaanmu,tampaknya kita harus memiliki seorang anak yang mirip denganku.

CHANYEOL POV END

AUTHOR POV

Saat itu ada seseorang yang memasuki ruang UGD. Chanyeol langsung memandang namja yang berada disamping ranjang Luhan. Namja yang menyerupai patung tadi mendekat memandang wajah seseorang yang tengah terbaring di ranjang. Untuk pertama kalinya,wajah dan matanya memperlihatkan tanda kehidupan. Ranjang itu cukup jauh dari ranjang Luhan. Disitu terbaring seorang laki-laki yang mungkin adalah suaminya, memakai peralatan pernafasan.

S K I P

Ruang dokter

"Peristiwa kecelakaan itu mengakibatkan benturan di bagian otak dan tulang belakang. Operasinya telah berhasil tetapi masih dalam langkah penurunan tekanan otak…"

Dokter menghentikan ucapannya,kemudian memandang Chanyeol. Dari sinar wajahnya tampak rasa lelah akibat operasi semalam belum terhapus.

"Untuk beberapa lama dia akan berada di dalam kondisi tak sadarkan diri,"

"Mm maksud anda berapa lama itu….dia masih bisa bangun,kan?"Tanya Chanyeol

"Perlu waktu untuk membuktikannya." Kata dokter

"Bagaimana pun kita harus tetap optimis" tambahnya.

Setelah keluar dari ruangan dokter,seperti menunggu giliran kunjungan Baekhyun masuk dan tanpa sengaja menyenggol kerah baju Chanyeol.

'Jika Luhan harus menghabiskan hidupnya dalam kondisi seperti ini.." batinnya. Mencemaskan hal-hal yang belum terjadi bukanlah ciri khas Chanyeol. Saat ini seperti bukan Chanyeol dalam tubuhnya.

Chanyeol berjalan menuju atap rumah sakit untuk menenangkan jiwanya. Pikirannya terasa hampa dan tak tahu harus berbuat apa.

"Selama aku tidak ada jangan selingkuh ya.."

"Kalaupun kau selingkuh,lakukan tanpa sepengetahuanku"

Luhan mendekat dan memandang mata Chanyeol lekat-lekat. Sinar matanya begitu terang. Hal inilah yang disukai Chanyeol dari Luhan."Selama aku tidak ada jangan selingkuh ya..kalau pun kau selingkuh, lakukan tanpa sepengatahuanku.."

Chnayeol yakin tidak akan tertambat pada namja lain dan tidak akan ada celah untuk seseorang menghancurkan hubungan mereka. Melalui kisi-kisi atap,Chanyeol memandang jauh ke arah depan. Berada di samping Luhan adalah hal yang terbaik bagi dirinya dan Luhan saat ini. Chanyeol tidak ingin berlama-lama diterpa angin,saat rokoknya habis,ia langsung masuk ke dalam. Baru beberapa langkah menuruni tangga,ia melihat namja itu duduk di ujung bawah tangga. Chanyeol langsung tahu namja itu yang duduk dikursi tadi dengan cardigan cokelat tuanya

"Namja itu sangat cocok memerankan artis pendukung dalam panggung pertunjukkan yang lampunya telah padam"batin Chanyeol

Sesaat ia memandang lelaki itu,kemudian berjalan kembali menaiki anak tangga,sepelan mungkin agar tidak menimbulkan suara. Begitu melihat namja itu perasaannya kembali terguncang,Chanyeol sebelumnya tidak pernah memikirkan kehidupannya tanpa Lu Han.

Namja yang menemaninya selama 20 tahun. Namja yang berada disisinya sejak bertemu di kampus,melakukan wamil dan yang membuatnya mengerti tentang pekerjaan meanata cahaya sebagai sebuah seni. Namja yang selalu datang di konsernya dengan sebuket bunga dan mengapresiasikan tentang pencahayaan yang telah Chanyeol lakukan. Intinya ,Luhan sudah menorehkan warna kuning pada hidupnya. Perasaan apapun,dalam keadaan apapun warna kuning selalu memenuhi dirinya.

Chanyeol mulai menyalakan rokoknya dan meninggalkan atap. Namja itu tak tampak pada tempatnya duduk. Setelah berkeliling tanpa tujuan,akhirnya Chanyeol memutuskan melangkah menuju ruang UGD. Namja itu sudah berdiri di depan pintu kaca ruangan tersebut. Dia memasukkan tangannya ke cardigan cokelatnya,dahinya menempel di jendela kaca,menandang ke dalam ruangan. Walaupun yang terlihat hanyalah kisi-kisi ranjang serta dahi yang dibalut perban,sepertinya itu membuatnya lebih tenang memandangi suaminya.

Chanyeol duduk di depan ruang UGD dan menelpon Jong In. Pertunjukkan kali ini adalah pertunjukkan yang lumayan besar,dengan lebar panggung sekitar 50m dan tinggi 30m, pencahayaannya juga harus tepat dan matang agar seluruh tempat tersinari. Cahaya merupakan hal yang paling dinamis melebihi apapun,jadi harus terlihat mewah.

"Yeoboseo?"

"Yeoboseo..hyung?"

"Bagaimana pekerjaanmu..?"

"Aku sudah menyelesaikannya kemarin,jadi siang ini aku ingin melakukan latihan secara teknis"

"Kau tak apa-apa,kan walaupun sendirian?"

"Ya.."jawab Jong In tak yakin

"Aku akan melakukan yang terbaik"lanjutnya.

"Kau pasti bisa.."

"Bagaiman keadaan Lu Han hyung?"

"Sedikit terluka"jawab Chanyeol singkat..

"Aku akan menelepon Tuan Kim,untuk meminta ijin"tambahnya.

"Lalu b-"

"Berusahalah"ucap Chanyeol menutup pembicaraan itu.

Namja yang tadi melihat ruang UGD melalui jendela kini duduk di arah yang berlawanan dengan Chanyeol,melingkarkan lengannya pada salah satu sisi pegangan kursi,kemudian meletakkan kepala diatasnya dalam possisi miring. Dibanding yang tadi ,posisi ini jauh lebih baik. Cahaya musim gugur yang masuk melalui jendela menyentuh bagian pundak cardigan cokelat tua itu.

Chanyeol merasa sedikit ganjil. Sejak tadi ia selalu berpapasan dengan namja itu. Di ruang UGD,di atap rumah sakit,bahkan sekarang di koridor ini.

'Mengapa namja itu disini?Siapa dia sebenarnya?'batin Chanyeol

Kardigan cokelat tua yang dikenakannya menambah kesan ketidakberuntungan. Warna cokelat memberikan kesan seolah-olah orang itu berpenyakitan,seolah-olah energy telah tercabut dari jiwa dan raganya.

Chanyeol mengalihkan pandangan dari namja itu,kemudian menelpon ke tempat Lu Han bekerja. Ia bermaksud memberitahu tentang kecelakaan yang menimpa istrinya dan meminta ijin untuk sementara waktu.

"Yoboseo?Ada yang bisa kami bantu?"

"Aku suami dari Lu Han" Istriku baru saja mengalami kecelakaan saat sedang melakukan perjalanan dinas,operasinya telah selesai tetapi kini dia dirawat di ruang UGD. Kondisinya masih belum pulih. Jadi…Seandainya perempuan di seberang telpon itu tidak memotong ucapannya,hal itulah yang ingin dsampaikan Chanyeol. Namun perkataan perempuan itu membuatnya kehilangan semua kata-kata tadi.

"Oh..Tuan Lu Han sedang dalam masa cuti. Maaf ada urusan apa?"

"M...maksud anda tadi..cuti-"

"Dia sedang cuti selama 4 hari sejak kemarin. Jika ada hal yang mendesak,apa perlu saya menghubungi nomor ponselnya?"

"Ti..tdak perlu"

Cuti….Begitu menutup telepon,seolah tak mengerti apa yang dimaksud 'cuti' tersebut, Chanyeol berulang kali menggumamkannya. Ponsel digenggamannya terasa panas,kepalanya mulai terasa demam. Saat mendongakkan kepala ,koridor rumah sakit seakan melayang-layang. Pusing dan kelelahan akibat tidak tidur semalam ditambah cahaya musim dingin seakan-akan menyerang. Ketika berusaha membuka mata dan menatap benda-benda disana,namja yang tengah duduk itu menarik perhatiannya. Dia tak bergerak,dahinya dibenamkan ke lengan tangannya.

TBC

A/N: Haii… saya kembali dengan chapt 1 April Snow… gimana ceritanya? Gaje?atau kurang paham dengan ceritanya?RnR yak readers.. ^^

Kritik dan saran diperlukan... ^^ :D

Pai..see you in next chapter :D

Big Thanks To:

flamelight|chanbaekjjang|chika love baby baekhyun