"Ah! Ini dia yang kucari-cari, forehead!" Ino berteriak girang sembari memegang sebuah majalah.

Sakura menautkan kedua alisnya. "Majalah? Untuk apa?" Tanyanya. Ino langsung melempar majalah tersebut ke Sakura. Dengan sigap Sakura menangkapnya.

"Pig! Kau ini senang sekali melempariku dengan barang-barang sih!" Keluh Sakura.

"Cepat kau buka halaman duapuluh dan baca artikel disana, Sakura!" Perintah Ino. Ia kembali ke ranjangnya dan duduk disamping Sakura. Tanpa mengeluh lagi, Sakura lantas membuka halaman yang Ino katakan.

Bola hijau Sakura melebar saat melihat judul di artikel tersebut. Ia mengalihkan pandangannya pada sahabatnya dan melihat Ino menyeringai. "I-Ino.. Ini..." Sakura tergagap. Matanya masih terbelalak.

Ino mengangguk antusias. "Yap! 'Cara-Cara Jitu Untuk di Notice Oleh Senpaimu!' Coba baca itu, forehead!"

Mata Sakura seketika langsung berbinar-binar. Dengan gesit gadis itu langsung membaca artikel tersebut.


Naruto © Masashi Kishimoto

Notice Me, Please, Senpai!

Chapter 2 : Step One! Spying on Him

Namikaze Naruto x Haruno Sakura

WARNING! Probably contain OOC, possible typo, EYD yang tidak sesuai, tema yang pasaran dan semua kekurangan yang ada di fanfic ini. I'm sorry, I'm not perfect, guys~ And don't like don't read!

SO ENJOY~


Cara pertama : Mata-matai Senpai mu!

Cari tahu akun media social nya, tentang seluruh kesukaannya, apa hobinya, dimana rumahnya. Dan segalanya tentang Senpai mu! Karena jika kau mengetahui semua tentang dia, kau akan merasa seakan-akan sedikit lebih dekat dengannya.


Dan disinilah Sakura berada. Membuntuti Naruto sejak bel pulang sekolah berbunyi. Dari kemarin, ia telah mengetahui tentang seluruh yang disukai Naruto dan hobi nya dari beberapa orang yang Sakura ketahui salah satu dari fans Naruto. Kini ia akan mengikuti Senpai tercintanya hingga sampai dirumahnya.

Tapi sudah hampir 2 jam Sakura mengikuti Naruto, pemuda pirang itu belum juga menunjukkan akan pulang kerumahnya. Tadi setelah keluar dari sekolah, Naruto terlebih dulu bertemu dengan beberapa temannya disebuah lapangan basket dan akhirnya mereka bermain street basketball sekitar 2 quarter pertandingan. Setelahnya Naruto berjalan santai kearah kedai ramen. Ia menghabiskan waktu sekitar satu jam untuk makan disana—entah sudah berapa mangkuk ramen yang dihabiskannya.

Kemudian, ia malah mampir lagi di kedai ice cream selama hampir 20 menit. Jujur saja, Sakura bahkan sempat berbikir bahwa perut Naruto itu terbuat dari karet. Jelas saja! Baru menghabiskan bermangkuk-mangkuk ramen, Senpai nya itu langsung melahap habis ice cream jumbo! Sakura hanya menggelengkan kepalanya.

Sekarang sudah hampir jam lima sore, dan Sakura masih mengikuti Naruto. Meski gadis itu sendiri sudah mulai lelah. Saat ini Naruto berjalan sedikit tergesa setelah menerima telepon—yang entah dari siapa, Sakura tidak tahu.

Tiba-tiba Naruto berhenti disebuah rumah mewah. Melihat Naruto berhenti, Sakura sontak berhenti juga dan berusaha bersembunyi dibelakang tiang listrik yang berada disampingnya. Gadis bermanik green forest itu mulai was-was jikalau Naruto ternyata menyadari kehadirannya. Alih-alih menoleh kebelakang, Naruto mulai membuka gerbang rumah tersebut dan berjalan santai masuk kedalamnya.

Setelah beberapa puluh detik Naruto masuk, Sakura keluar dari tempat persembunyiannya. Ia berjalan kedepan rumah yang dimasuki Naruto tadi. Dan Sakura hampir memekik kegirangan saat membaca nama pemilik rumah tersebut. Nama "Namikaze" lah yang terukir di pagar rumah mewah tersebut.

Sakura memperhatikan rumah didepannya ini. Rumah bertingkat dua dengan cat yang berwarna krem. Halamannya luas dan dipenuhi lumayan banyak bunga serta pohon sakura. Juga air mancur ditengah halaman. Membuat rumah ini begitu cantik. Dan Sakura sempat melihat beberapa mobil mewah yang terparkir rapih di garasi yang terbuka itu. Sakura bahkan berdecak kagum.

"Well, kurasa aku harus pulang sekarang. Ibu pasti akan marah jika aku pulang lebih sore dari ini." Gumam Sakura sembari berlari pulang.

Dan tanpa ia sadari, ada sepasang mata blue ocean yang mengawasi gadis gulali itu dari balik pohon sakura yang sedang berbunga.

.

.

Dan benar saja, saat Sakura sampai dirumahnya, ia diceramahi oleh Ibunya. Tetapi bukannya merenggut seperti biasa—saat dimarahi Mebuki— Sakura malah tersenyum untuk menanggapi ocehan Mebuki. Setelah itu, ia berlari kekamarnya dan bergegas mandi serta makan malam.

"Ibu, aku sudah selesai. Terima kasih makanannya." Ujarnya setelah selesai menghabiskan makan malamnya. Ia kemudian mencuci piringnya dan bergegas masuk kekamarnya kembali.

Ia langsung menyalakan laptop dan menyambungkan dengan modem miliknya. "Baiklah. Saatnya mencari akun twitter milik Naruto-senpai." Sakura mengatakannya dengan suara yang lumayan kencang. Bahkan mata hijau nya berkilat antusias. Beberapa menit ia mencari, akhirnya ia berhasil menemukan akun twitter Naruto. Sakura segera membuka akun tersebut dan berniat melihat-lihat. Tapi kemudian ia tercengang saat melihat kapan terakhir kali Naruto on twitter.

"Apa? Terakhir kali on itu dua bulan yang lalu? Itu juga hanya tweet tidak penting?" Sakura mengerucutkan bibirnya. "Tidak apa-apa deh. Ku follow saja! Siapa tahu ia akan mem followback akunku." Lanjutnya sembari terkikik.

Tapi sebulan kemudian, Naruto belum juga mem followback Sakura. Rasanya Sakura ingin menangis sebal sekaligus menghantam laptopnya yang tak bersalah itu.

.

.

.

"PIG! Bahkan Naruto-senpai belum mem followback akun twitterku! Bagaimana dia bisa me notice ku jika seperti ini?" Keluh Sakura sembari membenturkan kepalanya berkali-kali ke mejanya.

"Wo-woaaaa! Tenanglah, forehead!" Ino menahan bahu Sakura. Sakura mendelik kearah sahabatnya itu.

"Bagaimana aku bisa tenang, piiiigggg?" Sakura menatap Ino dengan mata berkaca-kaca.

Ada apa dengan anak ini? Kurasa dia semakin gila, pikir Ino saat melihat keadaan Sakura. Ino menghela napas berat. "Kurasa kau sudah tak waras, forehead. Sejak kau bilang padaku bahwa kau menyukai Naruto-senpai kau seperti orang gila! Setiap hari selalu memperhatikannya!" Lalu Ino menghela napas lagi.

Sakura merenggut. "Kau tidak mengerti, Ino-pig!" Ujar Sakura. Lalu ia menyedekapkan kedua tangan diatas meja dan menenggelamkan kepalanya disana.

Ino memutar bola aquamarine nya malas. "Ayolah, forehead." Ino mengguncang bahu Sakura. Beberapa detik kemudian Sakura kembali menatap Ino dengan tatapan tajam. "Kau terlihat desperate sekali."

"I'm desperately in love with Namikaze Naruto, Ino…" Cicit Sakura. Bibirnya memaju beberapa senti. Ino yang melihatnya, akhirnya terbahak.

"Astaga, Sakura! Ternyata benar, orang yang jatuh cinta itu selalu tidak menggunakan otaknya dengan benar!" Setelah mengatakannya, Ino kembali terbahak.

Sakura mencubit lengan Ino gemas. "Apa maksudmu, pig? Kau menghinaku, heh?"

Cubitan Sakura membuat Ino meringis dan menarik lengannya. "Sakit, Sakura!" Keluh Ino. Sakura mendengus puas. "Dengar, nona pinky. Yang kau lakukan sejak kemarin itu baru step pertama, Sakuraaaa!" Gantian Ino yang kini mencubit kedua pipi Sakura gemas.

Sakura memekik kesakitan dan menyentakkan tangan Ino. "Bisa 'kan tidak usah mencubit pipiku?" Sindir Sakura. Dan seakan mengerti kata-kata Ino barusan, ia mengeluarkan sebuah majalah dari dalam tasnya dan membuka sebuah artikel.

Membacanya beberapa detik, kemudian menoleh kearah Ino dengan senyum cemerlang. Melihatnya, Ino memutar bola matanya kembali dan menghela napas. Ternyata sahabatnya ini sungguh merepotkan.

.

.

.

TBC


A/N : Heyhoooo, minnacchi~! Kirari dateng lagi dengan chapter 2 nya. hehehe. sebenernya sih udah selesai dari kemarin, tapi ternyata modem Kirari kuota nya abis! /pout/ akhirnya baru di update sekarang deh. hehehe. XD

gimana chapter 2 ini? apakah semakin gaje? OwO)a atau ada sedikit yang membaik? XD Kirari harap sih ada yang membaik. fufufufufu

daaaan, terima kasih juga buat yang udah baca, review, fave serta alert. uuhh. Kirari terharu(?) karena review nya lebih dari 10. hiksu. :"D /lap ingus(?)/

special thanks untuk : igniel saikari, Natsuyakiko32, Sora no aoiro, Raiderkids, AL Blue Blossom, galur smakers, lutfisyahrizal, Mistic Shadow, Riela nacan, Semangat 45 (guest), Arcan'sGirl, dan Cindy elhy (guest). XDb /peyuk in satu-satu/

ah, Kirari juga bakal bales review yang dari guest disini, ne! :3

Semangat 45 : hehehehe. arigatou karena sudah baca review dan bilang fic ini bagus! /peyuk/ iyaa, ini sudah di update. semoga tidak mengecewakan, ne! X3

Cindy elhy : arigatou karena sudah baca dan review, ne! yup, ini sudah dilanjut. semoga chapter ini tidak mengecewakan ya! :3

yosh! kalo yang pake akun, sudah Kirari bales di PM yaaa! XD

sekali lagi, hontou ni arigatou, minnacchi! /peyuk in satu-satu/

daaan... boleh minta review lagi? Arigatoooouuu! X3