Duh, Om ini.


.

.

.

Chara : Levi, Eren, yang lain bisa ditemukan sendiri

.

Summary : ini hanya seputar kisah pemuda bernama Eren yang klepek-klepek sama Om-Om mesum bernama Levi.

.

Disclaimer : Hajime Isayama

.

Warning : Boyslove, AU,beberapa kalimat vulgar, typos, dan buanyak lagi kekurangannya.

a/n :hahahah muncul lagi deng, monggo dibaca ya gaess. jangan lupa review bro. maap buanget kalo humornya ga dapet. semoga menghibur lah.

.

.

.

.

.

.

Chapter 2

.

.

.

.

.


Eren ini sudah kelas dua SMA , rata-rata anak kelas dua SMA diseluruh dunia memiliki usia berkisar antara enam belas atau tujuh belas, mungkin ada beberapa yang usianya delapan belas atau malahan Sembilan belas. Eren mengenal mereka sebagai spesies purba kala. Bangke emang Eren ini. Mentang-mentang umurnya termasuk muda di kelas. Seenak jidat saja dia mentertawakan usia teman-temannya yang sudah kawak . contohnya Ymir,Berthold, atau Rainer.

Untuk anak usia remaja layaknya Eren dan kawan-kawan, ada ciri khusus yang menggelikan. Tentu saja cinta monyet, Eren pun mengalaminya. Jangankan Eren, Mikasa yang Kudere pun mengalaminya. Ngga ada hubungannya sih, Kuudere dengan cinta monyet. Selain itu, remaja kelebihan hormon macam Jean pun jelas mengalaminya. Bahkan si kuda lumping itu mengaku sudah merasakan cinta sejak dibangku sekolah dasar. Satu-satunya teman yang belum pernah Eren ketahui merasakan cinta adalah Armin. Anak itu memang terlalu polos. Di ajak lihat doujinshi r18 saja takutnya kayak diajak lihat film biru.

Omong-omong soal cinta monyet, semenjak Om-om ganteng yang kelihatannya jomblo datang kerumahnya, si pemuda berambut coklat sudah tak gengsi lagi curhat soal cinta monyet ke teman satu grub nya. Ya, kokoro Eren sudah mantap dan yakin jika si Om adalah cinta pertamanya.

Tadi, setelah Eren kembali ke dapur, dia langsung madi dengan tiga merk sabun berbeda. Biar makin wangi katanya. Lalu dia kembali kekamarnya yang ada dilantai satu. Sambil menggosip di grub BBM, dia juga curi-curi dengar perbincangan Papa nya dengan si Om Ganteng, yang ternyata bernama Levi. Papa Grisha dan Om Levi cukup lama mengobrolnya,ya.

Menurut informasi yang Eren peroleh, si Om rupanya baru akan kembali besok siang. Itu artinya Menginap. Menginap. Eren jumpalitan ngga karuan. Seperti fangirl lihat abs husbandonya.

Eren tiba-tiba saja berdo'a semoga kamar kosong dilantai dua tiba-tiba lenyap, agar Levi bisa tidur sekamar dengannya. Eh.

Jelas tidak mungkin.

Mama Carla yang sudah tau hal ini sejak awal ternyata sudah mempersiapkan kamar untuk Levi. Eren mengntip dari pintu kamarnya. Badannya setengah keluar kamar dan setengahnya lagi masih ada didalam kamar. Bertepatan dengan Levi yang berlalu dihadapannya bersama Mama Carla menuju tangga yang ada disamping kamar Eren.

Eren sempat dilirik Levi. Dan buru-buru Eren masuk kamar lagi dengan pipi semerah pantat monyet. Hape yang dicharger diraih dengan cepat

Ketik..

'Guys, aku baru saja dilirik oleh dia'Eren Yaeger

Lapor Eren pada teman-temannya.

Anak-anak yang bodoamat seperti Annie dan Ymir mana mau menanggapi Eren. Yang lainnya sudah malas. Hanya teman baik, malaikat cantik, dan kuda tukang rusuh yang menanggapi. Armin dengan respon seadanya, Krista yang selalu baik hati, Jean si tukang cari rebut, dan Mikasa yang selalu menanggapi Eren meski hanya dengan tanda titik saja. Mungkin Mikasa kecewa, dia sudah tak cantik lagi dimata Eren. loh.

Capek member balasan teman-temannya. Eren lebih memilih keluar kamar. Perutnya sudah keroncongaan. Masakan Mama Carla pasti sudah menunggu untuk disantap.

"loh.. baru saja mau Mama panggil untuk makan malam". Kata Mama Carla, sibuk mengelap meja makan. Eren cuma nyengir. Didepannya ada sup Seafood dengan resep turunan keluarga. Juga nasi putih, hamburger dengan saus super mantab,kentang goreng, juga salad. Mama Carla kalau ada tamu itu masaknya paket lengkap bak restoran padang. Minumannya pun mulai dari air putih biasa ada,air dingin ada, es doger ada, sirup biasa pun ada. Tekor dah Papa Grisha. Tak lupa satu botol minuman keramat dikeluarkan dari lemari, kalau ini sudah pasti Eren tak boleh ikut minum. Bir.

Kalau tak ada tamu, Mama Carla dan Papa Grisha bakal sembunyi-sembunyi minum bir supaya nggak ketahuan Eren. menurut mereka berdua , Eren belum pantas melihat orang dewasa minum bir. Tak tau saja, anak lelakinya itu punya banyak eroge.

Eren, Papa Grisha, Dan Mama Carla sudah duduk anteng. Menunggu Levi datang. Sejujurnya diantara mereka bertiga yang sudah tak tahan megang sendok adalah Papa Grisha, laparnya sudah akut, ketara dri keriput diwajah yang semakin bertambah. Dua orang yang lainnya juga lapar, tapi biasa saja. Papa Grisha pun memilih mengganjal perut pakai krupuk.

"kalian tidak harus menungguku". Levi muncul , dan berjalan menuju meja makan, meletakkan satu botol bir yang berbeda di meja makan, Papa Grisha dan Mama Carla berbinar melihat botol itu. Sementara Eren Cuma kedap-kedip kebingungan.

"apa? Mau bir?". Suara baritone mengusik Eren. ketika menolehkan kepalanya, Levi sudah berdiri disamping Eren dengan tatapan menggoda. Eren gelagapan dengan wajah memereh.

"e-enggak". Eren geleng-gelengkan kepalanya sampai hampir copot. Levi Cuma senyum, super sedikit. Mampus. Eren hampir pingsan.

"silahkan Levi-San".

Levi mengambil tempat didepan Eren, disamping Papa grisha. Tak banyak ngobrol, mereka semua sudah langsung makan. Sudah pada kelaparan. Makanan yang tersisa dimeja makan tinggal bumbu bekas hamburger dan kuah Seafood yang pekat. Eren kenyang total. Orang dewasa disekitarnya mulai membuka botol dan menuangkan ke gelas masing-masing. Disaat-saat seperti ini, Eren merasa sudah tak dibutuhkan dan dianggap lagi.

Matanya melirik Levi sekilas. Pria itu minum bir dengan punggung menyandar dikursi. Eren kaget begitu mata keduanya bertemu, Eren senyum malu-malu. Levi diam saja, masih menyesap bir dengan tenang, tapi tatapannya tidak mau beralih. Eren jadi ciut.

Tatapan Levi terlalu mengintimidasi.

"aku sudah selesai, mau liat film dikamar". Kata Eren. dia berjalan kekulkas untuk mengambil es krimnya dan kripik kentang.

.

.

.


.

.

.

"hehe, ini mah mantab". Eren kesenangan sendiri melihat persiapan nontonnya yang lengkap. Laptop, charger, ac, camilan, dan grub untuk diskusi dengan teman. Malam ini Eren mau lihat film The other side of the Door, film horror. Eren menyiasati temannya untuk diskusi bareng, padahal sebenarnya dia Cuma takut nonton sendirian. Yang ikut diskusi Eren adalah, Jean tentunya, Mikasa cuman ikut-ikut Eren aja, Sasha, Rainer, Connie, dan Annie ,tumben. Makin Horor kalau Annie ikutan, tapi tak apalah , jarang-jarang anak itu ngobrol disini.

'sebetulnya aku sedah pernah nonton film ini',- Annie Leondhardt.

Umpan Annie digrub. Eren menyirit. Terus kenapa dia mau lihat lagi sampai ikut pembahasan.

'Hai, Annie',- Rainer Braun.

Cih. Ini sih Eren yakin Berthold yang balas, si jangkung itu pasti ada dirumah Rainer, dan hape si teman dibajak demi menyapa gebetan.

'kenapa mau ikut diskusi kalau sudah lihat? Jangan spoiler yaa..' ,- Sasha Braus.

'tidak ada syarat untuk ikut pembahasan',-Annie Leondhardt.

'tidak akan',-Annie Leondhardt.

'oh',- Mikasa Ackerman.

'jangan sampai ada yang mengompol diantara kalian, kata sepepuku yang sudah nonton sih, ini ngga terlalu seram',-Jean Kirschtein.

'Jean! Jangan ada Spoiler diantara kita!',-Sasha Braus.

'ngga spoiler kok!',- Jean Kirschtein.

Eren memutar bola mata, lalu ketik

'yosh, sepertinya semua sudah siap. Ayo nonton ,Tatakae!', - Eren Jeager.

'Tatakae Eren, apa aku perlu kerumahmu?',- Mikasa Ackerman.

'ha? Tidak perlu. Aku bisa lihat sendiri',- Eren Jeager.

Ketik Eren tanpa ragu, tapi kakinya gemetar. Suhu udara tiba-tiba turun, Eren rasa dia terlalu berlebihan pakai Ac.

'loh, kalian baru mau lihat, aku sudah mulai menit ke lima belas nih',- Connie Springer.

Abaikan saja.

Eren membuka tutup Es krim nya, lalu menyendok pelan. Baru opening sudah merinding.

'tenang Guys, tadi Cuma mimpi kok',- Eren Jeager.

Satu jam lebih berlalu, film telah selesai. Dan di grub berserakan komentar anak-anak soal film tadi. Eren sudah keringat dingin, belum berani menoleh kebelakang, mengunggu salah satu temannya mencairkan suasana atau membuat lawakan tentang film ini. Tapi dari tadi hanya Sasha yang ketakutan mendominasi. Jean pun nimbrug setelah bungkam sekian dasawarsa lamanya.

'hah. Aku pikir kita salah judul, kita bisa membahas bersama film-film detektif seperti Sherlock Holmes, baru berguna untuk pembahasan',- Jean Kirschtein.

'yee.. bilang saja takut',- Connie Springer.

'enak saja kau',-Jean Kirschtein.

'jadi, apa maksudnya hantu terakhir itu? Dia apakan wanitanya?',- Eren Jeager.

Sepi . tak ada yang menjawab, bahkan setelah sepuluh menit, Mikasa pun tak menjawab. Oke, ini sudah saat nya beranjak dari kasur empuk, membereskan sampah-sampah dikamarnya sebelum Mama Carla datang.

"eh".

Baru saja Eren keluar kamar, Si Om ganteng menghadang jalannya, Eren kira sih kebetulan. Tapi waktu tangan Levi terjulur menghadang Eren di dinding, Eren langsung pucat pasi.

"mau kamana?". Tanyanya

Eren gelegapan lagi. Tangannya mengacungkan bungkusan kosong. "bu-buang sampah Sir".

"jangan dulu, orang tua mu sedang mabuk, tidurlah". Kata Levi. "kelas berapa kamu?".

"saya kelas dua SMA sir". Eren nyengir. Levi mengangguk kalem. Eren doki-doki. "memangnya kenapa ya sir?". Eren tidak peka.

"apanya yang kenapa".

"Papa dan Mama saya.. er?". Eren menggigit bibirnya ragu melihat respon Levi . menghela nafas berat. Otak mungil Eren tiba-tiba connect kemana-mana. Dua orang, mabuk, jangan kesana. Kata-kata Levi ambigu.

"me-mereka, anu..". Eren kesusahan mencari kata-kata. Levi masih setia mengurungnya, tapi sekarang lebih dekat, Eren bicara terlalu pelan soalnya. Bagaimana kondisi jantung Eren tidak usah ditanya lagi. "melakukan…itu ya". Pelan sekali.

"jangan berpikir yang tidak-tidak nak, bau alcohol itu menyengat ,kamu tidak akan kuat satu ruangan dengan mereka". Terang Levi. Eren rasanya seperti disiram air es, entah kenapa. Tapi malu juga berpikir yang tidak-tidak.

"kamu pernah melihat porno? Hah?". Seringai tercetak diwajah Levi. Seperti rubah licik yang berbahaya. Alarm keprawanan Eren tiba-tiba memperingatkan. Eren bergidik. Dia gelagapan kesekian lagi. Duh, kenapa tepat sasaran sih.

Awalnya Eren tak menjawab. Tapi mata Levi seolah terus mendekat. "a-aku sudah tujuh belas tahun sir". Jawabnya gugup. "pernah".

Mata Levi menyipit. "hoo,lalu..". satu tangan lainnya terangkat,menyentil dahi Eren. kepalanya mendekat. "biarkan aku lihat kamarmu, kamu pasti menyimpan sesuatu seperti itu kan? Biar ku adukan kau pada ibumu".

"ha! Ti-tidak ada Sir, aku hanya diajak lihat temanku. Jangan bilang Mama, Sir". Eren memohon, hancur sudah jika Mama Carla tau. Tangan Eren menggoyang-goyangkan bahu Levi sambil memasang wajah memelas seperti anak anjing.

Levi terdiam , ia melepaskan Eren. "sana tidur". Melirik Levi sekali lagi. "atau kuadukan pada Ibumu".

Eren melongo. Dia melihat jam dinding. "i-ini baru jam setengah Sembilan, Sir. Aku mana bisa tidur, apalagi ini malam minggu". Eren manyun, kenapa dia selalu disuruh tidur sore sih, sama Mamanya, sama Papanya,Sama Mikasa, bahkan sama Om Levi.

"jadi, kamu tidak bisa tidur? Lantas mau apa? Nyari cewek?".

Eren melotot mendengar pertanyaan frontal Levi. Wajahnya memerah habis-habisan. Gila saja. Dia bahkan tidak pernah berpikiran seperti itu. " tidak!".

"lalu mau apa? Kalau tidak tidur,hm?".

"te-terserah aku dong, aku kan bisa main game". Eren malah terlihat seperti shota menggemaskan yang berharap bisa diculik Shotacon. Punya pipi tembam, kulit halus sawo matang, mata berbinar, badan bau bayi. Levi bercanda kalau bilang Eren cari cewek, Eren tidak butuh cewek, Eren butuhnya Seme. Seperti Levi.

"game eroge,huh?".

Eren menghentak-hentakkan kaki nya sebal,tindakan Uke ngambek. "bukan! Jangan menuduhku begitu!". Tangannya mendorong bahu Levi menjauh , tidak bisa. Padahal dia lebih tinggi dari Levi.

"kenapa? Kau tidak suka kalau tebakanku benar?". Levi menahan tangan Eren. kepalanya mendekat sekali lagi.

Eren mencium bau alcohol. Dan rokok. Duh, Eren doki-doki lagi, biar sudah dibuat kesal, tapi Levi tetap memabukkan.

"apa yang bisa aku lakukan untuk membuat bocah sepertimu cepat tidur?". Levi makin dekat . "haruskah aku menemanimu cari cewek di Torst, atau…".

Makin dekat lagi. "mau ku jadikan guling tidur, hm?".

tbc.


huahahah/

kira-kira mana yang akan Eren pilih?/

btw, ada yang pernah liat film yang diatas?/

cuma nanya sih,hehe/

mohon reviewannya/