aku datang lagi di one-shoot selanjutnya~ sebelumnya aku berterimakasih yg udah review di chapter yang pertama. itu ff debut aku di ffn. gak nyangka ada juga yg respone xD terimakasih banyak kaliaaaannn~ sekarang silahkan enjoy one-shoot aku yg ini. semoga tidak mengecewakan~ happy reading~
VHOPE EVERYWHERE
.
.
.
.
A Kiss?
"hyung, cium aku!"
Hening.
Kaget. Shock. Dan rasa tak percaya bercampur menjadi satu. Jung Hoseok bingung dengan yang diucapkan pemuda disampingnya barusan. Dia menghentikan langkahnya tiba-tiba ketika mendengar ucapan pemuda tersebut. Dan jangan lupa wajah shocknya. Merasa tak kunjung mendapat jawaban, pemuda disampingnya itu mengerang frustasi lalu berjalan menghentakkan kakinya kesal mendahului hoseok. Sadar merasa ditinggal, hoseok meneriaki namanya.
"tae!" hoseok menyusul namja itu yang diketahui bernama Kim Taehyung. Kekasihnya. Ehem.
"tunggu hyung dong." Hoseok berhasil mensejajarkan langkah mereka kembali. Sedang taehyung hanya menunduk sambil mengerucutkan bibirnya dan dengan langkah yang masih dihentakkan.
"why baby?" tanya hoseok sok polos. Sebenarnya ia tahu kenapa kekasihnya tiba-tiba menjadi seperti ini karena apa.
"nothing." Jawab taehyung sesingkat-singkatnya. Merasa diacuhkan, hoseok menahan tangan taehyung.
"katakan, ada apa?" tanya hoseok lagi.
"aku.." taehyung menggantungkan ucapannya. Mau membuat teka teki sepertinya. Tapi sayang, sepertinya hoseok sedang tidak ingin bermain tebak-tebakan. "cepat katakan kim taehyung." Ucap hoseok menuntut.
"akuinginkaumenciumkuhyung!" ucap taehyung cepat, tanpa jeda. Ia memejamkan matanya rapat ketika mengatakan itu. Sekali lagi. Hoseok shock. Kenapa? Karena sesungguhnya mereka belum pernah berciuman. Bahkan mencium pipi pun mereka belum pernah. Benar-benar pasangan yang alim(?) Oh ya, satu lagi, sebenarnya juga taehyung belum pernah meminta hal seperti ini pada hoseok. Padahal hoseok ngebet pengen nyium ukenya. Tapi untung hoseok masih sabar. Ia tahu taehyung masih polos. Tidak pernah merasakan ciuman yang sesungguhnya antara sepasang kekasih. Dan kenapa taehyung tiba-tiba meminta? Salahkan lah Park Jimin. Dia provokator dari semua tindakan nyeleweng taehyung. Salah satunya ini. Jimin tau taehyung belum pernah berciuman, maka dari itu ia menyuruh taehyung meminta kepada hoseok sebuah ciuman. Jimin berkata 'taehyung, kau ini sudah kelas 2 SMA, tapi kau belum pernah berciuman. Astaga kau ini cupu sekali huh? Bukannya kau memiliki pacar? Minta lah padanya. Dan ketika kau mendapatkan ciuman itu, hidupmu akan bahagia dunia akhirat.'
Dasar iblis.
Oke, back to vhope. Hoseok masih speechless. Namun beberapa detik kemudian dia mendekatkan wajahnya. Taehyung masih setia menutup matanya. Ia merasakan nafas hangat menyapu wajahnya.
CUP
Bibir mereka berhasil menempel. Hanya menempel, catat itu. Tapi taehyung langsung membulatkan matanya. Kaget dengan perlakuan hoseok yang langsung menciumnya itu. Reflex taehyung mendorong tubuh hoseok hingga tautan bibir mereka terlepas. Wajahnya merah seperti kepiting rebus. Hoseok menatap taehyung bingung. Ia melihat mata taehyung yang agak berair. Oh tunggu, taehyung tidak sedang menangis kan?
"tae.." gumam hoseok pelan. Diperhatikannya lagi mata berair itu. Dan tak lama setetes air jatuh dari sana menjalari pipi taehyung.
Oh tidak. Taehyung menangis.
Dia menggigit bibir bawahnya dan mengepalkan tangannya. Hoseok tak tahan melihat air mata itu. Dalam batinnya ia terus merutuki dirinya yang bodoh. "tae..maafkan aku.." tangannya terulur untuk menghapus air mata yang membuat pemandangan wajah manis taehyung rusak seketika. Sebelum berhasil meraih wajahnya, taehyung sudah lari terlebih dahulu meninggalkan hoseok yang terpaku di tempatnya.
.
.
Taehyung terus meraung-raung sambil meninju bantal tak berdosa. "bodoh! Kim Taehyung kau sangat bodoh!" dia merasa kesal dengan dirinya sendiri. Tapi kenapa bantal itu yang menjadi pelampiasannya? Kenapa dia tidak memukul dirinya sendiri? Tidak, taehyung terlalu lemah untuk itu.
"apa yang harus aku lakukan?" gumamnya. Wajahnya seperti orang putus asa. Namun beberapa detik kemudian wajahnya berubah seperti penuh semangat.
"aku harus minta maaf pada hoseok hyung." Ia menghapus kasar air matanya dan bangkit dari posisi duduknya keluar kamar dengan langkah yang memburu. Sepertinya dia sangat bersemangat.
"tae? Kau mau kemana?" tanya seorang namja berparas cantik bernama Kim Seokjin yang sedang duduk di meja makan bersama kekasihnya.
"mengunjungi hoseok hyung." Jawabnya singkat dan berlalu keluar rumah.
"ada apa dengannya? Tadi dia menangis aku kira mereka sedang ada masalah. Tapi sekarang apa mereka akan berkencan?" ucapnya bingung dengan tingkah adiknya yang terkadang random itu.
"sudahlah baby. Biarkan mereka mengurusi urusan mereka sendiri. Lagipula mereka sama-sama sudah dewasa kan? Bukannya kau percaya pada taehyung hm?" ucap lembut seorang namja yang duduk disebelahnya-Kim Namjoon, kekasihnya. Jin menghela nafasnya "baiklah, semoga tidak terjadi apa apa pada mereka."
.
.
Taehyung bingung. Ia sudah memencet bel rumah itu beratus ratus kali, tapi tidak ada yang membuka pagar besi itu. Ia mulai cemas. Kekasihnya dihubungi juga tidak menjawab.
"hoseok hyung..maafkan aku. Kenapa kau tidak mengangkat telfonku?" Gumamnya cemas. Ia berjalan mondar mandir di depan pagar besi kediaman Jung. Sampai seseorang menghentikan aktivitas mondar mandirnya itu.
"tae?" panggil seorang namja yang tidak lain dan tidak bukan adalah kekasihnya, Jung Hoseok. "kau sedang apa?" tanya hoseok dengan maju perlahan mendekati taehyung.
"umm..hyung.." ia menggantung perkataannya sejenak untuk mengambil nafas. "soal tadi..aku.." ucapnya terputus putus. Namun hoseok tetap setia menunggu apa yang akan dikatakan namja manis dihadapannya ini. "aku minta maaf..tidak seharusnya aku menangis seperti tadi. Aku hanya belum siap." Gumamnya sangat pelan hingga nyaris tak terdengar. Tapi karena suasana sedang sepi dan hanya ada mereka berdua di sekitar jalanan ini, hoseok masih mendengar jelas apa yang dikatakan taehyung. Hoseok mengehela nafasnya pelan. "kalau kau belum siap kenapa kau memintanya tae? Aku jadi merasa berdosa telah menodaimu." Ucap hoseok merasa bersalah dengan apa yang sudah dilakukannya pada taehyung tadi sore. "aku juga minta maaf, seharusnya aku tahu kalau kau belum-"
"aku siap hyung!" ucapnya memotong perkataan hoseok. "sekarang aku sudah siap. Dan untuk kapanpun akan selalu siap!" ucapnya mantap tanpa keraguan. Lagi-lagi hoseok dibuat shock. Ia menggaruk tengkuknya yang sebenarnya tak gatal. "err benarkah?" tanyanya dan hanya ditanggapi oleh anggukan mantap dari taehyung. "kalau begitu.." ia semakin mendekatkan dirinya pada taehyung hingga punggung taehyung mencium dinding di sisi pagar. Ia mengunci tubuh taehyung dengan menopang tangan kanannya pada sisi dinding itu. Sedangkan tangan yang satunya ia buat untuk menarik perlahan dagu taehyung untuk mendekatkan bibir mereka. Dan akhirnya…
CUP
Ciuman itu kembali terjadi. Hanya menempel. Dan saat hoseok membuka matanya ia melihat taehyung memejamkan matanya. Ia tidak menangis seperti tadi sore. Muncul lah keberanian hoseok untuk melumat pelan bibir manis itu. Dan sangat tidak disangka, taehyung membalas ciuman itu dan melumat balik bibir hoseok. Sebenarnya hoseok kaget, tapi ia senang. Ternyata kekasihnya sudah tidak polos lagi. Kau berhasil Jung Hoseok!
Setelah dikira mereka sama-sama masih ingin hidup dengan menghirup oksigen, akhirnya tautan itu terlepas. Mereka mengambil nafas.
"ehem.." hoseok berdehem. "umm tae, orang tuaku sedang ke luar kota dan tinggal aku sendiri dirumah.." ia menggantungkan kata-katanya. Taehyung tetap diam dengan semu merah di pipinya. Dia menatap polos wajah hoseok yang manampilkan smirknya yang menggoda. " Bagaimana kalau kita lanjutkan di dalam?"
.
.
.
END.
aku akan update 2 oneshoot kali ini. jadi kalian bisa langsung klik next. tapi sebelum itu, kalian kasih review di oneshoot ini dulu yaaa? /puppyeyes/? /plakk oke terimakasih sudah meluangkan waktu kalian yg berharaga untuk baca ff gaje ini xD
