Chap 2

Hay, hayyyyy…

Aku kembali lagi bawa chap 2 nih. Hihihihihihihi….

Eitss sebelum itu, aku mau bls review para reader dulu…

:hn, itu emang salah satu pertimbangan aku, perbedaan umur mereka kan emang jauh #mungkin sih, Zem juga kurang tau*plakk, digampar *#. Hn nih udah selesai chap 2 nya.

KaaRin14098: Hn, Zem suka sama cerita yang perbedaan umur antara Uke sama Same nya jauh. Kaya Se7en & Changmin. Baca aja ntar Zem kasih tau kenapa Se7en jadi dipukulin. Mian udah bikin Changmin jadi anak kelas 3 smp.

reaRelf: Iya. Makasih. Ini chap 2 nya, silahkan dibaca.^^

6ochaviosa : Iya.^^ gomawo..

CrayonThat XX : Hn, ini chap 2 nya silahkan dibaca. Hn~ di chap ini rated nya T dulu ntar naik ke M.

AYUnhomin : gomawo. Hn, ini lanjutannya. Silahkan dibaca.^^

Kwon Jia: iya. Rahasia dong, kalo aku kasih tau ntar gak seru lagi jadinya *plakk*. Pasti Zem kasih tau kok, jadi baca aja ne ..^^

Guest :. Hn, Gomawo udh kasih tau, mian kalo byk typo nya. Zem bikin FF ini lagi sakit. Bukannya istirahat Zem malah bikin ni FF, jadi deh ni FF typo bgt. Iya Zem pasti akan lebih memperhatikan kata" nya. Fighting. Ini belom end kok.

Choi Ryo : Ne …^^

nony : tentu dong, Changmin kan kuat karena sering makan, terus banyak lagi makannya. Hehe … ^^

minguest : Iya ..

Wi-kun Evil'Y : Setuju. Sebenarnya Zem bingung ama ni FF *plakk, nie FF kan loe yang bikin knp jd bingung eoh?*. padahal diawal Zem gak mau bikin Changmin ada rasa menurut Zem kecepetan. Tapi entah knp Zem malah nulis yg begini. Ne, ini chap 2 nya silahkan dibaca.

Se7en StarR: Iya, ini chap 2 nya silahkan dibaca …^^

MinKi Lie: iya Changmin emang tinggal sendiri. Hn, ini chap 2 nya silahkan dibaca.

Indah Jung : iya, ini chap 2 nya silahkan dibaca.^^

I Love You, Ajushi!

Genre : ?

Author : Zemma DongWoonique

Cast : Se7Min (Se7en & Changmin TVXQ)

.

.

.

"Dhapchar acjuphjsi kumplang ampjanr (dasar ajushi kurang ajar)" ucap seorang namja dengan mulut yang dipenuhi makanan.

Tanpa dipedulikannya jika makanan yang ada dimulutnya akan muncrat(?) ke wajah sepupunya yang sedang duduk berhadapan dengannya. "Yack Panjang(?) habiskan dulu makanan yang ada di mulutmu!" ucap sepupunya kesal karena makan yang muncrat kewajahnya.

Namja imut itu terus bergumam sambil terus memasukan makanan kedalam mulutnya masih tidak memperdulikan sepupunya. "Bupkhanya bethina kahsin diap malmpah menahataimku bephat. Dapshar acjupshi pambho.(Bukannya beterima kasih dia malah mengataiku berat. Dasar ajushi pabo)." Ujar namja imut bernama lengkap Shim Changmin tadi.

"Changmin!" tegur sepupunya lagi.

"Pabdaplap apkup supdhapo mopnuplpuhongnyop (padahal aku sudah menolongnya)." Gumam Changmin.

Brakk!

"YACK PANJANG, HENTIKAN!" habis sudah kesabaran Jang Dongwoo sepupunya Changmin. Dipukulnya meja cukup keras untuk menghentikan omelan Changmin tadi yang sukses membuat Changmin kaget dan menghentikan makan dan omelannya serta menatap tajam pada sepupunya itu.

Changmin yang memang moodnya sudah hancur,sekarang bertambah hancur karena perlakuan Dongwoo tadi. "YACK DINO. APA-APAAN KAU EOH, KAU MENBUATKU KAGET TAU." Teriak Changmin membalas seupunya.

"KAU YANG APA-APAAN. Sejak tadi kau terus saja mengomel tanpa memperdulikan jika makanan yang ada dimulutmu itu menyembur ke wajahku." Kesal Dongwoo, mengambil tisu yang ada dimeja makan dan membersihkan wajahnya dari makanan yang disemburkan(?) oleh Changmin tadi.

"Setidaknya kau jangan mengagetkan aku seperti tadi. Bagaiman jika piring(?) ini tersedak di tenggorokkan ku eoh?" kata Changmin.

"Jika tersedak piring itu bisa membuatmu diam, kurasa itu lebih baik." Ucap Dongwoo, nampaknya dia masih kesal.

Changmin mengerucutkan bibirnya, kesal dengan ucapan DINOSAURS dihapannya. Siapa lagi kalau bukan sepupunya, Jang Dongwoo.

"Aish, sudahlah panjang. Cepat selesaikan makanmu dan temui aku dikamar nanti, aku ingin membersihkan wajahku dulu." Ucap Dongwoo, pergi meninggalkan Changmin sendiri dimeja makan.

"MEMANGNYA ADA APA EOH?" Changmin meneriaki Dongwoo yang sudah beranjak pergi ke kamar mandi untuk membersihkan wajahnya.

"SUDAH JANGAN BANYAK TANYA, LAKUKAN SAJA APA YANG AKU UCAPKAN TADI." Balas Dongwoo meneriaki Changmin dari dalam kamar mandi.

"Ne." balas Changmin singkat dam melanjutkan makannya yang tertunda tadi karena bertengkar kecil dengan dinosaurs sepupunya, Dongwoo.

Flashback

Setelah membanting pintu dengan keras dan meneriaki Se7en. Changmin yang kesal dengan ucapan Se7en yang mengatakan jika dirinya berat, pergi meninggalkan Se7en sendirian didalam kamarnya.

"Dasar ajushi tua, sudah bagus aku menolongnya tadi malam." Kesal Changmin melangkahkan kakinya entah kemana yang penting dia pergi dari rumah meninggalkan ajushi tua yang menyebalkan menurutnya.

Ketika melewati jalan dimana dia menemukan Se7en tadi malam, Changmin kembali kesal."Di sini aku menemukan ajushi tua itu, kalau aku tidak menolongnya tadi malam aku yakin dia sudah mati. Dan hari ini pasti ada berita di halaman depan Koran yang memberitakan tentang seorang ajushi tua yang tewas karena dipukuli namja-namja bertubuh besat namun berotak kecil." Kesal Changmin. "Dan dari sini aku menggendong ajushi tua itu sampai rumah." Tambah Changmin, kembali dia melanjutkan perjalanan dengan gerutuan-gerutuan tentang Se7en disepanjang jalan.

Setelah melakukan perjalanan yang lumayan jauh dari rumahnya ditemani dengan gerutuan tidak jelas. Akhirnya Changmin tiba disebuah rumah yang tidak terlau besar juga tidak terlalu kecil, intinya ukuran rumah tersebut sedang. Tanpa ba, bi, bu, Changmin langsung melesat(?) memasuki halaman rumah tersebut tidak diperdulikannya pagar rumah yang masih terbuka. Pagar rumah yang dimasuki Changmin memang tidak terlalu tinggi dan saat ini pagar tersebut tidak dikunci pemilik rumah. Sehingga Changmin bisa dengan seenak jidatnya masuk kedalam. Jika pagar rumah tersebut terkunci Changmin tetap akan masuk, jangan ditanya bagaimana dia masuk, tentu saja dengan memanjat pagar yang tidak terlalu tinggi tadi.

"DINO BUKA PINTU INI." Teriak Changmin sambil menggedor-gedor(?) pintu yang ada di hadapannya.

Karena tidak mendapat balasan, Changmin kembali meneriaki sang pemilik rumah lebih keras."YACK! JANG DONGWOO, DINOSAURS JELEK BUKA KAN AKU PINTU." Teriak Changmin.

Changmin masih memukul dan menendang pintu dihadapannya dengan cukup keras. Lumayan bisa dijadikan pelampiasan dari kekesalan pada ajushi tua yang ada dirumah, pikir Changmin. Tanpa Changmin ketahui, pemilik pintu sekaligus pimilik rumah yang sedari tadi diteriaki Changmin, mendekati dan membukakan pintu untuknya. Dan pemilik rumah tersebut mendapatkan pukulan sayang dan tendangan selamat pagi dari Changmin yang sejak tadi memukul dan menendang pintu tanpa berhenti walau hanya untuk beberapa detik saja.

Pemilik rumah yang merupakan sepupu dari Changmin, langsung terjatuh setelah tadi mendapat pukulan dan tendangan dari sepupunya tingginya, Changmin. Changmin yang melihat sepupunya jatuh tersungkur dilantai akibat ulahnya pun menolong sepupunya berdiri. "Apa-apaan kau eoh? Sudah pintuku yang aku aniaya sekarang kau juga ingin menganiaya aku juga eoh?" ucap Dongwoo kesal dengan Changmin.

"Habisnya kau lama sekali membukakan aku pintu. Memangnya apa yang kau lakukan eoh?" balas Changmin yang langsung masuk tanpa dipersilahkan kedalam rumah dan duduk disofa.

"Setidaknya sabarlah sedikit. Tadi aku masih berada dialam mimpi dan kau tau dalam mimpi itu aku akan dilantik(?)menjadi pangeran di Kenya tapi kau malah merusak mimpi indahku." Kesal Dongwoo duduk disofa berhadapan dengan Changmin, setelah sebelumnya tadi dia menutup pintu yang dijadikan pelampiasan kekesalan Changmin tadi.

"Salahmu, kenapa mimpinya baru saja. Kenapa tidak dimulai dari tadi malam." Ucap Changmin, mengambil makan yang ada dimeja dihapannya dan melahap makanan tersebut.

Dongwoo hanya menggelengkan kepalanya, melihat tingkah sepupu tingginya tersebut. Dia tahu jika Changmin kesal maka Changmin akan makan sangat banyak untuk meredakan amarahnya. Terdengar aneh memang namun begitu adanya. "Memangnya ada apa, nampaknya kau begitu kesal. Apa ada orang yang merampok habis semua isi kulkasmu seperti yang kau lakukan pada kulkasku kemarin?" tanya Dongwoo yang sukses mendapat deadglare dari Changmin yang asik melahap makanan. "Atau kau bertemu dengan ajushi tua di pinggir jalan, karena kasihan kau bawa pulang dan setelah pagi harinya ketika kau bangun, kau mendapati pintu kulkas milikmu yang terbuka dan isinya habis dirampok ajushi itu?" kata Dongwoo.

Changmin yang mendengar ucapan terakhir Dongwoo tadi tersedak dibuatnya. "Uhuk.. Uhuk… kenapa kau tau kalau aku membawa ajusi tua kerumah eoh? Jangan bilang kalau kau memata-mataiku." Kata Changmin apa adanya.

"Aishh, memangnya aku tidak memiliki pekerjaan sehingga aku harus memata-mataimu. Aku hanya menebaknya saja. Siapa ajushi yang kau bawa?" tanya Dongwoo.

"Entahlah? Aku menemukan ajushi itu diperempatan jalan dekat rumahku saat aku pulang dari sini tadi malam. Dia dihajar oleh namja-namja berwajah mengerikan. Karena kasihan aku tolong dan kubawa ajushi itu pulang. Tapi setelah itu bukannya berterima kasih, dia malah mengataiku bocah berat." cerita Changmin.

"Hahaha! Ajushi itu benar, jika kau terus saja makan banyak kau akan jadi bocah berat, pabo." Ucap Dongwoo.

"Yack Dino! Kenapa kau jadi ikut mengataiku seperti ajushi itu eoh?"

"Itu memang kenyataan kan? Tapi aku bingung denganmu, dari dulu makanmu selalu banyak. Tapi badanmu bukannya menjadi gemuk malah menjadi panjang." Kata Dongwoo yang sukses membuat Changmin mengerucutkan bibirnya imut.

"ASTAGA DINO! AKU MELUPAKAN SESUATU" teriak Changmin tiba-tiba yang membuat Dongwoo menutup telinga dengan kedua tanganya agar tidak tuli akibat teriakan Changmin yang keras dan bernada(?) tinggi itu.

"Apa?"

"Bubur yang aku buat tadi pagi lupa kumakan atau setidaknya aku bawa kemari." Jawab Changmin innocent.

Dongwoo hanya bisa melongo(?) ria mendengar jawaban dari Changmin tadi. "Mwo? Aishh kau ini dasar monster food. Kupikir ada hal penting yang kau lupakan. Ku kira kau lupa mematikan kompor." Tidak percaya dengan apa yang ada dalam pikiran Changmin.

"Kau pikir itu tidak penting eoh? Bagaimana jika bubur itu dihabiskan semuanya oleh ajushi tua itu? Dino tolong aku." Rengek Changmin, sementara Dongwoo hanya sweetdrop melihat tingkah aneh tapi nyata dari sepupunya itu.

Flashback End

Seusai menghabiskan makannya tadi, Changmin segera menaiki anak tangga menuju kamar sepupunya Dongwoo. Setibanya didepan pintu kamar yang sangat dikenalnya adalah pintu kamar Dongwoo, Changmin mengetuk pintu tersebut tiga kali dan masuk menemui Dongwoo yang sudah ada didalam sejak tadi.

Saat sudah ada didalam kamar Dongwoo. Changmin mendapati sepupunya itu tengah berada dihapan computer, nampak raut serius dari wajah Dongwoo. "Ada apa Dino?" tanya Changmin setelah dia berdiri tepat dibelakang Dongwoo.

Dongwoo menoleh dan menyuruh Changmin duduk diranjang samping computer. "Ada berita terbaru tentang Seekers Black Soul." Ucap Dongwoo.

Changmin membelalakan matanya, terkejut dengan ucapan Dongwoo. Tentu tidak asing bagi Changmin nama tersebut. "Ada apa dengan mereka?" tanya Changmin dingin.

Dongwoo yang mengetahui perubahan Changmin dan perubahan aura kamarnya pun meberitahukan apa yang ingin Changmin ketahui. "Ketua Seekers Black Soul memerintahkan semua anak buahnya untuk mencari tau siapa sebenarnya YJ_MAX yang selalu menyebarkan virus pada semua computer Seekers Black Soul yang dapat mangacaukan jaringan beserta computer mereka. Serta orang yang mampu mengambil, mengacaukan dan menghapus data yang mereka miliki." Jelas Dongwoo.

"Selain itu kabar menyebutkan jika ketua Seekers Black Soul juga ikut dalam pencarian tersebut dan ketua Seekers Black Soul akan menyamar menjadi rakyat biasa yang siapa pun tidak akan mengira jika orang tersebut adalah ketua dari

Seekers Black Soul yang terkenal sadis dan mengerikan. Dia akan bersikap layaknya seseorang yang lemah, yang tidak bisa melakukan apapun. Bahkan dia tidak akan melawan jika dihajar habis-habisan. Itu dilakukan agar dia bisa mencaritahu keberadaan dan mengetahui siapa sebenarnya YJ_MAX." kata Dongwoo panjang lebar sementara Changmin hanya diam dan menatap dingin pada layar computer Dongwoo.

"Dan yang menambah buruk kabar ini adalah, public tidak tau seperti apa wajah dari ketua Seekers Black Soul tersebut. Itu yang menjadi masalah besar saat ini, mungkin saja dia sudah menjadi orang lemah ditengah puluhan ribu rakyat Seoul. Tidak aku salah, bukan mungkin lagi. Tapi pasti, pasti dia sudah melakukan rencana tersebut. Hanya saja kita tidak tahu menyamar seperti apa dan dimana dia sekarang." Dongwoo menghentikan sejenak ucapannya.

Ditariknya napas dalam sebelum melanjutkan ucapannya, karena kaliamatnya yang akan diucapkannya ini sangat berpengaruh. "Tapi ada tiga orang yang mengetahui seperti apa sosoknya dan melihat wajah dari ketua Seekers Black Soul tersebut. Mereka bertiga adalah -" ucapan Dongwoo terhenti ketika Changmin langsung memotong ucapannya.

"Cukup, jangan kau sebut nama mereka!" Suruh Changmin dingin. Sesuatu yang jarang terlihat dari sosok Changmin yang ceria, hangat, dan sedikit cerewet.

Dongwoo yang mendapat perintah dari Changmin, menganggukkan kepala dan memilih diam. Dia tidak ingin membuat sepupunya itu marah dan mengamuk nantinya.

"Masih ada lagi?" tanya Changmin.

"Ani, untuk saat ini hanya itu." Ucap Dongwoo.

"Hn." Gumam Changmin lalu pergi meninggalkan Dongwoo.

Melihat Changmin yang keluar kamarnya Dongwoo pun segera mematikan computer miliknya dan menyusul Changmin keluar. Setelah keluar, Dongwoo langsung mencari keberadaan Changmin. Diruang tamu? Hasilnya nihil Changmin tidak ada disana. Di kamar mandi? Hasilnya sama, Changmin juga tidak ada. Lalu Dongwoo pergi keluar mencari Changmin siapa tau Chngamin ada di halaman, namun hasilnya tetap sama. Karena lelah mencari Changmin yang tidak juga ditemukan, Dongwoo masuk dan menuju dapur untuk minum meredakan dahaga yang sedari tadi terasa ditenggorokkannya.

Dongwoo melongo melihat sosok yang sedari tadi dicarinya tengah merampok kulkasnya LAGI. Siapa lagi kalau bukan Changmin. "CHANGMINNNNNNNNN." Teriak Dongwoo. Sementara Changmin hanya menatap Dongwoo innocent, seolah-olah tidak terjadi sesuatu.

_TBC_

Ahhh….

Akhirnya chap ke 2 nya selesai juga. Mianhae sudah membuat readers menunggu lama. Laptop ku mati, gak bisa dihidupin. Sekarang laptop ku udah hidup, jadi bisa lanjutkan FF ini ….

Gomawo bwt semua readers yang udah mau baca & mereview FF ancur ini …^^

Siapakah ketua dari Seekers Black Soul?

Siapakah YJ_MAX sebenarnya?
Apakah Se7en merupakan ketua dari Seekers Black Soul?

Dan siapa tiga orang yang mengetahui seperti apa sosok dan melihat wajah dari ketua Seekers Black Soul?

Adakah yang penasaran dengan pertanyaan diatas serta ada yang penasaran dengan chap selanjutnya?

Kalau responya bagus, aku lanjut ….

Kalau ga, cukup sampai disini and ku hapus nih FF

bye, bye … ^^