Chapter 1
Meet
Langit malam hari terlihat semakin gelap bahkan benda benda langit yang berkelip bertaburan di langit pun sudah mulai tak nampak, jalanan pun mulai lenggang hanya beberapa mobil yang berlalu tak seramai sebelumnya.
Waktu sudah menunjukan pukul 09.30 kst, namun pria yang satu ini masih tetap setia membuka matanya sembari melihat kota diwaktu malam dari kamar apartemen mewah.
"kenapa masih belum tidur ?" seseorang datang membuyarkan lamunannya, orang itu senantiasa memeluknya dari belakang.
"kau belum tidur ? ini sudah malam" ujarnya memalingkan wajah kearah orang itu sambil mengelus tangannya yang masih tetap melingkar di bahunya.
"kau sendiri kenapa belum tidur ?"
"sebentar lagi aku akan pulang, jadi sebelumnya aku ingin kau segera tidur"
"tidak mau menginap saja ?" perkataan itu membuat pria itu menghadap ke arahnya, dan mengelus rambut orang itu penuh kasih sayang.
Ya, ini bukanlah apartemennya. Ini adalah apartemen kekasihnya, ia sering berkunjung ke apartemen kekasihnya atas permintaan sang kekasih tercinta sambil sekedar melepas rindu diantara mereka berdua. Tapi jangan salah, mereka belum pernah melakukan hal macam macam selain hanya bercengkrama, saling bercanda, tertawa bersama dan hal positip lainnya.
Ini dikarenakan joshua atau sering dipanggil jisoo dalam nama koreanya itu yang sangat menjaga kekasihnya agar tidak terlibat hal negative. Lagi pula mereka masih sekolah dan baru saja akan bertunangan jadi jisoo pikir ini belum saatnya, maka dia benar-benar tidak bertindak macam-macam selama ini dia berpacaran sehat dan selama ini masih lancar lancar saja.
Jisoo baru mengunjungi apartemen kekasihnya di korea, karena biasanya kekasihnya akan menyempatkan diri untuk pergi ke L.A untuk alasan berlibur dan jisoo dengan senang hati menemaninya dan menjaganya. Ia pindah ke korea juga atas permintaan ayah kekasihnya yang cukup khawatir kalau anaknya harus terus menerus pepergian dengan pesawat ke luar negeri, makanya ia meminta jisoo untuk pindah ke korea jika ia benar benar mencintai anaknya dan jisoo pun menyanggupinya tanpa adanya paksaan.
"aku harus pulang, ini sudah malam jika ayahmu tau ia bisa khawatir nanti" sebenarnya jisoo ingin selalu berada di samping kekasihnya namun ia tau ini di luar batasannya jadi dia mekesampingkan egonya terlebih dahulu untuk sekarang.
"ayolah sekali saja"
"aku akan menemani mu sampai kau tidur sebagai gantinya, bagaimana ?" tawar jisoo
"selalu saja punya alasan" gerutu kekasihnya membuat jisoo tersenyum melihat tingkahnya, jisoo tau kalau ia masih menginginkan jisoo di sampingnya tapi apa boleh buat dia tidak bisa terlalu lama disini.
"nyanyikan aku sebuah lagu, setelah itu kau boleh pulang"
"baiklah"
Jisoo pun mengantar kekasihnya ke kamarnya dan mulai menyanyikan sebuah lagu, jisoo pandai memainkan alat musik khususnya gitar ia juga mempunyai suara yang bagus jadi siapa yang tidak senang kalau dinyanyikan sebuah lagu pengantar tidur seperti sekarang apalagi oleh kekasihmu sendiri yang tampan itu, kalian pasti akan iri.
I will never let you fall (let you fall)
I'll stand up with you forever
I'll be there for you through it all (through it all)
Even if saving you sends me to heaven
Cuz you're my, you're my, my, my true love, my whole heart
Please don't throw that away
Cuz I'm here for you
Please don't walk away and
Please tell me you'll stay, stay
Melihat kekasihnya sudah tertidur dengan nyenyak ia pun mengakhiri lagunya, dan membenarkan letak selimut yang tidak terpakai rapih pada tempatnya itu. Ia pun menyimpan gitar kesayangannya dan sebelum ia benar benar pulang ia menyempatkan untuk melihat wajah damai kekasihnya sambil tersenyum.
"good night, have a nice dream" jisoo mengecup kening kekasihnya dan benar-benar menghilang di balik pintu kamar bercat putih itu.
.
.
.
Waktu berjalan tanpa henti, langit berwarna gelap berganti menjadi berwarna biru menandakan hari sudah pagi dan aktivitas di hari berikutnya sudah dimulai kembali. Suara kicauan burung terdengar mengiringi pagi hari yang cerah ini.
Pledis academy
Hari ini seperti biasa seluruh siswa mulai berdatangan untuk menuntut ilmu di sekolah ini, begitu pula dengan pria berparas tampan bername tag hong jisoo itu. Kali ini dia selamat sampai sekolah tanpa ada kata terlambat di kamusnya, awal yang baik untuk mengawali hari kan ? ya setidaknya dia tidak bangun kesiangan.
Ia berjalan menyusuri koridor sekolah menuju kelasnya, di persimpangan koridor tiba-tiba ada seseorang yang menabraknya. Buku-buku yang ia bawa berserakan di lantai, sial bagi jisoo karena dia tidak lama lagi akan kena marah orang itu di pagi hari.
"i'm sorry" ujar jisoo, berharap orang itu akan memaafkannya ia pun membantunya membereskan buku-buku itu. Namun jisoo tidak melihat adanya pergerakan dari orang yang ia tabrak, apa ia marah ? dan dengan terpaksa ia pun mendongak melihat wajah orang korban tabraknya. Dan seketika itu jisoo terdiam di tempatnya.
"ah kita ketemu lagi. Tuan HONG JISOO" pria itu menatap jisoo dengan tatapan nya yang mengintimidasi lengkap dengan smirk yang terukir di bibir pria itu.
"kau"
"selain kau itu bodoh ternyata aku baru tau kalau kau itu tidak bisa memperhatikan jalan dengan baik ya ? apa perlu aku menjadi bodyguard mu agar kau tidak tersasar ? tapi itu tidak usah karena setidaknya ingatanmu masih bekerja baik karena masih mengenal wajahku" ujarnya sarkaktis
Jisoo yang mendengarnya merasa tidak enak hati dan berdiri setelah melanjutkan sesi membereskan buku orang itu tadi "ini, maaf sudah menabrak mu" ujarnya sambil mengembalikan buku orang itu dan melewati orang itu, pria itu sangat menggagunya apalagi kata katanya itu membuat jisoo tidak mau berlama-lama berada di dekat pria itu.
"wah kau ini benar benar sok jual mahal juga, padahal ciuman kita kemarin kau juga menikmatinya bahkan mungkin kau menginginkannya dan aku yakin kau masih mengingatnya juga tapi malah acuh tak acuh ketika melihat ku ? kemarin kan aku bilang kalau aku tidak suka diabaikan"
Jisoo tetap meneruskan langkahnya tanpa memperdulikan lelaki itu sampai sebuah tarikan menghentikannya. Tangan kekar pria itu menarik tangan jisoo dan menghempaskan tubuhnya ke tembok dibelakangnya.
"jangan menghindar, karena sampai kapan pun kau tidak akan lepas dari jangkauan ku"
"apa hak mu melarang ku ? sudah cukup, jangan mengganggu ku lagi kau ini orang stress"
"tentu saja itu hak ku tuan HONG JISOO, ah atau mulai sekarang aku panggil kau tuan Choi Jisoo ?"
BUGG
"AKH"
"jangan seenaknya mengubah nama orang" setelah memberi pukulan pada pria itu jisoo langsung melangkah pergi dari sana secepat yang ia bisa, dia benar-benar tidak menyangka kalau korea lebih mengerikan daripada L.A. andai saja dia bisa kembali ke L.A secepatnya..
"awas kau, kita lihat saja nanti apa yang bisa aku perbuat untuk membuatmu takluk kepada ku, kalau perlu aku kan membawa mu ketempat paling terpencil sekali pun dan mengurung mu di ruangan yang angin pun tidak dapat masuk kedalamnya, you're mine JISOO you're mine"
TBC
