Terima kasih banyak buat yang udah ngeriview ya..
Liska-chan Uchiha Yuka
Karikazuka
Dyaatina
Cherrysakusasu
Iya Risaskey
Kamikaze Ayy
AkemyYamato
Pinkypinkysweet
Dan khusus untuk Anggie Uchiha: iya ya jujur aku kaget pas kamu publish cerita kamu, sama kyk punya aku tapi dengan tokoh yang berbeda, narasi dan pendeskripsian yang berbeda (walau arti ceritanya sama) ^^, boleh tahu kamu dapet inspirasi cerita dari mana..?
Karena chapter pertama ceritanya dari sudut pandang Sakura maka dichapter ke 2 ini cerita nya dari sudut pandang Sasuke tapi bukan POV, krn jujur aku suka bingung kalau POV apa lagi untuk seorang stoic seperti Sasuke..#diMangekyu
Ok, langsung aja ya, selamat membaca..^^
Naruto: Masashi Kishimoto.
Bangau: Phouthrye Mitarashi15.
Pairing : Sakura Sasuke.
Warning : Gaje, Abal, Typo bertebaran, alur kecepetan, susah dimengerti, EYD berantakan, ga bagus, tema pasaran, dll.
.
.
.
-BANGAU-
.
Senin pagi yang cerah di Konoha City.
Sebuah mobil BMW dengan warna biru melaju kencang di jalan raya yang sudah agak ramai.
Terlihat seorang laki-laki tampan berkulit putih dengan rambut raven mencuat sedang duduk dikursi belakang.
Dengan memasang wajah datar seperti biasa ia hanya menatap bisu pada kaca mobil sebelah kanan –tepatnya jalanan diluar-.
Mobilpun dengan pelan masuk ke dalam gerbang sekolah yang merupakan sekolah termegah dan terkenal di kota tersebut.
"Nanti saya jemput seperti biasa Tuan muda," sang supir berkata dengan sedikit membungkukkan badannya setelah membukakan pintu untuk Tuan mudanya.
"Hn.." sang Tuan muda yang diketahui bernama Sasuke langsung pergi dengan wajah datar dan dingin.
Dengan langkah ringan dan elegan ia berjalan menelusuri koridor sekolah.
"KYAAA.. itu ada senior Sasuke.."
"OMG, tampan sekali diaaa..!"
"Senior, I LOVE YOU.."
"Senior, minta fotonya donk..!"
"Senior, KYAAAA..!"
"Tch.." dengan wajah dingin ia hanya melengos tanpa memperdulikan fans-fans fanatiknya yang terlihat kegenitan terhadap dirinya.
Yah Uchiha Sasuke, siswa kelas 3 yang juga seorang ketua OSIS sekolah berusia 18 tahun ini bisa dikatakan selebritis di Konoha High School.
Keluarganya adalah pemilik perusahaan ekspor impor terbesar di Konoha bahkan di 5 negara maju, disertai otak yang encer dan wajah tampan berkarisma –walaupun dingin- membuat sebagian BESAR siswi-siswi disana memujanya sampai-sampai mereka membuat SFC (Sasuke Fans Club).
Sedangkan tanggapan Sasuke? ia hanya mendengus memasang tampang benci pada mereka karena sejujurnya ia tak suka perempuan agresif.
Tak menghiraukan teriakan-teriakan para siswi ia terus melangkah untuk menuju kelasnya, namun tiba-tiba langkahnya terhenti ketika ia melihat seorang gadis dengan warna rambut aneh sedang berdiri mematung di depannya.
'Itu, bukannya pacar Sai?' batin Sasuke saat melihat Ino yang berdiri disamping sang gadis berambut aneh dengan tatapan khawatir.
Dengan langkah tenang ia meneruskan jalannya sampai ia berhenti tepat dibelakang gadis itu.
Ino mengalihkan pandangannya ke Sasuke kemudian memandangnya dengan tatapan seolah-olah berkata –selamat-pagi-Sasuke-.
Sasuke yang mengerti tatapan Ino hanya mengangguk kecil.
"Ck.." Sasuke memutar bola matanya bosan karena dirasanya si gadis tak bergerak.
Tiba-tiba ia mencolek pundak sang gadis.
Si gadis yang diketahui bernama Sakura menoleh dan mendapati Sasuke sedang menatapnya dengan wajah datar dan dingin.
"Jalanku!" ujarnya angkuh dengan penekanan pada katanya.
"Ma..maaf," Sakura menunduk dan mulai menyingkir memberi Sasuke jalan, ia jadi terlihat seperti Hinata sekarang.
Tanpa basa-basi Sasuke langsung melewati Sakura tanpa menatapnya.
Tentu Sasuke sebenarnya tahu siapa Sakura karena teman-teman sekelasnya –Sai, Naruto, dan Neji- mempunyai kekasih yang merupakan teman dekat Sakura.
Tapi sekalipun Sasuke tak pernah berkomunikasi dengan Sakura, selama disekolah baru pagi ini ia bisa berbicara dengan Sakura karena yang ia tahu Sakura adalah seseorang yang pemalu dan –jujur- itu membuat Sasuke sedikit penasaran karena Sakura adalah siswi satu-satunya yang tak agresif saat bertemu dengannya –walau sebenarnya Sasuke belum tahu bahwa Sakura mempunyai perasaan khusus padanya-.
(0_0)
Bel istirahat berbunyi, para siswa dan siswi mulai berhamburan keluar kelas untuk ke kantin atau sekedar mengobrol di taman sekolah.
Sasuke hanya berdiam diri didalam kelas karena ia tak mau mengambil resiko dikejar-kejar para siswi-siswi genit kalau ia keluar.
Sedang asyik-asyiknya ia mendengarkan lagu dari Ipad nya tiba-tiba Naruto datang dengan menggebrak meja yang otomatis membuat Sasuke langsung kaget setengah mati.
"BAKA DOBE, APA YANG KAU LAKUKAN!" teriaknya, untung kelas sedang sepi hanya ada Naruto, Neji dan Sai.
Naruto hanya menjulurkan lidahnya dan menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"Habis kau asyik sendiri sih, tidak ke kantin." Naruto duduk dibangku dekat Sasuke di ikuti dengan Neji dan Sai.
"Malas." Sasuke menjawab sekenanya.
"Oh ayolah, aku tahu kau malas berhadapan dengan para fans mu itu, tapi lebih baik kita ke kantin, aku lapar." Naruto memelas.
"Kalian bisa pergi bertiga."
"Teme, ayolah.." Naruto mengeluarkan jurus puppy eyesnya yang disambut dengan tampang horror Neji dan Sai.
Sasuke pun akhirnya mengalah dan memilih ikut ke kantin, tapi bukan karena jurus puppy eyes milik Naruto melainkan karena ia tak mau telinganya mendadak tuli akibat bacotan (?) sang sahabat.
"Kalian tidak menghampiri kekasih kalian?' tanya Sasuke datar.
"Tidak, kami kan ingin menemani dirimu yang jomblo ini Teme." Naruto tertawa.
Sasuke hanya mendengus sebal.
Mereka melewati kelas Sakura dan kawan-kawan, seketika mereka berhenti saat melihat Sakura, Hinata, Tenten dan Ino sedang berkumpul dikelas.
"Sepertinya mereka sedang asyik melakukan sesuatu mungkin." Neji bersuara.
Mereka pun kembali berjalan.
"Kau kenapa tidak berpacaran dengan Sakura saja Sasuke?" Sai tiba-tiba menyeletuk membuat Sasuke, Neji dan Naruto menatapnya.
"Di geng kita kan hanya kau yang jomblo, begitu pula di geng mereka hanya Sakura yang jomblo." lanjut Sai dengan senyum palsunya.
"Betul juga kata Sai," Naruto menimpali.
"Memang sih Sakura itu pemalu, tapi bukan kah memang tipe mu tidak menyukai gadis yang agresif Teme," Naruto berkata panjang lebar.
Sasuke hanya diam menanggapi perkataan sahabat-sahabatnya, tampaknya ia sedang memikirkan sesuatu, membuat sahabat-sahabatnya penasaran ingin tahu apa yang sedang dipikirkannya.
Yah, Naruto, Neji dan Sai tahu bahwa Sakura menyukai Sasuke, mereka sebenarnya ingin membantu Sakura setidaknya agar dapat berkomunikasi dengan Sasuke namun Sakura menolaknya dengan alasan ingin berusaha sendiri walaupun nyatanya Sakura tidak dapat melakukan apa-apa, hanya membuat burung bangau origami yang menurut mereka konyol dan percuma.
.
-BANGAU-
.
"Cih.." Sasuke terlihat misuh-misuh berjalan disepanjang koridor sekolah menuju taman sekolah karena ia ditinggal sahabat-sahabatnya yang sedang pacaran, malang sekali nasibnya.
Dengan langkah gontai ia berjalan menuju taman.
"KYAAA.. itu senior Sasuke."
"senior, tampannya."
"OMG, senior."
Tiba-tiba suara menjengkelkan terdengar ditelinga Sasuke, merasa nyawanya terancam ia pun segera mengambil langkah seribu.
Setelah dirasa aman ia pun mulai mengedarkan pandangannya mencari tempat duduk, tetapi semua tempat duduk penuh, hanya ada satu tempat duduk panjang yang diletakkan disalah satu sudut taman dengan seseorang yang dikenalnya duduk disana.
"Eheem.." Sasuke berdehem membuat seseorang yang sedang duduk dan melakukan kegiatannya disana kaget.
Sakura pun mendongakkan kepalanya dan mendapati Sasuke berdiri dengan wajah datar.
Sasuke melihat rona merah bertengger (?) diwajah cantik Sakura namun ia tak memperdulikan.
"Bangku ditaman ini semua sudah terisi, serakah sekali jika kau tak memberi ijin." Ujarnya dengan suara agak dalam membuat Sakura menggeserkan dirinya beserta seluruh barang-barang miliknya –kertas origami-.
Sasuke langsung duduk dan memasang headset –mendengarkan musik- dengan mata terpejam.
10 menit berlalu.
Sasuke melepaskan headsetnya dan menoleh ke Sakura, ia penasaran dengan apa yang dilakukan Sakura karena ia mendapati sang gadis sedang melipat-lipat sebuah kertas putih membentuk sesuatu.
"Kau buat apa?" tanyanya pada Sakura.
Sakura menoleh ke arah Sasuke yang sedang menatapnya dengan dahi mengernyit.
"I-ini.."
TEEEEETTT.. bel sekolah berbunyi menandakan jam istirahat telah selesai.
Tanpa menunggu lanjutan perkataan Sakura ia langsung pergi meninggalkan Sakura.
.
Seminggu setelah itu Sasuke tak pernah bertemu Sakura, maklum karena ia sibuk mengikuti berbagai macam pelajaran tambahan untuk persiapan ujian kelulusan.
"Kau serius Teme?" Naruto melotot ke arah Sasuke, mereka bersama Neji dan Sai sekarang sedang berada di Ramen ichiraku.
"Aku serius," jawabnya datar.
"Ayah sudah mendaftarkan ku di universitas sana." lanjutnya.
"Berapa lama kau diKirigakure?" tanya Neji.
"Tidak tahu pasti, yang jelas dalam jangka waktu yang lama,"
Naruto tampak memikirkan sesuatu, "Kau kenapa Dobe?" tanya Sasuke.
"Ahh, tidak apa-apa hahaha.." jawab Naruto sambil menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal.
.
Ujian kelas 3 pun dimulai, kelas 2 dan kelas 1 pun diliburkan.
.
-BANGAU-
.
2 hari setelah ujian.
Sasuke telihat santai mengendarai mobil BMW nya, ia benar-benar merasa lega karena sudah melewati ujian.
Sekarang ia memilih untuk merefresh otaknya dengan pergi ke taman Konoha, tempat favoritenya jika ia sedang merasa kesal atau hanya ingin sekedar menyendiri.
Setelah sampai didepan taman ia pun segera turun dari mobilnya dan masuk kedalam taman tersebut.
Saat sedang asyik-asyiknya melihat pemandangan ditaman tiba-tiba matanya menangkap sesuatu yang familiar baginya.
'Sakura.' batinnya.
Ia sedikit heran kenapa setiap bertemu dengan Sakura harus di bangku taman –walaupun dengan lokasi yang berbeda-.
Dengan langkah perlahan ia menghampiri Sakura yang sepertinya ingin beranjak dari sana.
"Hn.."
Mendengar ada seseorang menyapanya Sakura langsung membalikkan tubuhnya, wajahnya terlihat kaget mesti ia sedikit menunduk membuat Sasuke tak dapat melihat wajahnya.
"Aku rasa kau tak keberatan kalau aku duduk disitu." Sasuke bersuara, Sakura hanya diam.
Tanpa memperdulikan Sakura, Sasuke mengambil tempat untuk duduk dibangku tersebut.
"Tak ku sangka kau juga menyukai tempat ini." ujar Sasuke, ia jadi merasa sangat aneh karena hanya dihadapan Sakura ia bisa berbicara panjang lebar bahkan memulai pembicaraan duluan.
Sakura hanya berdiam diri disana.
"Kalau kau mau pergi, pergilah tapi kalau kau masih mau disini duduklah."
Sakura menoleh ke arah Sasuke, Sasuke agak sedikit kaget mendapati wajah Sakura pucat dengan kantung mata yang terlihat jelas.
'Dia sakit?' batin Sasuke dengan raut muka sedikit –err.. cemas.
"Duduk!" perintah Sasuke dengan suara dingin membuat Sakura mau tak mau duduk disebelahnya, menyesal juga Sasuke berbicara dengan nada seperti itu namun ia tak suka dengan orang yang tak menghiraukan jika di ajak berbicara –tanpa sadar ia juga seperti itu-.
Sakura masih belum mau membuka suara membuat Sasuke benar-benar bingung harus bagaimana karena ia juga orang yang tak pandai bicara.
Tiba-tiba Sasuke melihat sesuatu benda di tangan Sakura.
"Apa itu?" tanya Sasuke.
"…"
"Kalau boleh aku tahu, apa itu?" tanyanya sekali lagi.
"…"
Tidak mendapat respon ia merebut benda tersebut dari tangan Sakura.
"Senior-"
"Diluar sekolah jangan panggil aku senior." potong Sasuke cepat.
Sasuke memperhatikan benda tersebut.
"Origami bangau?"
Sakura hanya menunduk.
"Dasar perempuan, mudah sekali ditipu dengan mitos konyol tersebut." Sasuke menyeringai.
"Buang-buang waktu." lanjutnya.
Sakura masih diam beberapa saat sebelum ia akhirnya kembali bersuara.
"Kak.." panggilnya dengan suara kecil.
Sasuke langsung menoleh ke arah Sakura.
"I-itu..itu.."
"Itu apa?"
"I-itu untuk kakak,"
Sasuke mengernyitkan dahinya, "Untuk apa, benda tidak penting seperti ini paling-paling dibuang."
Perkataan Sasuke benar-benar menusuk tepat dihati Sakura, kerja kerasnya selama ini dibilang sampah secara tak langsung oleh orang yang ia sukai.
"Hanya untuk kenang-kenangan."
"…"
"Karena kakak mau melanjutkan kuliah diKirigakure kan?"
"Dari mana kau tahu?" Sasuke tampak kaget dengan perkataan Sakura.
"Pacar Sai, Naruto dan Neji adalah temanku." jawab Sakura pelan.
Sasuke hanya menggumamkan kata 'oh' tanpa diketahui Sakura bahwa ia tahu tentang Sakura yang merupakan teman dari pacar para sahabatnya.
"Aku harus pulang, permisi!" tiba-tiba Sakura sudah berlari menjauhi Sasuke dengan berurai air mata.
Sasuke hanya diam dengan kebingungan yang luar biasa karena tiba-tiba seorang gadis yang bisa dikatakan tak dikenalnya memberi sebuah benda tak penting untuk kenang-kenangan kepergiannya.
Dengan segera ia pun memasukkan origami burung bangau tersebut ke dalam saku jaketnya, tanpa diketahui dirinya bahwa ada sesuatu didalam kertas origami tersebut.
.
-BANGAU-
.
Beberapa hari kemudian hari kelulusan kelas 3 tiba
Aula sekolah nampak ramai dengan anak-anak kelas 3 yang sedang merayakan kelulusan mereka, ada yang corat-coret baju, foto-foto dan lain sebagainya.
Bukan hanya kelas 3, kelas 2 dan kelas 1 pun ikut menghambur merayakan kelulusan kakak kelas mereka.
Sasuke nampak kerepotan dikelilingi para siswi perempuan yang sibuk berebutan mau berfoto dengannya.
"Lihat si Teme, kasihan sekali." ujar Naruto pada Neji dan Sai disitu juga ada Ino, Hinata dan Tenten.
"Yah begitulah resikonya jadi orang terkenal." Tenten menimpali.
Tak berapa lama Sasuke pun terlihat berlari menghindar ke arah Naruto dan kawan-kawan.
"Sudah selesai urusanmu dengan para fansmu itu Teme?" tanya Naruto sambil menyeringai.
"Cih, bukannya kalian membantuku." jawabnya ketus, mereka hanya menanggapi kata-kata Sasuke dengan tertawa dan mengobrol ringan.
"Ahh, kita akan benar-benar merindukan sekali masa-masa sekolah." Neji bersuara.
"Benar," Sai menjawab.
"Tapi kan kalian masih bisa berkumpul." ujar Tenten.
"Iya, tapi bagaimana dengan Sasuke?" Sai menjawab perkataan Tenten.
"I-iya ya," Hinata ikut bersuara sedangkan Ino sedang sibuk melakukan sesuatu dengan ponselnya.
"Hati-hati disana ya Teme, aku pasti merindukanmu." Naruto menepuk pundak Sasuke dengan memasang wajah melas.
"Baka dobe, tidak usah seperti itu." Sasuke merangkul Naruto, Sai dan Neji tersenyum.
"Berapa lama kau berada disana Sasuke?" tanya Tenten.
"Aku tak tahu pasti." jawab Sasuke.
Drrrtt.. drrrtt..
Ponsel Sasuke bordering, ia pun menjauh dari kerumunan untuk menerima telepon.
"Sasuke-kun, supir sekarang sedang menuju sekolahmu, kau siap-siap ya pesawat berangkat setengah jam lagi." terdengar suara lembut Uchiha Mikoto sang ibu dari seberang telepon.
"Iya bu aku akan segera pamit pada teman-temanku.." Jawab Sasuke.
Sasuke pun menghampiri teman-temannya.
"Aku harus pergi." ujar Sasuke.
"Kenapa buru-buru?" tanya Ino.
"Pesawatku akan berangkat setengah jam lagi."
"Kau mau berangkat dengan baju seperti itu Sasuke?" kali ini Naruto yang bertanya.
"Tentu tidak bodoh, supirku yang menjemput akan membawakan semua barangku termasuk baju ganti."
Ino bermain mata dengan Tenten dan Hinata, Tenten dan Hinata pun menampakkan raut wajah bingung.
"Tunggu beberapa saat lagi apa tak bisa Sasuke?" Ino berusaha menahannya.
"Tidak bisa, memangnya ada apa?" tanya Sasuke yang heran melihat sikap Ino.
"Tidak apa-apa hanya saja apa tidak terlalu terburu-buru?" Ino menjawab salah tingkah.
"Justru karena ini sangat buru-buru."
Sasuke dapat melihat dengan jelas raut perubahan wajah Ino, Tenten dan Hinata pun pasrah.
'Ada apa dengan mereka?' batin Sasuke.
Tanpa menunggu lama Sasuke pun berpamitan pada mereka semua.
"Teknologi sudah canggih jangan lupa untuk menghubungi kami Sasuke," Neji memeluk Sasuke ala laki-laki (?).
"Tentu saja." Sasuke tersenyum.
Mereka pun bergantian memeluk Sasuke
.
Sasuke berjalan pelan menuju tempat parkir, supirnya sudah menunggu disana.
Pikirannya melayang pada saat baru pertama kali ia masuk sekolah disana, terlalu banyak kenangan indah.
Ada sedikit perasaan sedih karena harus meninggalkan teman-temannya disini.
Tak ingin membuang-buang waktu ia pun segera memasuki mobilnya.
"Pakaian anda Tuan muda," sang supir menyerahkan baju dan celana ganti untuk Sasuke, Sasuke pun mengganti pakaiannya sedangkan sang supir menunggu diluar.
Setelah selesai mereka pun pergi meninggalkan gedung.
Mobil BMW biru milik Sasuke nampak keluar menuju gerbang sekolah, bersamaan dengan itu sebuah Limousin hitam berpapasan dengan mobil Sasuke tersebut tanpa disadari oleh Sasuke.
PLUUK (?)..
Sesuatu jatuh dari samping Sasuke, ia menunduk untuk mengambilnya.
Sebuah burung bangau origami pemberian Sakura, ia baru ingat kalau ia menaruhnya dimobil.
Pikirannya tiba-tiba melayang pada Sakura, ia sadar bahwa sedari tadi disekolah ia tak melihat ada Sakura.
'Kemana dia?' batinnya.
Entah kenapa tiba-tiba hatinya terasa nyeri saat mengingat bahwa ia pergi tanpa pamit pada Sakura, tapi buru-buru ia tepis pikirannya tersebut.
"Memang dia siapaku," gumamnya.
Ia pun mengambil Ipad, menjejalkan telinganya dengan headset dan mulai memejamkan mata mendengarkan lagu tanpa disadari bahwa ada seorang gadis yang sedang mengejar mobilnya dari belakang.
.
TBC
Akhirnya selesai juga chap 2, bisa dibilang ini sih bukan lanjutan ya.
Aku memang sengaja bikin versi Sasuke coz pas saya baca ulang agak ngeganjel kalau cuma versi Sakura aja..hhehe
Chapter depan baru lanjutan ceritanya. Semoga para readers mau membaca ya..
Dan aku mohon maaf untuk para readers kalau Fic ini sangat, sangat mengecewakan dengan alur yang kecepatannya di atas rata-rata (?).
Soal Typo dan segala macamnya sudah aku tulis di warning jadi aku harap readers memaklumi ya.
Sekali lagi maaf ya, dan terima kasih untuk yang sudah baca.
Dan dimohon dengan amat sangat untuk REVIEWnya..^^
R
E
V
I
E
W
29-11-2011
