chap 1. All about you.
.
Meja itu penuh dengan dokumen, ruangan itu sangat luas dan berada ditempat paling atas gedung tinggi, lebih tinggi dari gedung yg lain, mewah dan indah. Ruangan itu terdapat meja dan dua sofa panjang disinya, dan satu sofa singgle didepannya, sofa untuk menjamu tamu yg datang keruangan itu, ada satu set meja kerja, lemari dan sekitar 20 tv led 32 inch yg disusun rapi, untuk keperluan pekerjaan.
Dimeja kerja itu ada laptop yg sedang dinyalakan. Sedangkan dibelakang meja kerja itu ada seorang wanita berwibawa sedang memperhatikan tv yg berada diruangan itu, tv itu menyala, menampilkan beberapa muka disana.
wajah ditv itu berbicara bergantian, menjelaskan hasil pencapaian mereka, ketika satu berbica yg lain hanya diam mendengarkan, sedangkan wanita itu memperhatinya sesekali menyela dengan memberi pertanyaan dan beberapa pengarahan.
"Kami mendapatkan sedikit masalah disini, ada seorang yg mencoba menjebol keamanan data base kita, beruntung kami mempunyai pekerja yg handal untuk menyelsaikam semua itu" pria paruh baya yg berada disalah satu layar tersebut berbicara, ada kertas ditangannya.
"Apa mereka berhasil?" Wanita berwibawa itu bertanya.
"Tidak ms. Marcus, mereka tidak sampai masuk, tim kami menyelsaikannya sebelum orang itu berhasil, dan kami sudah menangkap orang tersebut"
Marcus, wanita berwibawa itu tetlihat puas"bagus, apa dia dari perusahaan pesaing kita"
"Iya ms."
"Dimana orang itu?"
"Dia sudah kami amankan, kami hanya menunggu perintah dari anda ms. Marcus"
Wanita itu berfikir sejenak"beri pelajar untuknya, agar jera untuk bermain dengan perusahaan kita, dan hancurkan perusahaan itu"
Wajah 3 wanita paruh baya dan 17 pria paruh baya dengan warna kulit berbeda yg berada di dalam layar flasma tersbut menegang.
Yg tadi berbicara berusaha mengeluarkan katanya meski kekagetan masih ada diwajahnya"ta-tapi i-itu salah satu perusahaan besar dinegara ini ms. Marcus, akan sulit bagi kami untuk menjatuhkannya"
Marcus wanita itu menyiratkan wajah tak suka"aku tak butuh penolakan dan alasan , aku ingin laporan hancurnya perusahaan itu sebulan lagi"
Mereka terdiam, marcus salah satu wanita terkaya didunia itu berbicara tidak dengan kata yg lembut.
"Jika tidak, kau yg akan ku hancurkan" marcus melanjutkan.
Mereka yg dilayar hanya diam, dan terlihat tegang.
Marcus atasan mereka bukanlah orang biasa, marcus adalah orang yg akan melaksanakan apa yg diucapkan.
Pria paruh baya menegang dan mengiyakan perintah marcus, wanita paling berkuasa diantara mereka.
Rapat selesai, semua berjalan lancar, marcus wanita dengan rambut coklat bergelombang panjang, dengan kulit putih bersih menutup rapat dari beberapa perusahaan yg dia kendalikan, perusahaan yg berada dibeberapa negara, yg membutuhkan waktu banyak jika dia datangi satu persatu bila dia memeriksanya.
Wanita itu, memfokuskan kepada pekerjaan lainnya, wanita memiliki mata seperti boneka tersebut memeriksa dan menandatangani dokumen yg membuat dia puas dengan isinya.
Hingga, suara alaram di ponselnya berbunyi.
'Time for show'
Marcus, wanita karismatik yg tak pernah menampilkan senyum kepada orang lain, kini tersenyum melihat tulisan yg ada diPonselnya.
Dia menekan tombol telpon di ruangannya.
"Changmin jangan biarkan satu orang pun masuk keruanganku selama dua jam"
"Baik ms. Marcus"
Marcus menurunkan gagang telponnya setelah berbicara kepada changmin wanita korea bertubuh tinggi yg menjadi sekretarisnya.
Marcus menyalakan tv yg berada diruangannya.
Ke 20 tv tersebut menyala, menjadi layar besar yg menampilkan satu tayangan.
Tayangan yg membuat marcus menghentikan pekerjaannya yg sangat padat, satu tayangan yg selalu dinantinya.
Dia mendarkan tubuhnya dikursi kerja yg didudukinya, menyamankan dirinya untuk melihat tayangan yg ada dilayar besar tersebut.
Suara mengema diruangan yg kedap suara tersebut, marcus tersenyum dan bergumam
"Tunggu sebentar lagi, setelah itu aku akan menemuimu black"
.
.
Gedung luas itu gelap hanya cahaya putih kecil kecil yg memenuhi ruangan itu, teriakan menggema meneriakan sesuatu yg membuat mereka histeris, ada panggug diujung dalam gedung itu.
Dipanggung itu, ada beberapa orang menari tapi hanya dua yg menyanyi.
Dua orang itu yg membuat gedung itu histeris, penuh dan berisik, jika itu yg kalian liat.
Black..
Black..
Black
Orang orang bersorak, yg dipanggung makin semangat, terikan didalam gedung semakin menjadi.
Itu konser, menapilkan boyband ternama dikorea, Black adalah nama dari grup boyband itu, ada dua personil tampan yg membuat para fans tak bisa mengalihkan pandangan mereka.
"Waaahhhhhh siwon sangat tamapaaaaan "
"Tidakk sang leader yuhooo lebih tampaaan"
"Kalian berdua salah, mereka berdua itu sangaaaat tampaaaann"
"Wahhh... suara mereka sangat indaaaah"
"Lihatlah tampilan mereka saagat menarik"
"Oppa saranghaeee"
Mereka berteriak memuji penampilan dua personil black yg sedang menari Dan menyanyi diatas panggung.
.
.
"Penampilan yg bagus black" sang produser acara tersenyum puas kepada para personil.
"Trimakasih"jawab black kompak.
"Mau berpesta, kita butuh merayakan ini" kini salah satu dari ketua kru berbicara.
"Ide yg bagus" yunho leader black menyetujui.
"Bagaimana siwon?, kurasa kita butuh hiburan"
Siwon, prita tampan dengan tubuh indah berfikir sejenak dan tersenyum "baiklah yunho, kita berpestaa"
.
.
Rumah bergaya yunani itu sangat luas dan sangat indah, satu mobil mewah memasuki rumah tersebut.
Mobil terparkir ditempatnya, wanita berambut coklat bergelombang keluar dari mobil itu setelah supir berwajah eropa itu membukakan pintu untuknya.
Wanita itu berjalan dengan angkuh memasuki rumah tersebut.
Pelayan membukakan pintu dan memberi hormat padanya.
"Dimana dady?"
"Dia sedang berada dihalaman belakang ms. Marcus" pelayan itu menjawab dengan nada yg sangat sopan, terlihat mendapat pelatihan yg cukup ketat untuk berbicara kepada sang majikan.
Marcus wanita berumur 28 tahun itu memasuki rumah besar itu, memasuki halaman luas yg berada dibelakang rumah mewah itu.
Pandangannya mencari pria yg dipanggil dady olehnya , pria eropa berkebangsaan jerman, pria paruh baya itu sedang duduk dibangku yg berada ditaman, ada meja didepan bangku itu, dan secangkir kopi dan cake atas meja itu.
Pria berkebangsaan jerman itu memegang tablet ditangannya, memastikan sesuatu.
Marcus berjalan menghampiri pria yg sedang memegang tablet.
"Kau memanggil ku kesini?" marcus berbicara, berdiri dihadapan pria paruh baya itu.
Pria itu menghentikan kegiatannya.
"Kau akan ke korea?" pria jerman itu berbicara dengan bahasa jermannya yg sangat kental.
"Aku ada proyek disana" marcus menjawab dengan bahasa yg sama.
"Kau tidak berniat untuk kabur dariku" pria itu berbicara tak memandang marcus yg sedang berdiri tegak dihadapannya.
"Kabur? Lucu sekali, aku tak akan bisa kabur dari mu dady"
Pria yg bermain tablet itu tersenyum, dia menyilangkan kakinya, menatap marcus yg berdiri dihadapannya.
"Tidak biasanya kau akan terjun langsung dalam proyek diluar negri, apa kau rindu dengan negara mu?"
"Rindu atau tidak apa itu penting untuk mu?"
Pria itu terkekeh"benar, itu tak penting untukku, yg ku butuhkan hanya kesetiaan mu marcus"
Marcus menatap tak suka kepada pria yg manjadi ayahnya setelah dia diadopsi olehnya.
"Aku akan menetap sementara disana, perusahan disini telah aku serahkan kepada orang yg bisa diandalkan, aku akan tetap mengawasinya dari sana "
Pria berambut hitam itu terkekeh "baiklah, dan aku akan tetap mengawasi mu dari sini"
Wanita jenius itu diam, dia selalu tak nyaman berada didekat pria yg menjadi ayahnya itu.
"Aku pergi"
Marcus melangkah, menjauhi pria yg tak pernah disukainya itu.
"Bukan proyek yg membuat mu pergi kesana marcus, aku tau alasan mu datang kesana"
Marcus menghentikan langkahnya, dia terdiam mengeraskan rahangnya.
Pria jerman itu terkekeh, memusatkan perhatiannya ketablet yg dipegang "ingat aku akan mengawasi mu, aku tak mau hal bodoh itu mempengaruhi kinerja mu"
"Sekarang pergilah, dan nikmati harimu dinegara asalmu"
Marcus mengepalkan tangannya, dia keluar rumah mewah itu dengan kemarahan.
.
"Baiklah, latihan kita sampai disini dulu, trimakasih semua" yunho sang lider dari black mengelap keringat setelah sang manajer memberikan handuk kecil putih kepdanya.
Beberapa orang yg berada diruang latihan untuk menari itu keluar satu persatu, menyisahkan anggota black, manajer dan beberapa penari latar yg masih betah berada disana untuk mengistirahatkan tubuh mereka.
"Kau tau siwon, kudengar pengusaha dari jerman akan mengontrak kita untuk menjadi modelnya" sang leader bertubuh putih dengan otot yg sedikit tertutup lemak itu duduk disamping siwon yg terlebih dahulu duduk santai bersandar didinding kaca ruangan tersebut.
"Aku tau, kalau tidak salah dia memiliki perusahaan searce angine yg sering kita gunakan" siwon membuka tutup botol air mineral ditangannya dan meminumnya.
"Hmm.. itu hanya salah satu perusahaan yg membuat dia menjadi seperti sekarang" kini sang manajer bertubuh gempal yg berbicara.
"Lalu dia memiliki perusahaan lain?" Sang leader yg bertanya, dia mengikuti jejak siwon, membuka tutup botol dan meminum minuman yg ada didalam botol itu.
Sang manajer mengangguk "dia memiliki banyak perusahaan, mulai dari elektronik, informasi, game, food, otomotif dan fusion, dan kali ini kalian akan menjadi model untuk aplikasi game terbaru mereka, game itu akan di buat dikorea"
Mereka berdua menggoyangkan kepala mereka mengerti.
" dia Sangat kaya dan sangat serakah, aku yakin dia sudah sangat tua"
Yunho menganggukan kepalanya, mendengar perkataan siwon.
"Kalian berdua salah" sang manajer menggoyangkan jari telunjuknya kekanan dan kekiri.
Yunho dan siwon menaikan alisnya.
"Maksud mu?" Yunho yg bertanya.
"Dia masih muda dan yg kudengar, dia adalah wanita asal korea yg berkebangsaan jerman" sang manajer menjelaskan.
"Kau serius" dua pria itu berbinar.
"Apa dia sangat cantik?" Yunho antusias.
"Apa dia seksi?" Kali ini siwon yg bertanya.
"Apa dia sudah menikah?"
"Apa dia sudah memiliki kekasih?"
"Apa dia pandai berciuman?"
"Apa dia pandai di atas kasur?"
"STOP!" sang manajar mengangkat kedua tangannya, menghentikan pertanyaan yg tidak bermutu kedua artisnya, dia heran artis yg terkenal berkarisma dimata para fansnya ternyata adalah pria playboy yg sangat mesum.
.
.
"Ms. Marcus, persiapan dikorea sudah selesai, kita tinggal berangkat nanti malam"
Changmin wanita cantik dengan tubuh tinggi semampai, dan rambut coklat lurus sebahunya tersenyum, berdiri didepan meja kerja sang pemimpinnya.
"Kau terlihat bahagia changmin"
Changmin tersenyum, membuat mata indahnya menjadi bulan sabit "kembali kerumah adalah hal yg sangat membuat ku bahagia ms. Marcus"
Marcus menghentikan kegiatan menulisnya, dia memandang wanita berpakaian krem yg pas dengan tubuh wanita itu "kita hanya berdua, kau panggilah aku dengan nama korea ku, aku merindukan nama itu changmin"
Changmin makin melebarkan senyumnya. "Baiklah, ms. Cho kyuhyun"
.
.
Tbc.
