UMAKI IN
Akhirnya saya sudah bisa menyelaisaikan chapter ini,setelah lebih berbulan bulan saya telantarkan.
Saya tidak bisa meberikan bayak kata tapi teima kasih kepada orang orang yang telah mereview fic saya dan maaf saya tidak bisa menbalas review kalian,bukanny saya sombong tapi tidak punya waktu.
Dan maaf apa bila gaya penulisan saya masih ancur itu karena sya masih belum berpengalaman tak perlu banyak kata mari kita baca.
Disclaimer: naruto & sao bukan punya saya
Pair : naruto x ?
Warning : abal abal,typo,gaje,DLL
(AN : di sini tidak ada kirito,naruto lah yang menjadi pemeran utamanya menggantikan kiritos)
Sudah lebih dari satu bulan semenjak peluncuran perdana dari VRMMORPG pertama di dunia «Sword Art Online».
Untuk kebanyakan MMO, pada waktu ini para pemain yang telah mencapai level cap harusnya telah muncul dan peta dunianya seharusnya telah terjelajahi dari awal hingga akhir. Akan tetapi untuk SAO, kelompok teratas yang sekarang baru saja mencapai level 10—Aku tidak tahu apakah ini adalah level cap-nya, tetapi tidak mungkin ini benar. Panggung permainan ini, kastil yang melayang bernama Aincrad, baru saja ditaklukan sebanyak beberapa persen dalam keseluruhannya.
Alasannya adalah, SAO yang sekarang ini adalah sebuah permainan tetapi bukan sekedar permainan; pada dasarnya, permainan ini telah menjadi sebuah «Penjara» . log out secara manual tidak dimungkinkan dan kematian avatar adalah sama dengan kematian pemainnya di dunia nyata.
Selain itu, setelah Game master dengan tegas membuat avatar memiliki gender yang sama dengan pemain di dunia nyata,Dan selain itu sudah 400 lebih pemain yang meninggal bulan ini.
Hari ini sebuah pertemuan akan dilakukan sebuah pertemuan untuk membahas melawan bos di lantai pertama, dan aku NARUTO akan ikut dalam guilt ini.
Sebenarnya ini adalah pertama kalinya bagiku untuk melawan bos, meskipun aku adalah seorang beta tester,aku belum pernah sama sekali melawan bos di sebuah lantai.
Kalian pasti bertanya kenapa? Karena dari pada melawan bos aku lebih suka menjalankan sebuah quest tersembnyi, dengan menjalankan quest tersembunyi kita bisa mendapat item item langk akan yah meskipun jika melawan bos kita mendapatkan hal yang sama.
Tapi dengan hal itu juga aku bersyukur berkat pengetahuan selama beta tester itu berguna saat ini dan juga banyak quest yang belum berubah selama ini sehingga dengan mudah ku selasaikan.
"lama tak bertemu" sebuah suara menyapaku,aku pun menoleh ke asal suara dan di sampingku seorang pemuda sepertiku berambut nanas sedang tidur.
"shikamaru?" kataku kaget,meskipun di dunia nyata kami sering bertemu tapi ini adalah pertama kali bertemu sejak game ini di mulai.
Aku tak menyangka aku tak menyangka bisa bertemu dengannya disini, aku berfikir dia terlalu malas jadi dia tidak akan pergi dari starting city.
"jangan menunjukan muka seperti itu" katanya sambil menguap lebar lebar.
"kenapa kau disini?" tanyaku,aku tidak berpikir dia akan ikut dalam sebuah pertempuran dengan sifatnya yang malas itu.
"alasannya sama sepertimu" itulah yang di katakan tapi aku tidak akan percaya begitu saja.
"benarkah?" tanyaku lagi untuk memastikan.
"semua harap berkumpul" Tapi sebelum mendapatkan jawabanya lagi sebuah suara mengintruksi kami.
Aku pun meoleh keasal suara dan di sana berdiri seorang laki berambut biru membawa tameng di tangan kiri serta pedang di punggung.
Dan untuk bajunya seperti rambutnya serta armor kelas menengah,celana hitam dengan pelindung kaki.
Dari yang kulihat armor yang di pakai termasuk barang mewah di lantai ini karena yang mengenakan armor kelas menengah masih jarang.
Jika kubayang jika armornya ia pakai di dunia nyata pasti berarnya lebih dari 10 kg tapi ini di permainan, cukup dengan meningkatkan levelmu maka kau juga bisa mendapatkan item kelas atas.
"perkenalkan aku adalah mizuki, pekerjaan ku adalah kesatria" saat dia mengatakan bahwa pekerjaan kesa tria semua orang yang berada di sini tertawa. Itu wajar karena pekerjaan kesatria tidak ada dalam list,meskipun di sini tidak ada aturan dalam batasan pekerjaan.
Jadi yang di katakannya masih wajar saja bagiku tapi pendapat setiap orang berbeda beda mungkin di antara kami di sini itu adalah pekankerjaan yang mennggelikan.
Karena sejak pertama kali game ini berlangsung banyak orang yang mementingkan diri mereka untuk menaikkan level tanpa peduli orng lain, terutama beta tester sepertiku yang lebih banyak disalahkan.
"seperti yang di ke tahui kita berkumpul di sini untuk mebahas cara mengalahkan bos lantai ini" semua pun menangguk tanda setuju.
"menurut buku informasi bos lantai ini berada kastil ogre, dan namanya bos adalah ,sedangkan hanya sebuah gada raksasa, tak akan ada pergantian senjata saat hp-nya akan habis dan dia di kawal oleh 4 ogre" itulah yang ia dikatakan,tapi apakah buku yang ia baca itu memang benar? bisa saja itu hanya sebuah omong kosong.
aku tidak tau pasti karna belum pernah melawan bos secara sendiri selama masa beta tester dan juga mereka mendapatkan semua informasi itu dari sebuah buku.
"menurutmu sipa orang yang menyebar informasi itu?" tanyaku pada shikamaru,untuk beberapa detik tak ada jawaban dengan terpasak aku monleh ke samping untuk mengecek, tapi naas teryata orang itu sudah pergi terlebih dahulu.
" jadi siapa yang akan bergabung denganku?,
Mari kita tunjukkan pada mereka yang berada di starting city bahwahwa permaianan ini bisa di selesaikan " ketika dia mengatakan itu semua orang bersorak dengan semangat. Lalu kami pun membagi tim, di sini terdapat 26 orang termasuk aku sehingga setiap 4 tim akan ada 5 orang dan salah satu tim berjumlah enam 6 orang. jumlah yang lumayan karena saat memasuki ruangan bos hanya bisa masuk 49 orang.
Dia pun mulai mebagi setiap tugas setiap tim . satu grup Tanker berpelindung berat.dua grup Penyerang berkecepatan dan berkekuatan serang tinggi. 1 grup Pendukung yang memakai senjata panjang.dan jarak jauh, dan yang terkhir bertugas untuk mengatasi pengawalnya. tapi ketika dia ingin membubarkan seseorang menyela "tunggu dulu,sebelumnya aku mau
XXXXX
NARUTO ON
Akupun berjalan pulang ke penginapanku melalui hutan karena letak yang berda di desa lain walaupun tak terlalu jauh, berjalan sendirian seperti ini ini cukup membosankan. Aku berharap setidaknya ada salah satu monster yang bisa ku temui,tapi itu seperti sebuah harapan kosong karena aku berada pada jalur aman.
Jalur aman adalah sebuah jalan yang menghubungkan suatu desa atau yang lain, jalur ini memakai sistem sama seperti di sebuah desa di mana kau tidak akan di serang oleh monster atau pun seorang PK.
tapi langkah ku terhenti saat melihat danau yang berada di samping kanan ku. kalian pasti berpikir ini karena keindahannya,tapi kalian salah besar bukan karena itu tapi lebih tepatnya sesutu yang berda di danau itu.
NARUTO END
XXX di danau XXXX
"siaall,sangat menjijikan" umpat asuna,saat ini dia sedang berendam dalam danau untuk membersihkan tubuhnya yang terkena cairan dari katak beracun yang ia habisi di. Terkadang ada beberapa jenis monster yang di bunuh akan meninggal suatu cairan tertentu seperti racun.
Asuna pun mulai membersihkan setiap jengkal tubuhnya untuk mematikan bahwa tak ada cairan yang tersisa,karena jika tidak hilang mungkin akan bisa mengancam hp-nya.
Sementara naruto hanya diam dengan mulut terbuka yang mengeluarkan air liur ini adalah kesempatan yang sangat sayang untuk di lewatkan, jarang sekali dia melihat sebuah NPC mandi dan terlebih lagi di sebuah danau terbuka seperti ini.
Meskipun hanya sebuah NPC di game ini memiliki sebuah detail yang mirip dengan player jika tidak memiliki bar petunjuk mungkin mereka akan di sangka sebagai player.
Setelah membilas semua tubuhnya asuna mulai keluar dari danau tapi langkah terhenti saat di melihat seorang laki laki kuning jabrik yang berdiri tepi danau dengan mulut terbuka sambil mengeluarkan air liur.
Saat menyadari bahwa di sedang di intip asuna pun berteriak dengan keras dan kembali ke dalam air danau " KYAAAAAA...hentai" mendengar teriakan seperti itu naruto menjadi salah tingkah.
"ap..apa?" naruto yang belum sempat berfikir dengan lancar hanya bisa lari secepat cepatny menghindari amuk massa.
Time skip
"haah hah haah.." naruto tiba di penginapan dengan kelelahan,dia tidak habis pikir bagaimana mungkin sebuah NPC bisa berteriak dengan keras seperti itu. Tapi akal mulai menemukan hal lain bisa saja itu seoarang player tapi pemain mana yang dengan bodohnya mandi di tempat seperti itu terlebih lagi wanita.
"ada apa ni-chan?" tanya naruko baru dan sedang membawa makanan.
"tak apa apa,aku akan mandi dulu" kataku mulai beranjak pergi untuk mandi.
XXX
Sementara itu asuna mengerutu tidak jelas dan mengeluar kata kata kutukan untuk orang yang telah mengentipnya,seandai jika ia tahu yang mengentipnya pasti sudah ia bunuh sekarang.
Tak berapa lama ia akhirnya sampai di tempat tujuan yaitu sebuah rumah petani.
Asuna pun masuk langsung masuk dan menuju lantai dua,ia pun mengetuk pintu untuk.
"naruko?" asuna pun mengetuk pintu dan memanggil naruko, tak berapa lama pintu terbuka.
Tapi bukan naruko yang berda di depannya melainkan naruto, Naruto yang membuka pintu hanya bisa membuka mulutnya dan matanya lebar lebar.
"ada apa?" tanya asuna sambil meyipitkan melihat tingkah naruto, mendengar kata itu otak naruto lansung memproses informasi yang dia ketahui untuk bisa mengatasi keadaan ini.
"tak apa apa," naruto hanya tersyum kepalanya yang tidak gatal, melihat naruto asuna merasa ada yang mengganjal di pikirannya,Sepertinya ia pernah melihat naruto sebelumnya.
Asuna pun mulai berpikir dimana ia pernah bertemu dengan naruto sebelumnya.
"etto,anda siapanya?" sebuah pertayaan dari naruto membuatnya tersadar dari lamunannya.
"aah, maaf saya lupa memperkenal diri nama saya asuna" asuna pun memperkenalkan dirinya.
"ooh jadi kau temannya naruko" naruto baru ingat beberapa hari yang lalu naruko berkata bahwa temannya akan ikut tinggal sementara waktu di sini, naruto pun mempersilahkan asuna masuk sambil menunggu naruko kembali.
Tak berapa lama menunggu naruko kembali tapi tidak dengan tangan kosong tapi dengan sekeranjang roti.
"asuna kau sudah datang" kata naruko yang mulai menaruh rotinya di meja dan menghampiri asuna. "bagaimana keadaanmu?" tanya naruko.
"aku baik baik saja" jawab asuna.
"jadi kau sudah kembali naruko,
Berarti kita sudah bisa mulai makan" kata naruto yang mulai pergi ke meja makan, meskipun di dalam sebuah game mereka tetap merasakan yang namanya kelaparan. Meskipun jika kau tidak makan sekalipun itu tidak akan mebunuhmu hanya rasa lelah yang akan terasa.
"aku tak meyangka kau dapat menemukan tempat tingal,senyaman ini" kata asuna yang sedang memakan sebuah roti.
"ini sebuah berkat,onii-chan,ia lah yang menemuakn tempat ini."
"benarkah?
Apakah masih ada tempat yang seperti in, naruto-san?" tanya asuna ke naruto.
Menghentikan makannya naruto pun menjawab "entahlah,muangkin masih ada jika mau mencari,tapi tempat yang yang aku ketahui semuanya sudah di isi."
"begitu ya,baiklah besok aku akan mulai mencari."
"tenang saja asuma-san, aku akan membantu mencari tempat tinggal."
"benarkah, terima kasih naruko-chan" kata asuna dengan senyuman di wajahnya. Naruto melihat percakapan kedua gadis itu hanya bisa terseyum, ia tak menyangka naruko bisa menemukan teman sebaik asuna.
Ia kerap kali melarang naruko untuk berteman sembarang orang,terutama kebayakan laki-laki yang sering mendekati naruko.
"nee, oni-chan"
"hemb?" naruto menoleh ke arah sang pemanggil.
"apa kau sudah mendengar isu bahwa telah terbentuk sebuah guild penyelesai lantai yang akan pergi besok"
"yahh.. aku tahu dan aku akan ikut" kata naruto setelah meminum segelas susu.
"tidak boleh" bukan sebuah persetujuan atau ucapan semangat yang keluar dari mulut naruko melainkan penolakan.
naruto kaget mendengar itu pun bertanya "kenapa?"
"aku tidak mau kehilangan onii-chan, aku takut jika harus berada di sisni sendirian" kata naruko yang mulai mengluarkan air mata.
Naruto pun berdiri dari tempat duduk dan mulai berjalan,bukan berjalan menjauh justru ia mendekat ke naruko. Menempatkan tangannya dia atas kepala sang adik naruto, "tenang saja aku pasti akan kembali ke sisi dan jugaaku pasti akan menyelaisaikan game ini agar kita bisa keluar" kata naruto mengusap kepalan sang adik.
Meskipun mendengar ucapan seperti itu naruko tetap menggelengkan kepala sebagai pertanda tak setuju.
Asuna melihat itu pun mulai mengambil tindakan "tenang saja naruko-chan, aku akan ikut guil itu dan menjaga kakakmu" kata asuna.
Mendengar perkataan asuna, naruko pun menatap asuna "benarkah?" tanya naruko untuk
Memastikan.
Sementara di balas anggukan oleh asuna, masih belum puas ia kembali menatap wajah kakaknya dan bertanya "benarkah?"
Dan di balas lagi dengan anggukan oleh naruto.
"baiklah tak apa kalau begitu" kata naruko mengusap air matanya yang sedikit menetes.
Naruto hanya bisa tersenyum melihat adiknya kembali ceria tapi masih ada sesuatu yang mengganjal di hatinya, ia pun mulai berpikir
1 detik
2 detik
3 detik
4 detik
"EEEHHH..." ia akhirnya menyadari kata kata asuna, sementara naruko dan asuna bingun mendengar teriakan naruto.
XXXX SKIP TIME XXXX
Minggu, empat Desember, jam 10 pagi.
Permainan kematian yang dimulai pada jam satu siang di hari Minggu, pada tanggal empat desember. Dalam tiga jam, ini akan menjadi empat minggu semenjak ini semua dimulai.
Tetapi hingga sekarang— Sudah empat minggu semenjak saat itu, dan para player bahkan belum mencapai lantai kedua.
tetapi berdasarkan serangan hari ini terhadap bos lantai ini, kami dapat memperkirakan waktu yang dibutuhkan untuk kebebasan kami.kelihatanya jumlah pemain yang ikut bertambah menjadi 28 pemain sekarang berkumpul di alun-alun air mancur di Tolbana. Bisa dibilang ini adalah kekuatan bertempur paling kuat yang dapat kami harapkan pada titik ini. Bila karena suatu kebetulan, kelompok penyerbuan ini dihancurkan, tidak, bahkan dengan kehancuran sebagian, rumor akan dengan cepat tersebar ke Starting City. Penyerahan diri karena «SAO itu tidak mungkin diselesaikan» akan tersebar keseluruh lantai pertama. Mengatur pasukan kedua akan memakan waktu yang sangat lama — atau, bisa menjadi mustahil untuk menghadapi bosnya untuk kedua kalinya. Bahkan bila kami ingin meningkatkan level kami untuk melawan bos lagi, kami telah mencapai batas atas dari efisiensi untuk mendapatkan experience dari para monster di lantai pertama.
Segalanya bergantung kepada apakah kekuatan monster bos « Lord ogre»'s telah berubah dari Versi Beta Test. di dalam ingatanku dapat dengan mudah dikalahkan dengan sekumpulan orang seperti ini, dengan keahlian, level, dan perlengkapan mereka, tanpa ada kematian. Setelah itu adalah, karena keadaannya menyangkut nyawa kita, dapatkah kita tetap tenang hingga akhir...
Sementara naruto berpikir hingga otak kecilnya kepanasan, dia tiba-tiba menyadari pemain yang ada di sebelahnya, mengambil napas pendek, dan memberi senyum kecut.
Pengguna rapier «Asuna», identitasnya terembunyi di balik tudungnya,.
"...Apa yang kamu gugup?"tanyaku, semalam setelah mengetahui bahwa akan di adakan penyerangan ke bos Asuma memaksa untuk ikut, dan akhirnya perdebatan yang panjang pun terjadi.
"tidak sama sekali" Bisikan yang samar-samar, tetapi kuat ini, membuatku menggelengkan kepalaku.
"Hey."
Sebuah suara yang tidak dapat dianggap ramah datang dari belakang, jadi aku berbalik dan menghadapinya.
Berdiri di sana, adalah sebuah pemain dengan rambut berwarna coklat pendek, yang tajam, dan seperti kaktus. Hari ini, walaupun adalah hari dimana banyak pemain berkumpul, dia adalah wajah yang paling tidak ingin aku lihat— Yaitu wajah Kibaou.
Di depanku yang tertegun, Kibaou dengan berbahaya mengerling kepadaku sementara dia berdiri di lantai yang lebih rendah, dan berkata dalam nada rendah,
"Dengarkan, hari ini kalian harus tetap di belakang. Kalian berdua hanyalan sebagai pendukung di sini."
"..."
naruto mungkin bukanlah orang yang halus, tetapi dia tahu bahwa tidak boleh bereaksi terhadapnya di sini.
Walaupun begitu, sikap Kiabou sangat tidak menyenangkan sehingga hal itu menggugurkan keinginanya untuk berkata "tentu saja". Kedua pipi yang tersenyum memuakkan menonjol ke depan, lalu dia meludah.
"Patuh sajalah, kalian berdua dapat mengambil kobold murahan itu yang berhasil menyelinap dari grupku sebagai musuhmu."
Kibaou meludah lebih banyak air ludah virtual ke tanah sebagai perekanalan, sebelum berbalik dan pergi. naruto melihat punggungnya sementara dia kembali ke anggota lain dari grup E, tapi orang di samping terlihat terkaget.
"...Apa, yang barusan itu?" suara yang berasal dari tepat di sebelahku yang tak lain asuna.
"Y-yah... Mungkin dia tidak ingin para pemain solo untuk menjadi terlalu sombong..." naruto berbicara tanpa berpikir terlalu dalam.
Aku mengalihkan perhatianku ke sekeliling,terlihat setiap grup menata persenjataan dan mental mereka sebelum berangkat.
kesatria berambut biru mizuki berdiri di depan di ujung dari air mancur, menaikkan suara indahnya yang terdengar akrab dan berkata,
"Semuanya, walaupun ini mungkin mendadak ―― Terima kasih semua, aku benar-benar bersyukur bahwa ke semua anggota kelompok sudah berkumpul, tanpa ada seorangpun yang menghilang bahkan bertambah"
Setelah berbicara, sebuah sorakan *OH* menggetarkan seluruh alun-alun. Yang kemudian diikuti oleh tepuk tangan yang seperti air terjun.
telah tersenyum kepada semua orang, kesatria itu mengepalkan tangan kanannya ke atas, dan terus berteriak keras,
"Sekarang aku akan mengatakan, bahwa aku sebenarnya berpikir untuk menggagalkan misi ini bila ada satu orang yang tidak muncul! Tetapi... kekhawatiran macam ini, adalah penghinaan untuk semuanya. Aku sangat senang bahwa... kelompok penyerbu terbaik... yah, walaupun jumlah orangnya tidak bayak!" Beberapa orang tertawa dan bersiul, dan beberapa orang mengepalkan tangannya ke atas menirunya.
"Semuanya... Apa yang ingin aku katakan sekarang adalah ini!" Tangan kanannya bergerak ke panggul kirinya, dan menarik pedangnya yang keperakan dengan suara yang keras ――
"...Mari menang!"
Teriakan yang keras keluar, hal ini mengingatkanku akan empat minggu yang lalu, di alun-alun pusat dari Starting City, ketika sepuluh ribu pemain berteriak.
XXXXX
Kelompok ini berjalan dari kota Tolbana menuju daerah menara kastil. Hampir semua yang ada dalam situasi ini sama hingga hampir tidak ada perbedaan, suasana dari berjalan di bawah dedaunan dengan empat puluh atau lebih orang, adalah sama dengan berjalan bersama teman sekelasnya pada saat itu. Perbincangan tanpa henti dan seringnya gelak tawa. Satu-satunya perbedaan adalah, monster-monster kadang-kadang menyerang mereka dari dalam hutan. Akan tetapi, semua monster yang mendekat dibantai dalam sekejap oleh teknik-teknik yang dibanggakan semua orang.
11.00 siang, kami sampai di depan kastil.
12.30 siang, kami berjaan ke lantai teratas dari labirin.
Sejauh ini, tidak ada yang meninggal.. Bagaimanapun juga, hampir dua puluh delapan orang dari kelompok «Penyerbuan Penuh » bergerak, dan untuk sebagian besar orang-orang yang ada disini ini adalah pengalaman pertama mereka. Di dunia ini, «Pertama» adalah sebuah tindakan yang memiliki resiko kecelakaan dan berbahaya, tanpa ada pengecualian.
Kenyataannya, ada tiga situasi yang sangat menakutkan. Orang-orang yang menggunakan senjata panjang seperti «Spear » dan «Halberd», kebanyakan berada di dalam grup F dan G, di serang mendadak oleh ogre panjang jalan. Di dalam SAO, senjata melee tidak akan melukai pemain lainnya bila mereka secara tidak sengaja terayun (tentu saja, hal ini tidk sebanding dengan sebuah tindakan kriminal), dan teknik pedang yang menyentuh halangan. Senjata jarak jauh sudah beresiko tinggi karena hal ini, dan serangan melee dadakan membuat situasinya lebih buruk.
Dalam situasi seperti itu, si kesatria menunjukkan kemampuannya untuk memerintah dengan tepat. Sebagai pemimpin dari pasukan ini, dia membuat berapa keputusan yang berani, seperti tetap bertarung sementara membuat yang lain mundur, menggunakan sejumlah besar teknik pedang untuk memukul mundur para monster, dan melakukan pergantian antara anggota-anggota yang menggunakan senjata melee dan jarak jauh. Keputusan-keputusan ini hanya dapat dibuat bila dia sudah biasa menjadi pemimpin.
Setelah mengetahui hal ini, dua pintu besar berdiri di depan mata kami, dan mereka yang berada di belakang harus berjinjit untuk melihatnya.
Kesatria itu tidak berani berteriak "Mari menang!" di tempat ini. Hal ini karena para monster humanoid disini akan bereaksi terhadap suara-suara keras.
Sebaliknya, mizuki mengangkat longsword peraknya tinggi ke atas, dan mengangguk besar. Dua puluh delapan anggota penyerbuan juga menaikkan senjata mereka dan balas mengangguk.
kesatria itu meletakkan tangan kirinya di tengah pintu ganda besar itu ――
"――――Mari pergi!"
Dengan teriakan pendek itu, dia membuka pintu itu dengan segenap kekuatannya.
TBC
