Saya cuma mau bilang 2 hal... Yaitu

Gintama punya sorachi hideaki sensei!

kalo penataan katanya jelek maaf karena saya masih newbie!

Sekian...

Chapter 2: Jangan panggil aku bocah!


"Oi...bocah"Gintoki memanggil chibi gin yang berada di sebelahnya.

"Hm?"

"Apa kau ada membunuh 37 orang selama disini?"Tanya gintoki dengan muka datar.

"Aku tak menghitungnya tapi..."Dia berhenti sejenak untuk melihat raut muka gintoki "aku ada membunuh."

Gintoki memberhentikan langkahnya.

"Kenapa kau membunuh?"Dia bertanya lagi untuk ke 2 kalinya.

"..alasannya macam-macam,ada yang berniat menculikku,ada yang berniat untuk membunuhku."Mata crimsonnya sekarang melirik ke kucing hitam yang lewat.

"Tetapi"dia melanjutkan kata-katanya"aku cuma membunuh 10 orang".

Gintoki menempelkan tangannya ke bokutounya.

Kalau berarti anak ini tidak membunuh 37 orang berarti tsujigiri itu orang lain...

"Bocah.."

Sekarang giliran Chibi gin yang mengeluh

"Bisakah kau berhenti memanggilku seperti itu?Aku tak suka dipanggil bocah"

"Tapi kau memang bocah kan?"Gintoki memancing chibi gin untuk marah.

"Cih"

Gintoki memandangi chibi gin dari belakang.

...Aku sekeras kepala itu dulu ya?

"Jadi aku harus memanggilmu apa?"Sahut gin dengan senyum yang agak 'mengesalkan'.

"Panggil aku 'gin'!"

"Agak aneh.."

"Aneh apanya?"

"Gin-san!"Sepatah kata muncul dari seseorang yang suaranya sangat familiar dan agak mengesalkan bagi gin.

Kedua sosok perak refleks memutar kepala mereka untuk mencari sumber suara itu.

Tampaklah cewek dengan rambut ungu yang memakai kacamata dan pakaian ninja (kalian pasti tau siapa kan?).

"K-kau!"Muka gintoki langsung pucat melihat kehadiran 'masochist' itu.

"Gin-san! Siapa anak itu?! Jangan-jangan kau melakukan *if u know what i mean* dengan orang lain?! Aku tidak terimaa!"Ternyata itu sachan.

-PLAK-

"AKU TIDAK MELAKUKAN APA-APA...INI BUKAN URUSANMU...JADI BISAKAH KAU DIAM SAJA,NINJA STALKER?!"

Sekarang gintoki benar-benar marah.

Habisnya seluruh penduduk kabuki-chou tak ada yang memikirkan sisi positif tentangnya selalu yang negatif.

"Jadi dia siapa?!"

"Eng..."Gintoki berusaha memikirkan dia siapa..."Sepupu-ku!"

"Ohh kukira apa lo,ya sudah met malem!"Sa-chan menghilang dengan kepulan asap.

Chibi gin melihat gintoki

"Cewek aneh"gumamnya.

"Ya,aku sependapat denganmu"

Mereka sampai di tempat gengai.

"Jiji! Apa kau masih bangun?"Teriak Gintoki.

-Srek-

"Ya aku masih bangun"

Gengai muncul dengan sebuah alat dan masker.

"Sepertinya kau membuat yang aneh-aneh lagi ya?"

"Tidak sopan! Aku membuat percobaan yang sangat berguna!"

"Paling-paling rongsokan"

Chibi gin menghela napas melihat sosok dewasanya bersifat anak-anak.

"Ngomong-ngomong,kau ada urusan apa ke sini? Mau memprebaiki skutermu yang bobrok?"

"Bukan,ada sesuatu yang mau kubilang"

-Dojo Shinpachi-

Kagura pergi bersama sadaharu di malam bulan purnama itu.

Sangat berbahaya untuk seorang gadis kecil berjalan sendirian.

Tetapi kalian tahu sendiri kan kalau kagura bukan 'gadis biasa'.

"Ne,sadaharu tadi gin-chan bilang mau ke 15 tahun yang lalu kan?"

Guk!Guk!

"Untuk apa ya?"

Guk!Guk!

"Ngantarin Chibi gin-chan? Bisa jadi..."

-Tok Tok-

"Anego! Ini aku kagura"

Pintu geser dojo shimura itu terbuka,tampaklah sesosok wanita cantik tetapi mungkin yang baru pertama kali melihatnya memancarkan aura 'pembunuh'.

"Ara, apa malam-malam begini?"Tanya tae lembut selembut sabun #plak.

"Ano,anego shinpachi sudah tidur?"

"Hm..dia masih nonton konser otsu di kamarnya,memang kenapa?"

"Gin-chan memanggilnya"

"Gin-san?"

-Kamar shinpachi-

"Eh? Kagura-chan ada apa?"

"Gin-chan memanggilmu"

Shinpachi berdiri dari posisi duduknya dan mematikan video player dan tvnya.

"Gin-san?memangnya kenapa?"

"Kau akan tahu sendiri,katanya urgent"

"Baiklah,ayo kita kesana"

Latar berubah menjadi rumah gengai.

"Jadi anak itu...dirimu 15 tahun yang lalu"sahut gengai sambil mengusap janggutnya.

"Ya...dan aku..ingin mengantarnya..."Gumam gintoki

"Baiklah aku akan membuatnya kebetulan aku pernah membuat mesin waktu jadi tinggal membuat beberapa komponen saja"Tambah gengai sambil memasang kembali kacamata kerjanya.

"Oi,Gintoki"Chibi gin menepuk pundah gintoki yang sangat lebih besar dari pada pundaknya.

"Apa?"Gintoki menoleh ke belakang.

"Apa kita akan sempat..."

Gintoki mengelus kepala chibi gin

"Daijoubu,kita pasti akan sempat"

"Gin-chan!"

Kagura dan shinpachi berdiri di depan gintoki.

"Ada apa..."Shinpachi melihat chibi gin.

"Gin-san...jangan-jangan kau mengham-"

"TENANG SAJA AKU TIDAK MENGHAMILI SIAPA-SIAPA...!"Gintoki memancarkan aura mencekam.

"Ne,kagura-chan siapa anak itu?"

"Oh..dia gin-chan dari 15 tahun yang lalu"

"EH?!kok bisa?!"Tanya shinpachi dengan raut muka terkejutnya.

"Susah diceritakan,ceritanya panjang,bahkan sebenarnya aku pun belum menanyakan bagaimana dia bisa ke sini"

"aku lupa"kata chibi-gin singkat.

"Jadi kita harus apa?"

Gintoki terdiam

Apa aku harus bilang..cuma akan mengantarnya?

Aku juga iingin menyelamatkan shouyo sensei...

Tapi...

"Kita akan mengantarkannya saja"jawabnya sambil mengorek kupingnya.

"Gin-no-ji!mesin waktunya sudah siap!"

Mereka terdiam melihat bentuk mesinnya

Seperti pe*is

"Oi!jiji!kenapa bentuk mesin waktunya kayak pen*s?!"

"Entahlah aku pun tak tau"

"Ya sudah! Ayo kagura,shinpachi,bocah!"

"Aku bukan bocah..."


Maaf adegan mereka kembali ke masa lalu belum juga diliatin mungkin chapter selanjutnya!

Gintoki:itu lah kan author sedeng,pembaca marah-marah tu gara-gara di php-in

author:diam kampret! gua hajar lu dari semalem ganggu gue lagi show aja

Gintoki:alah,alah, udh aku yang menang semalam

author:bah itu mah gara-gara gue nahan diri aja kalo serius...lu udh babak belur

Gintoki: (mulai marah) apa lu bilang? *ngeluarin bokutou untuk ke 2 kalinya

author: (keluarin bazooka yang dipinjam dari okita) makanya korek tu kuping!