Naruto by Masashi Kishimoto

Warning : AU ,OOC,typo,Misstypo,Little bit Lime etc

.

..

...

My Lonely Men

...

..

.

Preview :

"tentu saja tidak, ini hanya permulaan karena aku akan membalas budimu dengan tubuhku ini" ucap hinata dengan malu-malu.

"Apa?...aku tidak salah dengarkan" naruto dibuat melongo karena perkataan hinata itu.

.

..

.

"Senpai…SENPAI….!" Hinata kembali mengguncangkan tubuh naruto untuk membangunkan Naruto dari tidurnya.

"Ah.. apa yang terjadi.. " Naruto perlahan membuka kedua matanya setelah beberapa saat merasakan sesuatu yang mengguncang tubuhnya.

"Akhirnya senpai bangun juga, maaf aku telah membangunkanmu tapi lebih baik kau tidur dikasur dari pada disini (meja makan) nanti kau bisa kedinginan" Ucap hinata yang terlihat tidak tega kalau naruto nantinya sakit akibat masuk angin.

"Ah.. padahal tadi mimpiku lagi seru-serunya" gerutu naruto kesal.

"Mimpi apa, senpai ?" hinata terlihat mulai penasaran dengan mimpi yang dialami naruto tersebut.

"haha,anoo… itu… rahasia, pokoknya itu tidaklah penting, hinata! " naruto langsung bergegas menuju tempat tidurnya dengan menyembunyikan wajahnya yang memerah.

"ah, dasar bikin penasaran saja.. atau jangan-jangan senpai bermimpi yang tidak-tidak ya?" ucap hinata sambil menyilangkan kedua tangannya.

"selamat tidur hinata" naruto pun tidak menghiraukan perkataan hinata dan langsung segera molor.

"hei, jangan abaikan aku, dasar nyebelin.." naruto pun akhirnya sukses membuat hinata cemberut. Karena juga sudah merasa mengantuk pada akhirnya Hinata mengikuti naruto kekasurnya untuk segera tidur dan karena merasakan ada sesuatu yang mendekatinya naruto terbangun kembali.

"Hinata, kenapa kau kemari aku kan sudah menyiapkan kasurmu diatas?" Naruto heran kenapa gadis tersebut masih saja ingin tidur disampingnya padahal naruto telah menyiapkan kasur miliknya agar hinata bisa tidur disana.

"Anoo, memangnya kenapa kalau aku tidur disampingmu, tidak boleh ya?" Tanya hinata dengan nada pelan.

"tentu saja itu tidak boleh.. karena kau perempuan dan aku laki-laki dan itu… tidak semestinya " naruto bingung bagaimana menjelaskan pada hinata.

"memangnya ada aturan yang bilang begitu" bantah hinata.

"ya tidak ada sih, tapi kan hal yang seperti ini hanya dilakukan oleh sepasang suami istri" jawab naruto menjelaskan dengan keras.

"pokoknya aku ingin tidur disamping senpai" paksa hinata.

"terserah kau sajalah" naruto pun pindah kembali menuju tempat tidurnya.

….

Beberapa saat kemudian.

Naruto masih tertidur dengan lelap sampai dia merasakan sesuatu yang mencoba mengeloninya.

"senpai…" hinata terlihat mengigau dan tiba-tiba saja posisinya kini sedang memeluk naruto seolah-olah naruto itu adalah bantal guling.

"hinata.., dia kira aku ini bantal guling " naruto yang dipeluk dengan erat tidak bisa bergerak dan hanya bisa pasrah oleh perlakuan hinata. Walaupun sebenarnya naruto menikmati perbuatan hinata tersebut dan hal itu pada akhirnya membuat naruto jadi susah untuk tidur.

….

Keesokan harinya.

"HIYAAA….! PLAKKKK…." Sebuah tamparan kembali bersarang dipipi naruto atas tindakan yang tidak dia lakukan, mengapa tidak hinata yang memeluk naruto tapi gadis tersebut malah tiba-tiba menamparnya.

"kenapa aku ditampar bukannya kau yang memelukku hinata" ucap naruto dengan wajah keheranan.

"maafkan aku senpai, aku tidak sengaja itu tadi reflek kok,ehm…kau tidak apa-apa kan senpai?" hinata mencoba memegangi pipi naruto.

"yah tidak apa-apa ini sih biasa" walaupun naruto bilang begitu sambil tersenyum tamparan yang lumayan keras tersebut sempat memberikan bekas cap tangan hinata.

"hei, hinata bagaimana dengan kuliahmu, apa kau masih belum mau masuk?" Tanya naruto yang membuka pembicaraan baru.

"Sebenarnya, aku masih belum memikirkannya ,senapi.. lagi pula, aku tidak mempunyai pakaian dan peralatan yang bisa dipakai, hm.. bagaimana kalau senpai menemani ku membeli pakaian baru?" terbesit ida tersebut dipikiran hinata.

"hm, baiklah nanti akan ku temani tapi aku bisanya pas hari libur saja, bagaimana tidak apa kan?" Tanya naruto.

"hem..hem.. tidak apa-apa aku senang kok senpai sudah mau menemaniku" hinata pun mengangguk sembari tersenyum.

"yah kalau begitu aku mau siap-siap bekerja" naruto pun bergegas untuk pergi bekerja seperti biasanya.

….

Skip ke Hari Libur.

Akhirnya tiba juga weekend yang ditunggu-tunggu oleh hinata karena dia dan senapinya akan pergi bersama mencarikan pakaian baru untuk dia kenakan nantinya.

"Baiklah hinata apa kau sudah siap?" Tanya naruto pada hinata yang tengah merapikan jaketnya.

"apa tidak apa-apa aku memakai jaket senpai?" Tanya hinata yang kini tengah mengenakan pakaian milik naruto yang ukurannya cukup kebesaran.

"yah tidak apa-apa nanti kau bisa menggantinya ditempat kita berbelanja nanti" ucap naruto.

Dan mereka berdua pun pergi berangkat menuju toko pakaian yang berada dipusat kota, karena hari itu adalah hari libur tentu saja pusat kota kini sangatlah ramai dipenuhi lautan manusia , biasanya weekend dijadikan beberapa orang untuk jalan besama kekasih atau pacarnya.

"senpai, itu tokonya ayo kita segera kesana" hinata pun menarik lengan naruto.

"ya, ya baiklah" naruto pun pasrah mengikuti hinata.

Setelah beberapa saat memilih pakaian hinata pun mencoba setelan yang dipilihnya dan langsung menemui naruto.

"senpai aku akan mencoba pakaian ini jadi, tolong tunggu aku ya" ucap hinata dengan senyuman manisnya.

"yah baiklah hinata santai saja" naruto pun membalas senyumannya.

….

Beberapa menit kemudian.

Kini hinata telah telah selesai berganti pakaian dan bertapa terkejutnya naruto melihat hinata yang terlihat tambah cantik setelah mengenakan pakaian yang baru saja saja dia kenakan. Pakaian tersbut benar-benar menunjukkan sisi feminimnya , apalagi hinata mengenakan rok yang panjangnya hanya diatas lutut membuatnya semakin mengeluarkan aura erotis yang membuat lelaki manapun bisa tergoda olehnya.

"bagaimana senpai pakaianku ini?, apa aku terlihat cantik" Tanya hinata yang memamerkan pakaian yang ia kenakan bak seorang model di tivi-tivi.

"ya , itu cocok sekali dan kau jadi tambah cantik tapi… " melihat hinata berpakaian seperti itu membuat muka naruto memerah.

"hm.. ada apa senpai apa ada sesuatu yang kurang?" hinata bertanya pada naruto Karena penasaran mungkin saja ada yang aneh dari pakaian yang ia kenakan sekarang.

"anoo.. itu rokmu menurutku itu terlalu pendek,nanti bisa-bisa kau akan diliatin terus sama lelaki lain ?,apa kau tidak rishi nantinya" naruto mencoba menasihati hinata walaupun bagi hinata itu hal yang biasa.

"hm.. kalau begitu aku akan mencari dress yang roknnya lebih panjang deh" naruto terkejut dengan reaksi hinata yang terlihat menuruti perkataannya itu.

Beberapa menit kemudian.

….

Kini hinata telah kembali berganti pakaian, sekarang hinata mengenakan dress yang panjang roknya dibawah lutut dan tentu saja itu membaut naruto merasa sedikit lega.

"bagaimana kalau ini senpai" Tanya hinata kembali.

"ya itu cukup kok" naruto mengangkat jempolnya sambil tersenyum tipis.

Lalu hinata kembali mencari beberapa pakaian lainnya karena kalau satu saja tidak akan cukup soalnya semua pakaian milik hinata hingga pakaian dalamnya pun habis dilahap api sampai tidak tersisa.

"senpai, aku akan mencari beberapa pakaian lagi dan juga beberapa pakaian dalam dan juga apa senpai mau ikut sekalian kedalam ruang ganti?" Tanya hinata dengan nada menggoda

"ah kau gila, aku tunggu diluar saja kau lakukan saja sendiri" naruto pun tegas menolak ajakan hinata.

"haha, dasar senpai, padahal aku hanya bercanda" hinata pun dibuat tertawa karena ekspresi naruto.

"kalau begitu aku akan menunggu diluar" naruto pun pergi meinggalkan hinata dan hanya duduk dikursi yang ada didekat toko tersebut.

….

Setelah berlama-lama menunggu diluar akhirnya hinata telah selesai membeli beberapa pakaian untuk dikenakan sehari-hari ataupun untuk kuliahnya.

Hinata melihat seorang senpainya yang tengah duduk sendirian sambil menyilangkan kedua buah tangannya dengan kepala menunduk kebawah, kalau dilihat lagi ternyata pemuda tersebut tengah tertidur pulas. Hinata yang melihat naruto dalam posisi tersebut pun mendatanginya dan duduk disebelah naruto lalu hinata mencoba untuk menarik pundak naruto kearahnya hingga posisi kepala lelaki tersebut kini tengah berada diatas kedua paha hinata.

"kalau dilihat-lihat lagi dia sangat lucu saat sedang tertidur" gumam hinata yang kini sedang memandangi naruto yang telah tidur diatas pangkuannya seperti seorang bayi sambil tersenyum dan dia tidak peduli dengan orang-orang yang disekelilingnya yang melihat mereka berdua seperti itu.

…..

Tidak lama kemudian naruto pun terbangun dari tidur singkatnya, dengan perlahan kedua matanya terbuka dan hal pertama yang dilihatnya adalah sesosok wanita yang memiliki mata lavender dengan rambut hitam panjang yang memandanginya dari atas.

"AHHH,,, HiINATA" setelah sadar dengan posisi tidurnya itu naruto segera bangun dari pangkuan hinata.

"Akhirnya senpai bangun juga, senpai ini memang bisa tidur dimana saja ya" ucap hinata yang menyeringai kelakuan naruto.

"hehe…gomen-gomen, ngomong-ngomong sudah berapa lama aku tertidur?" Tanya naruto pada hinata.

"hm.. sepertinya sekitar 1 jam lebih sejak senpai menunggu diluar?" jawab hinata polos.

"begitu ya, wah hinata kau kini terlihat berbeda dari sebelumnya" entah mengapa kini perasaan naruto jadi dag dig dug ser saat melihat hinata yang mengenakan pakaian yang semestinya.

"mungkin berbeda karena sekarang aku sudah tidak memakai pakaian laki-laki lagi ya"

"yah benar makanya jadi terlihat berbeda sekali ya" naruto dan hinata pun tertawa bersama.

"oh ya hinata, kau punya uang untuk membayar semua ini?" Tanya naruto yang langsung mengalihkan pembicaraan.

"hm.. yah untungnya aku mengamankan dompetku saat terjadi kebakaran itu" jawab hinata.

"oh begitu ya, baiklah mari kita pulang!" Ajak naruto dan hinata pun mengangguk saja mengikutinya.

….

Sesampai dirumah.

"Akhirnya kau sudah memiliki pakaian jadi kurasa sebentar lagi kau bisa pergi kekampusmu, hinata" ujar naruto yang kini tengah berbaring dikasur miliknya.

"ya, begitulah senpai mungkin besok aku akan mulai untuk kuliah lagi" hinata pun tersenyum manis pada naruto yang sontak membuat wajah naruto memerah dan langsung memalingkan pandangannya terhadap sosok gadis cantik tersebut.

Kini perasaan naruto berkata bahwa dia memang menyukai hinata namun perasaan tersebut kini makin besar saja dirasakan. Jauh dari dalam lubuk hatinya dia ingin sekali menyatakan perasaannya pada hinata agar dia bisa memiliki hinata sepenuhnya, bukan hanya jiwanya namun juga tubuhnya, tapi untuk sekarang naruto masih berpikir untuk menahannya sampai waktu yang tepat.

….

Sudah seminggu sejak hinata mulai pergi kekampusnya, dan untuk sementara gadis tersebut masih tetap tinggal satu atap bersama lelaki yang lebih tua 7 tahun tersebut, namun dia tidak peduli sama sekali , hinata mempercayai naruto tidak akan berbuat yang aneh-aneh padanya sejak pertama kali mereka bertemu, namun pemikirannya itu salah besar.

….

Saat itu hinata yang mengenakan tank top dan celana pendek diatas lutut serta dibaluti celemek sedang memasak seperti biasa untuk makan malam nanti. Saat itu naruto sedang tertidur dengan pulasnya namun dikarenakan harum masakan hinata yang sangat menyengat naruto pun terbangun dari tidurnya itu.

"bau yang enak sekali, hinata pasti sedang memasak nih" pikir naruto kesenangan.

Naruto mencoba mengintip hinata yang kini berada didapur namun dia tidak langsung menghampirinya , naruto hanya memandangi hinata dari kejauhan, pandangan naruto tertuju pada tubuh bagian bawah hinata yang hanya memakai celana pendek diatas lutut kalau dilihat sekilas seolah-olah hinata seperti tidak menggunakan celana sama sekali. Naruto terkejut sambil menelan ludah karena baru pertama kali melihat hinata memakai pakaian seminim itu tanpa berpikir panjang. Setelah selesai memasak hinata pun berbalik badan dan pandangan mereka pun bertemu satu sama lain.

"ah, senpai sudah bangun ternyata,sudah sejak kapan senpai berdiri disitu" Tanya hinata yang merasa diperhatikan oleh naruto.

"ah aku baru saja bangun tadi" ujar naruto yang cengengesan padahal sebenarnya dia sudah lama berdiri disana, dan kini kedua bola matanya terus saja tertuju pada kedua paha putih nan mulus milik hinata tersebut yang semakin sayang untuk dilewatkan oleh lelaki manapun.

"hump, senpai jangan memandangiku seperti itu terus, dasar mesum" hinata sadar mata naruto terus jelalatan kemana-mana.

"i-itu.. salahmu sendiri memakai pakaian seperti itu, mana mungkin ada laki-laki yang tahan tidak memandangimu" ucap naruto dengan wajah memerah sambil memalingkan wajahnya.

"gomen-gomen. Salahku ya tapi ini kan dirumah lagian cuman senpai yang melihat, jadi tidak apa-apa kok" ucap hinata sambil melepas celemek yang sedang ia kenakan sekarang kedua kakinya benar-benar terekspos dan kedua tank top yang ia kenakan pun memperlihatkan sedikit belahan dada miliknya dan tentu saja hal itu membuat birahi naruto mulai naik.

"kya,, senpai….! Apa yang kau lakukan..?" tanpa pikir panjang naruto langsung menerkam pinggul hinata dan mencoba memeluknya.

"hinata hari ini kau sexy sekali" naruto membisikkan hal tersebut ditelinga hinata membuat wajah gadis tersebut memerah.

Naruto pun membalikkan tubuh hinata sehingga kini poisis mereka berhadapan.

"senpai..kau…" tanpa aba-aba naruto langsung mengunci bibir manis milik hinata dengan mulutnya, dilumatnya seisi rongga mulut milik hinata.

"mppph" hinata mencoba untuk melepaskan cengkraman naruto namun tidak bisa karena naruto terlalu kuat mungkin sudah kodratnya kalau laki-laki dilahirkan dengan fisik lebih kuat daripada wanita. Setelah beberapa saat naruto pun melepaskan ciuman panasnya tersebut untuk kembali menghirup oksigen.

"hinata ,aku mencintaimu jadilah pacarku!" naruto pun akhirnya menyatakan perasaannya pada hinata namun balasan yang keluar dari mulut hinata tidak sesuai dengan ekspetasi yang dia harapkan.

"senpai gomen, aku tidak bisa, ini terlalu terburu-buru lagian aku hanya menganggapmu sebagai kakakku dan tidak lebih" mendengar ucapan yang keluar dari mulut hinata tersebut hampir saja melemahkan semangat naruto, namun dia tidak ingin semuanya berakhir seperti ini saja karena dalam pikirannya sekarang hanya ada hinata seorang, dia tidak ingin hinata pergi begitu saja seolah tidak terjadi apa-apa diantara mereka berdua nantinya.

Dan pada akhirnya pikiran jahat naruto muncul,naruto memikirkan sebuah rencana, ya rencana yang akan membuat hinata akan menjadi miliknya untuk selama-lamanya . Naruto sadar dia egois namun dia berpikir hanya inilah kesempatannya untuk bisa memiliki hinata.

"Hinata , aku tidak bisa terima alasanmu itu" naruto pun mendorong hinata sampai tubuh hinata terlentang diatas kasur miliknya dan kini naruto memposisikan dirinya berada diatas tubuh hinata dan tangannya mencengkram kedua tangan milik gadis tersebut.

"Senpai, hentikan … kumohon .." hinata memelas kepada naruto dengan ekpresi yang memelas.

"diamlah hinata!, ini tidak akan lama" naruto kembali mencium bibir gadis tersebut dan semakin lama dan perlahan ciumannya turun menuju leher putih milik gadis muda tersebut.

"hemp, … hahh" hinata mengeluarkan desahan-desahan kecil dari mulutnya dikarenakan perbuatan naruto yang saat ini sedang menikmati leher miliknya sampai-sampai meninggalkan bekas kecupan disana.

Setelah beberapa saat naruto menghentikan perbuatannya tersebut dan kini terlihat hinata sudah tidak lagi mencoba untuk melakukan perlawanan alias sudah pasrah saja kalau naruto melakukan hal-hal yang tidak senonoh, dikarenakan sebelumnya hinata selalu mencoba mendorong kedua dada bidang naruto tersebut namun usahahnya sia-sia karena dorongannya tidak membuat lelaki tersebut bergeming dari posisinya.

Naruto yang posisinya kini berada diatas tubuh hinata terlihat sedang memandangi mata hinata, namun hinata menoleh karena kini jelas terlihat ada rona merah dipipinya.

"hinata, kau sudah pasrah ya.. gadis pintar" ujar naruto dengan nada menggoda, naruto melihat lama-kelamaan hinata mulai mengeluarkan air mata, ya dia akan menangis sekarang dikarena aksi dari naruto yang tidak pernah dia sangka-sangka sebelumnya, selama ini hinata selalu mengganggap naruto sebagai seorang malaikat penolong dalam hidupnya, namun hinata terlalu naif dan lupa bahwa naruto hanyalah seorang lelaki biasa dan hal yang telah terjadi sekarang tidak dapat dia elakkan lagi.

Hinata masih mengeluarkan air mata namun naruto sudah tidak peduli lagi karena sekarang pikirannya sudah dikuasai oleh nafsu semata, kali ini pandangan lelaki tersebut tertuju pada kedua buah payudara yang besar milik hinata, perlahan naruto mencoba melepas pakaian atasan yang hinata kenakan sekaligus bra yang menghalangi pandagannya agar dia bisa melihat kedua buah dada nan indah milik gadis itu seutuhnya, dan hinata hanya kembali pasrah dengan perlakuan naruto tersebut.

"indah sekali, kau benar-benar ciptaan tuhan yang palingindah, hinata, dan laki-laki bodoh macam apa yang bakal melewatkan sesuatu yang seindah ini" naruto tersenyum dengan tampang penuh nafsu pada hinata dan dibalas kembali dengan tangisan kecil dari gadis tersebut.

Tanpa ba bi bu lagi naruto langsung saja menerjang kedua buah dada milik hinata tersebut. Dada sebelah kiri hinata diemutnya dengan mulutnya ibarat bayi yang sedang kelaparan pada saat sedang menyantap ASI dan tangan kanan naruto meremas dada bagian kanan hinata,sesekali hinata mengigit puting milik gadis tersebut sehingga membuat gadis tersebut mengerang sejadi-jadinya, perasaan hinata sekarang sedang bercampur antara nikmat dan sedih.

"sen..pai.. akh….ehm…!" mendengar suara erotis dari hinata membuat birahi naruto semakin menjadi-jadi kini tangan kanan naruto yang sebelumnya meremas dada kanan hinata kini perlahan mulai meraba bagian sensitive dibalik celana pendek milik hinata, naruto pun menggesekan jari-jarinya disela-sela selangkangan hinata dan sedikit demi sedikit mencoba melepas pakaian bagian bawah milik hinata itu hingga pada akhirnya gadis tersebut telah telanjang bulat tanpa ada satupun benang yang menutupinya.

"ouch.. kumohon jangan bagian itu,senpai!" hinata semakin mendesah sembari menggeliat karena kini naruto tengah mengocok-ngocok bagian kewanitaannya menggunakan kedua jari telunjuk dan tengahnya.

"hinata kau menikmatinya bukan, sudah akui saja" ucap naruto yang menggoda hinata sembari mencumbu bibir gadis tersebut berkali-kali.

Naruto pun mulai memainkan jarinya didaereah kewanitaan milik hinata semakin lama gerakan tangannya semakin cepat dan akhirnya sedikit lagi hinata sudah mencapai batasnya.

"HIYAAA….!aku mau keluar SENPAI….! Akh…!" hinata saat ini sudah mencapai orgasme dan setelah mengetahui hal itu naruto langsung menarik kedua jarinya perlahan dari daerah sensitif milik hinata tersebut. Kini kedua jari naruto telah dipenuhi oleh cairan cinta milik hinata. Suara hinata pun terengah-engah akibat merasakan kenikmatan yang tiada tara akibat perbuatan naruto terhadapnya, sebenarnya hinata pernah melukakan masturbasi sebelumnya namun dia tidak menyangka kalau dilakukan orang lain bisa sehebat itu sensasinya.

Setelah terdiam beberapa saat naruto beranjak dari atas tubuh hinata, entah kenapa hinata seperti tidak rela hal itu berakhir begitu saja , kini gadis tersebut tidak mengerti lagi apa yang telah terjadi pada dirinya, seolah-olah tubuhnya berkata bahwa "aku ingin menginginkan yang lebih dari ini" walaupun akal sehatnya mencoba menolak.

"Senpai, kau mau kemana?" Dengan mengesampingkan egonya hinata mencoba memanggil naruto yang telah beranjak darinya dan kini telah duduk membelakanginya.

"gomen, hinata aku sudah berlebihan seharusnya aku tidak melakukan hal sebejat itu" ucap naruto dengan nada suara rendah. Hinata berpikir pria tersebut sepertinya telah menyesal akibat perbuatan yang dilakukan terhadapnya namun mendengar perkataan naruto tersebut membuat hinata bingung harus berkata apa lagi,karena disisi lain hinata sebenarnya juga ingin menyudahi kegilaan ini namun tubuhnya berkata sebaliknya, rencana naruto sudah berhasil kini dia telah membuat gadis tersebut dalam keadaan terombang-ambing. Kini hinata tidak ubahnya seperti naruto yang pikirannya telah dikuasai hawa nafsu. Perlahan hinata mendekati naruto yang kini tengah duduk membelakanginya , hinata sudah tidak peduli lagi dengan hal yang disebut moral. kini akal sehatnya telah hilang sepenuhnya dan sekarang yang ada hanyalah hasrat agar naruto mau memberikan kenikmatan yang lebih terhadapnya.

"hinata..?" naruto terkejut hinata yang menghampirinya dan telah memeluknya dari belakang.

"Senpai, jangan pergi begitu saja kau jahat sekali padahal aku sedang menikmati perlakuanmu tadi, kumohon lanjutkan lagi, buat aku nikmat ,senpai! " ucap hinata dengan suara menggoda sambil mencium pipi naruto dengan keadaan masih telanjang bulat.

Mendengar perkataan hinata tersebut bibir naruto pun tersenyum tipis, kini rencananya sudah berhasil, karena hinata telah jatuh dalam perangkap kejinya.

TBC

A/N : maaf lemonnya kurang reader-san, soalnya saya masih belum berpengelaman hehe. Btw mohon masukan dan sarannya agar author bisa berbenah untuk selanjutnya dan akhir kata terima kasih sudah membaca fanfic gaje ini , Sankyuu. :D.