Note: ada beberapa pemeran yang sempet gk ketulis di chap 1 kemarin maaf kalo sedikit shock aku tulis Kaisoo tapi awalnya ternyata bukan :)dan kenapa yaoi karena fanfic ini emang yaoi,bakalan ada beberapa pemeran lain yg mungkin bikin kesel di chap ini tapi harap bersabar ini ujian
Sekali lagi semoga menikmati ff lama ini, ehhh 1lagi ini OT12 hehehehhehe jan baper yahhhh
Kebanyakan bacot cekidottt ...
Preview:
"Baiklah Hyung. silahkan lajutkan tidurmu. Semoga bermimpi indah! Pip!"
"Sialan anak ini! Bagaimana aku bisa mimpi indah kalau aku mulai tidak bisa tidur sekarang! Aaargghh!" D.O mengerang frustasi kemudian menjatuhkan diri ke ranjang dan berguling-guling layaknya anak kecil yang tidak dibolehkan main oleh ibunya.
"Kai, sialan!" D.O terus menjerit sambil menutupi wajahnya dengan bantal. Mungkin dia butuh pelampiasan kekesalan.
.
.
.
Star story...
My Heart is Beating
disclaimer : Tuhan YME, diri mereka sendiri
author : Zetta Ichi Kyu / Ryorin
warning : Yaoi, BL, OOC, typo banyak sekali.
Pair : Kaisoo / kaiDO, official pair EXO
Kini suasana di lapangan basket SM High school terbuka dipenuhi dengan murid-murid kelas 2-A dan 2-B yang sedang praktek olah raga basket. Pagi ini begitu cerah. Apalagi ditambah semangat para murid-murid kelas 2-A dan 2-B yang begitu menggebu-gebu. Namun tidak untuk D.O sekarang.
"Hei, hyung, kau terlihat lelah, lihat mata pandamu itu, mirip Tao Hyung. ups!" Sehun cepat-cepat menutup mulutnya setelah sadar akan ucapannya dan melirik Tao sekilas yang berada tepat di sebalah kirinya yang sedang menatap Sehun dengan tatapan 'beraninya-kau-kepadaku' Sedangkan D.O yang ada di sebelah kanan Sehun hanya menatap Sehun dengan mata mengantuk.
"Kau diam saja Sehun-ah" Balas D.O dengan ekpresi wajah mengantuk seperti kehilangan cahaya semangat hidup.
"D.O hyung, memang kemarin tidur jam berapa?" Tanya Tao ikut nimbrung. Kasian juga melihat hyung-nya yang sedang kehilangan cahaya hidup.
"Entahlah Tao-ah. Aku lupa. Aku kemarin tidak bisa tidur." Jawab D.O sambil mengucek-ucek matanya. Mungkin saja bisa menghilangkan rasa kantuknya.
"Memang ada apa Hyung, sampai-sampai tidak bisa tidur?" Tanya Tao lagi. Sejenak D.O mengehela nafasnya dalam-dalam, "Ada pengganggu." Jawab D.O tak sepenuhnya berbohong.
"Fans, eoh?" Celetuk Sehun. D.O hanya mendelik ke arah Sehun.
"Mungkin" hanya itulah yang keluar dari bibir D.O sebegai jawaban untuk Sehun yang mau tahu sekali alias kepo.
"Sepertinya aku tidak lihat Kai, dimana dia?" Tao mencoba mengalihkan pembicaraan gara-gara raut muka wajah D.O semakin bad mood. Namun apakah Tao tau, pertanyaan itu juga menambah ke-bad mood-an D.O? lihat saja, waktu nama 'Kai' Disebut, ekspresi D.O semakin kalut.
"Hm.. entahlah, aku juga tak tau." Jawab Sehun cuek. Sekilas D.O memandang raut muka Sehun. Entah penglihatannya yang buram karena mengantuk entah karena apa, D.O seperti melihat raut kekhawatiran di air muka Sehun.
'Ah mungkin aku behalusinasi' Batin D.O membuang fikirannya yang mengganjal. Sedangkan Tao, dia hanya mengangguk-angguk cuek.
Sepertinya tak ada yang menyadari kecuali D.O sendiri, sudah 4 minggu Kai sekolah di SM high School, belum pernah D.O melihatnya olah raga. Kadang Kai juga sering tidak masuk. Dan anehnya, semua nilai Kai sangat bagus-bagus saat ulangan! Dan yang paling membuat D.O shock setengah mati adalah, nilai olah raga Kai hampir mencapai nilai sempurna. Dan D.O kalah 0.01 poin. Oh tidak! Kalau begini dia pasti kalah! Andwe! Maldo andwe! Dan besok adalah hari pengumuman nilai ujian. Bagaimana ini. D.O merasa gugup. Dia tidak pernah merasa gugup seperti ini sebelumnya. Tetap saja memikirkan pengumuman esok seperti menanti hari kiamat bagi D.O sendiri.
Ditengah-tengah lamunan tiba-tiba saja, ponselnya berbunyi, mendandakan ada pesan singkat masuk. D.O yang tadinya berbaring di ranjang, mengubahnya menjadi duduk bersandar. Dilihatnya ponsel samsung galaxy S III miliknya. 2 pesan masuk bersamaan.
Pesan pertama
From : Kkamjong sok jenius
Yo! Hyung, tidak kah kau gugup dengan kekalahanmu esok ? kekekekeke~~
:3
"Sialan bocah ini! Tidak ada sopan santunnya! Siapa yang kalah? Aku? Huh! Tidak mungkin bocah gila!" Kata D.O geram sendiri. Mana Kai bilang D.O bakal kalah? Tidak mungkin!
To : Kkamjong sok Jenius
Bermimpilah bocah!
Klik send!
Setelah membalas sms dari Kkamjong sok jenius a.k.a Kai, D.O pun membuka sms 1 nya lagi.
From : Yuri Noona
Anyeong Kyungie! Hei kau ada waktu hari ini? Aku ingin kau menemani ku membeli buku. Bisakah? :D
'Omo! Yuri Noona mengajakku pergi? Oh tidak! Jantungku berdegup kencang lagi! Ini kencan ya?' Batin D.O girang-girang sendiri. Wajahnya memerah karena senang bukan main. Lihat saja, tangannya dikepalkan dan diangkat ke atas.
To : Yuri Noona
Tentu bisa Noona, kapan?
From : Yuri Noona
Jam 10 bagaimana? Aku tunggu di rumah ku ya?
To : Yuri Noona
Baiklah. Tunggu aku Noona.
"Yes! Yipie!" Teriak D.O bahagia. Bagaimana tidak bahagia? Dia akan diajak pergi bersama Yuri. Dan itu adalah harapannya sejak dulu. Namun dulu dia masih belum berani mengajak Yuri pergi bersama. Karena D.O pasti bingung menentukan mana tempat untuk didatangi mereka berdua apalagi D.O juga bukan orang yang romantis jadi D.O takut nanti suasana malah menjadi canggung.
"Ya! Berisik!" karena sebal dengan teriakan 'aneh' milik D.O, Baekhyun langsung membuka kamar D.O sekedar untuk menegur dan mencari tahu, ada apa gerangan dengan sepupunya itu.
"Hyung!" Tiba-tiba saja D.O melompat dari ranjang dan langsung memeluk Baekhyun hingga Baekhyun tidak bisa bernafas gara-gara D.O memeluknya dengan keras.
"Uhuk uhuk, Kyungsoo, lepas! Aku.. uhuk!" Baekhyun mencoba untuk lepas dari pelukan sepupunya tersebut, namun sia-sia, sepupunya terlalu kuat. Hingga D.O pun sadar ketika tubuh Hyungnya mulai melemas.
"Hyung!" Pekik D.O ketika melihat Baekhyun sudah biru wajahnya.
"Kyungie! Wah, mianhae, aku merepotkanmu, kajja!" setelah sampai di rumah Yuri, D.O langsung disambut ramah oleh Yuri. Dan Yuri pun segera mengajak D.O segera pergi menuju toko buku terdekat.
D.O merasa berbunga-bunga sekarang. Dia seperti sedang melayang apalagi waktu Yuri menggenggam tangannya. Apakah Yuri tak mendengar suara degup jantungnya?
Sensasi ini membuat D.O hampir gila.
"Kau mau pesan apa Kyungie? Biar aku saja yang memesankan." Tanya yuri ketika mereka berada di salah satu cafe makanan dekat toko buku. Karena waktu sudah menunjukan pukul 12 siang mereka memutuskan untuk beristirahat sekalian makan siang. Walau cafe ini tidak terlalu besar, namun suasananya sangat tenang meskipun banyak pengunjung yang datang di cafe tersebut.
"Ah... tidak perlu, aku saja yang pesan. Noona mau pesan apa?" sergah D.O merasa tak enak hati.
"Gwenchana, aku pesankan apa?"
"Eum, terserah Noona saja" Jawab D.O sambil tersenyum. Yuri pun ikut tersenyum.
"Baiklah tunggu sebentar!" Yuri pun pergi ke etalase untuk memesan makanan. Sedangkan D.O menunggu sambil membuka handphonenya. Pas sekali saat ponselnya berbunyi menandakan ada sms.
"5 pesan? Dari Kai semua?" Gumam D.O sambil mengriyit heran. 'Ini bocah hobi sekali sms banyak?' Batin D.O sambil geleng-geleng kepala.
Akhirnya dia memutuskan untuk membuka sms Kai satu persatu
Pesan #1
Aku tidak bermimpi Hyung. ini serius lho!
O iya, D.O hampir lupa, bukankah sebelum ber-sms dengan Yuri dia kan ber-sms dengan Kai. Kenapa dia bisa lupa?
Pesan #2
Hyung! kau tak membalas sms ku!
Yap, apa-apaan ini, tidak penting sekali dia. memang dia tidak ada teman sms ya? Kurang kerjaan. Batin D.O sweatdrop
Pesan #3
Hyung! hyung! hyung!
Kali ini bibir D.O mulai menyunggingkan segaris senyum di bibirnya. 'Lucu juga dia, seperti anak kecil' Batinya sambil terus tersenyum.
'Ha? Aku ini mikir apa sih? Aisssh!' ucap D.O pada dirinya sendiri sambil memukul pelan pelipisnya. Lalu dia pun melanjutkan membaca pesannya dari Kai.
Pesan #4
Lagi Kencan ya Hyung? dengan Yuri Noona ya?
Heg! Dari mana anak ini tahu kalau D.O sedang bersama Yuri sekarang? Apa jangan-jangan?
Pesan #5 (barusan masuk tadi)
Hehehe, aku tau lho Hyung lihat sebelah kirimu.
Pelan-pelan D.O menoleh ke arah kiri seperti robot. Matanya membulat sempurna ketika melihat sesosok penampakan dari seorang namja yang tengah tersenyum 'sok' manis terhadapnya. Namja itu langsung mengedipkan mata kanannya sambil melambaikan tangannya ke arah D.O
"Kyungie Hyung!" Teriaknya tanpa rasa malu.
'Aissh! Dia memalukan!' Batin D.O sambil menepuk frustasi keningnya. Apalagi gara-gara teriakan dari Kai hampir seluruh pengunjung cafe melihat ke arahnya dengan tatapan 'geli'.
"Ah! Bukankah itu Kai? Hei Kai!" Yuri yang sudah selesai memesan makanan dan kini tengah membawa nampan makanan memanngil Kai dengan semangat.
Wajah D.O kini mulai berubah horor. 'Ah! Kenapa Kai mengganggu kencanku!' D.O pun menatap Kai tajam dan menusuk. Sungguh kalau tatapan D.O bisa membunuh orang, Kai pasti sudah mati!
"Yuri Noona! Kyungie Hyung! pindah ke sini saja!" Ajak Kai tanpa peduli tatapan D.O yang sudah melotot ke arahnya.
"Ne!" Jawab Yuri antusias, "Kita pindah saja Kyungie!" D.O menatap Yuri memelas berharap Yuri mengurungkan niatnya untuk bergabung di meja Kai. Namun sedetik kemudian dia mendapat ide ketika melihat ada seorang yeoja yang duduk bersama Kai. D.O menarik tangan Yuri pelan.
"Um.. noona, Kai sedang bersama seseorang mungkin dia sedang kencan. Bukankah kita sebaiknya tidak mengganggu mereka?" D.O pun memberikan alasan dengan wajah malaikatnya. Yuri kini beralih menatap Kai yang tengah tersenyum sumringah kemudian ke arah Yeoja yang ada di samping Kai.
Seketika wajah ceria Yuri berubah sendu. D.O menyadari hal tersebut tapi sungguh, ia tidak ingin berdekatan dengan Kai sekarang. Dia terus memasang wajah malaikatnya di hadapan Yuri. Yuri pun memandang D.O kembali dan menghela nafas.
"Aku pikiir kau benar Kyungie!" Katanya pelan. D.O pun tersenyum menang ketika melihat Yuri mulai duduk di depannya. Namun sebelum itu terjadi, Kai sudah menarik tangan Yuri.
"Jangan sungkan, bergabung saja denganku!" Katanya sambil tersenyum manis, dan D.O yakin gadis-gadis yang ada di cafe tersebut sedang meleleh melihat senyuman Kai. Seketika itu D.O juga melihat wajah Yuri memerah malu. Panas. Sekarang D.O benar-benar merasa panas. Apalagi Tangan Kai yang kini tengah memegang tangan Yuri. Di lain pihak D.O juga melihat Kai tengah tersenyum kemenangan ke arahnya.
'Sial! Dia benar-benar menginginkan perang!' Umpat D.O dalam hati. Dan dengan berat hati, D.O harus setuju dengan ajakan Kai.
Kini Yuri dan D.O duduk berhadapan dengan Kai dan teman yeojanya itu.
"Oh ya, Kenalkan dia Krystal. Temanku. Krystal, ini Yuri noona dan dia Kyungsoo hyung" Kai pun membuka suara sekaligus mengenalkan mereka masing-masing.
"Anyeong hasimnika!" ucap mereka kecuali Kai hampir bersamaan.
Setelah perkenalan tersebut, Kai sering berbincang-bincang dengan Yuri dan menyisakan D.O dan Krystal yang diam seperti orang bodoh.
"Setelah ini kalian akan kemana, noona?" Tanya Kai masih memasang tampang tersenyum, kontras dengan D.O yang kini tengah diam dongkol.
"Aku ingin ke toko baju." Sahut Yuri masih dengan senyum menawannya. D.O sempat terkejut denga perkataan Yuri tadi. Memangnya tadi waktu Yuri memintanya untuk mengantar ke toko buku, dia juga mengajaknya ke toko baju ya? Sepertinya tidak.
"Wah, berarti sama, Krystal juga ingin membeli baju, katanya untuk pentas drama, bagaimana kalau kita sama-sama ke toko baju?" Usul Kai antusias. Sudah bisa ditebak. D.O hanya bisa merutuk dalam hati. Diliriknya Kai dan Yuri tengah berpandangan sambil tersenyum. Pemandangan ini sungguh membuat hati D.O yang panas jadi tambah panas. Dia ingin mengamuk sekarang. Tapi mana mungkin? Bisa dianggap gila kalau tiba-tiba marah tidak jelas. Yang paling penting bagaimana pandangan Yuri terhadapnya nanti?
"Kyungsoo-ssi" Bisik Krystal ke arah D.O sesaat setelah namja itu mulai bisa meredakan emosi. Pandangan D.O pun beralih ke Krystal.
'Ayo-kita-pisahkan-mereka!' bibir Krystal mulai bergerak-gerak seperti menyusun sebuah kalimat. Mata Krystal bergerak-gerak seolah sedang menunjuk ke arah Kai dan Yuri yang sedang tenggelam dalam dunia masing-masing. D.O pun mengerti. Dia hanya mengangguk.
"Kai-ah, sekarang saja kita berangkat bagaimana?" Suara Krystal tiba-tiba menginstrupsi kegiatan Yuri dan Kai yang sedang bercengkrama riang.
"Ah, iya. Baiklah ayo semua!" Kai pun mulai berdiri diikuti ketiga orang lainnya. Terlihat wajah Yuri sekarang sedikit kesal. Mungkin karena kegiatannya untuk terus bersama Kai diganggu.
D.O pun merasa puas sekarang. Kerja Krystal sangat bagus. Lihat saja kini ditengah-tengah keramain toko baju Krystal sedang bercengkrama dengan Kai. Dan dia juga mencoba mengalihkan Kai dari Yuri. Contohnya yaitu saat Yuri sedang memilih baju dia ingin Kai menunjukan mana yang pantas untuknya, belum sempat Kai menjawab, tangan Kai sudah ditarik Krystal agar menjauh dari Yuri. D.O hanya menahan senyumnya. Dan saat-saat inilah yang bagus untuknya mendekati Yuri.
"Noona, kau pilih baju yang mana?" Tanya D.O yang sudah di sebelah Yuri yang tengah memandangi Kai dan Krystal dengan perasaan dongkol. Cemburu sudah menguasai hatinya.
"Kita hampiri saja mereka Kyungie. Sepertinya tidak ada baju yang bagus." Ucap Yuri sambil tersenyum paksa. D.O hanya membalas perkataan Yuri dengan senyum dan anggukan. Kedua orang itu pun menghampiri Kai dan Krystal yang tengah memilih baju di etalase depan.
"Krystal-ssi bagaimana kalau aku membantumu memilihan baju pentas drama? Bukankah seperti baju seorang putri kan?" Tanya Yuri yang sudah tidak tahan dengan kedekatan Krystal dan Kai. Yah , sejujurnya Yuri tidak sudi membantu memilih baju untuk Krystal. Tapi kalau tidak begitu, maka dia akan makan hati melihat Krystal dan Kai 'bermesraan'.
"Wah, setuju, aku dan Kyungsoo hyung cari minum dulu ya? Aku haus." Perkataan tadi membuat Kyungsoo terkejut setengha mati. He? Menemani Kai beli minum? Hell no! Lebih baik dia keliling toko baju ini 100 kali dari pada mengantar Kai beli minuman. Namun sebenarnya yang terkejut bukan saja D.O. Yuri dan Krystal tampak terkejut pula.
'Mana mau mereka ditinggal berdua. Hihihi. Pasti seru' fikir D.O sambil senyum-senyum sendiri. Apalagi melihat wajah Yuri dan Krystal yang tampak gelisah.
"Hei hyung, Ayo!" Belum sempat D.O menolak, tangannya sudah ditarik Kai dan segera meninggalkan Krystal dan Yuri berduaan menuju pintu keluar.
"Huaahh! Akhirnya terbebas dari mereka!" Setelah mereka berada di luar bagunan toko tersebut, Kai merentangkan tangannya keatas sambil bernafas lega. Sebenarnya ia juga tidak tahan diantara kedua yeoja itu. Dia lelah meladeni Krystal yang terus menanyakan pakaian mana yang bagus. Dan Yuri yang selalu mengajaknya bicara, sangat menjenuhkan.
"Kau tak suka dengan mereka berdua?" Tanya D.O yang berdiri di sebelah Kai. Kai pun menatap D.O yang tingginya hampir setelinganya.
"Suka." Jawabnya singkat sambil mengalihkan pandangannya ke arah langit.
"Lalu, kenapa kau sepertinya tidak suka berada di dekat mereka? Kenapa kau tidak langsung bilang mereka bahwa kau tak menyukai mereka?"
"..." Kai terdiam. Pandangannya mulai kosong. Seperti memikirkan sesuatu.
"..."
"Karena, yeoja itu sensitif." Ucap Kai menerawang jauh seperti menembus langit. D.O tersentak dan memandang Kai kembali. Ada beanarnya pula ucapan Kai. Seorang yeoja sangat sensitif apalagi menyangkut masalah perasaan. Tapi kan...
"Lebih sakit, bila kau tak jujur Jong In"
Kai menoleh ke arah D.O. Dia tersenyum.
"Mungkin benar hyung, aku harus jujur terhadap mereka. Bukan menghindar seperti ini."
Mereka berdua saling menatap satu sama lain. Cukup lama hingga D.O pun kemudian terkikik. Kai pun tersenyum. Manis juga kalau dia seperti itu, batin Kai memandang D.O
"Sudahlah! Ayo beli minuman. Dan segera pulang. Aku tidak ingin berlama-lama denganmu!" wajah D.O yang tadinya terlihat manis berubah menjadi dingin bagi Kai.
'Cepat sekali pindah raut muka' Kai sweatdrop dan memandangi D.O yang tengah berjalan menuju suatu kotak seperti kulkas dengan pintu kaca berisi bayak minuman. Diambilnya uang dari sakunya kemudian dimasukannya ke salah satu celah kecil kulkas tersebut dan setelahnya memencet salah satu tombol untuk memilih minuman. Minumanpun keluar dari kulkas tersebut di lubang bawah. Segeralah D.O mengambilnya.
"Kai, kau mau beli minuman apa?" Tanya D.O yang menyadari bahwa Kai sudah ada disampingnya.
"Lemon tea saja." Balas Kai kalem sambil menunjuk ka arah kaleng bertuliskan lemon tea. D.O mengangguk dan memasukan uang serta memencet tombol umtuk memilih lemon tea pilihan Kai.
"Ini" D.O pun menyerahkan Lemon tea kepada Kai.
"Gomawo" Ucap Kai. D.O hanya mengangguk. "Ayo kita temui Krystal dan Yuri Noona!" D.O lagi-lagi mengangguk dan mengikuti Kai dari belakang, kembali ke toko baju tersebut.
Entah karena apa, Kai tiba-tiba tersenyum-senyum sendiri. Untung D.O tidak tahu. Kalau tahu pasti Kai dianggap gila oleh D.O.
Tap Tap Tap
D.O melangkahkan kakinya dengan terburu-buru. Lorong sekolah memang sedang ramai-ramainya karena sekarang adalah penantian pengumuman nilai ujian.
"Hyung! Tunggu aku!" Teriak Sehun yang berada di belakang D.O. namun D.O tidak menggubrisnya. Pikirannya masih tertuju dengan hasil pengumuman ujiannya. Jantung D.O berdetak lebih kencang. Dia mulai ragu. Nilai ujiannya berhasilkah mengalahkan Kai?
"D.O hyung!" Saking kalutnya dalam pikirannya sendiri, D.O tak menyahut panggilan dari Tao yang sedang bersandar di balkon sekolah dan terus melangkah maju.
"Dia aneh sekali ge!" Tao heran. Walau D.O orangnya cool, dia masi bisa menyahut panggilan sahabatnya. Walau wajahnya flat kaya tembok.
"Mungkin tidak dengar!" Jawab namja disebelah D.O, Kris sambil mengusap-usap rambut Tao. Kris kan memang suka mengusap-usap rambut Tao. Hahahahaha.
"Iya mungkin! Eh Sehun-ah! Kau mau liat pengumuman?" Tao yang melihat Sehun yang berlari-lari di lorong sekolah langsung menghentikannya. Tak ada pilihan kecuali Sehun selain berhenti. Sejenak dia mengatur nafasnya sebelum menjawab pertanyaan Tao, "Iya Hyung. D.O hyung sudah lewat sini? Aku kehilangan jejaknya!"
"Oh, dia sudah menuju papan pengumuman, cepatlah kesana!" Bukannya Tao yang menjawab, malah Kris yang menjawab. Mana nadanya seperti mengusir. Sepertinya Kris tidak ingin kegiatannya dengan Tao terganggu. Maklum Tao kan namjachingunya. Author bilang namjachingu? Iyap. tapi hanya orang terdekat Kris dan Tao yang tau bahwa mereka pacaran. Karena kalau sampai berita ini tersebar, bisa gempar dong. 2 orang keren pacaran apalagi mereka sama-sama namja. Yah, walau ada beberapa siswa yang mengidolakan hubungan Kristao tanpa tau idola mereka benar-benar pacaran. Hahahahaha.
"Bilang saja mau pacaran dengan Tao Hyung! Dasar Kris Hyung! Untung saja ya Tao Hyung menerimamu!" Sehun pun segera pergi dari hadapan Kristao setelah mengatakan ejekannya kepada Kris sebelum Kris mengucapkan kata-kata pedas untuk Sehun dan mungkin membuat tubuh Sehun remuk.
Sedangkan Tao? Dia hanya tertawa renyah mendengar celotehan Sehun sebelum pergi tadi.
"Kenapa kau tertawa?" Kata Kris kepada Tao masih jengkel.
"Aniyo! Sudah-sudah! Jangan dipikirkan!" Kata Tao sambil memegang tangan kanan Kris dan mengelus-elusnya lembut. Kris pun langsung tersenyum. Sepertinya hanya Tao yang bisa membuat Kris tenang.
Suasana di tempat pengumuman hasil ujian kelas dua masih ramai saat ini. Buktinya D.O harus berhimpit-himpitan agar bisa menerobos kerumunan siswa-siswi yang masih enggan meninggalkan papan pengumuman.
Setelah beberapa menit, akhirnya D.O bisa menerobos kerumuman tersebut.
"Fiuh..." desahnya lega.
Lalu ia pun mencari tulisan namanya pada sebuah kertas berukruran folio di papan pengumuman. Namun betapa terkejutnya ketika ia melihat namanya di kertas tersebut.
'M..mwo? aku... aku...' Jantungnya berdegup lebih kencang lagi. Benarkah yang ia lihat?
Suasana di tempat pengumuman hasil ujian kelas dua masih ramai saat ini. Buktinya D.O harus berhimpit-himpitan agar bisa menerobos kerumunan siswa-siswi yang masih enggan meninggalkan papan pengumuman.
Setelah beberapa menit, akhirnya D.O bisa menerobos kerumuman tersebut.
"Fiuh..." desahnya lega.
Lalu ia pun mencari tulisan namanya pada sebuah kertas berukruran folio di papan pengumuman. Namun betapa terkejutnya ketika ia melihat namanya di kertas tersebut.
'M..mwo? aku... aku...' Jantungnya berdegup lebih kencang lagi. Benarkah yang ia lihat?
"Tidak mungkin!" Gumamnya lirih. Dilihatnya lagi tulisan-tulisan disalah satu kertas papan pengumuman.
'Aku...rangking ... 2?' Matanya membulat sempurna ketika melihat nomor urut diatasnya. Si Pemenang telah terkuak. Ya Tuhan! Demi apa D.O kalah dengan Kim Jong In yang notabene kini menggeser posisi D.O menjadi runner up? Yah, Kim Jong In mendapatkan rangking satu. D.O kalah 0.01 poin lagi!
"Oh sial!" umpat D.O, dia kalah!
Puk puk puk.
Tiba-tiba ada tangan yang menepuk-nepuk bahunya. D.O pun mengalihkan pandangannya ke arah orang yang menepuk-nepuk bahunya pelan. Dia yang telah mengalahkannya sedang berdiri di sampingnya sambil tersenyum. Tersenyum kemenangan atas kekalahan D.O.
"Kau masih ingat janji kita kan Hyung?" Tanyanya masih dengan senyumnya.
"Cih!" D.O pun menghepaskan tangan Kai dari bahunya dan pergi meninggalkan Kai. Kai hanya bisa menatap kepergian D.O. sambil tersenyum, lalu dia pun bergerak menuju arah berlawanan dari D.O masih dengan senyum kemenangan dan sedikit misterius.
"Hei Hyung! Bagaimana? Kau nomor 1 kan?" Tanya Sehun saat melihat D.O berjalan akan melewatinya. D.O tak menggubris pertanyaan Sehun. D.O langsung ngloyor ke arah bangkunya. Wajahnya ditekuk bak baju yang belum disetrika.
Kepelanya digeser ke arah kanan. Memandangi bangku Kai yang masih kosong.
"Cih!" umpatnya kesal.
Sehun yang sedari tadi memandangi D.O akhirnya mengerti apa yang terjadi. Dia pun tersenyum. Kemudian meninggalkan D.O sendirian.
'Pasti sulit untuk D.O hyung'Batinnya sambil berjalan keluar kelas.
Malam ini D.O sama sekali tidak bisa tidur. Dia terus saja berguling-guling dikasur seperti orang gila. Terkadang dia menjerit-jerit. Tak jarang pula Baekhyun ikut menjerit memarahi D.O karena kesal pekerjaannya sedang menonton film action terganggu.
"Ya! Bisakah kau diam!" dan tiba-tiba saja Baekhyun sudah ada di kamar D.O sambil melipat tangannya di dada. Dia heran, kenapa sepupunya kini tengah gila? Menjerit-jerit pula. Dan lihat D.O kini berantakan, mulai baju, rambut, bahkan wajahnya juga berantakan *ups*.
"Bukan urusanmu Hyung! pergi! Aku sedang stres. Aaarrghh!" Teriak D.O frustasi lalu bergulung di ranjang sambil menutup mukanya dengan batal.
Baekhyun hanya bisa berdecak pinggang.
"Ini sudah malam, Kyungsoo, tidak baik menjerit-jerit. Untung eomma dan appamu tidak ada, coba kalau ada, pasti kau akan dilumat eommamu" setelah mengucapkan hal tersebut, Baekhyun pun segera berlalu dari kamar D.O. Bisa ikut gila kau dia berada di sekitar D.O.
Di lain pihak, D.O mendengar perkataan Baekhyun. Setelah sepupunya pergi dia pun mencoba tenang.
"Aku harus cari cara, agar besok aku tidak jadi budak Kai! Ya, harus cari cara!" kata D.O pada dirinya sendiri. Dia pun mulai berfikir. Sampai-sampai matanya ikut terpejam dan mengerut. Dia berfikir keras kali ini.
"Ah! Bukannya dia tak pernah ikut olah raga? Aku ajak dia balapan lari saja!" D.O pun tiba-tiba dapat ide brilian, mengingat Kai tak pernah ikut olah raga.
"Tapi, Kai kan tinggi, kakinya juga pasti lebih panjang dariku. Bagaimana kalau aku kalah?"
"Tapi, tak ada salahnya mencoba kan? Aku harus minta tanding ulang!" dan akhirnya ini telah menjadi keputusan bulat untuk D.O sendiri. Dia harus bisa merayu Kai agar bisa tanding ulang. Kalau diingat-ingat, nilai Olah raga Kai cukup bagus. Padahal dia kan tidak pernah ikut pelajaran olah raga.
Dan itu membuat D.O tidak bisa terima begitu saja.
"Hei, Hyung! sudah siap menerima perintah hari ini?" Goda Kai ketika D.O sudah duduk disebelahnya. Kelas sebentar lagi akan mulai. Namun D.O memutuskan untuk pergi keliling sekolah dulu. Ia malas sekali bertemu dengan Kai. Dan benar saja, ketika sampai di kelas, Kai sudah menagih janjinya.
"Aku minta tanding ulang!" Ucap D.O dingin sambil memandang Kai serius. Kai menatap D.O balik, keningnya berkerut heran.
"Bukankah kemarin sudah jelas? Aku pemenangnya?"
"Aku tak pernah melihatmu olah raga. Dan aku melihat nilaimu olah raga terlampau bagus. Dan itu tidak adil. Aku minta ulang!"
"..." Kai membisu. Entah benar atau salah, D.O melihat raut muka Kai menjadi sedikit pucat. Kini pandangan Kai menunduk. D.O masih menunggu jawaban dari Kai.
"Baiklah, kau mau bertanding apa?" Kai pun buka suara, wajahnya ditegakkan lagi, menghadap D.O
"Ayo lomba lari marathon!"
.
.
To be continued...
.
.
Heuheuheuheu makasih buat manteman yang udah jadiin ff ini kaporit dan follow ff ini ,,aku seneng banyak yg baca ff ini :'( (huwee terharu) ffnyahh udah jadi koq tinggal di publis aja tapi butuh proses pemisahan chapter enak nya dicut dimana dan itu aku baca lagi baca lagi dan lagi supaya lebih enak di baca. Oiya mulai chap depan aku bakalan pos ff ini di EXO Next Door/우리옆집에엑소가산다,bukan di screenplay lagi. Saran kritiknya masih di tunggu di kolom review.
Salammm,
Insooie baby
C,170510
My Heart is Perfect Because Kaisoo in Inside
