Hal pertama sebelum Publis sebenarnya saya Takut. kenapa?
KARENA SAYA APDET DI TANGGAL 12 BULAN 12 TAHUN 2012 (OH GOOOOOOD!)
Wwkwkwkwkkwkwkwkwk so jadi Sesuai Peraturan (digampar) karena review-nya 30. (saya heran terakhir liat kok ngepas banget 30 ya) khekek Jadi saya apdet hari ini tapi gak jamin bisa panjang yah.. LOL (di kroyok)
Dan oke SELAMAT untuk Jung Hyo Bin karena kamu adalah Reviewer Pertama di Fanfic ini (prok prok prok).
Dan juga SELAMAT untuk Vely sebagai Reviewer terpanjang dan unik khkekeke (saya suka review panjang dan unik)
Hyo dan vely nanti saya kasih hadiah, berupa drabel HoMin yah ^^ nanti hadiahnya di akhir Cerita. ^^
Bagi Reviewer yang lain juga aku sangat mencintai kalian! Terima kasih sudah memberi saya semangat! AYO KITA CINTAI HOMIN BERSAMA-SAMA! (peluk satu satu)
I'M (chapter 2)
"Ya tuhan…"
Aku berdesis memaggil nama yang sudah lama tidak kusebutkan. Hatiku berdesir rasanya ingin meloncat dari gedung ini. Sesak apa ini? Tapi menyenangkan.
Ku coba menenangkan hatiku. Hei ingatlah aku Jung Yunho. Tidak akan lucu kalau sampai aku kelihatan bodoh hanya karena melihat malaikat didepan mataku.
Ku tutup pintu pelan di belakangku. Ku umbar senyum bisnis pada direktur Lee yang nampak senang sekali. Dasar lintah darat.
Ku alihkan pada pemuda yang kini berdiri dan terseyum padaku itu. YA tuhan… aku ingin melemparnya ke meja kerja direktur Lee dan menjamahnya disana. Paha itu… kenapa begitu menggoda. Pinggang Ramping itu.. Ya tuhan… demi apapun yang kau miliki. Kenapa baru sekarang kau mempertemuka ku dengannya? Ku telan ludah ku, saat aku melihat bibir indah itu. Aku ingin melumatnya. Mata itu.. seperti Bambi.. tapi aku sadar… miliknya lebih indah.
"Jung-ssi senang sekali melihat kedatangan mu." Ucap direktur Lee seraya menjabat Tanganku serakah. Aku terseyum padanya.
"Ah, kenalkan ini Shim Changmin, dan Changmin, ini Tuan Jung Yunho orang dari Jung Corp. Yang akan menjadi sponsor Tunggal mu " ucap Direktur Lee lancar. dia memang pintar biacara.
"Shim changmin" dia meluncurkan suara indah itu dari bibir manisnya. Ah bagiamana bisa? aku bahkan belum pernah merasakan bibir itu. Tapi aku yakin rasanya pasti manis.
Ku raih tangan indah itu. Ya tuhan. Sudah berapa kali aku memanggil namamu hari ini? Kulitnya beradu dengan Kulitku. Halus…Ahhhh… aku mendesah dalam hati. Nikmat.
"Jung Yunho" ku jawab dengan sekuat tenaga menjaga suaraku, agar tidak terdengar aneh.
Dia tersenyum. matanya itu. Aku seakan terseret ke dunia lain aku tidak mau kehilangan dia. Aku rela tersesat disini. Di sesatkan olehnya!
Changmin hendak menarik tanganya namun
Puk
Ku tahan dia dengan tangan Kiriku. Kini kedua tanganku mengenggam tanganya. Matanya membulat. Kaget. Wajahnya itu kenapa harus kelihatan imut begitu?
Perlahan jariku menyusuri pergelangan tanganya. Halus… ah…halus sekali. Jariku meyusup di balik kemejanya. tanganku semakin kedalam merasakan halusnya kulit mulus itu. Matanya panik, sibuk melihat ku lalu melihat tanganya yang kugerayai. Berkali-kali. Dia lucu sekali. Aku ingin memakanya. Lalu-
"Ehem. Jung-shi"
Suara berat itu menginsrtupsi ku aku menghentikan aktifitas –mengerayai tangan changminku, hahaha bahkan aku sudah mengeklaimnya sekarang. Kulihat Direktur Lee yang terseyum dan mempersilahkan ku untuk duduk terlebih dahulu.
"Ah…Maaf Changmin, kulit anda begitu mulus, jadi saya mengira-ngira apa nanti produk perawatan dari kami bisa cocok dengan anda" aku tersenyum manis. Dan dengan tak rela melepas kan tangku darinya.
Dia masih tampak bingung. Hahaha aku ingin menggigit pipi itu.
"Apa Jung Corp juga memproduksi hal seperti itu?" ucapnya agak geli seraya mengistirahatkan pantatnya di sofa yang empuk.
Aku tersenyum manis. Sial anak ini pintar juga.
"Tidak untuk Saat ini tapi kami sedang dalam proses bekerja sama dengan produk kecantikan G-lax yang mana kan segera dilaksanakan"
Terimakasih untuk ayahku yang mewarisi otak cerdasnya padaku. Aku tertawa geli dalam hati yah… Jung Yunho apa yang akan kau lakukan setelah ini. Aku duduk di sampinya. Dekat.
Aku tidak mau jauh-jauh. Entahlah dia seperti magnet saja. Tak kupedulikan tatapan aneh Direktur Lee yang melihatku duduk begitu dekat dengan Changmin. Sedangkan masih sangat banyak ruang di sofa panjang itu.
"Emm Baiklah jadi Changmin, Jung-ssi, saya akan menjelaskan kontraknya pada kalaian. Kalau di setujui dua pihak kita akan segera menandatangani kontarak ini."
Papar Direktur Lee yang senyumnya makin mengembang saja. Managemen mana yang tidak akan senang kalau salah satu aktrisnya di sponsori oleh Jung Corp, yang mana Bapak dari perusahaan – perusahaan di ASIA. Dari bidang otomotif, transmisi,fashion, dan Bangunan. Dan tentu saja masih bnayak lagi. Apa lagi sebagai Sponsor Tunggal.
Shim Changmin kau sangat beruntung. Ketahuilah.
Aku berterima kasih untuk presdir Jung Corp sekaligus sahabatku, Siwon. yang mau saja mengabulkan permintaan bodoh ku ini. Meskipun dia bilang 'kau berhak melakukan apa saja, ingat Jung Corp itu milikmu' ah aku jadi tidak enak kalau mengingat hal itu lagi. Karena ini adalah pertama kalinya Jung Corp mensponsori aktris dengan nama Jung Corp itu sendiri.
Direktur Lee mulai menerangkan ini dan itu tentang kontrak. Aku tidak peduli. Aku memperhatikan wajah serius di sampingku. Ku perhatikan setiap inci. Aku baru tahu dia mempunyai tindik di telinga kananya. Aku ingin menjilatnya. Dan aku hanya menjilat bibir bawahku sebagai gantinya. Nista.
Aku menelan ludahku saat menyusuri tulang rahangnya yang kokoh dan juga leher panjang yang kelihatan nikmat itu.
hatiku berdesir hebat, samapai keperut, Saat Changmin menelan ludah sehingga adam aple-nya bergerak indah, pelan naik lalu turun lagi.
Aku tersiksa menahan senyum ku agar tak terlihat terlalu lebar. Saat melihat ekspresinya mempreskan bibirnya lalu pelan menganggukan kepala ber ulang kali tanda mengerti.
Matanya tak pernah lepas dari Direktur Lee yang sedang membicarakan koktrak. Aku menyerngit… apa indahnya pak tua itu? hingga Changmin terus memandanginya. Aku menampar diriku sendiri dalam hati. Bodoh, bukanya jelas. Sangat tidak sopan kalau sampai tidak memperhatikan orang yang sedang bicara. Yah… seperti diriku saat ini. Aku sangat tidak Sopan.
Biar aku tak peduli. Aku tidak akan mempedulikan siapapun kalau ada Changmin disisiku.
Pandanganku mulai turun ke paha-nya yang panjang. Aku menjilat bibir bawahku lagi. Kenapa semua ini begitu berat?. Oh god! Aku ingin menyentuhnya! Sudah cukup aku di buat gila. Sudah cukup.
Tanganku mulai nakal menyentuh pahanya yang di bungkus ketat oleh jeans bermerk itu. dia kaget. Matanya menatatap ku horror. Matanya mengerjap berkali-kali mulutnya terbuka. Aku ingin melumatnya sekarang juga.
"Maaf Jung-ssi, tangan anda" ucapnya protes sambil menyerngit. Tidak suka.
"Ah..oh! maaf, maaf saya hanya ingin tahu merk jeans apa yang ada pakai, karena kelihatanya Bahanya terlihat halus. Saya hanya berfikir, apa nanti anda akan nyaman menggunakan produk fashion dari kami"
Aku mengelak. Entahlah ku puji ayahku dua kali hari ini. karena telah mewariskan kecerdasanya padaku.
"O..ohh.. hemm tenang saja saya cocok dengan semua produk Expert" jawabnya, menyebutkan salah satu perusahaan Fashion milik Kami.
Wajahyna melunak. Aku senang. Kenapa ekspresinya cepat sekali berubah-ubah. Aku semakin tak bisa menguasai diriku.
"Untunglah"
Ku jawab singkat sambil menampilkan senyum terbaikku. Dia sedikit kaget. Terpesona mungkin.
Lalu membalas senyum ku. Jantungku seakan copot mendapat serangan itu. dan juga aku yakin pipinya sempat berwarna pink. Changmin-ah… kau benar-benar membuatku gila.
"Ehem... jadi Jung-ssi, Changmin apa ada yang tidak kalian mengerti dan tidak di setujui di kontrak ini? sedangkan dari pihak SM sendiri kami sangat setuju"
Direktur Lee menginterupsiku lagi. Lama – lama dia menjengkelkan.
"Ya saya seutuju"
"Ya saya setuju"
Jawabku dengan Changmin bersamaan. Kami saling menatap lalu tersenyum bersama. Tuhaaaaaaaan. Aku sangat senang!
~I'M~
Aku berada di café di dalam gedung SMent sekarang. café ini sangat aman dari para wartawan. Aku tidak sendirian aku dengan takdirku sekarang. Hahaha menggelikan bukan? Entahlah aku merasa dia takdirku. Aku tak pernah menjadi gila seperti ini sebelumnya.
"Hahh"
Ku dengar dia mendesah setelah kita diam beberapa Menit. Dia ada disampingku. Aku memilih duduk disampingya agar bias dekat denganya. Licik bukan?
"Jadi.. anda mengajak saya kesini hanya untuk anda pandangi atau bagaimana? Sejujurnya saya masih punya jadwal sebentar lagi" ucapnya. mata hitamnya menatapku dalam. Aku tenggelam.
"Maaf Changmin-ah… aku tidak bermaksud. Kau hanya terlalu indah, aku sampai tidak sadar sudah memandangimu terlalu lama" ucapku. Dia mengerjapkan mata. Bingung.
Dia tertawa kecil. Imutnya . Mungkin heran kenapa gaya bicaraku jadi tidak formal begini. Hei ingatlah, aku sedang tak membicarakan bisnis disini.
"Ahhh jadi begitu begitu? Jadi ini bukan masalah bisnis kan? Hmmm" Dia menyesap vanilanya
"Jadi… apa anda tadi juga tidak sadar saat dikantor Ahjus- maksud saya. Di kantor direktur Lee. Dan terus- terusan menatap saya? Dan membuat saya merasa kurang nyaman sepanjang waktu?" ucapnya Sopan dengan bahasa formal. Aku tahu dia menyindir.
Aku tersenyum. Jadi dia sadar? Sadar kalau ku perhatikan. Aku senang.
"Yahh bisa jadi, dan berhenti mengucapkan bahasa formal. Aku tidak suka" aku menjawab sekaligus memerintah.
"Baiklah Yunho-ssi aku tidak keberatan. Hanya tidak mau terlihat tidak sopan di depan and- ah maksudku di depanmu" ucapnya manis. Pipinya kembali berwarna pink. Kenapa dia bisa semanis ini sih. Aku menhela nafas frustasi. Aku tidak kuat lagi.
"Changmin-ah aku-"
"Bisakah hanya Changmin saja?" potongnya. Aku mengerjapkan mata. Dia terlihat tidak senang. Kenapa?
"Tapi aku ingin memanggilmu begitu. Atau perlu kuubah jadi changminie? Kau pilih yang mana?" ucapku tegas. Enak saja tidak boleh. Siapa sekarang yang memegang masa depanmu nak.
"Ya ya… terserah kau saja" ucapnya sedikit tidak terima. Wajahnya melengos ke jendela. Bibirnya sdikit mem-pout. Andai dia tahu kalau itu akan membuatnya jadi kelihatan manis sekali.
Aku tersenyum mulai senang menggodanya.
"Baiklah kalau begitu minie besok apa jadwal-"
"Yah! Apa-apaan itu? kenapa sekarang kau memanggilku dengan nama itu? changmin-ah sudah cukup kan?!" ucapnya ah kini dia marah. Perutku geli. Aku senang, dia marah. Karena diriku. Dia jadi hanya memandangku.
"Kau sendiri yang bilang terseah aku mau memanggilmu bagaimana kan?" kini wajahku ku buat serius. Dia sedikit kaget. Hah takut? Oh tuhan Menyenangkan sekali.
"Ya… ta tapi… tidak harus memanggilku dengan nama itu kan." Kini wajahnya menunduk tak mau beradu dengan mataku?. Dia benar-benar takut.
Aku tak bisa menahan senyumku. Untung dia sedang menunduk. Kalau tidak ,bisa tahu dia kalau sedang ku permainkan.
"Kenapa? Minie sangat manis kan?" ucapku sseraya menjulurka tangan ku untu meraih pipinya. Dia terkesiap.
Jari-jariku mengelus pipi halusnya. Aku merasa di fatamorgana. Wajahnya benar-benar halus. Seperti sutra. Tidak. Lebih dari itu.
Wajahnya memerah. Malu? Tanganya bergerak ingin melepaskan tanganku dari wajahnya. Aku menolak.
"Kenapa? Tidak suka kusentuh?" ucapku wajahku datar. Matanya berair?. Apa kau setakut itu?
"Aku Mohon. Ini di depan umum" ucapnya halus memohon? Apa mengoda? Kau tahu changmi-ah kau jelas jelas sedang menggodaku kan? Ku gerakan tanganku yang lain untuk menyentuh pipi sebelahnya. Kedua tanganku menangkup wajahnya sekarang. Dia makin kaget. Ya ampun kenapa kau terus-terusan terliat manis begini sih? Apa kau tidak capek?
"Tidak ada wartawan disini, jadi bagaimana? Minie manis kan? Biarkan aku memanggilmu seperti itu" ucapku. Ibu jariku mengelus pipinya yang kini sukses berwarna kemerahan.
"Tapi… itu seperti gadis. Aku tidak suka" Ucapanya masih berusaha mengeleminasi kedua tanganku dari wajahnya.
"Tapi aku suka" sergahku cepat. Dia menatapku tajam. Mana mana wajah malu-malu mu tadi miinie?
"Bisakah anda berhenti main-main? Saya tidak suka dan saya tidak mau. Disamping itu bisakah anda berhenti memegang wajah saya? Saya sangat tidak nyaman. Dan ka- Mphff! "
Halus….
"Nghh.."
Manis…
"Yunhh…"
Nikmat…
"Mnhh…"
Ahhh.. ini nimat sekali. Aku ingin memeilikinya. Sekarang!
"Nghh.."
Yah…teruslah mendesah. Teruslah berontak.
"Nhhh…"
Lagi…
"Mmmhff mft.. nhh.. lephhh ashhnhh"
Kau kehabisan nafas.
"HAH! Hah hah hah hah kau.. hah.. Kau.. " Changmin tersengal- sengal nafasnya memburu. Punggung tangannya di gunakan untuk menyapu air liurnya, tidak, air liur ku juga. Tidak, tapi air liur kami. Matanya memandangku horror. Marah. Murka . begitulah aku, saat melihat mu berciuman dengan sorang gadis di dalam darama mu changmin-ah.
"Beraninya kau! Kau piki ap-"
"Sudah ku bilang, jangan gunakan bahasa formal saat bicara dengan ku kan? Apa kau lupa? Itu hukumanmu… atau kau mau aku membatalkan kontrak dank kau di tending dari SM? Itu bukan hal sulit bagiku" ucapku. Sadis. Aku tidak peduli. Itu caraku mengikatnya.
Aku terseyum lau mencium keningnya sayang. Entahlah mungkin dia sedang terpejam sekarang. Aku terseyum masih dengan bibir yang menempel pada keningnya. Hingga suara itu menggangu pendengaranku ku.
"Changmin"
TBC
LOLLLLLLLLL LOLLL (gelindingan) wkwkwkwkwk hayo sapa hayooo kira2 yang muncul itu? khekkekeke yang jawabannya bener aku kasih hadiah drabel nanti LOL (hadiahnya gak mutu banget thor = . =) nah geman chapter ini? NISTA? LOLL iya nista banget yah yunho nepsong banget Trololololol
Oke ini hadiah drabel gajhe Buat Jung Hyo bin sama vely!
"vely –ah apa menurutmu yunho hyung itu selingkuh?" Ucap changmin melas
"Min... kenapa kau berkata seperti itu? hyung sangat mencintaimu kan?" balas Vely sambil makan kripik kentangnya.
"Aku ngeliat dia jalan bareng cew kemarin. Mau ku tegor. Kayaknya mereka lagi asyik banget. Aku jadi sebel dan pergi" jelas changmin. Cemberut
"Adiknya kali" jawab vely enteng.
"Pabbo! Emang dia punya adik lain selain Jihye? Jihye kan lagi di amrik"
"Sapa tau dia uda pulang"
"Hahhh bukan.. vely-ah.. aku yakin dia bukan jihye"
"Min.. kau terlalu ambil pusing"..
"aku bukan kamu yang isinya cuman kripik kentang VEL = . ="
*krauk krau krauk *
"Bodo amat dah"
Di pihak lain
"Hyo-ah! Aku gak tahu lagi… mungkin chami uda bosen sama aku. Udah seharian dia gak mau angkat tlp ku~" ucap yunho kekanak-kanakan.
"Oppa tenaglah.. mungkin dia lagi sibuk?
"Sibuk? Ha? Gak mungkin. Aku yakin sekarang dia ada di apartemenya temenya itu…" yunho makin sewot
"Dan lagi apa temennya lebih penting dari aku? Aku kan pacarnya.. seharusnya aku yang menjadi prioritas.. aku kan juga pengen main sama minie..~~" ucap yunho lagi sambil memeluk bantal
"Oppa mungkin mereka lagi kerja kelompok.." ucap hyo menenagkan
"Mana mungkin! Changmin ak itu kan pinter. Masak harus kerja kelompok lagi? Mana ada kerja kelompok cuman berduaan ajah. Aku kan juga pengen berduaan sama minie T^T"
"Hahh… Oppa kau ini sebenarnya umur berapa sih…" Jung hyo bin mendesah melihat kelakuan sepupunya itu.
END
LOLLLL hadiahnya gak banget ya LOLL. kalau nanti ada Yang bener nebak siapa orang yang mengganggu aktifitas HoMin ^^ saya bikini drabel juga. ^^ untuk besok yang dapat hadiah drabel adalah REVIW TERUNIK dan juga yang BERHASIL MENEBAK. !
Oke kalu review 80 keatas (saya apdet besok dan panjang lebih dari chapter ini)
Kalau review 50 – 80 (saya apdet besok gak jamin panjang khekekke)
Kalu review 50 kebawah (saya apdet lusa atau 3 hari lagi gak jamin panjang)
Khekekkeke oke TERIMAKASIH SEMUANYA AKU MENCINTAI KALIAN!
AYO KITA CINTAI HOMIN SAMA-SAMA!
EL
