ONE PLUS ONE EQUALS LOVE
.
1+1=LOVE
Pairings: Haehyuk [Main], Yunjae, Chanbaek, 2Min, Myunghyun (Friendship/Bromance), Myungstal.
.
Language: Bahasa with a slight of English in the story.
.
Genre: Romance, Family and Drama
.
Warnings: This is a genderswitch story. I changed a gender for ukes except Myunghyun (Lol it's a crack OTP) but yeah all of the pairings here are my favourite one on each group, I changed the age too. I'm an ELF and a Haehyuk/Eunhae/D&E or (whatever you called it) shipper. I'm Hyukjae biased so sorry if I write mostly on Hyukjae's point of view.
I put the warning already, so please if you don't like it you don't have to read it unless you are really curious but don't blame me later.
.
Disclaimer: Super Junior is not mine, but they're ELF's… so since I'm an ELF so can I called them mine? Lol kidding XD. Donghae and Eunhyuk as well as all the members here owned by themselves. I don't have anything except the plot and this old laptop of mine.
CHAPTER 1
Byeol Entertainment.
"Ya! Lee Donghae!" Donghae mendongakkan kepalanya dari kumpulan berkas penting yang sedang di bacanya. Ia tersenyum saat menemukan tunangannya masuk keruangannya dengan muka cemberut.
"Donghae aku tau kau sibuk tapi ini sudah keberapa kalinya kau membatalkan kencan kita" Hyukjae, tunangannya menghempaskan tubuhnya di sofa sambil melipat kedua tangannya didada.
CEO Byeol Entertainment itu langsung meletakan berkas-berkas itu dan beranjak menghampiri Hyukjae.
"Sayang~" Ia memeluk erat wanita bersurai blonde itu. "Aku rindu padamu"
"Jangan peluk-peluk!" Hyukjae melepaskan tangan Donghae yang melingkar dipinggangnya
Donghae sungguh gemas dengan tingkah Hyukjae yang sedang merajuk saat ini, ia mengacak-acak rambut panjang kekasihnya gemas.
"Donghae!"
"Ayolah sayang, kau tak rindu padaku?"
"Kalau kau rindu seharusnya kau tak membatalkan kencan kita!"
Donghae mengusap belakang lehernya merasa bersalah, itu memang salahnya juga yang membatalkan kencannya tiba-tiba. Agensi yang dipimpinnya sedang mengalami masalah dengan adanya member yang tiba-tiba ingin keluar dari grupnya belum lagi skandal-skandal artisnya yang bermunculan secara beruntun membuat dia mau tak mau harus selalu stand by untuk menentukan statement apa yang akan ia keluarkan jikalau kasus-kasus ini membesar.
Pria itu menatap gadis cantik dihadapannya, Hyukjae. Hyukjae terlihat sangat anggun dengan busana casual namun berkelas itu. Itu tak heran karena Hyukjae memang sudah lahir dari keluarga yang kaya, ia merupakan anak kedua dari pemilik SJ Group. SJ Group itu sendiri merupakan perusahaan yang bergerak dibidang industri property yang memiliki banyak anak perusahaan yang mendirikan apartemen-apartemen dan mall serta departemen store terbesar di Korea Selatan.
Gadis yang memang terlahir dengan keadaan yang serba ada ini membuatnya sangat manja, karena memang seluruh keluarga memanjakannya. Donghae pun tak keberatan dengan itu, ia memang memanjakan kekasihnya juga. Berbicara tentang Donghae, ia sendiri merupakan CEO dari Byeol Entertainment, salah satu agensi artis besar di Korea Selatan, artis dan penyanyi dibawah naungannya banyak yang sukses dan go international, di usianya yang masih sangat muda 27 Tahun ia sudah dipercayai untuk memimpin agensi ini. Agensi yang sebelumnya memang dikelola mendiang ayahnya.
Keduanya kerap kali menjadi sorotan public, mereka bahkan sering disebut dengan royal couple karena keduanya berasal dari keluarga yang kaya. Namun cinta mereka tidak dipengaruhi oleh harta, tidak ada perjanjian bisnis dibalik hubungan mereka. Ini memang murni karena rasa cinta yang mereka miliki.
"Ayolah sayang jangan marah hm? Aku benar-benar minta maaf. Kita dinner di tempat biasa malam ini, bagaimana?" Donghae merapatkan tubuhnya pada tunangannya itu, berusaha membujuk wanita cantik itu.
"Kau janji?" Tanya Hyukjae tanpa menatap ke arah Donghae.
"Janji!" Donghae menyodorkan jari kelingkingnya untuk ditautkan dengan jari kelingking Hyukjae, menandakan bahwa ia benar-benar janji. Kekanakan memang, tapi toh mereka berdua menikmatinya.
Hyukjae tersenyum, sambil mengeratkan tautannya di jari Donghae, "kalau begitu cepat selesaikan pekerjaanmu. Aku mau ke tempat latihan Heart5 dulu" gadis itu mendorong dada Donghae pelan sebelum mengecup pipi pujaan hatinya dan beranjak keluar dari ruangan CEO Byeol Entertainment itu.
Musik terdengar diputar cukup keras sehingga menggema didalam ruangan yang cukup luas itu, lima orang gadis yang telah menginjak usia remaja itu terlihat menari mengikuti iringan music yang menggema tadi. Sedangkan ada satu orang gadis yang terlihat duduk disudut ruangan sambil memperhatikan kelima gadis yang menari.
"Hana… dul… kekiri dua kali, tap… tap!" seorang gadis yang berada diposisi paling depan membimbing rekan-rekannya dibelakang.
"Soojung-ah. Gerakan pinggulmu ke kanan dan kekiri. Jangan melamun" yang dipanggil tersentak, ia langsung mengikuti gerakan gadis yang lebih tua darinya itu.
"bagus… pertahankan itu. Kita semakin kompak ladieees!" gadis yang membimbing tadi menghentikan gerakannya, ia berjalan menuju music player dan menekan tombol stop. Kelima gadis itu langsung merebahkan badan mereka dilantai, menarik nafas sebanyak-banyaknya.
"Ya! Luruskan kaki kalian supaya tidak keram" masih gadis yang tadi, ia menarik satu persatu kaki temannya yang ditekuk. Well sebagai orang yang ditunjuk menjadi leader dance ia merasa bertanggung jawab atas kekompakan tarian teman se grupnya.
Ia baru saja membuka tutup botol air mineralnya, begitu pintu ruang latihan mereka terbuka lebar menampilkan sosok wanita yang tak asing bagi mereka.
"Taeminieeeeee!" wanita yang tidak lain adalah calon istri CEO Byeol Entertainment itu berlari memeluk si gadis leader dance itu membuat si gadis yang sedang meneguk air minumnya hampir tersedak.
"Aigoo Hyuk unnie. Kau mengagetkanku"
Beberapa gadis yang ada disana membungkukkan kepalanya hormat pada Hyukjae, sudah tidak asing lagi jika ia melihat tingkah mereka, semenjak bertunangan dengan Donghae, Hyukjae mendapat perlakuan yang sama seperti Donghae seolah ia sudah menjadi nyonya Lee saja.
"Halo girls!" Hyukjae melambaikan tangannya menyapa para gadis remaja itu. Ia dapat melihat mereka berkeringat dan sedikit terengah-engah, 'ah pasti baru beres latihan' pikirnya.
Ia memperhatikan sekitar, ruangan ini masih saja sama seperti dulu. Backgroundnya masih bergambar bintang dengan langit malam yang indah, ciri khas Byeol Entertainment. Pandangannya tidak sengaja menuju satu gadis lagi yang sedang duduk di pojokan tadi. Si gadis yang menyadari bahwa ia sedang ditatap Hyukjae mengangguk kepalanya seolah memberi salam. Hyukjae memberikan senyumnya sebelum mengarahkan pandangannya pada Taemin lagi.
"Dia siapa?" Tanya Hyukjae, karena memang ini pertama kalinya ia melihat gadis itu. Kalo anggota Heart5 yang lain jangan salah ia sudah cukup mengenal baik mereka. Taemin, si leader dance yang sudah Hyukjae anggap seperti adiknya sendiri. Soojung, gadis cantik yang menawan dengan tatapan dinginnya itu merupakan visual grup Heart5. Amber, si gadis tomboy yang terus memanggilnya 'Noona' bukan 'Unnie' yang merupakan rapper grup ini. Joy, si maknae yang suka sekali beraegyo pada unnie-nya. Dan Yuri, sang leader yang tingkahnya sulit ditebak. Sedangkan yang satu ini Hyukjae baru melihatnya.
"Dia Baekhyun, anggota baru kita" Taemin meneguk airnya lagi sebelum menatap Baekhyun yang masih terduduk di sudut ruangan.
"Aku belum pernah melihat dia sebelumnya, kalian menambah anggota? Padahal kalian sudah debut setahun yang lalu" Tanya Hyukjae sedikit aneh dengan penambahan anggota yang tidak biasanya terjadi pada grup yang sudah debut. Ia menatap Baekhyun lagi, gadis itu cantik dan mungil sekali.
"Ya. Ini keputusan Donghae sajangnim. Baekhyun pemenang lomba menyanyi di festival Gangnam ia langsung direkrut Byeol Ent setelahnya. Oppa bilang kalau grup kami belum memiliki lead vocal yang kuat. Jadi yah… datanglah Baekhyun. Kami akan comeback dengan formasi baru dua bulan lagi."
Hyukjae mengangguk, semua hal yang terjadi di agensi ini pasti harus disetujui Donghae sebelumnya, Wanita itu yakin Donghae sudah memikirkan dengan matang perubahan formasi ini.
"Nama grup kalian tetap Heart5?"
Kali ini Joy yang mengangguk, walau hanya baru debut selama 1 tahun tetapi nama Heart5 sudah banyak dikenal masyarakat, sehingga mereka memutuskan untuk tetap menggunakan nama itu.
Hyukjae mengamini, semua kerja keras mereka sekarang pasti akan terbayar dengan kesuksesan di masa depan, ia tersenyum melihat remaja-remaja ini yang sungguh bersemangat. Ia mengeluarkan handphonenya, lalu memandang gadis itu bergantian.
"Ada yang mau pizza?"
Kelima gadis itu langsung bersorak gembira, latihan yang begitu menguras tenaganya membuat mereka kelaparan. Lagipula siapa yang tidak senang ditawari makanan gratis.
Hyukjae tertawa mendengar mereka yang mulai menyebutkan jenis-jenis pizza favorit mereka, ia menengok kearah Baekhyun dan melambaikan tangannya.
"Baekhyun-ah. Ayo bergabung!"
.
.
.
.
.
"Unnie. Kenapa kau tak ikut makan pizza dengan kami?" Taemin menyodorkan pizza dengan topping irisan daging asap dan jamur pada Hyukjae. Hyukjae memesan lima box pizza ukuran large, ia memberikan dua box pizza pada Heart5 yang langsung diserbu oleh gadis-gadis kelaparan itu.
"Aku ada janji untuk makan bersama Donghae nanti" Jawabnya menolak sepotong pizza yang disodorkan Taemin, ia menghisap cappuccino hangat yang dipesannya tadi. Ia mengecek ponselnya dan melihat bahwa waktu sudah menunjukan pukul enam sore. Butuh waktu satu jam lagi untuk mencapai waktu janjinya dengan Donghae.
"Donghae sajangnim kadang membuatku takut Unnie" Celetuk Yuri tiba-tiba. Gadis itu menyedot cola dinginnya.
"Wae?"
"Mungkin karena aku leader. Aku sering sekali ditegur olehnya. Sudah seperti jadwal rutin bagiku di setiap minggu" Hyukjae tertawa melihat Yuri yang cemberut memikirkan teguran-teguran yang ia terima dari CEO Byeol Entertainment itu. Donghae memang sangat tegas dan disiplin jika menyangkut pekerjaan, tapi tak bisa disangkal bahwa itu yang membuat ia bisa menjadi sesukses ini. Dulu saat pertama kali bertemu Donghae, wanita itu tau jika tunangannya itu bercita-cita untuk menjadi penyanyi dan pembuat lagu. Tapi saat ayahnya meninggal, Donghae mau tak mau harus turun tangan mengurusi agensi ini, well ia masih tetap bisa menggarap music sekaligus.
"Aku kadang kena omel juga ko" Jawab Hyukjae yang membuat gadis-gadis itu menggelengkan kepalanya dan tertawa. Mereka memang cukup dekat karena sejak pacaran pun Hyukjae suka mengunjungi agensi Donghae dan bertemu mereka yang pada saat itu masih seorang trainee, karena sebenarnya Hyukjae adalah mantan trainee Byeol Entertainment untuk menjadi seorang actress hanya saja sang ayah menentangnya.
"Lalu kapan Unnie akan menikah? Kalian sudah berpacaran lebih dari lima tahun"
"Eyy… Aku sih tinggal menunggu kapan si Ikan bermuka dingin itu siap melamarku" Taemin tertawa mendengar jawaban Hyukjae yang sangat lucu, mengatai atasannya yang memang bermuka dingin. Meski pelan namun Taemin bisa mendengar Baekhyun yang sedari tadi diam ikut tertawa mendengarnya.
Gadis itu langsung mengalihkan pandangannya pada Baekhyun dan tersenyum, Baekhyun yang kaget akan tatapan tiba-tiba Taeminpun membalas senyumnya.
'Ah mungkin aku memang harus mulai mengenal Baekhyun. Suka atau tidak suka ia tetap bagian dari grupku' pikir Taemin.
Hyukjae mengetuk salah satu pintu di ruang latihan yang ada di lantai 4 Gedung Byeol Entertainment ini. Ruang latihan itu adalah ruang latihan khusus Infinite, sebuah boyband yang memang sedang sangat di gandrungi banyak fans sejak debutnya tiga tahun yang lalu.
Hoya salah satu personil infinite itu membuka pintu dan langsung kaget begitu melihat Hyukjae yang ada dibalik pintu.
"Whoaa Noona! Annyeonghaseyo…" Sapanya sebelum mempersilahkan Hyukjae masuk. Gadis itu tersenyum ia melangkahkan kakinya kedalam ruangan itu sambil menenteng tiga box pizza yang memang dipesannya dengan Heart5 tadi.
"Guysss… ada Hyukjae Noona!" Teriak Hoya. Hampir semua member langsung bersorak bahkan Woohyun yang sempat tertidur saja langsung berlonjak dari sofa satu-satunya di ruang itu. Karena dalam persepsi mereka, ada Hyukjae = ada makanan. Well Hyukjae memang selalu membawa makanan setiap kali gadis itu mengunjungi mereka, dimanapun.
Tapi ada satu member yang masih memejamkan mata di ujung ruangan dengan tas ransel sebagai bantalannya.
"Itu Myungsoo kenapa?" Tanya Hyukjae pada segerombolan pria yang sedang mengerubungi tiga box pizza yang Hyukjae bawa.
"Ia baru saja pulang dari lokasi syuting drama terbarunya, dan manajer bilang Myungsoo baru saja menyelesaikan adegan ditengah hujan jadi aku pikir dia terkena flu" Jawab Sunggyu sang leader.
Hyukjae mengerutkan dahinya, khawatir pada adik tirinya itu. Tidak ada yang tau bahwa Myungsoo merupakan pewaris ketiga dari SJ Group karena memang itu dirahasiakan dari publik, hanya segelintir orang yang tahu selain keluarga Hyukjae, yaitu Donghae dan salah satu manajer Infinite yang mengurusi Myungsoo. Myungsoo yang memang terlahir dari istri kedua Jung Il hoon tidak mau memberitahu identitasnya sehingga yang publik tau adalah anak ketiga Jung Il Hoon itu berada di Amerika melanjutkan studinya, tak ada yang tahu baik nama atau rupanya.
Myungsoo hanya mau dikenal sebagai 'Kim' Myungsoo atau L. seorang actor sekaligus idol yang sedang menikmati kesuksesannya.
Hyukjae berjalan mendekati adiknya itu ia berjongkok dan menempelkan telapak tangannya pada dahi Myungsoo. 'Sedikit demam' batinnya. Dia mengingatkan dirinya untuk menghubungi manajer adiknya itu agar sang adik pulang kerumah untuk sementara waktu.
Rigoglio Italian Deluxe Resto
Donghae memotong-motong steak dipiringnya hingga menjadi potongan dadu dadu kecil sebelum menukar piringnya dengan piring Hyukjae. Wanita bersurai pirang itu menyunggingkan senyum manisnya sebelum menyuapkan sepotong daging dengan anggun.
Donghae menatap tunangan cantiknya itu, Hyukjae menggunakan dress dengan panjang selutut namun pundaknya terbuka memperlihat kulit seputih susunya, Donghae mengedarkan tatapan tajamnya pada beberapa pengunjung restoran yang melirik kearah Hyukjae.
"Bukankah sudah kubilang untuk tidak menggunakan pakaian yang terbuka?"
Hyukjae cemberut mendengar teguran Donghae. Hyukjae memang suka menggunakan pakaian yang glamor dan sedikit terbuka, ia hanya ingin terlihat cantik dimata kekasihnya itu.
"Tapi kan kau mengajakku ketempat seperti ini. Bukannya ini pakaian yang cocok?"
Mereka saat ini sedang makan malam di restoran yang bisa dikatakan cukup berkelas, sehingga beberapa pengunjung yang datang memang menggunakan pakaian yang sedikit formal.
Donghae memutar kedua bola matanya sebelum melepas jas yang dikenakannya dan menyampirkanya di bahu Hyukjae yang terbuka.
"ya tapi setidaknya pakai yang lebih tertutup, diluar udara cukup dingin dan aku tidak suka kau memamerkan tubuhmu pada semua orang"
Hyukjae suka dengan tingkah protektif Donghae, ia mencondongkan badannya dan mengecup pipi tunangannya itu. "Thanks sayang"
Jika saja ini bukan ditempat umum, Donghae pasti akan langsung menerkam tunangannya itu yang terlihat begitu menawan dan menggoda saat ini. 'Aku seharusnya menyewa ruang VVIP' batinnya.
Donghae berusaha menahan hasratnya sambil meneguk segelas wine yang sudah dipesannya.
"Donghae-ya"
Si pria kembali memfokuskan perhatiannya pada Hyukjae, "Hm?"
"Ijinkan Myungsoo untuk libur beberapa hari"
"Wae? Kau tau jadwalnya sedang sangat padat. Ia sedang dalam masa shooting drama barunya Hyukkie, tidak bisa ditunda seenaknya"
Jika urusan pekerjaan, Donghae akan berlaku professional. Karena ini berhubungan dengan kontrak kerja, begitu pula kontrak dengan sebuah rumah produksi tidak bisa dengan seenaknya diubah atau dipindah sesuai keinginan satu orang. Karena jika terjadi pelanggaran atau semacamnya bisa saja harus ditangani dengan proses hukum.
Hyukjae cemberut mendengar permintaanya di tolak, gadis manja seperti dia biasanya selalu mendapatkan apa yang dia mau. Ya tapi sepertinya ini memang diluar kendalinya.
"Tapi Myungsoo sakit, dia terkena flu."
"Sutradara tidak akan memberhentikan proses shooting hanya karena salah satu aktornya flu sayang"
Hyukjae menghela nafas, "Kalau begitu biarkan dia tidak tinggal di dorm untuk sementara waktu, suruh dia pulang Donghae-ya supaya aku bisa merawatnya setiap dia selesai shooting"
Donghae tersenyum, ia mencubit sebelah pipi Hyukjae pelan "Aigoo~ kekasihku yang cantik ini perhatian sekali pada adiknya. Myungsoo sungguh beruntung, aku jadi cemburu" godanya. Pewaris kedua SJ Group itu hanya bisa memutar kedua bola matanya atas tingkah Donghae.
Kediaman Keluarga Jung.
Sebuah mobil Lamborghini keluaran terbaru terparkir didepan Mansion Keluarga Jung. Hyukjae melepas seatbeltnya sebelum memberi kecupan singkat dipipi Donghae.
"Kau yakin tak mau mampir?" tanyanya. Donghae melirik jam tangannya hadiah dari Hyukjae saat ulang tahunnya tahun lalu dan melihat bahwa waktu telah menunjukan pukul 11.45.
Pria itu menggeleng. "Ini sudah larut, aku ada meeting besok. Kau istirahatlah, jangan lupa untuk mimpikan aku ya"
"No. Aku lebih memilih memimpikan Hyunbin."
"Ya, mana boleh begitu. Arraso aku akan memimpikan Angelina Jolie saja" Hyukjae mendelik mendengar pernyataan Donghae yang tak masuk akal.
"Aku tak peduli, dia bahkan tak mengenalmu" jawabnya.
"Memang Hyunbin mengenalmu?"
"Aku bisa meminta Yunho Oppa mengenalkannya padaku." Donghae melotot setelah mendengar itu, ia lupa kalo kakak Hyukjae cukup terkenal meski ia seorang pengusaha, relasinya pasti banyak dimana-mana dan yang ia pernah dengar dari berita-berita yang ia baca di internet, ia membaca sebuah artikel yang menyatakan bahwa Hyunbin saat ini sedang membuka usaha. Ada kemungkinan Hyunbin bisa bekerja sama dengan Yunho. 'Oh no way!'
"Andwae! Awas saja kau jika berpaling dariku." Donghae memeluk Hyukjae sangat erat.
"Donghae lepaaaas. Aku susah bernafas" rengek gadis itu.
"Janji dulu, kau mimpikan aku bukan Hyunbin"
Hyukjae tertawa, siapa sangka CEO Byeol Entertainment yang dingin dan berpendirian tegas bisa bertingkah kekanakan seperti ini. Jika menyangkut orang yang Donghae sayang, pria itu akan mudah panik seperti ini.
"Arraso… Kau lebih keren ko dari Hyunbin"
"Tentu saja!" Dan mereka berdua tertawa atas tingkah kekanakan mereka. Ini adalah satu dan lain hal yang bisa membuat Donghae melupakan segala stress yang dia dapatkan di kantor agensinya. Hyukjae memang selalu mencerahkan hidupnya.
Donghae mencondongkan tubuhnya, dan mendekatkan wajahnya dengan Hyukjae. Semakin dekat dan semakin dekat sampai bibirnya menyentuh bibir pink milik Hyukjae, ia melumatnya dan memperdalam ciuman mereka selama dua menit sebelum melepas tautan mereka.
"Goodnight kiss dariku. Mimpi indah sayang" Jawabnya yang lalu disusul dengan kecupan dikening Hyukjae.
Hyukjae tersenyum dengan wajah memerah, ia membuka pintu mobil lalu keluar dari sana. Hyukjae melambaikan tangannya begitu Donghae mulai menyalakan mesin mobilnya.
"Hati-hati dijalan sayang"
.
.
.
.
.
Seorang sekuriti kepercayaan keluarga Jung membungkukan badannya pada Hyukjae begitu ia memasuki gerbang utama mansion itu.
"Paman Shin, apa Myungsoo pulang kerumah?" Tanyanya memastikan apakah Donghae berhasil membuat adiknya itu pulang kerumah atau tidak.
Sekuriti itu mengangguk. "Iya Nona. Tuan Muda Myungsoo ada dirumah sejak satu jam yang lalu"
Senyum langsung muncul lagi diwajah cantik Hyukjae. Ah ia sangat senang, semenjak sang kakak menikah dan tinggal dirumahnya sendiri lalu Myungsoo yang tinggal di dorm semenjak ia debut membuatnya sangat kesepian. Ayahnya jarang pulang karena urusan cabang di Tokyo, ibu kandungnya sudah lama tiada, dan ibu tirinya kadang pulang pergi mengurusi sang ayah di Tokyo dan urusan sosialita di Korea.
Kesibukan Hyukjae sendiri hanya menjadi seorang designer, saat mimpinya menjadi aktris ditolak ia langsung pergi ke Paris untuk mempelajari fashion dan desain. Setelah lulus ia sering diminta untuk mendesain konsep-konsep kostum panggung untuk artis artis atau penyanyi di negeri ginseng itu.
.
"Kenapa kau lagi-lagi mencampuri urusanku"
Hyukjae tersadar dari lamunannya, ia baru saja melepas sepatunya dan menghempaskan diri di sofa tanpa menyadari bahwa pikirannya entah melayang kemana sampai suara yang familiar ini mengejutkannya.
"Myungie~" Hyukjae memanggil adiknya dengan panggilan masa kecilnya
"Berhenti memanggilku seperti itu. Kenapa kau memintaku pulang? Para member bisa-bisa mengejekku karena aku diminta pulang hanya karena demam yang ringan."
"Tapi kau tidak bisa menyepelekan itu, demammu bisa saja menjadi parah jika tidak dirawat. Dan jika kau di dorm, tak ada yang bisa merawatmu karena para member sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing, sedangkan disini aku bisa merawatmu"
Myungsoo mendecih, "Jangan sok peduli padaku!"
"Aku peduli padamu, kau adikku!" Hyukjae berdiri dari duduknya, ia tak mengerti mengapa myungie kecilnya yang dulu selalu mengikuti kemanapun ia pergi bisa hilang seperti ini. Semakin besar Myungsoo semakin bertingkah dingin dan menghindarinya.
"Aku selalu peduli padamu, kau adikku, myungieku. Aku rindu myungsoo yang dulu" sambungnya lirih.
Myungsoo menatap tajam sang kakak. Ia berbalik meninggalkan ruang tamu setelah mengatakan "Myungsoo yang dulu sudah mati" dengan sangat tegas.
To be continue…
A/N:
Lastly, I updated slowly so please be patient with me. Real life is killing me slowly. And I'm actually in a mourning mode over my OTP who will be gone to army soon. There's so many things running in my head that I cannot share it here since it might be so long like a novel. But yeah huhuhu how to survive two years without Hyukjae and Donghae….
This is my only option to always remember my bias because I might lost in my real life in those two years. So yeah, see you on the next update readers! Eh not readers, you are all my friends! *Group hug*
P.s. You can call me Aya, it's weird when someone called me Author, thor or what hehehe. I'm not young but I'm not old either. So guess yourself XD. And sorry if I blabbered in English when the story is in Bahasa. I used to write fics in English so yeah….
Anyway…. Reviews and favourites are lovessss, do you love me? Please give me some loves^^ The next update will be 'Love, Life and Luck' Please anticipate and see you!
