"Your Obsesion Be A Winner"

Main Cast :

Jeon Jungkook

Kim Taehyung

And other..

Pairing : Jeon Jungkook (seme) X Kim Taehyung (uke)

Genre : Humor (gagal), School life

Rated : T-M

Disclaimer :

Semua cast milik tuhan, orang tua, agensi dan diri mereka sendiri.

Summary :

"Kim Taehyung sangat menyukai cerita dongeng, dan ia terobsesi pada sosok-sosok pangeran tampan pada cerita dongeng. Dan suatu hari kelasnya kedatangan seorang murid baru yang tampangnya layaknya bak seorang pangeran dan Taehyung bertekad akan menjadikan si murid baru sebagai pangeran miliknya sendiri. Apakah Taehyung berhasil mewujudkan tekadnya? Atau kah akan gagal?

"Ne, aku suka tentang dongeng. Jungkook-ssi aku selalu memimpikan aku menjadi tuan puteri dan suatu saat pangeran ku akan datang. Dan Jungkook-ssi maukah kau menjadi pangeran untukku"

"Ku rasa dia cukup manis"

"Yah..dia manis"

Warning :

Don't judge, don't plagiat, ini cerita hasil otak sendiri, typo bertebaran, author newbie jadi maafkan bila cerita tidak berkenan di hati.

Don't like don't read.

.

.

.

Chapter 2

Jimin hanya bisa merengut saat melihat tingkah sahabatnya yang saat ini terus-terusan memandang dengan binar punggung si murid baru yang duduk tepat di depan tempat duduk mereka.

"Hentikan itu alien" Ujar Jimin jengah namun kembali Taehyung acuhkan, Jimin tambah merengut. Ia mendekat pada Taehyung dan…

"Hoi!" Teriak Jimin tepat di samping telinga si pemuda penyuka dongeng itu.

Taehyung yang tengah menghayal pun tersentak, di dalam khayalannya ia dan pangerannya alias si murid baru alias Jeon Jungkook tengah bersama di sebuah taman yang di penuhi taman bunga, di sertai angin yang bersemilir dan kicauan burung. Mereka saling menatap, hingga wajah mereka perlahan mendekat, terus mendekat dan hingga jarak tinggal beberapa senti lagi Taehyung dan Jungkook mulai memejamkan mata mereka namun Taehyung harus kembali membuka matanya saat sebuah teriakan terdengar nyaring di telinganya. Dan setelahnya jeritan tertahan keluar dari bibirnya saat wajah Jungkook di depannya sudah berganti menjadi wajah sahabat menyebalkannya alias Park Jimin alias si kurcaci. Taehyung berteriak saat wajah Jimin terus mendekat pada wajahnya dengan mata terpejam dan bibir yang dimonyongkan.

"Yak ! Pergi kau"

Plakk

"Ouchh. Aish alien kenapa kau menamparku"

Pekik Jimin saat tiba-tiba tangan Taehyung melayang kearahnya dan mendarat tepat dipipi kirinya, dan tenaga yang Taehyung keluarkan untuk menamparnya tidaklah main-main, dirasakannya pipi sebelah kirinya ini berdenyut dan mungkin saja sudah memerah.

Taehyung mengerjap, ia mengedarkan matanya pada setiap sudut kelas yang penghuninya kini tengah menatap kearah mereka (Taehyung dan Jimin) termasuk Jungkook yang kini menatapnya dan Jimin bergantian penuh tanda tanya. Kemudian manik nya teralih pada Jimin yang masih saja menggerutu sambil mengusap-usap pipinya yang kena tampar tangan Taehyung.

Taehyung meringis "Pasti sakit sekali" Batinnya

"Jim_"APA?!" Jimin memotong perkataan Taehyung dengan sewot membuat Taehyung merengut

"Biasa aja! Dan oh itu salahmu sendiri kenapa tiba-tiba wajahmu ada dihadapan wajahku, wajar kan kalo nih tangan melayang" Balas Taehyung tak kalah sewot

"Ngehancurin khayalanku aja" Lanjut Taehyung dengan suara pelan namun masi mampu untuk didengar oleh Jimin

Jimin mencibir "Fuck you buat semua khayalan tentang pangeran dongengmu itu" Umpat Jimin, Taehyung melotot pasalnya Jimin mengatakan itu dengan suara keras, Taehyung manyun saat telinganya mulai kembali mendengar cekakak-cekikik dan gosipan -ah bukan gossip sih tapi nyata- teman-teman sekelasnya dan Taehyung harus menyembunyikan wajahnya diantara lipatan tangannya saat matanya tak sengaja melirik Jungkook yang kini tengah tertawa sambil menatap kearahnya.

"Ugh malunya~ Eomma Taetae malu sekaliiiiiiiiii" Jerit Taehyung nelangsa dalam hati

.

.

.

.

Jungkook tengah membaca buku di tempat duduknya, sekarang jam istirahat jadi keadaan kelas menjadi agak sepi membuatnya bisa lebih berkonsentrasi dengan bacaannya.

"Jungkook-ssi"

Jungkook menoleh saat seseorang menepuk-nepuk pelan pundaknya dan disusul dengan namanya yang dipanggil dengan suara pelan. Dan ia melihatnya, seorang namja yang kalau tidak salah namanya Taehyung tengah menatapnya dengan berbinar, bibirnya yang tipis tampak melengkung keatas menciptakan senyuman yang begitu cantik dan wajahnya yang Jungkook akui begitu manis tampak berseri. Jungkook terkekeh dalam hati, jujur saja Jungkook itu sangat menyukai hal-hal yang menggemaskan dan tingkah Taehyung sekarang menurutnya begitu menggemaskan.

Jungkook tersenyum "Taehyung-ssi ada apa?" Tanya Jungkook, matanya yang tajam namun hangat itu langsung menghujam pada manik Taehyung.

Taehyung mengerjap saat melihat senyum Jungkook, pipinya memerah dengan sendirinya tanpa diperintah

"Kau sedang baca apa Jungkook-ssi?" Tanya Taehyung, ia bangun dari tempat duduknya dan beringsut mendekati Jungkook

"Sejarah" Jawab Jungkook, ia berpindah ke kursih sebelah agar Taehyung bisa duduk di tempat duduknya yang tentu saja langsung ditempati oleh Taehyung.

"Ow ! Sejarah" Taehyung memberikan mimik ngeri pada Jungkook, Taehyung tidak pernah sekalipun membaca ataupun membeli buku sejarah. Buku sejarah menurutnya ribet, bentukanya besar terus tebalnya ngga ketulungan, berat dibawa kemana-mana, tidak seperti buku dongennya, simple dan yang pasti tidak berat dan bonusnya ia bisa ngeliat muka namja-namja cakep di covernya.

"Aku juga suka membaca" Beritahu Taehyung

"Buku apa yang sering kau baca Taehyung-ssi?" Tanya Jungkook

"Dongeng" Jawab Taehyung disertai dengan cengiran kotaknya

"Eh?"

"Ne, aku suka tentang dongeng. Jungkook-ssi aku selalu memimpikan aku menjadi tuan puteri dan suatu saat pangeran ku akan datang. Dan Jungkook-ssi maukah kau menjadi pangeran untukku?"

"E..eh?"

.

.

.

.

Jungkook menghabiskan waktu sore harinya dengan bermain basket di lapangan tidak jauh dari rumahnya berada, ia tengah mendrible bola saat seorang pemuda dengan tiba-tiba datang dan langsung merebut bola yang tengah di drible nya, membawanya ke dekat ring dan melempar asal bola itu kedalamnya dan hebatnya lemparannya ternyata masuk, Jungkook mendengus melihatnya.

"Hyung kau menggangguku saja" Gerutu Jungkook yang dibalas kekehan oleh si pemuda

"Bagaimana rasanya kembali lagi ke Seoul Kookie?" Tanya si pemuda

Jungkook melotot "Namjoon Hyung jangan panggil aku dengan panggilan menggelikan itu lagi" Protes Jungkook sebal, si pemuda yang ternyata bernama Namjoon atau Kim Namjoon itu hanya tertawa mendengarnya, ia mendekat pada Jungkook dan langsung mengacak gemas rambut coklat keemasan Jungkook.

"Hyung sedang apa di daerah sini ? setauku hyung tidak tinggal disini?" Tanya Jungkook heran

"Hyung habis mengantar pacar hyung sekalian mau menemui sepupu hyung yang baru pulang dari Jepang" Ucap Namjoon sambil tangannya menyentil kening Jungkook, membuat Jungkook meringis.

Jungkook mengusap keningnya yang sedikit berdenyut "Aku tak tau kalau hyung ternyata laku" Ujar Jungkook bercanda, Namjoon yang mendengarnya langsung menjitak kepala sepupunya membuat Jungkook lagi-lagi meringis kesakitan

"Ck kau menghina hyung. Sudahlah lupakan, oh iya bagaimana sekolah barumu Kook?" Tanya Namjoon lagi, ia menatap Jungkook dengan penasaran.

"Sekolahku seperti sekolah-sekolah biasa hyung" Jawab Jungkook cuek, tangannya ia gunakan untuk meraih bola yang tidak jauh dari tempatnya berdiri.

Namjoon berdecak "Maksudku bukan itu, maksudku apa disana ada seseorang yang kau sukai? Atau kau mendadak menjadi idola sekolah mungkin?" Tanya Namjoon lagi penasaran, Jungkook memutar bola matanya malas saat melihat bahwan sepupunya ini benar-benar penasaran.

"Orang yang aku sukai tidak ada tapi orang yang menyukaiku sepertinya banyak" Jawab Jungkook dengan pedenya, Namjoon mendengus

"Kepedean" Gerutu Namjoon sebal, Jungkook terkekeh

"Oh iya hyung ada yang menarik" Jungkook tampak kembali pada ingatannya beberapa jam yang lalu, saat jam instrahat sekolah

Namjoon tampak tertarik, ia membawa Jungkook untuk duduk si pinggiran lapangan bola basket.

"Apa?"

"Ada seorang teman sekelasku, ia pria tapi sangat menyukai dongeng aku masih ingat apa yang ia katakan padaku saat jam istirahat

'Ne, aku suka tentang dongeng. Jungkook-ssi aku selalu memimpikan aku menjadi tuan puteri dan suatu saat pangeran ku akan datang. Dan Jungkook-ssi maukah kau menjadi pangeran untukku' begitu hyung" Jungkook menjawab, ia tersenyum saat wajah Taehyung yang mengatakan itu terlintas di otaknya.

Namjoon diam, ia tampak berpikir "Pria ? Suka dengan dongeng?" Namjoon bergumam, Jungkook mengangguk

"Apa nama teman sekelasmu adalah Kim Taehyung Kook-ah?" Tanya Namjoon

Jungkook membulatkan matanya kemudian mengangguk "Dari mana hyung tau?" Jungkook bertanya dengan kening berkerut bingung. Namjoon terkekeh

"Dunia ternyata sempit sekali ya" Ucap Namjoon

"Maksud hyung?"

"Tadi aku bilang padamu kan, aku ada di daerah sini karena sudah mengantar pacar hyung." Jungkook mengangguk "Nah, pacar hyung itu namanya Kim Seokjin dan dia punya adik namanya Kim Taehyung, dia pemuda yang sudah memintamu menjadi pangerannya"

"Hah?"

.

.

.

.

"Hyung~"

Seokjin mengalihkan barang sejenak fokusnya dari masakan pada adiknya yang kini tengah duduk di salah-satu kursih ruang makan, Taehyung mengucek matanya dan menguap dengan menggemaskan membuat Seokjin terkekeh.

"Hyung baru pulang?" Tanya Taehyung dengan suara serak

Seokjin kembali ke acara memasaknya dan membiarkan adiknya menontonnya memasak dengan mata setengah terbuka, ah sekedar informasi Taehyung baru saja bangun tidur.

"Tidak, hyung sudah pulang dari tadi" Jawab Seokjin, dalam otaknya ia tengah menebak bahwa adiknya itu saat ini tengah mengangguk.

"Hyung Tae bermimpi" Cerita Taehyung, Seokjin bergumam sebagai tanda bahwa ia tengah mendengarkan.

"Tae bermimpi…

.

.

.

.

Flashback : Mimpi Taehyung

"Umhh ahh Jung- ngh kook terushh ahh"

Taehyung semakin meracau tidak jelas saat gerakan 'adik' Jungkook di bagian selatan tubuhnya semakin menggila, keringat sudah membasahi tubuh keduanya.

"Tae ahh kau nghh sempith mhh" Jungkook meremas pinggang telanjang Taehyung, kepalanya mendongak menikmati kenikmatan yang di berikan Taehyung padanya

"Kook-ahh aku mauhh keluar nghh"

"Ber..sama baby ahh"

"AAAHHHHHHHH"

Dan Taehyung pun terbangun dari tidurnya

.

.

Tawa Seokjin meledak seketika setelah mendengar cerita mimpi dari adiknya, Taehyung yang melihatnya memerah, ia menunduk dengan bibir mengerucut.

"Hyung berhenti menertawaiku" Sewot Taehyung, bibirnya semakin mengerucut maju saat tawa Seokjin bukannya berhenti malah semakin menggelegar, saking menggelegarnya sampai membuat anjing tetangga mereka terbangun dari tidurnya dan langsung menggonggong dengan keras dibuatnya.

"Kubilang berhenti tertawa!"

Taehyung mengambil lap meja yang tergeletak begitu saja di meja makan, ia bangun dari duduknya dan senyuman setan terulas di bibirnya. ia berjalan mendekat pada Seokjin yang masih saja sibuk tertawa dengan perlahan.

"Hyung"

"Hah?"

PLOKK

"Hah hmphh mph"

Kejadiannya begitu cepat, saat Taehyung sudah berada tepat di belakang Seokjin, di panggilnya hyung tercintanya itu dan dengan senang hati ia langsung menyumpalkan lap meja yang tadi diambilnya pada mulut Seokjin tepat setelah pemuda itu berbalik.

"Saranghae hyung~"

Taehyung tersenyum dengan tanpa dosanya, ia berbalik dan mulai berlari meninggalkan dapur, meninggalkan hyungnya dan segala kedongkolan di hatinya dengan ledakan tawa yang lagi-lagi membangunkan anjing tetangga mereka yang baru saja tidur lagi.

.

.

.

.

.

TBC ? or End ?

Chapter 3 ? or End ?

.

.

.

.

Akhirnya bisa update~ dududu~ :))

Maaf jika chapter 2 ini ngebosenin atau kata-katanya kurang di mengerti dan typo juga bertebaran :3

oh iya btw nih ch 2 udah kebuat lama tapi baru bisa update sekarang :v #kagananya TT

udah ah :D

Oh! Tengkyu buat yang udah meng-review~ makasih~gomawo~ #kisspipinya :D :v tapi maaf belum bisa bales :3 mianhae~ #bungkuk

Review review ? :D