Papa Jimin dan Mama Taehyung
Cast :
Park Jimin
Kim Taehyung
JiminxTaehyung
Minv/Vmin/jimxtae/taexjim/95line
Summary : Coba tebak apa yang lebih buruk ketika si ultimate seme seperti Taehyung di hamili namja yang berstatus mantan uke?
Rate : M
Warning
homo, MPREG kekekeke, yaoi, OOC, menye, gaje, dirty talk, abal, eyd (ejaan yang di ada-ada), garing, humor abal, TYPOS, bahasa amburadul. Ff ini adalah hasil imajinasi liar saya mohon maaf bila tidak sesuai harapan. Oh ya yang anti v uke dan jimin seme harap jangan baca, takut ntar muntah. Biar dapet feelnya coba dengerin lagunya
BTS - BEAUTIFUL
Pokoknya tuh lagu bisa bikin mood gue jadi bagus buat nulis deh
Happy Reading
.
.
.
"Fuck!" Umpat Taehyung.
Taehyung bangun dengan wajah kusut dengan badan remuk dan sakit semua. tidak lupa dengan keadaan naked. Dan saat melirik sampingnya wajah jelek Park Jimin yang sudah menjadi suaminya sejak tiga bulan terakhir. Wajah jelek Jimin masih tidur jadi penampakan yang pertama kali ia lihat. Sialan sekali, ia masih ingat dimana kejadian semalam. Ia berencana melancarkan aksi balas dendam kepada Jimin, tapi apa mau dikata Tuhan sepertinya lebih sayang Jimin. Ia masih ingat betul kejadian memalukan semalam. Taehyung berniat mendominasi Jimin. Ia mencampurkan afrodisiak ke minuman Jimin. Dan saat Jimin sudah terangsang Taehyung menggodanya lalu mengikat tangan Jimin persis seperti Jimin lakukan padanya dulu. Tapi sialan sekali, saat Jimin sudah tidak berdaya dan Taehyung sudah bersiap memasuki hole Jimin,
Krek
"Arghhhhh,, Punggungku!" Teriak Taehyung sambil memegangi punggungnya yang sakit. Ia meruntuki kebodohanya. Kenapa pakai sakit punggung segala sih? Padahal tinggal sedikit lagi ia bisa menusuk-nusuk suami gilanya. Ia sendiri tidak tahu diri sih, sudah jelas sedang hamil lima bulan bukanya memikirkan anaknya berjenis kelamin apa di dalam perut buncitnya malah berpikir tentang bagaimana cara balas dendam pada suami gilanya. Alhasil Taehyung berhenti bergerak dan malah tiduran, sambil memegangi punggungnya yang nyeri sementara Jimin yang terangsang bangkit dan menyeringai di depan wajah Taehyung. Setelah sebelumnya berhasil melepaskan diri dari ikatan Taehyung.
"Ayolah Tae kenapa berhenti,?" Bisik Jimin. Taehyung masih mengerang.
"Punggungku sakit bodoh!" Umpat Taehyung kesal. Jimin tersenyum mengejek. Lalu bangkit mendekati Taehyung yang tergeletak tak berdaya di ranjang. Dan saat Taehyung melihat wajah megerikan Jimin. Taehyung jadi malu sendiri. Rencana nistanya gagal total. Dan mungkin sekarang dia harus menjadi santapan singa lapar yang sedang terangsang,
"Tapi aku tidak bisa berhenti,"
"Tidak, punggungku sakit!"
"Ayolahh, aku rindu padamu!"
Taehyung meringis senjata makan tuan. Gagal dan gagal.
Ha. Ha. Ha
Ha
Ha
Ha
"Kau sih tidak tahu diri, uke saja kebanyakan tingkah kalau sakit jangan sok memancingku untuk bermain. Ya sudah karena kau sakit punggung kau yang menikmati permainan ku saja ya, mama sayang~" bisik Jimin. Taehyung merinding dan dengan itu ia hanya bisa pasrah. Dan membiarkan Jimin mendominasinya, ia juga sedang hard itu akan sangat menyakitinya jika berhenti dan tidak berlanjut ke inti. Mau bagaimana lagi punggungnya sakit dan dia sedang hamil. Dan selanjutnya sudah bisa di tebak desahan desahan dan erangan nista memenuhi kamar pasangan bodoh Taehyung-Jimin.
"Ohh jiminh.. fasterhh~~"
"Ohh yeah kau nikmat.. "
"Ahh-jiminh"
"Kau sukaahh permainanku, Taetae?"
"Iyahh aku sukahh Jiminie.."
"Begini?"
"Iyahh-ahh"
"Aku cinta padamu, tae"
"Aku juga cinta padamu jim-ohhh~"
Fak!
Taehyung meninju bantal yang tidak berdosa.
Lalu berbicara kepada bantal.
Mengeluh atas segala nasib sialnya.
Gila.
Taehyung ingin mengubur dirinya sendiri di dalam tanah jika mengingat kejadian itu, pakai bilang cinta segala lagi. Demi Tuhan dia tidak (atau tidak sadar) mencintai si smurf ini. Kenapa dia payah sekali sihh? Mendominasi Jimin kenapa terlalu sulit baginya. Dengan emosi dia memukul wajah tak berdosa Jimin yang masih terlelap tidur dengan guling bergambar kodok itu hingga Jimin mengerang kesal.
"Yaaa! Apa yang kau lakukan, hah!?" Teriak Jimin kesal. Taehyung kenapa sih tiba-tiba memukulinya begitu.
"Gara-gara kau badan ku sakit bodoh!" Teriak Taehyung tidak kalah kencang. Jimin masih mengatuk, ia mengusak wajah ngantuknya dengan tanganya, istri gilanya ini ngomong apa sih?
"Itu salah mu sendiri, makanya sadar diri kau itu jadi uke ya uke saja, tidak usah sok mau balas dendam segala, itu akibatnya kalau istri mencoba durhaka pada suami!" Jawab Jimin.
Bayangkan istri gila macam apa coba yang ingin mendominasi suaminya dan ingin membuat hamil suaminya sendiri. Hanya istri gila bernama Kim atau sekarang menjadi Park Taehyung sepertinya. Apalagi keadaan Taehyung yang mencoba mendominasinya sedang hamil lima bulan. Benar-benar istri yang keparat! Kalau tidak ingat ia hamil anaknya sudah Jimin kubur hidup-hidup lelaki keparat ini, tapi sialnya dia tidak bisa. mau diakui atau tidak rasa sayangnya pada istri durhakanya itu lebih besar dari rasa bencinya.
"Siapa yang kau sebut istri?" Tanya Taehyung. Jimin menyeringai ke arah Taehyung.
"Tentu saja kau," balas Jimin cuek.
"Aku suami mu bodoh!" Teriak Taehyung.
"Suami hamil, lucu sekali" goda Jimin.
"Aku juga pernah memasukimu, ingat?" Sahut Taehyung.
"Tapi siapa yang akhirnya hamil? Kau kan, bukan aku "
"Aku hamil anakmu keparat!"
"Memangnya yang bilang kau hamil anak tetanggamu itu siapa?"
Jawaban terakhir Jimin membuat Taehyung gondok setengah mati. Taehyung menatap suami gilanya ini dengan tatapan tajam. Ia tidak pernah menyangka si kerdil sialan ini sangat menyebalkan sekali.
"Apa?! Kenapa kau menatap ku begitu, mau hamil lagi?" Tanya Jimin sewot. Pertanyaan itu sukses membuat Taehyung emosi. Ia ingin sekali menendang kepala pria gila ini ke luar angkasa. Melihat gerak-gerik Taehyung yang sebentar lagi mengamuk Jimin langsung beranjak dari ranjang, dan menyambar bokser kuning bergambar pokemon yang teronggok di lantai yang sebenarnya milik Taehyung itu.
"Mau kemana kau istri sialan!" Teriak Taehyung saat melihat Jimin yang kabur.
"Mau mandi lah sayang, mau kumandikan juga?" Tanyanya dengan nada jahil. Taehyung melempar wajah Jimin dengan bantal yang sayangnya tidak kena.
"Dasar mesum idiot, akan ku pastikan setelah ini akan ku buat kau hamil juga lihat saja nanti bajingan!" Teriak Taehyung emosi.
"Wow, aku takut.." suara dengan nada mengejek itu keluar ketika kepala Jimin mengintip di balik pintu kamar mandi dengan seringainya.
"Kemari kau sialan biar ku potong penismu!" Tambah Taehyung.
"Kau yang kemari saja bagaimana, aku punya sesuatu yang nikmat untukmu?" Goda Jimin sambil menaik-turunkan alisnya nista.
"Tidak sudii!" Balasan itu membuat Jimin tertawa keras. Taehyung yang marah memang hiburan terbaik baginya. Jika dulu Taehyung yang selalu membutnya marah karena kalimat-kalimat nakalnya, sekarang semua berbalik,
"Kemarilah aku punya lolipop yang enak dan bisa mengeluarkan susu lho.." goda Jimin persis seperti saat dulu saat Taehyung mengoda Jimin dan uke-uke manis lainya. Untuk sejenak Taehyung ragu, makhluk semesum dan sepedo ini pernah jadi uke?
"Bagaimana kalau aku ingin gua yang dalam dan hangat?" Balas Taehyung. Jimin tertawa mengejek. Gak salah nih?
"Jangan aku takut kalau punggungmu rontok nanti. Karena Ya jelas sih menusuk bukan keahlian lelaki cantik yang selalu mengaku seme dan kini sedang hamil lima bulan!" Ejek Jimin. Alis Taehyung berkedut sebal.
Bangsat!
Taehyung emosi.
Aku hamil anak mu, bedebah!
Batin Taehyung nista.
"Sini ku perkosa kau! Akan kupastikan setelah ini kau akan hamil anak kuu smurf keparat!" Teriak Taehyung nista. Jimin mendengarnya tergelak dengan keras, ngomong apa dia tadi?
"Apa kau bilang, menghamiliku? Coba saja, tapi sebelum kau memperkosa ku, akan ku buat kau hamil anak keduaku!" Balas Jimin di ikuti gelak tawa yang menggema di kamar mandi.
Taehyung mengumpati mulut sialan Jimin. Ingin sekali dia menendang kepala smurf itu ke luar angkasa.
"Oh iya Tae, aku punya tebakan untukmu. kau tahu makhluk apa yang sangat cantik jika marah?" Kepala Jimin muncul lagi. Apa lagi sih?! Taehyung ingin sekali membunuh si keparat ini. Belum puas apa dia menggodanya?
"APA!?" Sahut Taehyung jengkel, sangat jengkel. Jimin makin tertawa geli, lalu menjawab..
.
.
.
"Makhluk itu adalah kau.."
Brukk
Sebuah bantal melayang ke arah pintu kamar mandi. Inginya mengenai kepala Jimin tapi Jimin lebih cepat menghindar dan bantal itu hanya mengenai pintu. Taehyung mengumpat. Apa makhluk itu mencoba menggombalinya?
"Aku tidak cantik, keparat!"
"Coba kau mendesahlah pasti kau akan tau betapa cantiknya dirimu-ohhh yeah jiminiiee~~fasterrh sshhh" goda smurf sialan itu dari dalam kamar mandi sambil menirukan suara Taehyung yang mendesah semalam.
Shit.
By the way desahanya tidak selebay itu sebenarnya. Memang dasar Jiminya saja yang berlebihan. Jimin keparat, bajingan, bedebah, ingin semua kalimat umpatan ia lemparkan ke wajah menyebalkan Jimin, tapi si smurf itu lebih tahu bagaimana cara membalikan keadaan hingga Taehyung yang malah berbalik terlihat nista. Ia tidak menyangka semua keisenganya akan berakhir seperti ini. Wajah Taehyung memerah samar jelas ia malu dan marah. Lalu Ia menenggelamkan wajahnya ke bantal. Kenapa ia nista sekali sih, ia jadi ingin menangis, dan rindu ibunya
"Hiks, eomma hueee~~"
Yeah, sang seme kita menangis saudara-saudara,
.
.
Kini Jimin dan Taehyung sedang duduk di bawah pohon di taman kecil belakang rumah minimalis mereka. Ini semua keinginan Taehyung tentunya. Dia ingin sarapan dengan Jimin dan makanya harus di taman belakang rumahnya. Jimin mau tidak mau harus mengikuti keinginan Taehyung yang kali ini cukup masuk akal . Karena biasanya Taehyung yang ngidam akan meminta permintaan yang abnormal dan sulit di terima akal sehat, sungguh. Jadi saat Taehyung meminta permintaan yang masuk akal Jimin berusaha menurutinya walaupun dengan malas dan tidak niat . Jimin melirik Taehyung yang makan sambil melamun.
"Suapi aku!" Ucapnya tiba-tiba. Jimin melirik sinis. Suapi dia bilang? Minta di suapi? Dia pikir aku ibunya? Batin Jimin.
"Makan sendiri sana, kau kan sudah dewasa!" Balas Jimin malas, ia kan juga makan. Kalau Taehyung minta di suapi Jimin gak jadi makan dong?
"Ini keinginan anakmu, bodoh!" Bentak Taehyung sambil melotot galak. Selalu begini, anak yang di kandungnya jadi kambing hitam, apa susahnya sih bilang kalau mau di manja? Uke kalau lagi hamil apa seperti ini semua sih? Galak sekali dia..
"Iya, iya sayangku.." goda Jimin sambil tersenyum geli melihat Taehyung si seme abal-abal yang sedang merengut. Jimin meletakkan piringnya dan mengambil piring Taehyung yang masih penuh.
"Panggilan yang menjijikan.." komentar Taehyung malas. Jimin tertawa lagi. Lalu menyendokkan nasi goreng lalu menuapkany nasi goreng itu ke mulut Taehyung. Dengan malas Taehyung membuka mulutnya dan menerima suapan Jimin.
"Lalu kau mau di panggil apa?" Tanya Jimin menggoda Taehyung lagi. Sementara yang di tanyai hanya melirik malas.
"Tidak usah ada panggilan-panggilan kesayangan" jawab Taehyung.
"Harusnya kita juga punya, kau dengan mantanmu si Jungkook itu dulu punya panggilan kesayangan.." kenapa dia malah membahas masa lalunya sihh? Ia kan jadi badmood, Batin Taehyung kesal.
"Itu hanya untuk Jungkook, kalau denganmu. Memangnya kau itu siapa?" Balas Taehyung dengan wajah jijik ke arah Jimin. Seentara Jimin memutar mata mata malas.
"Ayolah, aku kan suamimu, panggilah aku sayang, babe, bunny atau biar sedikit kinky panggil saja daddy atau master.. atau Papa.. "
"Bagaimana kalau kau kupanggil uke sayang" tanya Taehyung dengan wajah menyebalkan. Jimin tertawa miring.
"Bukanya itu harusnya panggilan ku untukmu ya?" Jawabnya sambil tertawa. Tapi Jimin tidak tahu Taehyung sedang sensitif, hingga parkataan yang ia pikir candaan itu membuat mood Taehyung jadi buruk.
"Itu lebih cocok untukmu" tanpa Jimin sadari ucapan yang ia pikir cabdaan menyulut emosi Taehyung.
"Seharusnya aku adalah seme mu, Seharusnya kau yang hamil anak ini! " Bentak Taehyung. Jimin jadi bingung kenapa Taehyung marah? Lagipula kenapa ia harus marah? Dia kan hanya bercanda, lagipula siapa yang mulai memanggil uke sayang di awal tadi? Dia kan?
"Kenapa kau marah? Aku hanya bercanda Tae" Jimin menjawab dengan raut santainya. Tapi tidak, Taehyung malah menganggap perkataan serius dan akhirnya Jimin kena dampratanya..
"Ini semua kan karena kau ! Aku hamil karena ketololan dan keisenganmu ! Dan karena anak ini kita menikah! Anak ini bencana!" Raung Taehyung. Jimin yang mendengar itu langsung menatap Taehyung dengan tatapan yang tidak bisa di baca. Ia tahu Taehyung tidak pernah menerima pernikahan ini. Ia berkali-kali meminta cerai pada orang tuanya dan berkali-kali mencoba mendominasinya. Ia tidak masalah jika Taehyung ingin mejadi seme atau mendominasinya. Mengambil kembali titel seme yang sudah dari dulu di sandangnya, Jimin cukup tahu diri ia siapa, orang selalu menganggapnya uke, ia memang tidak bisa hamil tapi siapa yang percaya dia sebenarnya seme, tidak ada kan? Jimin bahkan rela apapun akan dia berikan pada istrinya yang durhaka itu jika itu bisa membuat Taehyung menerima anaknya. Tapi mengatakan jika anaknya bencana sungguh membuat ia sakit hati.
"Jadi kau menyesal hamil anakku?"
Tanya Jimin dengan nada tenang sambil menatap mata Taehyung. Taehyung menutup mulut rapat-rapat, tatapan datar Jimin justru itu yang membuat Taehyung merasa bersalah. Jimin tidak pernah marah padanya selama ini, sekesal-kesalnya dia pada Taehyung dia akan selalu menuruti kemauanya. walupun terkesan tidak niat dan malas-malasan tapi ia selalu merasa Jimin tulus melakukan semua yang dia minta selama ini. Mata Jimin itu memang sipit dan jelek, tapi entah kenapa jika Jimin menatapnya dengan tatapan datar seperti itu, ia jadi takut.
"..." Taehyung hanya diam, ia sadar ia sudah salah bicara.
"Aku minta maaf, aku sebenarnya cukup tahu diri untuk jadi seorang suamimu. Aku cukup sadar kalau aku memang tidak pantas menyandangnya. Kau itu adalah seme, dan aku hanya mantan uke, tapi aku hanya ingin mencoba jadi orang yang baik dan bertanggung jawab padamu. Tidak masalah kau ingin membenciku, ingin mengumpati atau memukulku. Itu pantas untukku, tapi aku mohon jangan hina anak itu, dia tidak tahu apa-apa tentang masalah kita di masa lalu, mau kau akui atau tidak anak itu tetap anak kita" ucapan panjang dari mulut Park Jimin seakan menampar Taehyung hingga dia hanya diam seribu bahasa. Ia sudah benar-benar salah bicara tapi ia merasa gengsi nya yang setinggi langit tidak mengijinkanya jika meminta maaf pada Jimin. jadi ia memilih diam dan menunduk. Jimin menghela nafas pelan,
"Aku mohon bersikaplah dewasa dan mulailah menerima keadaan kita, kita bukan remaja kelebihan hormon lagi yang masih suka coba-coba, kita sudah menikah, coba lihat di jari manis kita sudah terpasang tanda ikatan kita, itu tanda kita sudah pantas mendidik seorang anak, dan kita harus belajar dari masa lalu kita yang begitu menyedihkan. Jadi Kim Taehyung, aku mohon ini adalah saatnya kita berubah untuk menghilangkan pikiran kekanakan kita untuk saling mendominasi, karena pada dasarnya tujuan kau dan aku menikah adalah sama , yaitu untuk menjadi orang tua bayi kita" penjelasan dengan nada kalem itu membuat Taehyung semakin menunduk. Melihat itu Jimin tertawa,
"Ayo buka mulutmu," ucapnya sambil menyendokkan makanan ke mulut Taehyung.
"Hey, Tae.. buka mulutmu.." Jimin berkata lagi. Taehyung hanya diam. Dan membuka mulutnya untuk menerima suapan Jimin dan mengunyahnya pelan.
Hening.
"Kau tidak marah?" Tanya Taehyung pelan. Jimin menggeleng,
"Marah kenapa?" Balas Jimin, lalu meletakkan sendok ke piring itu.
"Yang tadi.."
"Yang mana sih, aku lupa?"
"Yang tadi"
"Iya, yang mana?"
"Yang tadii keparat"
"Sudah aku bilang aku lupa, bodoh"
"Arghh, sudahlah lupakan!" Taehyung membalas jengkel. Dasar tidak peka!
Jimin tesenyum bahagia saat melihat Taehyung marah. Baginya Taehyung yang marah karena ia goda adalah yang paling cantik di dunia ini. Padahal dulu Taehyung terkenal sebagai salah satu cowok tampan, manly dan idola kampus. tapi entah kenapa setelah Taehyung hamil dan ia nikahi wajahnya malah terlihat cantik di mata Jimin, apalagi jika marah aduhh. Kalau boleh jujur dulu saat ia masih berstatus uke Jimin diam diam mengagumi wajah super tampan Taehyung. tapi lihat sekarang tidak ada kesan garang di wajah Taehyung walaupun dia masih suka memasang wajah garang begitu tapi entah kenapa itu tidak menakutkan lagi, wajah manly nya makin hari makin pudar di ganti wajah yang sangat entahlah jiwa seme Jimin yang hanya sebesar kutu rambut itu terlalu malu untuk mengekspresikanya-
"Kau marah?" Tanya Jimin sambil tersenyum. Taehyung melengos tidak peduli.
"Tidak tahu!" Jawab Taehyung ketus.
"Tae.."
"..."
"Babe.."
"..."
"Sayang.."
"..."
"Chagiyaa~"
"..."
"Mama Taehyung"
Krik
Krik
Krik
Bajingan!
.
Panggilan macam apa itu!
Taehyung mengumpat dalam hati. Jimin tadi nemanggilnya apa? Mama Taehyung? Wow, Demi Tuhan itu adalah panggilan ternista yang pernah ia dengar. Jimin memanggilnya mama lalu ia memanggil Jimin papa begitu?
"Kau panggil aku apa tadi?" Desis Taehyung tajam. Jimin tertawa kering,
"Heheheh, aku bercanda sayang.." jawab Jimin canggung.
"Ulangi sekali lagi, kau tadi memanggilku apa, bedebah?" Demi Dewa Kodok, Jimin takut. Ia bisa melihat kilat marah di mata lebar Taehyung. Jimin sudah siap-siap kabur untuk menghindari amukan sang Dewi Kematian. Jimin harus segera pergi, sebelum Taehyung mengamuk dan membunuhnya.
"Oh lihat! Aku harus ke kampus sekarang, kau hati-hati di rumah ne?-"
"Jangan mengalihkan pembicaraan, sialan !"
Mati kau Park Jimin.
M. A. T. I
Lengan Jimin sudah di cengkeram oleh sang istri, Jimin sudah siap, Paling tidak ia mati tidak dalam keadaan Jomblo-
"Ulangi tadi kau memanggilku apa, cepat atau kau tidak ku beri jatah selama satu bulan!"
Jimin langsung pundung. Memangnya sejak kapan dia deberi jatah sama Taehyung? Bahkan setelah tiga bulan menikah malam pertamanya baru kemarin.
Sialan!
Sudah jangan di bahas!
"Kau bahkan tidak pernah memberiku jatah sialan!" Ucap Jimin sweatdrop.
"Benarkah? Hehe maaf aku lupa"
Bolehkah Jimin bertanya, memukul kepala uke yang sedang hamil itu dosa tidak sih?
"Tidak, tidak. Ulangi tadi kau memanggilku apa, cepat ulangi!" Bagai tersadar Taehyung mulai membentaknya lagi.
Jimin menelan ludah. Mungkin mati tidak seburuk kelihatanya, daripada dia hidup tapi punya istri biadab mantan seme yang durhaka, makan hati, dan tidak ada manis-manisnya.
"Mama Taehyung.." suara Jimin mencicit.
Krik
Krik
"Yang keras donggg!" Tuhkan Taehyung membentaknya lagi. Nyali Jimin menciut, sungguh.
"Mama Taehyung.." suara Jimin membisik.
Taehyung tersenyum psikopat saat Jimin memanggilnya dengan panggilan super duper nista itu. Jimin kau sudah siap mati sekarang?
"Ada kalimat terakhir Park Jimin?" Tanya Taehyung manis. Manis-manis empedu maksudnya. Jimin menggeleng, kalau dia boleh jujur ia ingin meminta maaf pada ibunya dulu ia suka mengambil lipbalm ibunya, suka mencuri bedak ibunya, ia juga suka mencuri pelembab ibunya. Tapi masak ia mengatakan rahasia nistanya sebagai kalimat terakhir di depan istri gilanya, image nya yang sudah bencong, jadi makin bencong sialan!-
Cup
Jimin bengong.
Taehyung mencium bibirnya sekilas.
Wajah tolol terpasang di wajah jeleknya.
Taehyung tadi habis ngapain sih kok dia jadi kaku begini.
Kok di perutnya kayak ada yang hangat-hangat aneh begituu?
"Ta-taehyung kau tadi habis ngapain?-" Jimin blank. Ia baru sadar Taehyung tadi menciumnya.
Wow..
"Terima kasih, Papa Jimin aku suka panggilanmu~" Taehyung berkata sambil memasang wajah imut yang menurut jiwa seme Jimin yang hanya sebesar kutu rambut itu sangat-
-overload.
Papa? Taehyung tadi memanggilnya Papa?
Papa yang pasanganya Mama?
Iya kan?
Wow
Wow
Haruskah Jimin berakselerasi ala pemain sepak bola di tengah kota kemudian menari gangnam style, berjingkrak-jingkrak ria lalu berguling-guling di tengah jalan raya sambil membawa banner bertulisan-
ISTRIKU MEMANGGILKU PAPA OHH YEAHHH !
.
.
.
Tbc?
Respon kalian ama ff ini sungguh gak gue duga, gue gak nyangka kalian bakalan suka ama pair yang agak nyeleneh ini. Gue lagi gak sibuk jadi ya apdet cepet heheheh. Makasih banyakk atas reviewnya yaa makin sayang gue ama kalian. Btw fellnya udah dapet belom? Yang minta nc sabar yaw, oke see youu. Review please~~/aegyo bareng rapmon/
