Hari ini diselenggarakan pertandingan basket disekolah Eunsoo. Tentu saja Kai dan teman-temannya juga ikut bertanding. Tempat penonton hampir seluruhnya terisi oleh para wanita yang ingin melihat dan menyemangati Kai. Kali ini Eunsoo juga mengajak Sohyun untuk melihat pertandingan Kai. Mereka berdua berdiri paling depan hanya untuk melihat Kai dari jarak dekat.
"Dia tampan sekali." Ucap Eunsoo ketika tim Kai mulai memasuki lapangan.
"Tutup mulutmu jika tidak ingin ada serangga yang masuk." Ujar Sohyun yang terkekeh ketika melihat Eunsoo yang tengah membuka mulutnya karena terpana akan ketampanan Kai.
Eunsoo memukul pelan Sohyun karena ucapannya barusan. Saat pertandingan dimulai para wanita termasuk Eunsoo dan Sohyun mulai menyemangati para pemain basket. Banyak sekali fans Kai yang terus menyoraki nama Kai.
Pertandinganpun selesai. Dan tim Kai tentu saja menjadi juaranya. Para murid terutama murid perempuan banyak yang menghampiri Kai untuk memberikan ucapan selamat. Padahal tujuan utama mereka adalah agar bisa mengobrol dengan Kai.
"Ayo kita kesana." Tunjuk Sohyun kearah Kai dan teman-temannya.
"Aku malu." Ucap Eunsoo.
"Ayolah yang lain saja berani untuk mendekati Kai." Sohyun menyeret Eunsoo agar menghampiri Kai.
"Sunbae.. Selamat atas kemenangan tim kalian." Ucap Sohyun saat berada didepan Kai dan teman-temannya.
"Permainan kalian sangat luar biasa." Tambah Eunsoo yang sedikit malu-malu.
"Terimakasih karena telah menyemangati kami." Ujar Kai sambil tersenyum.
"Hei bukankah kau wanita yang waktu itu?" Chanyeol mendekati Eunsoo dan memicingkan matanya kearah Eunsoo.
"Ah itu.." Eunsoo menggaruk tengkuknya gugup.
"Kau kan wanita yang-" Sebelum Chanyeol menyelesaikan ucapannya Eunsoo sudah terlebih dahulu membekap mulut Chanyeol.
Kai dan Sohyun hanya menggelengkan kepalanya sambil tertawa karena melihat kelakuan Chanyeol dan Eunsoo. Tak lama kemudian datanglah seorang wanita cantik yang tak lain adalah Krystal yang tiba-tiba mencium Kai tepat dibibirnya. Eunsoo dan yang lainnya hanya bisa membelalakkan matanya melihat kejadian barusan.
"Kai selamat ya." Ucap Krystal sambil memeluk Kai.
"Apa yang kau lakukan disini?" Kai melepaskan pelukan Krystal.
"Memangnya kenapa? Bukankah siapa saja boleh datang untuk menonton pertandingan hari ini?" Kai hanya diam tanpa berniat menjawab pertanyaan Krystal.
"Hey bukankah kau wanita yang kemarin? Mengapa kau selalu membuntuti Kai?!" Tanya Krystal sambil menunjuk kearah Eunsoo.
"Krys, berhentilah." Kai mencoba menenangkan Krystal.
"Cih, dasar penguntit." Desis Krystal.
"Hey jaga ucapanmu!" Bentak Sohyun kepada Krystal.
"Sohyun sudahlah. Sunbae.. kami permisi dulu ya. Sekali lagi kami ucapkan selamat atas kemenangan kalian." Ucap Eunsoo sebelum menarik Sohyun pergi dari lapangan.
Eunsoo menarik Sohyun yang sedari tadi terus menggerutu tak henti-hentinya. Sampai mereka berhenti ditaman sekolah.
"Hey sebenarnya wanita tadi itu siapa?" Tanya Sohyun.
"Entahlah. Aku rasa wanita itu kekasihnya. Aku juga bertemu dengannya kemarin." Ujar Eunsoo.
"Dimana?"
"Saat aku bertemu dengan Kai sunbae ditaman kota." Jelas Eunsoo.
"Mengapa kau tak cerita padaku?" Ujar Sohyun kesal.
"Aku lupa." Eunsoo hanya terkekeh pelan.
"Oh iya, kau tak apa-apa?" Tanya Sohyun tiba-tiba.
"Memangnya kenapa?" Bukannya menjawab Eunsoo malah balik bertanya kepada Eunsoo.
"Tadi kan kau melihat Kai sunbae mencium wanita itu."
"Ah itu. Aku tak tahu harus bersikap seperti apa. Kurasa aku akan berhenti mengagumi Kai." Gumam Eunsoo.
"Kau yakin?" Tanya Sohyun kaget.
"Lagipula aku takkan bisa mendapatkan Kai sunbae. Dan Kai sunbae sudah memiliki kekasih jadi lebih baik aku menyerah saja." Eunsoo menghembuskan nafasnya pelan.
"Sudahlah. Lupakan Kai sunbae. Kau bisa menjadi sasaeng Chanyeol sunbae mulai dari sekarang." Eunsoo tertawa mendengar ucapan Sohyun. Padahal hatinya pedih melihat kejadian barusan.
Hari ini Eunsoo mulai melancarkan tekadnya untuk menjauhi Kai. Hari ini pun Eunsoo tak pergi ke kelas Kai atau ke lapang basket untuk memotret Kai. Dia hanya diam dikelas sambil memainkan ponselnya. Entahlah, sejak kejadian kemarin Eunsoo jadi agak malas untuk melihat Kai. Eunsoo juga memilih untuk mundur jika Kai memang sudah memiliki kekasih.
Eunsoo melangkahkan kakinya kedalam perpustakaan untuk menghilangkan bosan. Dia mengambil salah satu novel dan mulai duduk untuk membacanya.
"Boleh aku duduk disini?" Tanya seorang pria yang tak lain adalah Kai.
"Te-tentu saja." Kai pun duduk disebelah Eunsoo. Eunsoo sangat tak percaya seorang Kai akan duduk disampingnya. Padahal hari ini Eunsoo berniat untuk menjauhi Kai, tapi Kai malah mendekati Eunsoo. Eunsoo merasa takdir sedang mempermainkannya.
"Kau suka membaca novel?" Tanya Kai memecah keheningan yang tengah melingkupi mereka.
"Iya." Jawab Eunsoo singkat. Sebenarnya Eunsoo tak berniat untuk bersikap cuek kepada Kai tapi ia benar-benar sedang gugup jadi ia hanya bisa menjawab seadanya.
Kai hanya menganggukkan kepalanya, setelah itu keheningan mulai menyelimuti mereka kembali. Sedari tadi Eunsoo sudah kehilangan minatnya membaca, ia hanya membaca asal buku yang tengah dipegannya. Ia gugup. Sangat gugup.
"Sunbae, sepertinya aku harus kembali ke kelas." Eunsoo berdiri dari duduknya dan membereskan buku yang akan ia pinjam.
"Baiklah. Hati-hati." Kai tersenyum manis sebelum Eunsoo pergi dari hadapannya.
Sudah sekitar seminggu Eunsoo berhenti memotret Kai dan mulai menjauhi Kai. Eunsoo cukup tahu diri. Ucapan Krystal minggu lalu memang ada benarnya. Eunsoo bukanlah apa-apa jika dibandingkan dengan Krystal. Ia tak akan sanggup untuk bersaing dengan Krystal.
Biasanya saat jam istirahat Eunsoo selalu meluangkan waktunya untuk sekedar pergi ke kelas Kai dan menggambil foto Kai, tapi kali ini Eunsoo tak melakukannya. Eunsoo hanya duduk didalam kelasnya ditemani oleh Sohyun. Saat pulang sekolah, biasanya Eunsoo pergi ke lapangan hanya untuk melihat Kai yang sedang latihan basket, tapi kali ini Eunsoo memilih untuk langsung pulang kerumah dan menghabiskan waktunya dirumah. Saat tiba-tiba bertemu Kai pun Eunsoo berpura-pura seolah tak mengenal Kai dan terkadang ia lebih memilih untuk mencari jalan lain agar tak berpapasan dengan Kai. Eunsoo hanya menghabiskan waktunya dirumah dan pergi jalan-jalan bersama Sohyun untuk menghilangkan penatnya. Terkadang Eunsoo merasa merindukan Kai. Hati kecilnya berkata untuk menemui Kai tapi logikanya menolak. Ia tetap pada pendiriannya untuk melupakan Kai.
Kai tengah terduduk dipinggir lapangan sambil memegang bola basket. Ia hanya diam tanpa berniat memainkan bola basketnya. Sesekali ia menghembuskan nafasnya pelan dan kembali terhanyut kedalam pikirannya.
"Kau kenapa?" Kai terperanjat kaget ketika mendengar suara Chanyeol.
"Tak apa." Ucap Kai singkat.
"Kau hanya termenung sedari tadi. Apa ada masalah?" Chanyeol terduduk disamping Kai.
"Kau tau Eunsoo?" Chanyeol menganggukkan kepalanya.
"Kurasa dia menjauhiku." Lanjut Kai.
"Jadi kau seperti ini gara-gara Eunsoo?" Chanyeol tersenyum mendengar ucapan Kai.
"Entahlah. Aku sudah tak pernah memergokinya yang tengah memotretku diam-diam. Bahkan saat dia berpapasan denganku dia seperti tak mengenaliku. Padahal aku tak merasa memiliki salah padanya." Kai menghembuskan nafasnya gusar.
"Kau ingat saat kita memenangkan pertandingan basket berberapa waktu lalu?" Kai hanya mengangguk mendengar ucapan Chanyeol.
"Kurasa dia mulai menjauhimu karena melihat Krystal menciummu." Jelas Chanyeol.
"Benarkah?" Ucap Kai kaget.
"Kurasa begitu. Aku sarankan agar kau cepat-cepat menjelaskannya pada Eunsoo sebelum Eunsoo benar-benar melupakanmu." Kai hanya termenung memikirkan ucapan Chanyeol.
Angin berhembus meniup helaian rambut Eunsoo. Eunsoo tersenyum merasakan betapa segarnya udara dipagi hari. Eunsoo baru saja lari pagi disekitar taman kota dan berhenti disebuah sungai yang tak jauh dari taman tersebut. Eunsoo terduduk disebuah kursi kayu tua dipinggir sungai sambil menyusut peluh yang mulai menetes dari pelipisnya. Eunsoo merasakan tenggorakannya mulai mengering dan sialnya ia lupa untuk membawa air minumnya.
"Minumlah." Seorang lelaki menyodorkan sebotol air mineral kepada Eunsoo. Lelaki tersebut adalah Kai. Eunsoo hanya menatap Kai kaget dan bingung. Mengapa Kai bisa tahu bahwa Eunsoo sedang kehausan?
"Ambil." Lanjut Kai.
"Tidak, terimakasih. Lagipula aku akan segera pulang. Sampai jumpa sunbae." Baru saja beberapa langkah Eunsoo menjauh dari Kai, tapi tiba-tiba Kai menahan pergelangan tangan Eunsoo.
"Mengapa kau menjauh dariku?" Tanya Kai. Eunsoo hanya terdiam tanpa berniat membalikkan tubuhnya.
"Jawab aku." Lanjut Kai.
"Aku tak menjauhimu sunbae. Itu hanya perasaanmu saja." Jawab Eunsoo sambil tertawa parau. Kai berdiri didepan Eunsoo tanpa berniat melepaskan genggaman tangannya.
"Lalu kenapa setiap berpapasan kau seperti tak mengenaliku? Kenapa aku tak pernah melihatmu dipinggir lapang basket ketika aku latihan? Kenapa aku tak lagi melihatmu mengambil fotoku diam-diam?" Cecar Kai. Eunsoo hanya menunduk mendengar ucapan Kai. Eunsoo tak menyangka bahwa selama ini Kai tahu dengan kebiasaannya tersebut.
"Itu.." Eunsoo bingung dan tak tahu harus menjawab apa.
"Apa karena ucapan Krystal?"
"Bukan." Ucap Eunsoo dengan suara yang sangat pelan.
" Karena kau melihat Krystal menciumku?" Eunsoo hanya terdiam dan semakin menundukkan kepalanya.
Kai hanya tersenyum karena melihat reaksi Eunsoo. Tangan kiri Kai semakin erat menggenggam tangan Eunsoo sedangkan tangan kanannya menaikkan dagu Eunsoo agar Eunsoo menatapnya.
"Kau tak perlu cemburu. Krystal hanyalah mantan kekasihku. Dan soal ciuman itu dia yang menciumku duluan aku tak membalasnya sedikitpun." Ujar Kai sambil mengusap pipi Eunsoo.
"Kau tak perlu menjelaskannya sunbae. Lagipula aku tak berhak untuk tahu." Ucap Eunsoo pelan.
"Kau berhak tahu. Wanita yang kucintai berhak tahu akan hal itu." Kai tersenyum dan menatap dalam mata Eunsoo.
"A-apa?" Eunsoo membelalakkan matanya tak percaya.
"Aku mencintaimu. Aku mencintai Eunsoo. Dan aku mencintai pengagum rahasiaku. Kau tau? Bukan hanya kau yang mengagumiku tapi aku juga sangat mengagumimu. Eunsoo, maukah kau menjadi kekasihku? " Eunsoo hanya menatap Kai.
Ia benar-benar kaget dengan pengakuan Kai barusan. Eunsoo merasa terharu dengan ucapan Kai. Selama ini Eunsoo selalu mengira bahwa mustahil baginya untuk mendapatkan Kai. Bahkan ia tak pernah bermimpi bahwa Kai akan menyukainya. Tapi kali ini didepan matanya, Kai mengatakan bahwa ia mencintai Eunsoo.
"Kau tak berniat menjawab pertanyaanku?" Bukannya menjawab ucapan Kai, Eunsoo malah menitikkan air matanya dan membuat Kris bingung.
"Kenapa menangis?" Kai mengusap air mata yang mulai mengalir dari pelupuk mata Eunsoo.
"Selama ini aku selalu berfikir bahwa mendapatkanmu adalah hal yang mustahil. Tapi kau-" Sebelum Eunsoo menyelesaikan ucapannya Kai sudah terlebih dahulu membungkam bibir Eunsoo dengan bibirnya.
Kai mencium Eunsoo dengan lembut seolah mengutarakan seluruh perasaan yang selama ini terpendam didalam hati mereka. Keduanya tersenyum disela-sela ciuman mereka. Eunsoo mulai sadar bahwa tak ada yang mustahil di dunia ini.
END
