"serious condition"

Chapter 2 "my ex girlfriend save me"

.

.

.

Trimakasih sudah membaca cerita sebelumnya. Oke langsung saja ya.

.

.

.

Setibanya di ruangan ICU nampak sosok pria terkulai lemas di dalam sana. Dengan alat bantu untuk menunjang kelangsungan hidupnya,karena hanya itu yang bisa membuatnya bertahan. Tiba-tiba air mata turun dari pelipis hinata yang saat itu melihat sosok pria yang terkolek lemas. Kiba tahu perasaan hinata saat itu, semenjak naruto dirawat hampir 3hari dan belum siuman juga hinata merasa bersalah telah membuat naruto seperti ini."sudahlah hinata,ini bukan salahmu kok. Pada saat itu naruto emosi dan tidak bisa mengendalikan kekuatan kyubii." sambil menghentikan tangan hinata yang selalu memukul-mukul pahanya yang mulus itu. "tapi kiba-kun, itu salahku aku bodoh kenapa aku datang ke tempat naruto dan sok jadi penyelamat." "apa yang harus aku lakukan kiba-kun? Aku bingung" lanjutnya sambil menyandar di pundak kiba. Entah kenapa kiba merasa nyaman dengan posisi hinata "tuhan biarkan kali ini aku merasakan sentuhan dari orang yang aku sayang," ia berdoa dengan tulus.

.

.

.

Dari ruang rawat naruto datang seorang wanita yang selama ini disayang naruto. "tsunade-sama bagaimana keadaab naruto?" wanita itu hanya menggeleng untuk menjawab wanita pemilik mata indigo itu. "sudahlah hinata aku yakin naruto kuat,dia pasti bisa menghadapi semua ini. Percaya padaku." kata kiba, ia ingin sekali menghibur hinata tapi sepertinya hanya sia-sia . Yang bisa buat tersenyum hanya naruto seorang ,ya naruto orang yang selama ini ia sayang. Tapi kiba bisa saja mengikhlaskan himenya itu tapi harus membutuhkan waktu yang cukup lama.

.

.

.

Flashback on :

"tsunade-sama,bagaimana keadaan naruto?" tanya hinata kepada seorang yang sudah dianggap naruto sebagai neneknya. "Hinata,aku harap kamu menerima kenyataan ini. Peluang bertahan naruto sangat sedikit." sambil membelai rambut lembut hinata. "apa tsunade-sama tidak bisa menolongnya? Bukankah kau orang yang sangat ahli dalam bidang pengobatan?" tiba-tiba hinata menangis histeris mendengar pernyataan tsunade yang membuatnya lemas seketika. "Hinata ninja sehebat aku belum tentu bisa menyembuhkan naruto karena perubahan kyubi mencapai ekor 9. Sabarlah hinata aku yakin naruto bisa menghadapi ini semua." hinata pun langsung duduk dan menyandar di bahu kiba.

Flashback off

.

.

.

Melihat hinata menangis membuat kiba merasa sedih -"apa kamu tahu hinata ? Aku lebih sedih melihatmu seperti ini dibandingkan aku tidak dapat memilikimu." ingin rasanya kiba mengungkapkan hal itu ke hinata,tapi apa daya lidahnya sangat kelu untuk mengucapkan "bahwa aku mencintaimu." tidak disadari wanita yang kini bersender di bahunya telah terdidur dengan sisa air mata yang tadi menetes di pelupuk matanya. Dan kiba membawa hinata ke ruangan tsunade.

.

.

.

"kamu sudah bangun hinata-chan? Apa kamu baik-baik saja?" kiba hanya melihat anggukan dari wanita pemilik mata indigo itu. "ki-kiba-kun gomen,aku merepotkanmu," "hm tak apa hime aku senang Sekali bisa membantumu." sambil meletakan tangannya di wajah putih hinata. "ayo ku antar pulang," hinata hanya diam "aku takut merepotkanmu, aku diam disini saja sampai kakiku membaik." sambung hinata.

"oh tenang saja, tadi aku sudah meminta tsunade-sama menyembuhkanmu." hinata hanya tersenyum dan langsung memeluk kiba dan membisikkan sesuatu "arigatou, kiba-kun aku senang bisa mengenal kamu kiba-kun." dan hinata mengecup pipi kiba,yang membuat kiba senang dan menaruh harap pada hinata.

.

.

.

"apa aku harus mengungkapkan semuanya ke hinata? TIDAK! berfikir apa aku ini. Dia milik naruto," tanpa disadari hinata memperhatikan kiba "Kiba-kun kenapa melamun?" seraya melambaikan tangannya di depan wajah kiba. "Ah tak apa hinata," sambil menjukkan nyengir khasnya.

.

.

.

"hinata-chan arigatou yang tadi." sambil menaiki akamaru, "dou ithamashite kiba-kun aku juga berterimakasih kamu telah membantuku." mata kiba terbelakak ketika hinata menciumnya lagi. "sampai jumpa,kiba-kun hati-hati ya." kiba hanya tersenyum dan mengangguk dan membisikan sesuatu "ku tunggu kau besok di taman sakura dekat akademik." setelah membisikkan kiba mencium keningnya dan hinata hanya mengangguk dan setuju.

.

.

.

Pagi yang cerah dan kicauan burung yang menemani perjalanan wanita pemilik mata indigo itu seperti alunan lantunan melodi dipendengarannya. Langkahnya makin dipercepat karena dia sudah telat dengan janjinya akan bertemu dengan pria berambut coklat itu. "go-gomen kiba-kun aku telat," sambil mengontrol nafasnya hinata terlihat terkejut karena tampilan kiba yang berbeda. Biasanya ia memakai kaus polos dan jaket kesayangannya kini ia memakai baju berlambangkan klannya dan memakai jacket mirip seperti jas. "kiba-kun akamaru mana?" sambil mencari dimana akamaru, "oh akamaru sedang kurang sehat dia sedang dirawat dengan kakak ku. Ayo hinata kita pergi ke festifal musim semi." hinata hanya mengangguk tanda setuju.

.

.

.

Waktu menunjukan pukul 5 sore dan awan pun sudah mulai mendung. "kiba-kun ayo kita pulang,nampaknya akan turun hujan." kiba mengangguk dan mengajak pulang hinata. Dari tempat festival itu memang cukup jauh ,untuk mencapai ke rumah hinata harus menempuh kurang lebih 2 jam dari tempat itu. Hujan pun turun dengan lebat dan mereka tidak membawa payung dan hanya memakai daun talas yang cukup besar,tapi itu tidak berpengaruh dengan cuaca yang saat ini sedang turun hujan. Kiba tahu bahwa hinata tidak tahan akan cuaca dingin,setelah melihat kearah hinata sekarang kondisinya sudah mulai kedinginan bibir yang tadinya berwarna merah berubah menjadi pucat,tubuhnya menggigil padahal ia memakai jaket. "hinata kamu tidak apa-apa ? Ini pakai jaketku." sambil memakaikan jaketnya tapi tiba-tiba mata hinata terasa berkunang-kunang dan akhirnya

BRUKKKK!

dengan segera kiba membawa hinata ke rumah sakit dimana naruto dirawat, berhubung rumah sakit dan tempat hinata pinsan tidak jauh lagi kiba segera membawanya.

.

.

.

Dari ruang rawat hinata, ia mendengar percakapan antara kiba dan Tsunade. Dan Hinata sangat terkejut dan jatuh pinsan lagi.

.

.

.

Apa yang di dengar Hinata hingga dia pinsan untuk kedua kalinya? Dan apa yang terjadi pada naruto? Tunggu di chapter selanjutnya ya :)

.

.

.

Gomen kalo saya typo maklum amatiran jangan lupa REVIEW ya :) koment kalian akan sangat diperlukan :)

Arigatou :)