HALF
Main Chara : Belum ada untuk saat ini
Length : Chaptered (insyallah kalo ada yg minat)
Cast : Liat nanti ya ;)
Genre : Fantasy
Author : Imaginary
DON'T LIKE DON'T READ
TOO MANY TYPO(s)
don't forget to give a review
Have a nice reading
"Aneh, kemari kau!"
Aku hanya dapat menghela napasku dan menghampiri Ahjussi itu, dengan malas-malasan. Inilah hari-hariku selalu penuh dengan caci-makian.
"CEPAT TAK USAH PAKAI LAMA!"
"Sudah ANEH lama lagi, sudah diuntung diterima bekerja disini"
"Ada apa, Ahjussi?"
"Kau harus melepas baju dinginmu itu. Para pengunjung risih melihatnya. Lagipula untuk apa kau memakai pakaian musim dingin, tak taukah kau ini musim panas? Pantas orang-orang memanggilmu aneh. Intinya, bila kau masih mau bekerja disini jangan memakai dan bertingkah yang aneh. Kalau tak mau cepat keluar dari sini!"
"huh… Aku keluar Ahjussi"
Ku lepaskan topi, nametag, dan celemek hitam yang digunakan sebagai seragam. Lalu kutaruhnya begitu saja dimeja terdekat. Langsung aku keluar dari tempat itu.
"Hey, aneh! Aturnya kau tidak meletakkan seragammu dimeja tamu…bla..bla"
Aku tak mendengarkan lagi ocehan Ahjussi itu. Memangnya ia pikir ia siapa dengan seenaknya menyuruhku ini itu, setelah ia memecatku dengan tidak langsung. Memangnya apa salahnya memakai baju dingin dimusim panas?
"huh.."
Lagi- lagi aku menghela napas. Aku tau pasti orang-orang tak sependapat dengan ku. Tapi kalau keadaan ku tak seperti ini mungkin aku bisa memakai pakaian tipis dan pendek. Saat terkena sinar matahari secara langsung, maka kulitku akan memerah seperti terbakar dan rasanya energiku terkuras habis. Terakhir kali aku memakai pakaian pendek dan tipis aku tidak bisa bergerak dari tempat tidur selama 10 hari penuh.
Ku perhatikan sekitarku semua orang menatapku aneh dan berbisik-bisik kepada orang disebelahnya. Sudah dapat dipastikan mereka membicarakanku. Ntah, mengapa siang ini terasa sangat panas dan rasanya pakain hangat ini malah semakin membakar kulitku, pandanganku mulai berkunang-kunang. Ku cepatkan langkahku untuk sampai disekitarku sudah mulai sepi karena memang rumahku berada di perbatasan kota yang dekat dengan hutan.
"nak, kau sudah pulang?"
"dan kenapa wajahmu pucat?"
Tanya seorang wanita setengah baya dihadapkanku
"minhae umma aku dipecat lagi. Aku memang anak yang aneh dan merep…"
Tiba-tiba semuanya gelap..
maaf ya kalo sedikit..
semoga masih ada yang minat membacanya :)
