Akhirnya bisa nge-update next Chapternya~ Ayo.. check it out!

Title: Vacation To Namimori
Disclaimer: Katekyo Hitman Reborn ©Amano Akira, Fairy Tail ©Hiro Mashima
Rate: T untuk jaga-jaga
Genre: Humor-General
Warning~ Kata tidak baku,humor mungkin garing,dan lain lain

.

.

.

.

.

Vacation To Namimori

.

.

.

.

.

By Shironyan HibariAddict18

.

.

.

.

.

Tsuna POV:

Aku membuka kelopak mataku sedikit demi sedikit, mengucek-ngucek mataku dan bangkit dari posisi tidurku. Aku melihat Nii-san yang hanya memakai handuk. mataku melirik ke jam dinding dan mengetahui bahwa sekarang sudah jam 06.30.

"Nii-San, Apa ada orang dikamar mandi?" Tanyaku sembari bangkit dari tempat tidurku. Nii-San menggeleng sambil mengancing kemejanya.

"Reborn mana, Nii-San?" aku bertanya lagi.

"Sudah keluar, Tsuna"

Aku meraih handukku lalu masuk ke dalam kamar mandi di dalam kamar kami. 15 menit kemudian, aku selesai. Aku mengeringkan rambutku dengan handuk lain dan mengeluarkan baju yang akan ku pakai hari ini.

"AH TIDAK!" aku mendengar suara yang tak lain tak bukan, suara Nii-San. "Ada apa, Nii-San?" sontak aku bertanya padanya dengan khawatir.

"Aku lupa! Kita akan pergi ke pantai bukan hari ini? Aku malah memakai kemeja! Harusnya aku memakai baju yang lebih santai!" Nii-San membuka satu persatu kancing kemeja nya lalu mengganti bajunya.

Aku hanya menggeleng-gelengkan kepala ku dan memasukan kedua tanganku ke dalam kaos ku yang berwarna biru dengan gambar es krim di depannya itu.

Aku memasukan kepalaku ke dalam lubang kepala di kaos ku. "Nii-San, Mau kemana?" tanya ku sewaktu melihat Nii-San berjalan keluar. "Mau sarapan, aku sudah lapar to the extream!"jawab Nii-San sambil menunjuk perutnya.

Aku meraih celana se-lututku dan memakainya. "Tsuna!" Aku mendengar ada yang memanggilku, tapi setelah aku melihat ke pintu, tidak ada siapa-siapa. "Disini, Kora!" Suara itu kembali memanggilku, aku mencari arah suara itu dan menemukan Colonello dijendela.

"Um?" aku berjalan ke arah jendela dengan handuk yang masih berada di bahuku.

"15 menit lagi kita akan berangkat ke pantai"

Aku terkejut, sangat sangat terkejut. Aku melempar handukku sembarangan dan meraih gel rambutku juga sisir. Tak lupa aku mengambil tas ku. Untung saja tadi malam aku mempersiapkan segala perlengkapannya.

Aku memasukan barang-barang lainnya ke dalam tasku lagi dan segera berlari keluar. Oh iya, aku lupa memakai sandal. Aku masuk ke dalam kamar lagi dan mengambil sandalku lalu segera keluar.

Untung kamarku tidak terlalu jauh dari pintu utama. Aku masuk ke dalam bis pribadi Vongola. Aku duduk di samping Natsu. Setelah aku melihat sekeliling, aku menyadari bahwa Dino-San datang. Ia duduk bersama Colonello.

Ya, Colonello-San dan Dino-San baru saja datang hari ini. "Ah.." aku terengah-engah. Aku menyandarkan punggung ku ke kursi.

empuknya

pikirku. Aku menutup mataku sebentar dan membukanya lagi. "Ah, Natsu.. Kau akan disini selama berapa hari?" tanyaku pada Natsu.
"Um.. berapa hari ya?" Natsu meletakkan jari telunjuknya di dagunya. "Ah! 1 minggu saja, Tsuna!" lanjutnya.

Aku terdiam, aku harus tersiksa bersama sepupuku yang gila ini selama satu minggu?! TIDAK!

Ya, Dia memang belum menunjukan ke gilaannya sekarang, tapi lihat saja, tak lama kemudian dia akan menggila. "Ah, Ayo berpesta!" Natsu berteriak aneh.

Semua terdiam. "Pesta?" Tanya Nii-San. Natsu mengangguk.

"Mana bisa, Baaka! Kita sudah sampai di pantai!" Reborn memotong. Natsu terdiam. Ah, memang sepupuku yang satu ini tak kalah gilanya dari Nii-San.

Aku keluar sebelum Gokudera. Aku turun dari bis dan melangkah kan kakiku beberapa meter dari bis.

Indahnya! Segar! Cantik!

itu yang ada di benakku. "Apa yang kau lakukan, Kora? Sana ganti bajumu!" Colonello memotong lamunanku itu. Aku terkejut. Aku meletakkan tasku di kursi pantai yang ada dan melepaskan bajuku. Aku melempar bajuku ke sembarang tempat, aku tidak perduli dengan baju itu lagi.

Normal POV:

Tsuna dan kawan-kawan sudah sampai di pantai. Hibari dan Mukuro berjalan bersama semenjak keluar dari bis itu. "Kyoya.. lepas bajumu.. ayo berenang" ajak Mukuro sambil melingkarkan lengannya di leher Hibari.

"Tidak, Herbivore!" Tentu, Hibari menolaknya mentah-mentah (gak dimasak loh :v). Mana mau seorang Hibari berenang ditempat penuh Herbivora?

"Ayolah, Kyoyaku" Mukuro menekan bagian 'ku'nya itu.

"Sekali tidak, tetap tidak, Rokudo!" Hibari berjalan pergi dari Mukuro itu. Namun, Mukuro mengejar Hibari. "Ayolah, Kyoya~ Jangan tinggalkan hime-sama disini~" Mukuro mulai gaje.

Hibari berniat berjalan pergi lewat sisi lain namun, dihalangi lagi oleh Mukuro.

"APa maumu, Rokudo?" Hibari mulai marah. "Di-ri-mu!" Mukuro mengeja untuk Hibari entah untuk apa.

"Kau gila, Rokudo. Sekarang pergi dari ku atau ku gigit ka-"

Kecupan hangat nan lembut mendarat di bibir Hibari sebelum ia sempat menyelesaikan ucapannya. Tentu, kecupan dari Mukuro Rokudo.

"Kau terlalu banyak bicara, Kyoya~" Mukuro memeluk Hibari.

"lepaskan aku, Rokudo!" Hibari membentak Mukuro sambil berusaha menarik tangan Mukuro yang melingkar di dadanya.

"Tidak Kyoya~" Mukuro mempererat pelukannya.

"Kurasa itu sudah cukup, H-Hibari-San, M-Mukuro!" Suara sang Decimo menghentikan ke romantisan mereka berdua.

"T-Tsuna~ I-Ini tidak seperti apa yang kau kira kok~ Aku hanya latihan akting saja" Mukuro pergi menjauh dari Hibari dan berjalan ke arah Tsuna untuk meminta maaf pada kekasih ke duanya itu.

"A-Apa! J-Jelas-jelas aku melihat kau memeluk Hibari-San.. dan.. HUAAAA!" Tsuna menangis kencang sebelum menyelesaikan kalimatnya itu.

"K-Kyoya! Bagaimana i-ini? T-Tsuna m-menangis!" Mukuro jadi gagap.

"Mana ku tau, aku punya urusan.. urus saja uke mu itu" Hibari berjalan pergi dengan santainya sementara Mukuro masoh mengejar Tsuna.

.

.

Sementara di bagian lain dari pantai

.

.

"Arrgg.. Siapa yang berani melempar sendal busuk ini kepadaku?" Erza tampak marah, ya.. seram.. sangat seram! "Dia!" Natsu menunjuk ke Gray yang menunduk ketakutan.

"Kono Yarou!" Erza mulai mengambil ancang-ancang untuk menghajar Gray yang menganggunya itu. "Gomen.. Erza.. Gomen Erza Gomen Erza Gomen Erza.. gomen Erza gomen Erza.." Gray sepertinya membaca doa agar tidak dihajar oleh Erza yang menakutkan itu.

Karena merasa kasiahan dengan teman seperjuangannya itu, Erza memberi free puk puk pada Gray lalu memeluk Gray. "KYAAAA! ERZA OOC!" Natsu teriak-teriak gaje sambil lari-lari.

Erza hanya terdiam melihat perilaku teman gilanya itu.

.

.

.

Sementara di tempat Tsuna

.

.

Tsuna pun berhenti menangis dan duduk di kursi. Ia sedang menikmati segelas jus jeruk segar sebelum Hibari datang. Hibari duduk di kursi sebelah Tsuna. Tsuna mulai merinding, bulu kuduknya pun berdiri seketika Hibari datang.

"Tsunayoshi.." Hibari memanggil Tsuna yang sudah 'ketakutan' setengah mati itu.

"Um?" Tsuna meneguk jusnya lagi.

"Aishiteru"

Omongan Hibari itu membuat Tsuna yang sedang meneguk jusnya memuncratkan jusnya itu.

"Daijoubu yo?" Hibari langsung bangkit dan berdiri di samping Tsuna.

"D-Daijoubu!" Tsuna mengelap mulutnya dengan tissue yang dibawanya.

Hibari hanya menghembuskan nafasnya dan duduk kembali

.

.

Matahari pun terbenam, Tsuna dan kawan-kawan masuk kembali ke dalam bis dan ada yang tertidur disana. "Ne, Natsu.. Liburan mu akan berakhir 2 hari lagi kan?" Tsuna bertanya pada Natsu.

"Oh iya, aku lupa.. Aku dan teman-temanku.. akan tinggal di Namimori~" Natsu memeluk Tsuna dengan erat.

Tsuna hanya speechless. Ia depresi.

.

.

.


Akhirnya Tamat! Minna Please Review!
Thanks!