Baekhyun menatap pohon natal yang ada di hadapannya dengan pandangan berbinar-binar, ia senang sekali, tak sabar untuk menyambut malam natal, tak sabar juga untuk bertemu dengan santa clause. Anak usia 7 tahun mana yang tidak senang bertemu dengan santa clause?

"Bu, sekarang pukul berapa?" Baekhyun bertanya pada ibunya yang sedang menggantungkan bola-bola kaca warna-warni pada pohon natal buatan itu.

Sang ibu tersenyum, merendahkan tubuhnya agar sejajar dengan putra satu-satunya. "Sekarang masih pukul 8 Baekhyunie, lebih baik Baekhyunie tidur karena santa clause hanya akan datang jika jam sudah menunjukkan pukul 12."

Bocah laki-laki itu cemberut, wajah terlihat begitu kecewa sata mendengar penjelasan dari sang ibu. Dengan lemas dan kepala yang menunduk ia berjalan masuk kedalam kamarnya. Membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur dan menyelimuti tubuhnya dengan selimut biru bergambar awan putih dan kapal berlayar biru.

"Aku ingin sekali bertemu dengan santa, aku ingin meminta pada santa agar aku dan ibu dapat bertemu dengan ayah," ucapnya sebelum akhirnya kedua mata sipit itu terpejam.


Wishes

By Bunnie b

.

Warning: TYPO.

.

.

.

.

Happy reading (._.)


Mata sipit itu perlahan-lahan terbuka. Tangan dengan jari-jari kecil meraba-raba meja nakas berwarna coklat di sampingnya, namun tangan kecil itu tidak menemukan apa yang ia cari. Baekhyun kecil akhirnya bangkit dari tidurnya dan mulai berkeliling, mencari barang yang ia ingin cari. Lalu ketika matanya menangkap jam weker yang terus berdering di meja belajarnya, segera dihampirinya. Jari telunjuk kecilnya menekan tombol yang ada di atas jam agar jam dengan warna merah tua itu berhenti berbunyi.

Baekhyun tersenyum senang saat melihat jam menunjukkan pukul 12 tepat, sungguh, ia senang. Ia sengaja mengatur alarm jam 12 tepat agar ia dapat bertemu dengan santa clause.

Sambil melompat-lompat kecil ia berjalan keluar dari kamarnya, ketika kaki-kaki kecil itu hendak menuruni anak tangga. Bunyi benturan yang sangat keras masuk ke telinganya. Bocah laki-laki itu mengernyitkan kepalanya. Apa itu ibunya? Apa yang ibunya lakukan hingga menghasilkan bunyi benturan yang kuat seperti itu? benaknya bertanya.

Rasa penasaran membuat langkah kakinya melambat, bahkan meragu. Lalu saat telapak kakinya menyentuh anak tangga yang ketiga, hitungan dari atas, ia mendengar suara wanita, lebih tepatnya teriakan kesakitan dari wanita dan ia sangat yakin jika wanita yang berteriak itu adalah ibunya.

"I-ibu?" bisiknya pelan, tapi percuma, bisikan itu mungkin hanya Baekhyun sendiri yang dapat mendengarnya karena bisikan itu terlampau pelan.

Bunyi benturan itu kembali terdengar, kali ini frekuensinya lebih banyak dari sebelumnya membuat Baekhyun kecil mau tak mau mempercepat langkah kakinya menuruni anak tangga.

BUGH!

BUGH!

BUGH!

BUGH!

Kakinya berbelok menuju ruang tengah, tempat di mana bunyi sekaigus pohon natal berada. Mata sipitnya membulat tak percaya saat melihat seseorang yang berpakaian seperti santa, lengkap dengan rambut dan kumis putih, serta perut buncitnya berdiri di depan pohon natal buatannya dengan sang ibu.

"Santa clause!" pekiknya senang.

Baru saja kaki itu akan melangkah mendekat saat lampu ruang tengah tiba-tiba menyala, menampakkan pemandangan yang membuat Baekhyun kecil merasa mual, terkejut dan takut.

Ibunya berbaring di lantai dengan tubuh bersimbah darah, kedua kaki dan tangan sang ibu sudah lepas dari tubuhnya dengan kepala yang mendongak kearahnya.

"Ba-baekhyun," tepat setelah ibunya memanggilnya, tepat saat itu juga sebuah kapak besar menghantam leher ibunya hingga kepala sang ibu terlepas begitu saja, memuntahkan banyak darah dari lehernya.

Mata Baekhyun kecil membulat tak percaya, seluruh jari tangan dan kakinya terasa begitu dingin dan kaku. Ia juga merasa mual saat melihat bagaimana bnggota tubuh sang ibu yang terpisah dari badannya.

"Kau!" santa clause itu menunjuk kearahnya, sambil membawa kapak besar di tangannya ia berjalan menghampiri Baekhyun. "Kau selanjutnya yang akan bertemu dengan ayahmu!"


END