ERASE

Lee Minnkyu Present

Main Cast :

Cho Kyuhyun

Lee Sungmin

Disclaimer :

Mereka hanya milik mereka, hanya pinjam nama. Jangan berfikiran berlebihan cause Its my FF.

Warning :

GS / Typo bersebaran / Tidak ada fanwar tidak Suka jangan Baca

Happy Reading

Sungmin terperangah, antara terkejut dan tegang dalam waktu yang bersamaan. Bagaimana tidak, ini kali pertamanya ia sebegitu intim dengan sosok pria yang mengaku sebagai tunangannya tersebut. Pertama kalinya ia merasa diperlakukan seperti itu, entalah karena ia hanya merasakan seperti itu. Ia tidak ingat apa mereka selalu seperti itu.

Kyuhyun terlebih dahulu keluar dari kamar mandi tersebut setelah cukup puas memberikan hukuman pada Lee Sungmin. Ia terkekeh sendiri mendapati sifatnya yang sangat kekanakan jauh berbeda dengan dulu. Sungmin yang saat ini membuat jiwanya bergejolak aneh.

"Dasar pria tua mesum ! Matilah kau !" Sungmin yang sudah tersadar dari euforianya segera bergegas keluar juga, namun gadis manis itu sedikit tercekat saat Kyuhyun sudah berdiri didepan pintu kamar mandi.

"Astaga !" Lee Sungmin cukup terkejut dan sedikit khawatir jika Kyuhyun mendengarkan umpatannya beberapa saat lalu.

"Wae ?" Kyuhyun mengerutkan dahinya tak mengerti ekspresi Sungmin yang tampak begitu terkejut melihatnya. Ia kemudian dengan acuhnya menyerahkan satu set piama bermotif kelinci kecil dan lengkap dengan pakaian dalam wanita diatas tumpukan piama tersebut. "Pakailah."

Pipi Sungmin merona malu melihat satu set dalaman wanita berwarna peach lucu yang tengah Kyuhyun serahkan padanya. Bagaimana bisa pria itu dengan tidak tau malu memberikannya pakaian dalam wanita kehadapannya.

"Kau ! Dasar cabul mesum !" Sungmin langsung merebut pakaian tersebut dari tangan Kyuhyun kemudian menyembunyikannya dibelakang tubuhnya. Kyuhyun semakin terheran dengan sikap Sungmin, dia bahkan sudah berbaik hati mengantarkan satu set pakaian tersebut tapi gadis ini masih saja berlaku kasar padanya.

"Apanya yang cabul ? Kau saja yang tidak ingat, kau bahkan sudah melihat punya ku." Cibir Kyuhyun dengan nada menggoda sampai membuat Sungmin semakin terperangah.

"Itu-itu tidak mungkin ! Kau pasti berbohong, aku bahkan tidak mengingatnya." Jawab Sungmin begitu gugup. Ia semakin heran, apa ia benar-benar melakukan itu. Melihat seluruh tubuh pria didepannya tersebut.

Kyuhyun semakin menyeringai merencanakan sesuatu yang menarik. Ia sedikit mencondongkan badannya kearah Sungmin, "Bagaimana kalau kita buat kau mengingatnya. Hm, seperti dulu. Kau melihat seluruh tubuh ku ?" Kyuhyun bergerak membuka kancing kemejanya dihadapan gadis tersebut.

Sungmin semakin kalang kabut ketika Kyuhyun serius dengan ucapannya. Pria didepannya tersebut tanpa tau malu membuka satu persatu kancing teratas kemeja miliknya dihadapan Sungmin. Sungmin memejamkan matanya erat sambil menggeleng-gelangkan kepalanya.

"Arkh... berhenti berhenti ! Kau benar-benar cabul !" Dengan penglihatan yang minim Sungmin langsung menghambur kearah kamar mandi dan mengunci pintu tersebut. Ia cukup terengah mengingat tadi ia sempat melihat bagian tubuh Kyuhyun, ketika namja tersebut berhasil membuka 3 kacing kemejanya.

Wajahnya merona hebat memikirkan apa lagi selanjutnya jika dia masih berdiri disana, apa pria itu benar-benar akan bertelanjang dihadapannya.

Sedangkan diluar pintu tersebut Kyuhyun terpingkal. Ia tak sepenuhnya berbohong, Sungmin memang pernah melihat seluruh tubuhnya dulu. Saat itu memang tak disengaja dalam artian kecelakaan.

Sungmin kembali membuka pintu kamar mandi tersebut dan kejutan lagi menghampirinya ketika Kyuhyun muncul dari samping dan langsung menggendongnya ala bridal.

Sungmin berteriak kesal dan memberontak keras namun sia-sia saja tenaga Kyuhyun jauh lebih kuat darinya. Kyuhyun langsung meletakan tubuh Sungmin diatas ranjang, dan membekap mulut Sungmin dengan tangannya.

"Hey diamlah sebentar, kenapa kau terus berisik ?"

Sungmin langsung menepis tangan Kyuhyun dengan kasar, "Kau benar-benar kurang ajar. Bagaimana bisa aku diam ?"

Kyuhyun mengehela nafasnya kasar sembari menggeleng-gelengkan kepalanya yang terasa berdenyut.

"Jika kau masih tak diam, aku akan mencium mu !" Ancam Kyuhyun yang terlihat serius membuat Sungmin langsung menutupi bibirnya.

Kyuhyun menyibak rambut poni Sungmin perlahan namun reaksi gadis itu masih saja menolak segala kontak fisiknya. "Apa yang kau lakukan ? Dasar mesum !"

"Kau ini, apa diotak mu hanya terpatri aku ini mesum ?"

Tanpa sadar Sungmin menganggukan kepalanya setuju dengan ucapan Kyuhyun.

Kyuhyun menangkup kedua pipi gembul Sungmin kemudian menyatukan kedua kening mereka. "Aku melalukannya karena aku mencintai mu, lihat aku. Apa aku tampak seperti maniak ?"

Sungmin sempat terpana dengan jarak sedekat ini ia bisa melihat dengan jelas wajah tampan calon suaminya tersebut. Terlebih lagi mata itu seolah mengatakan segalanya, kejujuran dan sedikit ada luka. Luka ? Entalah Sungmin merasakan jika pria didepannya tersebut sedikit menyimpan kesedihan dimatanya.

"Tidak. Maafkan aku." Gumam Sungmin perlahan. Entah kenapa Sungmin merasa sedikit bersalah selalu mengatai Kyuhyun seperti itu.

Kyuhyun hampir terkekeh melihat raut wajah bersalah Lee Sungmin yang tampak jelas terlihat. Namun tampaknya ia tak ingin menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Dengan perlahan bibirnya bergerak mendekat kearah bibir plump tunangannya tersebut.

Namun refleks Sungmin memang bagus, ketika merasakan sinyal berbahaya tangannya refleks menutupi bibirnya hingga Kyuhyun gagal mendaratkan bibirnya diatas bibir Sungmin.

"Bukankah kau mengatakan jika tidak akan berbuat mesum ?"

"Baik-baiklah. Kita bersihkan saja luka mu, kajja."

Kali ini Sungmin tidak berusaha memberontak dan memilih duduk bersila dengan tenang diatas kasur menunggu Kyuhyun yang tengah menuangkan alkohol diatas kapas. Dengan perlahan-lahan Kyuhyun menyapukan kapas tersebut diatas luka dikening Sungmin.

Sungmin meringis perlahan merasakan jika cairan tersebut seolah menggores-gores kulitnya. Sangat sakit apalagi jahitan dikeningnya tersebut memang belum kering dan belum bisa terlepas. Kyuhyun terkaget dan tanpa pikir panjang lagi langsung menghentikan kegiatannya.

"Kau tidak papa ? Apa aku harus memanggilkan dokter Oh ?" Tanya Kyuhyun memberondong tampak sekali khawatir.

Sungmin memutar bola matanya malas, "Kau terlalu berlebihan ajushi ! Itu hanya hal wajar."

"Baiklah, aku akan melakukannya perlahan."

Kyuhyun dengan sangat hati-hati melakukanya sampai membuat Sungmin ingin tertawa melihat wajahnya yang benar-benar frustasi.

"Aww pelan-pelan, sakit" aduh Sungmin berpura-pura meringis kesakitan. Didalam hatinya ia bersorak bahagia melihat wajah Kyuhyun yang begitu ketakutan dan frustasi.

"Arra arra, mian." Kyuhyun semakin memelankan gerakannya diatas kening Sungmin, sangat perlahan sembari meniup-niup kecil luka tersebut berharap rasa perih yang alkohol tersebut timpulkan tidak terlalu terasa tanpa menyadari jika Sungmin tengah menahan tawanya.

Satu sentuhan lagi menyelesaikan pekerjaannya. Hanya tinggal menempelkan handyplas diatas luka tersebut maka pekerjaan menegangkannya beres.

Setelah semua beres, Kyuhyun perlahan mengecup luka tersebut. Berharap jika luka tersebut bisa lekas sembuh dan terlebih lagi ia ingin ingatan Lee Sungmin kembali.

"Sudah ?" Tanya Sungmin ketika merasakan tak ada lagi pergerakan tangan Kyuhyun diatas keningnya.

"Belum."

"Eh ? Apa lagi memangnya ?" Sungmin sedikit merengut, ia sudah sangat kelaparan namun Kyuhyun tak cepat melepaskannya.

"Bayaran. Ini." Kyuhyun menunjuk pipinya untuk dicium Sungmin.

"Eh..dasar perhitungan !" Sungmin menyesal kenapa tidak memanggil dokter Oh saja kalau begitu. Kyuhyun memang pebisnis yang handal, bahkan membersihkan lukanya saja sampai harus meminta bayaran.

"Loh, kamu lupa jika aku pengusaha ? Tidak ada yang gratis sayang." Kyuhyun masih menunjuk pipinya dan sengaja menyampingkan pipinya agar mempermudah Sungmin menciumnya.

"Tidak mau, dasar ajushi mesum !" Sungmin yang hendak kabur langsung Kyuhyun tahan.

"Eits, kau tidak bisa kabur begitu saja sayang. Kalau begitu aku saja yang mencium mu." Kyuhyun memajukan bibirnya hendak mencium pipi gembul Lee Sungmin namun seperti biasa, Sungmin selalu bergerak untuk menolaknya.

"Yaaa ! Arraso-arraso, aku akan melakukannya. Lepaskan !"

Sungmin menatap melas kearah tangannya yang tengah dicekal Kyuhyun.

"Tidak, kau pasti akan membohongi ku."

"Tidak, janji."

Akhirnya Kyuhyun perlahan melepaskan cekalan tangannya berharap Sungmin memang menepati janjinya.

"Cepat cium !" Kyuhyun kembali menyeringai dan menyampingkan wajahnya.

Dengan ragu tangan Sungmin mencoba menggapai pipi Kyuhyun kemudian perlahan mendekatkan wajahnya.

"Arkhhh"

Sungmin tertawa terkikik mendapati Kyuhyun mengadu kesakitan karena cubitan dipipinya. Saat itu dirinya langsung berlari secepat mungkin melarikan diri dari kamar Kyuhyun.

"Rasakan itu ! Hahah" Sungmin masih terpingkal dibalik pintu kamar Kyuhyun.

"Aish, awas saja kau min !"

ooo000ooo

Sungmin menepuk-nepuk perutnya setelah merasa kenyang bukan main. Ia bahkan tak menyisakan secuil masakan ibunya tersebut untuk tuan rumah. Ia sebenarnya sedikit heran kenapa Kyuhyun tak urung menyusulnya saat ia berlari keluar. Tapi apa pedulinya yang terpenting ia sudah kenyang dan ingin secepatnya pulang.

"Bodoh !" Jika tak mengingat luka dikeningnya ia sudah pasti akan menepuk keras jidatnya itu mengingat betapa bodohnya ia mau saja memakai piamanya tersebut. Jika begitu Kyuhyun pasti akan memaksanya tidur bersama lagi.

Sungmin bahkan terheran kenapa dulu ia meninggalkan setumpuk pakaiannya kedalam lemari Kyuhyun. Kyuhyun hanya mengatakan jika ia pernah bertengkar hebat dengan Ryewook sampai hati tak ingin kembali keapartmen yang mereka sewa itu. Namun wanita tetaplah wanita, sebesar apapun ego mereka tetap akan saling mengerti satu sama lain dan kembali bersahabat lagi.

"Wah !" Sungmin langsung menghambur kearah sudut ruangan dimana terletak beberapa rak buku dan yang menjadi daya tarik Lee Sungmin saat ini bukanlah deretan buku tersebut melainkan akuarium besar disampingnya berisikan ikan-ikan mas kecil yang tampak cantik dimatanya.

Rasanya Sungmin ingin sekali mengobok seluruh isi akuarium tersebut jika tidak mengingat sang pemilik bisa mengamuk. Ia terlalu gemas melihat binatang-binatang kecil itu bergerak-gerak didalam benda persegi tersebut.

"Kau menyukainya ?"

Sungmin mengangguk antusias tanpa menghiraukan siapa yang tengah bertanya padanya saat ini. Ia terlalu terlena memperhatikan mahluk hidup kecil tersebut dan menempelkan telapak tangannya diatas kaca akuarium.

Kyuhyun tersenyum melihat tingkah kekasihnya tersebut sambil mengacak gemas rambut Sungmin.

"Ish ! Mengganggu saja, sana !" Usir Sungmin dengan galak sambil mendorong tubuh Kyuhyun yang sangat dekat dengannya.

Namun Kyuhyun tak menyerah begitu saja masih bersikeukeh menempel pada Sungmin. Kyuhyun langsung memenjarakan tubuh Sungmin dengan pelukannya lewat belakang. Sungmin menggeliat tak nyaman sambil terus menerus protes memaki Kyuhyun mesum.

"Diamlah atau aku akan mengurung mu dikamar sekarang ?"

"Ish dasar pemaksa mesum !" Sungmin merengut dan menyerah membiarkan tubuhnya dipeluk Kyuhyun.

"Terserah." Jawab Kyuhyun acuh.

Setelahnya tak ada lagi percakapan, keduanya bungkam menikmati kegiatan masing-masing. Kyuhyun dengan memeluk Sungmin sedangkan Sungmin yang masih menikmati kegiatannya memandangi ikan-ikan kecil diakuarium sambil menggerutu tidak nyaman dalam pelukan Kyuhyun.

"Kau tau min, siapa yang memberikan mereka ?" Kyuhyun mulai angkat bicara mencoba memecahkan keheningan diantara mereka.

"Mana ku tau dan terserah saja. Mungkin dari mantan mu ? Wanita mu yang lain? Ah aku tidak perduli, lagi pula ya... mereka tidak terlalu menarik."

Kyuhyun sedikit terkekeh mendengar nada bicara Sungmin yang ketara sekali nada cemburu didalamnya. Meski Sungmin berusaha menyembunyikannya namun tetap terlihat jelas dan juga dalam hilang ingatan sekalipun rupanya Sungmin masih pecemburu seperti dulu.

Kyuhyun meletakan dagunya diatas bahu Sungmin dan menatap Lurus kearah akuarium besar didepannya tersebut.

"Memang siapa wanita ku yang lain selain kamu ? Kamu ini cuman satu-satunya wanita ku."

"Ih...dasar gombal !" Cibir Sungmin dengan wajah memerahnya. Jujur saja ia memang tersipu dengan rayuan Kyuhyun yang membuatnya sedikit melambung.

"Ini sungguhan, kau harus percaya. Dia mengatakan jika ia ingin kami membesarkan mereka seperti anak kami."

Sungmin mendengus kesal mendengarkan cerita Kyuhyun. Entah kenapa ia benci mendengarkannya, hatinya sedikit tidak rela jika Kyuhyun mengatakannya begitu terdengar mesra. Lelaki ini, sudah menyebalkan, mesum, tua dan sekarang ia mengetahui fakta baru jika Kyuhyun juga seorang playboy. Sangat menyebalkan sampai ia ingin menarik rambut Kyuhyun saat ini.

"Terserah saja. Kalau begitu besarkan saja mereka itu dengan wanita mu lalu lepaskan aku !" Pinta Sungmin berpura-pura acuh.

"Akan ku kabulkan, kalau begitu kau tidak boleh kemana-mana lagi, mengerti ?"

"Apa ?"

Kyuhyun semakin mengeratkan pelukannya dan memutar wajahnya sedikit mengarah kearah perpotongan leher Sungmin.

"Kau mengatakan jika kelak kita harus membesarkan mereka seperti anak kita sendiri. Kau yang mengatakan itu sayang, kau wanita itu."

Sungmin terperangah dan refleks menghadapkan wajahnya kearah Kyuhyun dan langsung disambut bibir Kyuhyun yang mendarat tepat dipipinya.

"YAAA ! dasar pembohong mesum ! Mana mungkin itu aku ! Kyaaa minggir !"

Sungmin memberontak kuat sampai pelukan diantara mereka akhirnya terlepas juga. Dengan terburu Sungmin berlari kearah kamar dan membanting keras pintu kamar tersebut. Ia terlalu malu, entah kenapa pipinya tak bisa berhenti merona mendengarkan perkataan Kyuhyun.

"Hahaha dasar bocah !"

Kyuhyun semakin terkekeh melihat tingkah manis kekasihnya tersebut. Ia tidak berusaha mengejar Sungmin kembali, ia fikir cukup untuk hari ini. Kemudian matanya kembali menatap akuarium dihadapannya tersebut dengan pandangan sendu.

*Flashback*

Sungmin tersenyum puas karena kerja kerasnya mempersiapkan semua didepannya. Hari ini hari perayaan anniversary hubungannya dengan Kyuhyun dan juga dalam rangka ia ingin meminta maaf atas kejadian pertengkaran mereka beberapa hari lalu direstoran.

Sungmin berfikir akan memberikan Kyuhyun sedikit kejutan dengan makan malam romantis diapartemen Kyuhyun. Sejak sore tadi ia dan dibantu calon mertuanya memasak beberapa makanan kesukaan Kyuhyun. Dengan susah payah Sungmin belajar memasak semua itu hanya untuk Kyuhyun. Ia ingin Kyuhyun melihatnya tak lagi sebagai gadis manja yang selalu merepotkannya tapi juga sebagai calon isteri yang pintar memasak.

"Semuanya sempurna, dia pasti akan memaafkan ku. Ah...satu lagi." Sungmin meraih kertas didalam tas miliknya kemudian berlari kecil kearah ruangan TV.

Disana ia bisa melihat dengan jelas sebuah akuarium besar yang baru tadi pagi ia beli dan berniat menghadiakannya pada Kyuhyun. Sangat indah dan bersilau efek pergerakan ikan-ikan mas didalamnya.

Sungmin menempelkan secarik kertas yang ia pegang tadi dikaca akuarium tersebut secara perlahan. Ia sedikit terkekeh mengingat tulisan diatas kertas tersebut. Ia tidak akan bisa membayangkan reaksi Kyuhyun jika membacanya.

Klikkk

Sungmin terperanjat kaget mendengar suara pintu apartemen Kyuhyun terbuka. Tidak biasanya Kyuhyun pulang sesore ini. Bahkan jam masih menunjukan pukul 20.00, sangat mustahil pria workholic seperti tunangannya itu pulang sesore ini dan menghabiskan waktu tanpa melakukan apapun.

Ia sedikit was-was jika saja itu bukan Kyuhyun mungkin saja itu seorang pencuri. Tapi apartemen seelit ini mana mungkin semudah itu bisa dibobol mengingat pengamanan disini cukup ketat.

Sungmin tersenyum legah melihat pria tinggi tersebut tengah berjalan kearah kamar. Tanpa membuang waktu lagi Sungmin langsung berlari kearah tunangannya tersebut dan langsung menubruk tubuh jangkung Kyuhyun.

"Lee Sungmin ?" Kyuhyun terkaget melihat Sungmin.

"Hehe, kau tumben sekali pulang cepat ? Aku membuatkan mu sesuatu. Maaf ya waktu itu aku memang kekanakan. Aku mencintai mu sayang, maaf." Sungmin sedikit merona saat mengatakannya dan lebih memilih merunduk menenggelamkan wajahnya diatas dada bidang Kyuhyun.

"Ah itu-"

"Sajangnim.."

Senyuman Sungmin memudar saat mendengar suara yang ia hafal itu mampu mengacaukan semua rencana romantisnya saat ini. Sungmin langsung melepaskan pelukannya dan menatap sengit didepannya.

"Kenapa kau membawa perempuan itu keapartemen ini?" Tanya Sungmin begitu sengit.

Kyuhyun menghela nafasnya kasar, ia hanya tidak ingin ada lagi pertengkaran saat ini. Beberapa saat lalu Sungmin bahkan bersikap manis tapi hanya karena sekertarisnya datang hubungan mereka kembali memanas seolah tak ada ujungnya dari pertengakarannya ini.

"Tenanglah, aku bisa menjelaskannya."

"Tenang ? Aku mana bisa tenang jika kau membawa perempuan ini masuk kedalam apartemen ini." Sungmin bersulut semakin marah ketika Kyuhyun berusaha membuatnya tenang. Ia bergerak mendekat kearah wanita itu, Kim Seulgi yang masih tenang menyaksikan pertengakaran sepasang kekasih didepannya.

Kyuhyun langsung menarik tangan Sungmin melihat gelagat aneh dari tunangannya tersebut mengingat sifat Sungmin yang sedikit tempramen jika sedang cemburu pada Seulgi. Kyuhyun bahkan masih ingat dengan jelas ketika Sungmin dengan berani menyiram sekertarisnya tersebut denyan segelas penuh jus jeruk diatas kepala Seulgi dan memaki wanita itu dengan sebutan tidak pantas.

Kyuhyun membawa Sungmin kedalam kamar pribadinya dan melepaskan cekalan tangannya ketika Sungmin meringis kesakitan akibat genggamannya yang cukup kuat.

"Kau kasar sekali, ini sakit tau !" Sungmin merengut sambil mengelus permukaan kulit pergelangan tangannya.

"Apa yang kau ingin lakukan tadi ? Bukankah kau sudah berjanji, tidak akan berbuat kasar lagi pada Seulgi ?" Kyuhyun mengacuhkan eluhan Sungmin yang kesakitan dan lebih membahas topic yang lain.

"Aku akan melakukannya kalau dia berhenti menempeli mu !"

"Kau tau bukan, Seulgi itu sekertaris ku. Kami bekerja sama. Jangan berlebihan." Kyuhyun tidak bisa membayangkan jika ia harus bekerja dengan Seulgi tanpa berinteraksi dengan wanita itu. Akan terasa aneh bukan.

"Kalau begitu, kau pecat saja dia. Ganti sekertaris mu sekarang."

"Hey, tenanglah." Kyuhyun coba merengkuh tubuh Sungmin kedalam pelukannya namun Sungmin takan berniat lagi berdamai jika kali ini Kyuhyun masih saja menolak permintaannya itu.

Bukannya Kyuhyun tidak ingin mengabulkan permintaan Sungmin, hanya saja alasan Sungmin tidak cukup masuk akal dan juga terlihat tidak profesional baginya sebagai pengusaha memecat bawahannya tanpa alasan tepat. Apalagi Seulgi cukup cekatan dalam menjalankan segala pekerjaannya dan wanita itu juga terlihat cukup sangat cerdas. Ia membutuhkan seseorang seperti Seulgi dalam perusahaannya.

"Jangan menyentuh ku !"

"Sungmin, bisakah kita tidak seperti ini terus. Kau tau, aku mulai lelah dengan semua ini jika kau terus bersikap seperti ini."

Deg

Sungmin merasa hatinya mencelos ketika Kyuhyun mengatakan semua itu, bahkan sebelumnya Kyuhyun memang bijak dalam menghadapi hubungan mereka mengingat namja itu memang lebih tua darinya. Kyuhyun memang selalu mengalah dalam setiap pertengkaran mereka namun mungkin Kyuhyun juga akan lelah menghadapi sikapnya yang pecemburu, kekanakan dan posesif. Tapi Sungmin melakukan tersebut karena dia hanya tidak ingin kehilangan Kyuhyun. Ia hanya ingin miliknya tidak direbut orang lain, seperti Seulgi.

Mata Sungmin mulai berkaca-kaca, "Aku hanya-aku..aku melakukannya karena-"

"Karena kau mencintai ku ? Itu bukan cinta namanya. Hubungan kita tidak sehat, kita bertemu hanya untuk terus bertengkar seperti ini. Kau fikir aku tahan dengan semua ini ? Mengertilah, aku bukan seseorang yang mudah mengabulkan semua keinginan kekanakan mu itu. Sudah kukatakan juga jika Seulgi dan aku hanya bersikap profesional." Kyuhyun dengan cepat menyela perkataan Sungmin dan membuang semua unek-uneknya selama 5 tahun hubungan mereka. Ia hanya ingin Sungmin sadar posisinya sebagai apa disini.

"Kyuhyun, apa pernah kau mencintai ku ?" Kali ini Sungmin merasa jika hubungan mereka sejak awal memang hanya dirinya saja yang mengharapkan perjodohan ini berhasil. Mendengar Kyuhyun seperti itu, otaknya berfikir jika ini hanya alasan Kyuhyun untuk mengakhiri perjodohan diantara mereka. Sejak awal Kyuhyun memang sudah menolaknya, namun dengan usaha kerasnya selama 2 tahun mendekati pria workholic itu akhirnya luluh juga.

"Aku sudah cukup lelah, kau tau masih banyak pekerjaan yang belum kuselesaikan. Pulanglah, aku tidak ingin kita membahasnya lagi." Suara Kyuhyun kembali melembut setelah melihat tatapan Sungmin yang meredup. Ia benci jika harus melihat Sungmin menangis dihadapannya, ia hanya benci ketika Sungmin mulai berkaca-kaca seperti itu. Kyuhyun bahkan mengabaikan pertanyaan Sungmin dan lebih memilih mengakhiri pertengkaran mereka sampai disini.

Ketika Kyuhyun membalikan badannya dan mencari sesuatu dari laci meja didekat tempat tidurnya, Sungmin masih tak bergeming menatap sendu punggung Kyuhyun.

Bukkk

Kyuhyun merasakan nyeri dipunggungnya ketika meraskan benda mendarat dipunggungnya tersebut. Namun ia masih saja mengacuhkan Sungmin yang terus melemparinya dengan benda-benda kecil mencoba mencari perhatiannya.

"Tidak, kau berbohong ! Kau tidak mencintai ku bukan ? Kenapa ? Kenapa ? Kenapa kau tidak mencintai ku Kyuhyun ? Aku hiks..." Tangis Sungmin pecah ketika Kyuhyun masih saja mengacuhkannya dan bersikap diam.

"Berhenti bersikap bodoh ! Kau ini, sebenarnya apa yang kau inginkan ?" Kali ini Kyuhyun tak kalah kerasnya bersuara sampai membuat Sungmin terkaget mendengarkan bentakannya. Ini pertama kalinya Kyuhyun membentaknya. Kyuhyun tidak berharap masalah ini berlanjut dan bersikap diam, hanya saja Sungmin selalu menyulut pertengakaran diantara mereka. Gadis bodoh itu selalu berfikir jika ia tidak mencintainya, lalu selama 5 tahun ini apa Sungmin tak merasakan segala perhatian dan cintanya selama ini.

"Kau tidak mengerti, kau tidak pernah merasakannya. Hanya aku yang mencintai mu, hanya aku yang merasa marah, kesal dan sedih. Kau tidak mengerti ! Karena kau tidak mecintai ku." Sungmin menjerit keras sambil menangis pilu. Ia sudah tidak tahan, kenapa hanya dirinya saja yang merasakan semua perasaan itu tapi tidak dengan Kyuhyun yang selalu santai menghadapinya meski Sungmin dengan sengaja membuatnya cemburu.

"Ya, benar. Kau puas ?"

Runtuh sudah semua pertahanan Sungmin. Ia merasa jika semua persendihannya hilang rasa dan tulang-tulangnya meleleh.

"Aku sangat membenci mu Kyuhyun ! Jika bisa, aku ingin sekali mengahapus mu dari kehidupan ku !" Seiringnya Sungmin berlari keluar dari kamar Kyuhyun dan berjalan kearah dapur mengambil tas miliknya yang tertinggal. Saat melewati dapur, Sungmin melihat Seulgi masih berdiri ditempat yang sama.

Sungmin berhenti sejenak dihadapan wanita itu dan menatap benci. "Kau bisa mendapatkannya sekarang !"

Seulgi tersenyum sinis, "Itu keputusan bagus."

Rasanya tangan Sungmin sudah gatal untuk menampar wanita dihadapannya ini hanya saja ia tidak ingin Kyuhyun semakin marah. Ia hanya berharap Kyuhyun menyusulnya dan menenangkannya, tetapi Kyuhyun tak juga menampakan batang hidungnya sama sekali membuat Sungmin kecewa.

ooo000ooo

Kyuhyun cukup termenung selama 5 menit lamanya didalam kamarnya setelah kepergian Sungmin tadi. Apa hubungannya dengan Sungmin kali ini benar-benar berakhir ? Mungkin ia memang harus mengalah lagi dan menenangkan gadis manja itu. Ia cukup faham jika Sungmin ingin dibujuk.

Saat membuka pintu kamarnya tidak ada lagi Lee Sungmin, rupanya gadis itu benar-benar merajuk dan pergi begitu saja.

"Maaf direktur Cho-apa kita bisa kembali kekantor sekarang ? Semua orang menunggu anda."

Kyuhyun hampir saja melupakan fakta jika Kim Seulgi masih berada didalam apartemennya.

"Maaf kau harus melihat itu." Ucap Kyuhyun tak enak hati memperlihatkan pertengkarannya tadi didepan orang lain.

"Tidak papa direktur." Ucap Seulgi begitu manis.

"Ini-" Kyuhyun menyerahkan map kearah Seulgi. "Katakan pada yang lain, aku akan menyusul jika sempat."

"Tapi tuan Cho,"

"Kau bisa menggunakan taxi, aku masih ada yang harus ku urus. Sekali lagi aku meminta maaf."

Kyuhyun berjalan kearah kamarnya kembali meninggalkan Seulgi yang kesal bukan main diacuhkan seperti itu. Ia menghentakan kakinya sebelum benar-benar meninggalkan apartmen bossnya tersebut.

Setelah mengganti pakaiannya dengan celana jeans dan kaos biasa, Kyuhyun tampaknya memang berniat menyusul Lee Sungmin. Namun ia sedikit merasa haus dan memutuskan untuk singgah kearah dapur terlebih dulu.

Betapa terkejutnya Kyuhyun saat melihat meja makannya penuh dengan makanan dan lilin yang dibiarkan menyala begitu saja. Kyuhyun tersenyum simpul, ia tahu hanya Sungmin yang mampu melakukannya. Ia sedikit menyesal bertengkar dengan Sungmin tadi, seharusnya ia tidak ikut tersulut emosi seperti itu. Mungkin jika saja mereka tak bertengkar seperti itu, malam ini mereka lewatkan dengan romantis.

Kyuhyun meraih ponselnya dan berniat menghubungi Lee Sungmin. Namun saat membuka ponselnya, satu pesan masuk semenjak sore tadi tanpa ia tahu itu dari Lee Sungmin.

'Kau harus tau, aku ingin menunjukan sesuatu pada mu sayang. Calon suami ku yang tercinta, cepatlah pulang ! Aku merindukan mu.'

Kyuhyun tersenyum tidak menentu, baru kali ini ia menemukan gadis yang mampu membuat dirinya mabuk kepayang seperti Lee Sungmin. Gadis itu bahkan lebih muda darinya tapi Sungmin mampu memikirkan hal-hal romantis seperti ini yang tak terfikirkan olehnya selama 33 tahun hidupnya.

Kyuhyun semakin ingin bertemu dengan Sungmin dan lekas berbaikan dengan gadis itu. Saat ia berjalan melewati dapur matanya disuguhkan kejutan lainnya. Ia melihat kotak kaca besar yang begitu berkilaun didalamnya.

Kyuhyun menarik secarik kertas diatas kaca tersebut.

To : Calon suami ku tercinta

'Anniversary sayang ! Kau suka tidak jika aku memberikan mereka ? Mungkin kau akan sedikit kerepotan mengurus mereka sendiri dan mungkin juga aku akan kesepian jika kau sibuk bekerja nanti. Jadi mari kita besarkan mereka seperti anak kita. Kita habiskan waktu bersama mereka sampai tua, sampai kau tidak tampan lagi !'

From : Lee Sungmin

Kyuhyun semakin terkekeh setelah membaca note tersebut. Sampai dirinya menjadi tua, apa gadis itu bodoh jika ikan-ikan tersebut mungkin takan selama itu bisa hidup.

Drrrttrrr

Drrrrttrr

Kyuhyun meraih ponselnya yang bergetar. Ia melihat jika ada no asing kedalam panggilan ponselnya. Tanpa berfikir panjang ia angkat, mungkin saja itu panggilan dari salah satu staf kantornya.

Senyumannya pundar seketika mendengar kabar buruk tersebut. Baru saja mereka bertengkar dan berteriak satu sama lain, kini ia mendengar jika Sungmin, calon isterinya tersebut mengalami kecelakaan tunggal.

Tanpa banyak fikir ia melajukan mobilnya dengan cepat menuju arah rumah sakit. Kecelakaan itu memang tidak terlalu parah, tubuh Sungmin tidak mengalami luka apapun kecuali bagian keningnya yang memang harus dijait karena robek membentur kaca mobilnya.

Namun Kyuhyun tak menyangka jika Sungmin sampai harus mengalami koma selama 2 hari lamanya. Saat terbangun Kyuhyun merasakan kelegahan luar biasa. Namun saat dirinya baru saja merasa jika masa kritis itu berlalu, badai itu datang lagi.

"Siapa ajushi itu eomma ? dia sangat genit sekali memegang tangan ku tadi."

Semua orang dibuat kaget melihat tingkah Sungmin yang seperti itu. Ia bahkan tak mengingat Heechul sebagai calon mertuanya sendiri.

Dokter hanya mengatakan jika Sungmin mengalami amnesia, hanya saja memorinya tak semua terhapus. Sungmin hanya mengingat jika ia baru saja datang ke Seoul untuk melanjutkan kuliahnya.

Kini Kyuhyun mengerti arti dari perkataan Sungmin yang mungkin sebagai pertanda jika gadis itu benar-benar akan menghapusnya dalam ingatannya.

*Flashback Off*

Tbc~~~

Oke thanks buat respon kalian, aku usahain setiap minggunya bakal apdet.

Mengenai alur ceritanya, tenang aja kali ini aku bikinnya yg ringan" aja. Gk bakal banyak hurt" gitu...kekek

No edit, no complain ! Ok :D

See you~~

*Lee Minnkyu*