BE A CHILD (CH.2)

.

.

.

.

DISCLAIMER: MATSUI YUUSEI- SENSEI

WARNING: TYPO(S), OOC, EYD GAGAL, HUMOR GARING, ALUR NGACO, DLL...

BY: SHIOTA NARIASE

.

.

.

.

SELAMAT MEMBACA


Kini seluruh siswa kelas E, siap dengan perlengkapan masing- masing untuk kamping dadakan dalam rangka mengurus Karma dan Nagisa yang berwujud bayi. Koro- sensei kembali dengan 1 Baby Box agar kedua bayi itu bisa tidur tanpa tidur di futon. Siswa kelas E dengan pimpinan Isogai, membagi tugas absen 2-6 yang merupakan kelompok pertama yang akan mengurus Karma dan Nagisa, sisanya mengikuti pelajaran biasa hingga Pelajaran kedua selesai dan pergantian kelompok.

Kelompok 1 ( Absen 2- 6)

- Isogai Yuuma (02) - Okajima Taiga (03)

- Okano Hinata (04) - Okuda Manami (05)

- Kataoka Megu (06)

Pukul 09.05 AM

Isogai yang memimpin kelompok pertama membagi 2 grup; grup perempuan [Megu- Okano- Okuda] bertugas membuat makanan/minuman dan grup laki- laki [Okajima- Isogai] akan memakaikan baju untuk bayi. Isogai menjaga Nagisa dan Okajima menjaga Karma.

" Nagisa- kun suka baju yang mana ?" tanya Isogai, Nagisa tersipu lalu melihat baju bayi yang menurutnya bagus.

" itu, yang walna bilu..." seru Nagisa sambil menunjuk baju biru dengan gambar paus. Isogai mengangguk lalu memakaikannya pada Nagisa, lalu Isogai menyisirkan rambut Nagisa agar terlihat rapi dan tersenyum ketika merasa Nagisa nyaman.

Beda dengan Isogai, Okajima memilihkan Karma baju yang menurutnya simpel dan selalu saja ditolak Karma.

" bagaimana baju merah ini ?" tanya Okajima

" tidak bagus" jawab Karma

" ini ?" Karma menggeleng

" ah, kurasa ini cocok" Karma menggeleng lagi

" Argghh.. lalu mana yang cocok untukmu bayi iblis merah" Okajima diambang batas kesabaran menghadapi Karma versi bayi ini. Karma menautkan dagunya lalu menunjukkan baju berwarna hitam dengan dekorasi sayap dan ekor iblis.

" kurasa itu bukan ide yang bagus" seru Okajima sambil memakaikan Karma baju yang dipilih oleh Karma sendiri. Ini bukan bayi.. ini Iblis sungguhan, pikir Okajima yang melihat penampilan Karma.

Isogai menggendong Nagisa di depan dadanya lalu berjalan mendatangi Okajima yang kagum pada penampilan Nagisa yang rapi beda sama Karma.

" bagaimana Okajima- kun ? apa Karma sudah kau pakaikan baju ?" tanya Isogai. Papa Ikemen sialan.. aku ingin membunuhnya, batin Okajima miris.

" Okajima- kun ?" panggil Nagisa

" oh.. lihatlah dia, Isogai- kun. Dia bukan bayi normal tapi Iblis sungguhan dalam tubuh bayi" seru Okajima. Isogai dan Nagisa sweatdrop mendengar pengakuan Okajima.

Isogai dan Nagisa langsung menoleh pada Karma yang berpakaian ala iblis tapi untungnya dalam versi bayi, ntah bayangan apa yang mereka pikirkan jika nantinya Karma 'remaja' berpakaian seperti itu, mungkin akan membuat kekacauan luar biasa.

" ehm, baiklah... gendong dia, Okajima- kun, mereka harus makan atau minum dahulu sebelum tidur" kata Isogai.

" APA ! m- me- meng- menggendong Karma, kau yakin Isogai- kun ?" tanya Okajima dan Isogai mengangguk yakin. Karma menyeringai dan Okajima merasa hidupnya akan dihancurkan iblis kecil itu.

Fighting Okajima, kata- kata semangat dari Isogai dan Nagisa di dalam hati mereka masing- masing tentunya. Okajima lalu mengangkat Karma dan Karma menurut(sementara), menggendongnya di depan dada dan Karma (pura-pura) menurut dan berjalan bersama Isogai menuju Grup perempuan. Karma naik ke bahu Okajima yang merinding lalu menggigit bahu Okajima dengan gigi taringnya.

" AAAAAAAAAAAARRRRGGGGGGGGGGGGGHHHHHHH..."

Isogai tetap berjalan santai dengan menggendong Nagisa yang agak terkejut setelah mendengat teriakan Okajima di belakang mereka. Pasti ulah dia, batin Nagisa dan Isogai.

Nagisa berpindah ke Kataoka yang memberinya susu botol, dan Karma berpindah ke Okano. Isogai dan Okuda mengobati luka Okajima akibat gigitan(maut) dari Bayi Iblis merah(Karma).

KRIIIINGGGG!

Kelompok 2 (Absen 7-12)

- Kayano Kaede (07) - Kanzaki Yukiko (08)

- Kimura Masayoshi (09) - Kurahashi Hinano (10)

- Sugaya Sousuke (12)

Kini, Nagisa dan Karma diserahkan kepada kelompok 2 untuk jam pelajaran ke- 3 hingga waktu istirahat. Kelompok 2 dipimpin oleh Kayano, dan karena ruang kelas yang dipakai mereka memutuskan membawa Nagisa dan Karma ke lapangan untuk bermain pasir.

" uhhh.. aku tidak ingin dipellakukan seperti anak bayi, Kayano- san" keluh Nagisa

" eh... ehm... ya.. apa boleh buat Nagisa- kun, kalian berdua- kan berwujud bayi" seru Kayano

" tapi aku tidak menyangka ya, wujud bayi Nagisa kaya gini.. lucu, manis" ujar Kanzaki sambil mengelus rambut Nagisa di pangkuannya.

" ya, apalagi Karma yang ternyata wujud bayinya juga seperti itu.. mereka lucu" sahut Kurahashi

" uhh... Karma 'bayi' dengan Karma 'remaja' sepertinya sama- sama menyusahkan" ujar Sugaya yang memangku Karma yang tidak bisa diam.

" hihihi.. mereka tidak berbeda dari sifatnya yang remaja hanya saja wujud mereka yang berubah bayi" Kayano mengangguk sambil mengikat rambut Nagisa seperti biasa.

" uuh... jam belapa sekalang, Kimula-kun ?" tanya Nagisa

" eh ? jam 10. 00, memangnya kau ingin apa, Nagisa- kun ?" tanya Kimura

" aku lelah jadi bayi, apa Okuda- san sudah membuat lamuan penawalnya agal aku dan Kalma- kun bisa sepelti semula" kata Nagisa

" mungkin pulang sekolah nanti, Okuda- san akan berusaha membuat lamuannya, Nagisa- kun halus sabal menunggunya" ujar Karma

" uuuhhh..." Nagisa memoncongkan bibirnya tanpa diketahuinya, para gadis tersipu melihat keimutan Nagisa Shiota versi bayi mengambek, mungkin ini cocok sebagai bayaran mereka yang menjaga 2 bayi biru & merah itu.

KRIIIIIIIIIIIIIINGG!

Kelompok 3(Absen 13- 17)

- Tomohito Sugino (13) - Takebayashi Koutarou (14)

- Ryuunosuke Chiba (15) - Ryouma Terasaka (16)

- Rio Nakamura (17)

Kelompok 3 dipimpin oleh Nakamura yang kini membawa berbagai baju bayi hewan lucu, yang pastinya untuk 2 bayi itu.

Untungnya Koro- sensei dapat memberitahu Nakamura agar dia tidak memboros pakaian bayi sebelum Okuda menemukan penawarnya. Nakamura hanya bisa cemberut tapi dirinya segera terhibur dengan Nagisa yang digendongannya, dan Karma yang sedang memperbudak Terasaka.

" Telasaka, cepat jadi kudaku" seru Karma sambil memegang sapu

" b- baik, tapi hanya satu putaran y- ya..." Terasaka mengangkat Karma ke punggungnya lalu berjalan pelan.

" cepatlah... aku tidak suka kuda lambat" Karma memukul Terasaka dengan sapu

" s- sakit.. b- baik" Terasaka sedikit mempercepat jalannya

" O- oi, Terasaka! hati – hati, itu bayi iblis loh, jika dia jatuh mungkin saja kau akan mati di tangannya" kata Sugino

" Kalau begitu.. kau saja yang menggendong- akh, ittai-nya, Sugino.. ugh—ittai" ujar Terasaka sambil meringis karena Karma memukulnya lagi

" Sepeltinya, Kalma- kun ingin membuat Telasaka- kun babak belul" ujar Nagisa

" apa kau nyaman dalam wujud bayi itu, Nagisa- kun ?" tanya Chiba

" ugh.. tidak juga sih" kata Nagisa

" AAARGGHH.. KAPAN BELNYA BUNYI AK– UGH, CUKUP! JANGAN MEMUKULKU BAYI MERAH— AKU TIDAK TAHAN DENGAN DIA.. OKUDA- SAN! CEPAT BUAT PENAWARNYA..." Baik, kelihatannya Terasaka sudah menyerah atau kapok berurusan dengan Karma versi bayi.

-di lapangan-

" Hatsyii" Okuda bersin

" eh ? kau baik- baik saja, Okuda- chan ? apa kau sakit ?" tanya Fuwa

" a- ano.. seperti ada yang membicarakanku tentang penawar itu" seru Okuda sambil celinguk kanan dan kiri

" ehm.. mungkin saja itu Terasaka yang disiksa oleh Karma versi bayi itu" ujar Okajima

KRIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIINGGGG!

Kelompok 4(Absen 18- 22)

- Hazama Kirara (18) - Hayami Rinka (19)

- Hara Sumira (20) - Fuwa Yuzuki (21)

- Maehara Hiroto (22)

" Baik, karena sudah siang hari, sebaiknya mereka kita beri makan siang agar mereka bisa tidur dengan nyenyak" ujar Hara sambil memakai celemek

" Kata Isogai- kun mereka tadi pagi sudah diberi susu" ujar Rinka

" kalau begitu kita bisa berikan mereka makanan yang bernutrisi seperti bubur atau biskuit bayi tentunya" seru Maehara

" ughh... kumohon kalian satu hal" ujar Nagisa, " tolong jangan anggap kami bayi sungguhan dan jika kalian ingin membeliku makan, aku ingin makan bekalku saja"

" bekal ? apa isinya ? kare ? atau omelette ?" tanya Fuwa

" uhmm.. Kale woltel" kata Nagisa. Hazama membawa bekal Nagisa lalu menyondorkannya pada Nagisa, Hara membantu membukakan tutup bentonya lalu memperhatikan Nagisa yang makan, tidak tega melihat Nagisa yang kadang menjatuhkan nasinya dari sumpit, Hara menggendong Nagisa lalu menyuapinya dengan sendok bak Ibu yang menyuapi anaknya di pangkuannya.

" lalu, Karma- kun bawa bekal apa ?" tanya Rinka

" uhm.. sushi" kata Karma. Maehara membuka bekal Karma dan melihat sushi- burger- sekotak susu strawberry- sosis- bistik.

" hmph.. hihihihihi" Maehara terkikik melihat bekal seorang Akabane Karma yang kekanakan, Karma melempari Maehara dengan sepatu hingga pingsan.

" yah.. mungkin sebaiknya kau memakan bekalmu sebelum dia bangun" ujar Hazama sambil melihat Karma yang makan dengan tangannya.

Setelah makan siang, Nagisa dan Karma direbahkan pada box bayi, lalu Kelompok 4 duduk melingkar –mengelilingi—baby box. Tak lama, Nagisa dan Karma tidur sambil berpelukan.

" uahh.. lucunya, akan kufoto mereka dulu" seru Fuwa sambil memfoto Nagisa dan Karma.

" ya, baiklah.. mari kita istirahat hingga belnya bunyi.." kata Maehara.

KRIIIIIIIIIIINGG!

Kelompok 5(Absen 23- 28)

- Mimura Kouki (23) - Muramatsu Takuya (24)

- Touka Yada (25) - Yoshida Taisei (26)

- Ritsu (27) - Horibe Itona (28)

" hm.. selagi mereka masih tidur, apa yang bisa kita lakukan ?" tanya Mimura

" bagaimana jika kita main kartu, kebetulan aku membawa kartuku yang jarang dipakai" ujar Yoshida

" tidak, Ritsu! Apa kau bisa mencarikan apa yang dibutuhkan Okuda- san agar Karma dan Nagisa dapat kembali seperti semula ?" tanya Yada

" ha'i, akan saya carikan data- datanya dari seluruh dunia" kata Ritsu sambil mengumpulkan informasi tentang obat- obatan hingga tanaman.

" hoahm... jam belapa ini, Itona- kun ?" tanya Nagisa yang bangun dari tidur siangnya

" jam 1 siang lewat 45 menit, kau memerlukan sesuatu ?" sahut Muramatsu

" aku ingin ke toilet, bisa antarkan aku ke toilet" Seluruh anggota 5 dengan serentak menunjuk Muramatsu, sebenarnya Muramatsu menunjuk Yoshida tapi 5 lawan 1, terpaksalah Muramatsu yang menemani Nagisa ke toilet.

" nah, Nagisa ke toilet, dan Karma belum bangun... lalu selanjutnya apa ?" tanya Itona

" kita tinggalkan saja k-" sebuah bantal memukul keras kepala Yoshida

BUAK!

Karma yang baru saja bangun langsung melempar bantal ke arah Yoshida dengan keras. Gawat, dia bangun, batin Kelompok 5. Karma menoleh kesana kemari mencari Nagisa yang hilang.

" Nagi, ada di... mana ?" tanya Karma setengah mengantuk seraya meraba bantal di sebelahnya yang seharusnya masih diisi Nagisa. Semua diam—Yoshida mengaduh kesakitan—Muramatsu datang membawa Nagisa.

" Nagi... Nagi dimana ?" Karma mencari dengan wajah mengantuk sambil memanjat tubuh Yoshida

" Karma-kun... dia mengigau... ya ?" tanya Mimura dan Karma menjabak rambut Yoshida.

" ad- aduh.. it- itt- ittai... tunggu dulu, Ka- Karma... kau... AAAHHH..." Karma mulai menjabak, memukuli, mencubit hingga babak belur.

Iblis itu mengerikan jika tidurnya dibangunkan, batin yang lain.


TBC...

.

.

.

.

.

Omake~~~

Setelah menenangkan Karma yang hampir atau mungkin bisa saja membunuh Yoshida kapan saja dalam tuduhan(igauan/ mimpinya) yang menculik Nagisa-NYA. Sekarang, Karma duduk di pojokan sambil menunduk malu.

" Kalma- kun... kau mimpi apa sehingga Yoshida-kun babak belul ?" tanya Nagisa

" uhh..." Karma masih menunduk malu, Yada mendatangi Nagisa dan Karma.

" tadi jika tidak salah, Karma- kun bilang 'Nagi.. Nagi dimana ?' hehehe... kasih tahu dong, Karma- kun" sahut Yada yang mengendong Nagisa dan Karma ke pangkuannya.

" jadi... Kalma-kun nyali aku ya, Yada- san ?" tanya Nagisa dan Yada mengangguk hingga Karma menunduk demi menyelamatkan harga dirinya.

" iya iya, jadi... Karma- kun, kenapa kau mencari Nagisa ? apa mimpimu itu ?" tanya Mimura

" jangan- jangan... kau menyukai... Na~gi~sa ya..." goda Muramatsu sambil mencolek- colek pipi Karma yang semakin memerah.

" grrr..." ok, sepertinya Iblis Kecil ini akan mulai memberontak

Ichi...

Ni...

San...

" grr... kalian yang belani menggodaku.. LASAKAN AKIBATNYA SAKALANG... ciat... lasakan ini, selangan mautku..."

BRUK! BUK! DUG! PRANG!

Mari berdoa agar Muramatsu dan Mimura selamat atau bahagia di dunia akhirat :D