.WAW…akhirnya ke apdeth juga!!!

.habis sibuk sama mid semester. Jadinya lama nggak buka fanfic.

.nah, terimakasih buat yang udah ngeriview fic saya yang gaje bin aneh ini. *meluk-meluk yang udah ngeriview*

.sebelum lanjut, saya mau ngebales review-nya:

Hiwatari Nana-chan.7ven

Iya ada Sasori. Gak keliatan udah tua kok *digampar Sasori*. Nih apdatetannya. makasih

Shia Ryuka

Saya juga suka SasuNaru!!!! (teriak-teriak pake toa mesjid)

Haduw, saya masi kouhai, kok dipanggil senpai?? T.T

Nazuki Kyouru

Umm, bukan fans kok. Tapi…

Ah, iya maaf. Saya khilaf nulisnya. Akan saya perhatikan lagi =)

Shirayuki Sakuya

Waduh, posenya gak bakal aneh-aneh kok. Walaupun sebenarnya saya pengen *diceburin ke laot sama Naruto. Sasuke mah senyum senyum gaje*

Makasih, nih udah apdate.

Lovely Lucifer

Iya!!! Senpai benar!!! Ini memang cinlok 'kayaknya' *ditampol pake sandal*

Nih udah saya apdet

Chiaki Megumi

Maafkan saya, saya khilaf pas ngetik. Jadinya belepotan kayak saya pas makan *ngeles*. Akan saya perhatikan lagi penulisannya.

Aduw, gimana ya endingnya?? Baca aja deh =D

Aoi no Tsuki

Makasih. Nih udah saya apdet

Alluka Niero

Iya, saya khilaf pas ngetik *ngeles*. Akan saya perhatikan lagi penulisannya.

Makasih, nih udah apdet

Perut-saia-Bundar

Iya, fic pertama saya telantarkan T.T

Nih udah apdet. Makasih

Sefa-sama

Nih udah saya apdet.

Iya bahasa sendiri aja masih belepotan. Eh, pake bahasa jepang yang banyak ngapalin huruf kanji yang muter-muter nulisnya. Katakana aja gak hapal saya. Cuma bisa hiragana doank. (malah curhat)

Makasih…

Makasih buat yang udah pada review. Saya masih butuh review lagi untuk kelancaran fic saya selanjutnya =D

Summary: Walaupun diam, selembar foto mampu menceritakan kisah yang panjang. Fic kedua ku. RnR please!!!

Disclaimer: Masashi Kishimoto

Warning: AU, OOC, YAOI. Gak suka gak usah baca. OK!!

A Piece of Photo

XXXXXXXXXX

"Naruto!! Mau kemana kau?!?" teriak seorang wanita berambut pirang yang dikuncir dua kebelakang. Suaranya cukup membuat anak-anak yang sedang berolahraga di lapangan menghentikan aktivitasnya karena kaget.

"Maafkan saya Tsunade-sama. Ada pemotretan mendadak!!!" teriak Naruto sambil berlari menjauhi kepala sekolahnya itu.

Tsunade terpaksa mengejar Naruto. Dia takkan membiarkan salah satu anak didiknya keluar saat jam pelajaran. Tidak untuk hal-hal diluar pelajaran.

"Aku tidak peduli. Kembali ke kelasmu sekarang juga!!!" Tsunade masih terus mengejar Naruto.

"Tidak bisa. Nanti aku akan kehilangan pekerjaanku sebagai model." Naruto membantah. Dia terus berlari keluar halaman sekolah hingga akhirnya hampir menabrak mobil Sasuke yang melintas didepannya. Tanpa persetujuan dari Sasuke, Naruto langsung saja masuk ke dalam mobil Toyota Altis biru milik Sasuke.

"Ayo, jalan teme!!!" perintah Naruto saat melihat Tsunade berlari menuju mobil yang ia tumpangi.

Sasuke menuruti perintah Naruto saat melihat Tsunade mendekat. Dia juga tidak mau tertangkap karena usaha melarikan dirinya yang sedari tadi berjalan mulus gagal karena Tsunade.

Mobil Toyota Altis itu meluncur dengan kecepatan tinggi hingga terdengar suara ban berdecit saat melewati tikungan.

"Awas kalian! Takkan kuberi ampun!!!" kata Tsunade mengancam saat melihat kepergian Naruto dan Sasuke meninggalkan sekolah.

XXXXXXXXXX

Suasana di dalam mobil sungguh sangat sunyi. Hanya terdengar alunan suara Jason Mraz yang melantunkan tembang Make It Mine.

I don't wanna wake before

The dream is over

I'm gonna make it mine

Yes i… I know it

I'm gonna make it mine

Yes i'll make it all mine

Suara Naruto memecah kesunyian saat dia menyadari mobil Sasuke tidak menuju ke Sasori's Studio tempatnya melakukan pemotretan.

"Lho teme? Kau mau kemana? Inikan bukan jalan menuju studio?" tanya Naruto bingung. Dia celingak-celinguk memperhatikan pemandangan diluar jendela mobil yang sedikit asing baginya.

"Salah sendiri kau ikut denganku. Terserah aku mau kemana dan sebaiknya kau diam saja disitu." kata Sasuke sambil terus memperhatikan jalan didepannya.

Naruto menggerutu kesal. Dia lalu menggembungkan pipinya seperti anak kecil dan membuang muka menatap ke jalanan lewat jendela disampingnya. Saat itu Sasuke mencuri pandang kearah Naruto. Dia tersenyum melihat kelakuan Naruto. Anak yang sangat lucu. Manis sekali, batin Sasuke dalam hati.

Sasuke terus mengemudikan mobilnya menuju kesuatu tempat. Hingga akhirnya berhenti di sebuah padang rumput yang ditengahnya terdapat sebuah danau berukuran kecil. Indah sekali pemandangannya.

Saat ini memang telah memasuki musim gugur. Pepohonan merontokkan mahkota hijaunya yang telah berubah warna menjadi kuning. Menimbulkan nuansa cokelat yang hangat. Angin pun tak mau kelewatan menyambut datangnya musim gugur, memeriahkan dengan menerbangkan dedaunan yang telah rontok. Meninggalkan sang empunya untuk melewati musim yang baru.

"Waaah… indah sekali." kata Naruto saat mengikuti Sasuke keluar dari mobil.

Sasuke tidak menanggapi kekaguman Naruto. Dia terus berjalan kearah sebuah pohon di dekat danau, kemudian dia merebahkan tubuhnya di atas hamparan rumput. Memejamkan matanya menikmati hembusan angin.

Naruto mengekor Sasuke dan duduk sebelahnya. Dia lalu mendongak menatap langit yang mendung. Sebentar lagi pasti akan hujan, pikir Naruto dalam hati.

"Teme." kata Naruto pelan.

"Hn." jawab Sasuke dengan tidak merubah posisinya sama sekali. Dia membuka matanya, menatap langit yang mendung. Dari sorot matanya, Sasuke terlihat kecewa. Langit tidak menampakkan warna birunya. Warna yang sangat mirip dengan warna mata laki-laki yang sedang duduk disebelahnya.

"Kenapa kau mau membantuku?" tanya Naruto. "Membantuku melarikan diri dari Tsunade-sama tadi." tambahnya.

Sasuke tersenyum, walaupun Naruto tak akan melihat senyuman tersungging di bibirnya, "Bodoh! Kalau kau tidak ada saat pemotretan nanti, untuk apa aku susah payah kabur dari sekolah tadi?"

Naruto terkekeh sendiri dengan pertanyaannya. "Benar juga ya…"

Hening sejenak…

"Sebulan sudah aku jadi model…" kata Naruto memecah keheningan.

Sasuke diam saja karena menurutnya perkataan Naruto tidak membutuhkan jawaban.

"Aku tak menyangka teman-teman jadi heboh seperti ini. Padahal dulu mereka tak menganggapku sama sekali. Tapi kali ini…" Naruto menggantungkan perkataannya. Sasuke jadi penasaran. Dia lalu bangkit dari posisi tidurnya, duduk. Sama seperti yang dilakukan Naruto.

"Aku senang sekali…" kata Naruto sambil tersenyum kearah Sasuke. Dia terlihat sangat bahagia sekali. Sasuke tak menyangka akan melihat Naruto yang tersenyum seperti itu. Tiga pasang garis di pipinya jadi terlihat jelas.

Entah apa yang Sasuke pikirkan. Dia membalas senyuman Naruto.

Naruto melanjutkan perkataannya. "Apa kau masih ingat saat kita pertama kali bertemu? Seperti musuh yang ditakdirkan seumur hidup ya teme."

Sasuke tersentak kaget. Dia mengingat dengan jelas bagaimana dia beradu mulut saat pertama bertemu Naruto hingga keduanya masuk BK karena pertengkarannya itu. Tak ada yang menyangka jarak yang dulu sangat mustahil untuk disatukan, sekarang telah mendekat seiring berjalannya waktu.

Naruto tesenyum miris mengingat masa lalunya saat berumur 7 tahun. Masa lalu yang suram saat ditinggalkan kedua orang tuannya karena kebakaran hebat menghanguskan rumah Naruto. Hanya Naruto yang selamat dari kebakaran itu. Sampai saat ini pun Naruto tidak tahu bagaimana dirinya bisa selamat.

Hingga akhirnya dia menemukan tiga sahabat yang sangat mengerti keadaan dirinya. Kiba, Shikamaru dan Neji. Orang-orang yang muncul saat dirinya mengalami frustasi. Orang-orang yang sedikit demi sedikit menghapuskan kegelapan masa kecilnya.

"Aku tidak ingin seperti dulu lagi. Aku tidak mau kehilangan seseorang yang berarti dalam hidupku lagi. Aku ingin seperti ini terus." kata Naruto sambil menerawang langit yang mulai menjatuhkan butiran-butiran air.

Sasuke lalu mendekati Naruto. Mendekatkan wajahnya ke wajah polos Naruto. Tangan kanannya mengusap pipi halus Naruto. Sasuke bermaksud untuk mengungkapkan bahwa dia saat ini akan terus berada bersamanya. Takkan membiarkan masa lalu Naruto terulang kembali.

Melihat wajah Sasuke yang mendekat. Naruto malah menundukkan wajahnya. Matanya terpejam. Sepertinya dia belum siap.

"Ayo kita ke studio. Tuan Sasori pasti menunggu." kata Sasuke tiba-tiba. Dia lalu berdiri dan berjalan menuju mobilnya.

Naruto terkejut. Dia tahu persis apa yang akan dilakukan Sasuke tadi. 'Sasuke…?' tanya Naruto dalam hati. Dia lalu tersenyum melihat sosok Sasuke yang menjauhinya. Entah mengapa jantungnya jadi berdetak tak karuan. Wajahnya juga memerah.

"Dobe!!! Ayo, nanti kita kehujanan!!!" teriak Sasuke saat melihat Naruto tak beranjak dari tempatnya duduk.

"Iya iya. Teme cerewet!!" Naruto balas berteriak. Dia lalu menyusul Sasuke masuk ke dalam mobil.

Bersamaan dengan itu, hujan turun dengan derasnya. Mobil Sasuke menerobos derasnya hujan menuju ke Sasori's Studio. Genangan air menciprat kemana-mana saat dilewati oleh ban mobil Sasuke yang meluncur cukup kencang. Deru halus mobil dan tetesan hujan menyamarkan degub jantung Naruto dan Sasuke. Tak ada yang bisa menebak apa yang dipikirkan orang disebelahnya. Tak ada yang tahu rencana Tuhan selanjutnya untuk mereka berdua.

XXXXXXXXXX

"Sasuke. Bisa dimulai sekarang?" tanya Sasori pada Sasuke yang sedang mengutak-atik kamera DLSR Nikon-nya.

"Hn." jawab Sasuke seperti biasanya.

Sasori lalu memanggil Naruto untuk memberi pengarahan. Saat itu Naruto memakai jaket berbahan wol khasmir berwarna cokelat dipadu dengan kemeja putih T sutera dan memakai celana panjang berpipa ketat yang sengaja dibuat panjang oleh Temari sang designer sehingga berefek kerut di daerah betis. Penampilan yang terlewat sempurna saat dilengkapi dengan sepatu kulit berujung runcing.

"Naruto, Sasuke. Bisa dimulai sekarang?" tanya Sasori memastikan.

"Siiip…" jawab Naruto sambil mengacungkan jempol tangan kanannya. Sedangkan Sasuke hanya mengangguk.

"Baiklah kita mulai sekarang." Sasori memberi aba-aba pada Sasuke.

Sudah beberapa jepretan dan beberapa pose yang telah dilakukan oleh Sasuke dan Naruto. Tinggal sedikit lagi sesi pemotretan untuk majalah LOOK'S MAGAZINE milik Sasori itu selesai. Majalah fashion yang menampilkan beragam model pakaian yang nyaman dan trendy untuk musim gugur.

2 jam sudah sesi pemotretan berlangsung dan saatnya juga untuk diakhiri. Naruto sudah mengganti pakaiannya dengan kaos orange kebanggaannya dan jelana jeans hitam. Wajahnya terlihat pucat. Sepertinya dia lelah sekali.

Sasuke sedikit khawatir dengan keadaan Naruto. Dia ingin sekali mengantar Naruto pulang kerumahnya. Tapi sebagai seorang Uchiha, gengsinya terlalu tinggi. Akhirnya Sasuke hanya melihat dan membiarkan Naruto pulang sendiri.

XXXXXXXXXX

Sasuke berjalan meninggalkan studio foto dan menuju ke halaman depan tempat Toyota Altisnya menunggu. Saat Sasuke membuka pintu mobilnya, dia melihat Naruto sedang berjalan menuju stasiun di yang berada di depan Sasori's Studio. Naruto terlihat berjalan sempoyongan. Tangannya memegang kepalanya yang terasa pusing. Setelah beberapa langkah Naruto berjalan keluar dari pintu masuk studio, badannya limbung. Dan sebelum badannya menyentuh tanah, dengan sigap Sasuke menangkapnya. Membawanya masuk kedalam mobil. Sasuke lalu membaringkan tubuh Naruto di jok belakang.

"Shit, kenapa lagi dobe ini?" kata Sasuke khawatir.

Sebelum mobil Sasuke meluncur, dia sempat mengambil kartu pelajar Naruto dari dalam dompet dan melihat alamat rumahnya. Setelah itu Sasuke memacu mobilnya kearah rumah Naruto.

XXXXXXXXXX

"Aku dimana? Kepalaku pusing." kata Naruto saat terbangun dari tidurnya. Dia sekarang berada di ruangan yang didominasi oleh warna kuning cerah dengan tempat tidur berukuran sedang yang dibalut dengan sprai orange.

"Ini kan kamarku. Kok bisa…" kata Naruto lagi setelah menyadari apa yang telah terjadi sesaat sebelum dia berada dikamarnya sendiri. Naruto melihat jam berbentuk katak di meja dekat tempat tidurnya. Sudah pukul setengah delapan malam.

Ceklek. Terdengar suara pintu kamarnya yang terbuka.

"Kau sudah bangun dobe?" tanya seseorang berambut hitam seperti pantat bebek yang berdiri didepan pintu.

"Sasuke? Kenapa kau ada disini?" tanya Naruto pada orang yang berdiri didepan pintu kamarnya.

"Tadi kau pingsan setelah saat pulang setelah pemotretan." jawab Sasuke sambil mendekati Naruto.

"Kau yang membawaku pulang?"

"Hn." jawab Sasuke singkat.

"Terimakasih teme." kata Naruto sambil memamerkan senyuman manisnya.

Sasuke lalu mendekati Naruto, memegang kening Naruto. "Kau masih demam. Kubelikan dulu makanan. Tunggu sebentar ya. Kau tiduran saja."

Naruto hanya mengangguk pasrah. Sasuke membetulkan selimut Naruto yang melorot. Menyelimuti Naruto hingga sebatas dagu. Naruto lalu melanjutkan tidurnya sementara Sasuke keluar membelikannya makanan.

Sepuluh menit berlalu, Sasuke belum juga kembali. Naruto bangun dan duduk di pinggir tempat tidurnya. Dia tidak bisa tidur. Dia lalu melihat tas sekolah Sasuke di dekat meja belajarnya. Mendekati tas itu dan membukanya. Ada beberapa buku pelajaran dan sebuah kamera digital.

Karena penasaran Naruto lalu membawa kamera itu ke tempat tidurnya dan membuka apa isinya. Pemandangan kota, sebuah taman penuh bunga, suasana kelas yang ramai, dan gambar sekolah, SMA Konoha. Itulah foto yang Naruto lihat dari dalam digicam milik Sasuke. Sorot mata Naruto berubah ketika menemukan foto dirinya dalam digicam tersebut. Tidak hanya satu, tapi banyak sekali. Naruto malas menghitungnya.

Tiba-tiba Sasuke sudah muncul di depan pintu kamarnya. Naruto langsung menyembunyikan digicam Sasuke ke dalam selimutnya.

"Ini, aku belikan bubur buatmu." kata Sasuke sambil menyodorkan sekotak bubur pada Naruto.

"Terimakasih." kata Naruto. Dia masih tidak percaya dengan apa yag dilihatnya barusan.

Sasuke juga membuka sekotak bubur untuknya sendiri. Dia duduk di kursi dekat meja belajar. Suasana makan malam saat itu sungguh tenang. Mereka terlihat menikmati makanan dihadapannya. Setelah selesai, dua kotak bubur yang telah kosong dihabiskan oleh Naruto dan Sasuke, tergeletak di meja belajar.

"Aku mau pulang dulu, kau lanjutkan istirahatmu. Jangan lupa minum obat." kata Sasuke datar. Dia lalu mengambil tasnya. Namun, Sasuke sedikit curiga saat melihat tasnya terbuka. Dia lalu mengecek isi tasnya. Dan ternyata benar, kamera digitalnya sudah menghilang dari dalam tasnya.

'jangan-jangan…' kata Sasuke dalam hati. Dia lalu menoleh ke arah Naruto.

"Maaf…" kata Naruto sambil menunduk, menyembunyikan wajahnya yang memerah. Kedua tangannya menggenggam kamera milik Sasuke yang tadi di sembunyikannya.

"Kau melihat isinya?" tanya Sasuke khawatir.

Naruto hanya mengangguk menyembunyikan wajahnya yang bertambah merah. "Kenapa kau diam-diam mengambil fotoku?" tanya Naruto dengan sepenuh keberaniannya.

"Sejak aku meyukaimu…" kata Sasuke blak-blakan. Dia sudah tidak tahan dengan perasaannya. Akal sehatnya sudah dibutakan dengan rasa sayangnya pada Naruto.

"Kenapa?" tanya Naruto sekali lagi.

Sasuke menggelengkan kepalanya, "Entahlah."

"Maafkan aku." kata Sasuke

Naruto lalu bangkit dari tempat tidurnya, melangkah mendekat kepada Sasuke. Lalu mengembalikan kamera milik Sasuke.

Sasuke mengambil kamera yang berada ditangan Naruto, "Terimakasih." Dia lalu beranjak meninggalkan kamar Naruto. "Maaf, aku pulang dulu."

Tanpa diduga, Naruto menggenggam tangan Sasuke. Mencegahnya untuk pergi. "Kau tidak mau mendengar jawabanku?"

Langkah Sasuke terhenti. Dia lalu memandang mata biru Naruto. Dengan tiba-tiba Naruto mendekatkan wajahnya ke wajah Sasuke. Mencium lembut bibir tipis nan dingin milik Sasuke sesaat.

"Itu jawabanku…" kata Naruto malu-malu. Dia lalu memalingkan wajahnya dari tatapan tidak percaya Sasuke.

Sasuke tersenyum. Tak menyangka Naruto akan membalas perasaannya. Dia lalu memeluk tubuh mungil Naruto, mendekapnya erat. Dia tidak ingin kehilangan tubuh kesepian ini sendirian. Sasuke lalu menuntun Naruto kembali ke tempat tidur. Membaringkannya dan meyelimutinya kembali.

"Terimakasih. Aku tidak akan meninggalkanmu dobe." bisik Sasuke di dekat telinga Naruto.

"Aku mempercayaimu." balas Naruto

Sasuke lalu mengecup ringan bibir Naruto. Kemudian berganti ke keningnya sebagai ucapan selamat malam. "Oyasuminasai."

"Oyasuminasai. Hati-hati dijalan." kata Naruto.

Sasuke lalu meninggalkan rumah milik Naruto. Memacu mobilnya untuk pulang ke rumahnya sendiri.

XXXXXXXXXX

Uhuk uhuk uhuk. Sasuke terbatuk-batuk saat memasuki rumahnya. Udara memang cukup dingin diluar. Dia juga sempat salah memilih kunci untuk membuka pintu rumahnya. Penglihatannya agak sedikit kabur.

'Kenapa aku terlalu senang hari ini? Sampai-sampai konsentrasiku buyar.' batin Sasuke dalam hati.

Sasuke lalu memasuki rumahnya setelah berhasil menemukan kunci yang cocok untuk membuka pintu. Setelah mandi dengan air hangat, Sasuke langsung merebahkan dirinya ke tempat tidur king size-nya yang dilapisi sprai biru. Warna kesukaannya.

Selang beberapa saat, kesadarannya sudah hilang terbawa ke alam mimpi yang indah. Hanya Sasuke seorang yang bisa merasakannya, dan takkan ia bagi keindahan mimpinya selain kepada pemuda berambut pirang bernama Uzumaki Naruto yang sekarang resmi menjadi kekasihnya.

XXXXXXXXXX

TBC

.arrrrrrrghhhhhhh!!!!

.gak nyambung sama yang chapter 1 ya???

.huhuhu….*nangis- nangis lebay*

.saya bingung mau ngelanjutin gimana. Neh jari-jari saya yang ngetik dan jadilah chapter 2 yang gak nyambung.

.salahkan jari saya!!! Salahkan jari saya!!! *nunjuk-nunjuk jari tangan pake kaki*

.masih adakah yang mau ngeriview?? *clingak-clinguk*

.REVIEW!!

.REVIEW!!!

.REVIEW!!!!