Title : At Least I Still Have You
Disclaimer : Semua cast di ff saya hanya milik tuhan dan keluarganya, tapi selamanya ff ini hanya milik saya, ya milik saya hhhhee ^^
Warning : GanderSwitch, Typo… , dan mungkin akan ditemui beberapa kekurangan(?) mohon maklumi ^^
Genre : Family, Romance and Hurt
Pairing : KyuMin and others Pairing
Rate : T
Summary : Setidaknya aku masih memilikmu di saat aku merasa dunia sedang menghimpitku, setidaknya masih adakau yang akan selalu mencintaiku walaupun dia yang kuharapakan tidak pernah melihatku ada.
Chapter 2 : everything was started
.
.
.
*Sungmin Pov*
Belum sempat aku mengangkat suaraku untuk membalas jawaban Hyukie tadi, tiba-tiba terdengar suara riuh dari pintu masuk yang aku dan Hyukie tadi lewati. Sebenarnya aku sudah menduga siapa sumber keributan itu, aku dan Hyukie hanya memasang wajah datar sambil berbalik menatap ke arah kerumunan itu tanpa minat.
"Oppa…. Aishh" Gumanku.
"Hmm apakah yeoja-yeoja itu tidak bosan setiap hari seperti itu, tunggu aku koreksi tidak setiap hari sih. Tapi ayolah apa mereka akan terus melakukan itu ketika 4 namja itu masuk ke sekolah?" ucap Hyukie sangat sakratis, aku hanya bisa menatap kerumunan itu dan sedikit demi sedikit kerumunan itu memencar karena objek yang mereka lihat kini tengah berjalan kearahku -keruangan mereka yang otomatis harus melewati aku-.
Mungkin kalian perlu tau siapa namja-namja itu, biar aku perkenalkan oke. Kalian lihat namja berbadan tinggi dan berwajah tampan dengan rambut bewarna brownie yang dia tata sedikit keatas, dia adalah Sim Changmin namja yang paling terkenal dengan kemampuan beladirinya wajar saja karena keluarganya adalah keluarga emm mafia yang sangat terkenal di Korea bahkan di Macau. Selanjutnya kau lihat namja bersurai hitam yang di tata sasak dengan beberapa poni yang menutupi keningnya Dia adalah Kim Jungmo sang ice prince di kelompok itu dia adalah putra tunggal keluarga Kim dan sekaligus cucu dari mantan presiden Korea. Selanjutnya aku akan mengenalkan si Casanova dari kelompok ini Choi Donghae ya namja berwajah teduh dengan sorot mata yang indah itu dia adalah namja terplayboy bisa di bilang di kelompok itu, dengan kemampuannya bernyanyi dan dance bisa meluluhkan hati yeoja-yeoja, ekhm termasuk Hyukie. Dan yang terakhir sepertinya aku tidak perlu mengenalkan, dia adalah oppaku ya Cho kyuhyun namja berambut caramel itu memang paling banyak di ganggu yeoja-yeoja itu, aku heran mengapa yeoja-yeoja itu tertarik padanya padahal dia sangat cuek , angkuh, dan kelihatan menyeramkan tapi terkecuali untukku.
Kini aku menatap empat orang namja itu yang tinggal beberapa meter lagi sampai dihadapannku, tapi entah kenapa aku melihat langkah oppa terhenti dan sepertinya sedang menatap suatu objek dengan lekat.
Akupun mengikuti pandangan oppa, hingga aku bertemu dengan objek yang oppa pandangi. Sebetulnya aku bisa menebak objek itu. Ya tatapan oppa yang seperti itu hanya akan terlihat ketika dia sedang menatap Kibum Eonnie, yang aku tau tatapan itu begitu berbeda seperti tatapan Cinta? Eh entahlah aku tidak ingin menerka-nerka karena aku tau itu tidak mungkin bukan karena Kibum Eonni adalah kekasih Siwon oppa kakak pertamaku.
Kini mereka ber4 lewat di hadapanku, Oppa hanya mengelus rambutku pelan lalu berjalan menaiki tangga menuju ruangan belajar yang di khususkan hanya untuk mereka ber 4, sebelum mereka sempurna menaiki tangga Jungmo oppa menatapku sebentar lalu tersenyum, Donghae oppa pun tak mau ketinggalan untuk menyubit pipiku.
"Ya… Appo…" Gerutuku sambil mengusap pipiku yang terasa sakit, Changmin Oppa yang baru saja lewat di hadapanku pun hanya tersenyum melihatku yang sedang kesakitan.
"Ahh, sudahlah Minnie kajja" Hyukie menarik tanganku menuju ke kantin sekolah ya tentunya untuk memebeli beberapa cemilan, Hyukie memang suka sekali memakan cemilan di kelas. Oia sebenarnya aku tidak sekelas dengan Hyukie. Eomma juga menyediakan ruang terpisah untukku belajar sendiri di sekolah ini, entahlah maksudnya apa tapi aku hanya bisa menuruti.
*Sungmin Pov End*
.
.
.
*Author Pov*
Jam istirahat pun berbunyi, dengah langkah yang agak berat Sungmin keluar dari ruangan belajar. Otak Sungmin seperti berada di level didih paling tinggi karena pelajaran fisika yang baru saja di terimanya dari songsaenim. Mata Sungmin kini tertuju kepada objek yang sangat dia kenal, Jungmo oppa. Tidak biasanya Jungmo oppa berjalan sendiri keluar dari ruangannya.
"Oppa…" Sungmin memanggil Jungmo lalu sedikit berlari menghamprinya, Jungmo tersenyum menatap Sungmin.
"Oppa, kenapa sendiri dimana yang lain?" Tanya Sungmin sambil berjalan beriringan disisi Jungmo
"Ada Di Ruang makan seperti biasa, aku meninggalakan Handphoneku jadi aku mengambilnya sendiri."
"Aaa begitu ne, " Sungmin hanya menganggukan kepalanya, Jungmo hanya tersenyum melihat Sungmin dengan penuh arti, andai saja Sungmin tau bahwa sudah sejak Sungmin masuk Ke SM Senior High School Jungmo sudah menyukainya namun setiap kali Jungmo ingi mendekati Sungmin, Kyuhyun selalu menatapnya dan seolah berkata 'Jangan Dekati Sungmin Ku' Entahlah Jungmo sendiri tidak mengerti dengan itu.
Mereka terus berjalan dan menuruni tangga untuk menuju ruangan yang di khususkan untuk istirahat keempat namja itu dan tentu saja Sungmin termasuk, Hyukiepun terkadang ikut duduk-duduk di ruangan itu namun sejak hubungannya dengan Donghae memburuk dia jarang kesana. Ketika beberapa anak tangga lagi mereka lewati untuk sampai di bawah, mereka berpapasan dengan kyuhyun. Ya dengan Kyuhyun dan wajah, errr menakutkan?
*Kyuhyun Pov*
Aku berjalan keluar ruangan tempat beristirahat untuk menuju ruang tempatku belajar, langkahku terhenti ketika aku melihat sesosok tubuh yeoja mungil yang sangat aku kenal, Kibum sedang apa dia tersenyum-senyum sendiri. Aku pun menghentikan langkahku dan aku menggeser tubuhku untuk mendekatinya –bersembunyi di dekatnya-.
"Jinjja, mengapa tidak memberitahuku jika kau berada di Seoul oppa? Apa perlu aku menjemputmu?"
"…"
"Kau sudah dalam perjalanan kemari? Kau memang selalu memberikan kejutan, apa kau sendiri? Hangkyung ahjussi apakah ke Seoul juga"
"…"
"Ah, tumben sekali kalian berdua ke Seoul secara tiba-tiba. Baiklah ketika kau sudah sampai hubungi aku saja aku akan menemuimu di pintu masuk arra?"
"…"
"nado saranghae."
Kulihat Kibum menutup telfonnya yang sudah bisa ku tebak itu pasti dari Siwon hyung, cih aku muak dan menyesal mendengar pembicaraannya, untuk apa tadi aku menguping membuat moodku rusak saja. Aku lalu meneruskan jalanku dan ketika aku hendak menaiki tangga, aku sudah melihat Sungmin dan Jungmo sedang berjalan beriringan. Aku dapat melihat tatapan itu lagi, tatapan Jungmo yang berbeda kepada Sungmin. Bocah itu beraninya dia menatap adikku seperti itu, sampai kapanpun aku tidak akan mengizinkanya mendekati Sungmin. Beberapa detik kemudia mereka sudah ada di hadapannku, aku dapat melihat wajah Sungmin yang tampak terkejut dan wajah Jungmoo yang terlihat -selalu- datar. Tapi tidak di hadapan Sungmin, ketika wajah itu berhadapan dengan Sungmin selalu tampak berseri? Cih,
ice prince sungguh julukan yang tidak cocok untukmu Kim Jungmoo.
Aku menatap Sungmin dan Jungmoo Secara bergantian dengan tatapan tajam.
"Emh, aku duluan saja sepertinya,…" Belum Sempat Jungmoo menyelesaikan perkataannya aku sudah lebih dulu menarik tangan Sungmin dan membawanya pergi, tidak peduli dengan tatapan kebingungan dari Jungmo dan murid-murid lain yang menyaksikan. Peduli apa? Ini adalah sekolah milikku aku berhak melakukan yang aku mau.
*Kyuhyun Pov*
*Author Pov*
Kyuhyun terus menarik tangan Sungmin menuju mobil sport hitamnya yang terparkir di halaman sekolah itu –ya kyuhyun dan teman-temannya selalu bebas parkir dimana saja-, bahkan dia tidak menghiraukan Sungmin yang sedari tadi merengek kesakitan karena pegangan tangan Kyuhyun yang sangat kuat.
Kyuhyun dan Sungmin kini sudah duduk di dalam mobil, Sungmin hanya menatap heran oppanya masih sambil memegangi pergelangan tangannya yang memerah karena emh bisa di bilangan cengkraman Kyuhyun tadi.
"Oppa, kau ini kenapa eoh?" Sungmin membuka mulutnya lalu sedikit berteriak kerah Kyuhyun yang kini pandangannya fokus kearah depan, tidak heran karena kini beberapa meter di hadapan mobilnya dia bisa melihat Siwon keluar dari mobilnya dan Kibum menyambutnya dengan senyuman, dan yang lebih membuat Kyuhun geram adalah ketika Kyuhyun melihat Siwon memeluk Kibum dan mengecup kening Kibum lembut.
'Cih Kampungan, bagaimana dia bisa mengumbar kemesraan di depan orang banyak… prince charming terkesan terlalu berlebihan julukan itu untuknya' Batin Kyuhyun.
"Ya! Oppa, kau mendengarku. Kau ini selalu saja sesukamu" Sungmi memukul bahu Kyuhyun karena sedari tadi perkatannya tidak di tanggapi.
"Ya! Aishh kau ini," Sentak Kyuhyun, dia langsung menyalakan mesin mobilnya lalu menekan pedal gasnya penuh, Sungmin pun yang kaget langsung memakai seatbeltnya dan berpegangan ke jok mobil itu.
Orang-orang yang berada di sekitar halaman luar sekolah pun tak kalah kagetnya ketika melihat sebuah mobilnya yang melaju sangat kencang yang pasti mereka semua sudah tau siapa pemilik mobil itu, Siwon dan Kibum pun hanya bisa melihat dengan tatapan heran juga.
"Bocah itu, tidak pernah berubah," Ucap Siwon sambil memandang kearah mobil itu yang kini semakin menjauh.
'Mianhae Kyuhyunie,' Batin Kibum, dia hanya tersenyum kearah Siwon yang menatapnya dengan senyuman yang khas.
.
.
.
Entah sekarang Sungmin berada dimana, Kyuhyun terus mengedarai mobilnya dengan kecepatan gila-gilaan. Sungminpun sedari tadi terus mengoceh meminta Kyuhyun untuk menghentikan mobil itu. Namun Kyuhyuntidak menghiraukannya.
Tapi tiba-tiba Kyuhyun menginjak pedal remnya dengan mendadak yang membuat kepala Sungmin terbentur kedepan dan itu lumayan sakit.
"OPPA! Kau gila eoh? Jika ingin mati jangan ajak aku…" Sungmin berteriak sambil memegangi keningnya yang sakit, baru saja rasa sakit di tangannya hilang dan kini berganti ke keningnya.
"Turun." Ucap Kyuhyun Dingin tanpa menatap kearah Sungmin.
"Mwo?" Sungmin membulatkan kedua matanya.
"Turun, Kubilang turun! Bukankah sepanjang perjalanan tadi kau merengek untuk turun?" Jawab Kyuhyun kini suaranya meninggi.
"Kau gila?" Sungmin menatap Kyuhyun dengan tatapan kesal, tanpa menjawab Kyuhyun langsung membuka seatbelt Sungmin, lalu keluar dari mobilnya dan membuka pintu mobil itu lalu menarik Sungmin keluar. Dan dia pun langsung pergi lagi meninggalkan Sungmin yan terdiam mematung.
"Mwo? Apa-apan dia? Ishh kenapa aku memiliki oppa sekejam dia! Yak pabbo!.. Kyuhyun Oppa pabbo!" Sungmin menghentak-hentakan kakinya, dia lalu memperhatikan sekitar dan taraaa dia tidak tahu ini dimana dan celakanya lagi dia tidak memiliki uang sepeserpun dan tidak membawa handphonenya.
"Tamatlah sudah kau Cho Sungmin, aku bahkan tidak tau ini tempat apa dan dimana, aishhh bahkan aku tidak punya uang sepeserpun… Shin ahjussi biasanya kau selalu ada di dekatku… hiks tolong aku" Guman Sungmin sambil melangkahkan kakinya menuju ke keramaian yang ada di hadapannya.
Sungmin terus berjalan melihat-lihat sekitar tempat itu, Sungmin bisa menyimpulkan kalau tenpatnya sekarang berada ini adalah sebuah kawasan perbelanjaan yang cukup besar. Bisa di lihat dari took-toko yang ada disini, Sungmin pun berjalan lagi menuju sebuah kawasan yang bisa di bilang pasar tradisonal namun tempat ini terlihat sangat rapih dan bersih. Sungmin hanya bisa ber-Oh ria mengagumi tempat yang baru pertama kali dia datangi ini. maklum saja seumur hidupnya dia tidak pernah berpergian ketempat seperti ini terlebih sendiri, eommanya selalu bilang terlalu berbahaya jika dia berpergian sendiri. Eommanya takut jika ada pesaing bisnis keluarganya yang menculik Sungmin untuk di jadikan transaksi bisnis, maka dari itu Sungmin selalu dikawal bodyguard dan Shin ahjussi ketika dia pergi. Tapi kali ini malah oppanya sendiri yang meninggalkan dia di tempat yang entah apa namanya tanpa sepeser uangpun.
Sungmin kini berhenti di sebuah kios makanan, yang dia juga tidak tau itu makanan jenis apa. Tapi dari baunya bisa di pastikan bahwa makanan itu pasti sangat lezat. Sungmin hanya bisa menatap sambil memengangi perutnya yang sudah berbunyi sejak tadi, baru kali ini dia merasa kelaparan.
"Aku lapar," Guman Sungmin.
.
.
.
~Sore Hari Kediaman Keluarga Cho~
Ruangan tamu keluarga Cho itu Nampak sedikit ramai, karena sejak beberapa waktu yang lalu di ruangan tamu itu sudah duduk Tuan dan Nyonya Cho juga Kibum dan Siwon, mereka berempat berbincang-bincang banyak hal. Momen seperti ini Sangat jarang bisa di Jumpai, minum teh dan berbincang… emh bukankah waktu sangat berharga untuk Presdir SM Group.
Obrolan mereka yang sepertinya menyenangkan itu terhenti, ketika pria bertubuh tambun bernama Shin Ahjussi itu datang kerungan itu dengan raut wajah yang tidak bisa di bilang baik-baik saja. Seketika semua orang di ruangan itu pun terdiam, menatap aneh kearah pria bertubuh tambun itu.
"Jeosonghabnida sajangnim," Shin ahjusii membungkukkan badannya kearah Tuan dan nyonya Cho juaga Siwon dan Kibum.
"Ada masalah apa? Mengapa raut wajah anda begitu ahjussi?" Tanya Siwon dengan penasaran.
"Sajangnim, Nona Muda… Nona Muda hilang," Jawab Shin ahjussi terbata.
"Mwo?" Siwon membulatkan kedua matanya, dia Nampak terkejut tak terkecuali Kibum dan Kedua Presdir Cho itu.
Cho Heechul yang tadi sedang meneguk tehnya pun menaruh cangkir itu dengan kasar, Cho Hangkyung yang tadinya dalam posisi duduk kini sudah berdiri menghampiri Shin Ahjussi dengan tatapan tajam dan marah.
"Apa maksudmu Sungmin hilang? Jangan main-main!" Ucap Tuan Cho Hangkyung dengan nada tinggi.
"Jeosonghabnida Sajangnim tapi kami benar-benar tidak tahu, Nona Muda terakhir terlihat di sekolah. Kami kira dia sedang pergi bersama sahabatnya tapi ketika kami menanyakan pada sahabatnya dia bahkan tidak tau, handphone nona muda pun tidak bisa di hubungi." Jelas Shin Ahjussi
Cho Heechul yang mendengar itu pun seketika menangis, Kibum segera menghampirinya dan memeluknya.
"Ahjumma tenanglah," Kibum mengelus pundak Nyonya Cho pelan.
"Bagaimana aku bisa tenang jika putriku entah dimana sekarang, banyak yang akan mencelakainya."
"Eomma, jangan berpikiran seperti itu" Siwon kini berdiri dari duduknya,
"Aku akan membantu mencari Sungmin" Lanjutnya lalu keluar dari ruangan itu.
"Cepat perintahkan semua pengawal untuk mencari Sungmin, semuanya!" Teriak tuan Cho yang di balas anggukan Kaku oleh Shin ahjussi, dan beberapa bodyguard yang ada di ruangan itu.
"Dimana Kyuhyun apa dia menghilang juga," Ucap Tuan cho Gusar,
"Tuan muda ada di basecampnya dengan teman-temannya," jawab salah seorang pelayan.
"Keterlaluan apa dia tidak tau adiknya menghilang, Bawa anak itu kesini"
.
.
.
~Basecamp Kyuhyun dan teman-temannya~
Kyuhyun sedari tadi terus sibuk dengan stick game yang ada di tangannya, dia bahkan tidak memperdulikan kedua sahabatnya –Minus Jungmo yang pergi beberapa menit tadi- yang sejak tadi ada di ruangan itu.
"Aku yakin suatu saat tv itu akan meledak jika terus kau forsir kerjanya" Donghae menatap Kyuhyun sambil mendengarkan lagu dari ipodnya.
"Mungkin Stick itu juga akan memukulmu jika dia bisa bergerak karena terus kau gunaakan tanpa jeda," Sekarang giliran Changmin yang membuka suara sambil membaca sebuah majalah di tangannya.
Kyuhyun terus fokus pada layar tv berukuran besar yang tertempel didinding, dia sama sekali tidak memperdulikan ocehan sahabatnya itu.
"Tuan Muda, maaf saya mengganggu." Ucap seorang pelayan wanita itu dengan tersengal –efek berlari-
"Kau sudah bosan bekerja rupanya, berani mengangguku!"
"Jeosonghabnida, tuan muda.. saya hanya menjalankan perintah dari Tuan Besar untuk memberitahu tuan kalau Nona muda hilang."
Brakk stick yang di pegang Kyuhyun pun terjatuh seketika, dia langsung berlari meninggalkan ruangan itu diikuti pandangan tidak mengerti dari Donghae dan Changmin yang masih terkejut dengan ucapan pelayan yang masih ada di hadapan mereka. ,mereka berdua hanya saling berpandangan seolah berbicara dalam diam, dan kini mengikuti langkah Kyuhyun yang meninggalkan ruangan itu yang pastinya hendak mencari Sungmin.
.
.
.
Kyuhyun mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggai, dia tau pasti sekarang Sungmin masih berada di tempatn yang tadi.
"Aishh, Kelinci bodoh kenapa tidak naik bus atau menelfon ke rumah. Tunggu aku baru ingat kalau Sungmin tidak membawa apapun saat tadi aku tinggalkan disana. Aish Kyuhyun pabbo, bersiap saja kau akan meneriam hukuman jika terjadi sesuatu pada Sungmin" Gumannya.
~Di tempat Sungmin berada~
Sungmin masih terus berjalan mengitari kawasan pertokoan itu, walaupun sudah beberapa jam yang lalu matahari telah berganti rembulan dia masih saja belum tau harus kemana. Kini dia terduduk di sebuah toko yang sudah tutup, dia menyandarkan punggungnya di dinding toko itu lalu menjatuhkan dirinya dan memukul-mukul pelan kakinya. Seharian ini –sejak siang- dia terus berjalan dan itu membuat kaki-kakinya serasa remuk dan bengkak, sungguh ini pertama kalinya dalam hidup Sungmin dia berjalan begitu lama.
"Eomma, apa kalian tidak mencariku? Aish apa mereka semua senang jika aku menghilang" Sungmin mempouthkan bibirnya, matanya terasa panas. Dia takut sekali apa lagi ini sudah malam.
Ketika Sungmin hendak berdiri lagi dan meneruskan langkahnya dilihatnya 2 orang pemuda yang sepertinya adalah berandalan sedang memasang seringai mereka dengan tatapan seperti ingin memangsa Sungmin bulat-bulat. Sungmin pun yang sadar sedari tadi 2 pemuda itu menatapnya, dia lalu mengambil langkah mundur dan seketika itu lari. Tapi sialnya 2 pemuda itupun mengikuti Sungmin, jelas saja Sungmin pasti kalah dalam adu larinya kali ini dengan kondisi kakinya yang sakit dan tenaganya yang benar-benar sudah habis karena seharian ini berjalan menyuri tempat ini.
Sungmin terus berlari , hingga kedaerah yang terlihat sepi dan ketika dia berbalik kebelakang dia tidak mendapati kedua pemuda itu yang tadi mengejarnya.
"Hufft Syukurlah," Sungmin mengusap pelan keningnya yang sudah penuh dengan keringat, tetapi ketika dia menatap kedepan betapa kagetnya dia ketika melihat kedua pemuda itu sudah ada di hadapannya.
"apakah kau sudah puas nona manis bermain kejar-kejaran dengan kami?" Kedua pemuda itu lagi-lagi memasang seringai mereka dan berjalan mendekati sungmin sambil sesekali menyentuh bahu Sungmin.
"Ma..mau apa kalian?!" Sungmin memposisikan kedua lengannya yang mengepal di depan dadanya,
"Ouw sepertinya nona muda ini ingin berkelahi? Tenang saja cantik kami hanya ingin mengajakmu bersenang-senang," Ucap pemuda lainnya yang kini sudah memegang kasar tangan Sungmin.
"Keperingatkan kalian jangan macam-macam, kalian tidak tahu kan siapa aku" Sungmin berusaha menggeretak 2 pemuda itu.
"Apakah kami harus tau?" Kedua ppemuda itu kini berpandangan, dan menarik tubuh Sungmin membawanya kesebuah Gang sempit dan melemparkan tubuh sungmin ketembuk yang sempurna membuat lengan Sungmin terluka, Kini Sungmin hanya bisa duduk sambil memegangi sikunya. Sudah sedari tadi pipinya basah oleh air mata.
Kedua pemuda itu kini sudah memposisikan dirinya sejajar dengan Sungmin, salah satu dari pemuda itu hendak memegang pipi Sungmin tapi terdengar suara seseorang yang sangat Sungmin kenal.
"Apa kalian tidak malu, menakut-nakuti seorang gadis? Cih menjijikan" Ucap pria yang memakai jas hitam dan kemeja biru itu, yang tidak lain adalah Junmoo.
"Siapa kau? Beraninya menggangu kesengan kami!"
"Oh, aku mengenalmu kau salah satu kelompok pemuda yang di eluh-eluhkan oleh gadis-gadis di seluruh Seoul! Cih aku ragu jika kau bisa berkelahi." Jawab salah satu pemuda yang terdengar seperti merendahkan Jungmoo.
"Akan aku pastikan malam ini kalian akan kehilangan kaki dan tangan kalian," Ucap Jungmoo datar sambil mengayunkan pukulannya kesalah satu berandalan itu dan sukses membuat dia tersungkur di tanah, tak tanggung-tanggung kini Jungmo berkelahi dengan dua orang sekaligus. Memang terlihat tak seimbang tapi dengan hitungan sepersekian detik kedua berandalan itu sudah sempurna tersungkur ditanah dengan wajah lebam dan darah yang mengalir dari bibir dan hidung mereka.
Sungmin lalu menatap Jungmoo yang kini berjalan kearahnya, dia dapat melihat sudut bibir Jungmo yang mengeluarkan darah. Sepertinya salah satu dari berandalan itu dapat menghajar Jungmoo.
"Gwencana?" Jungmoo melepas jaketnya lalu memakaikannya ke Sungmin.
"Oppa…" Tangis Sungmin kini pecah, Jungmoo lalu memeluk Sungmin sambil mengusap lembut pucuk kepalanya dan menciumnya juga.
"Gwencana, semuanya sudah baik-baik saja… kau tidak usah takut… arrachi?"
Sungmin mengangguk pelan, Sungmin pun lalu bangun dari duduknya dan di bantu Jungmoo berjalan menuju mobil Jungmoo.
"Pastikan dua berandalan ini mendekam di penjara," Ucap Jungmoo kepada bodyguard-bodyguardnya yang datang beberapa saat setelah para berandalan itu sudah tak berkutik lagi.
"Baik Tuan,"
Sungmin dan Jungmoo pun lalu memasuki mobil, dan perlahan mobiul itu menjauhi tempat yang sangat menyeramkan bagi Sungmin.
Di salah satu sudut pertokoan itu, sepasang mata sedari tadi menatap tajam kearah Jungmoo dan Sungmin, namja itu terduduk di dalam mobilnya mengutuki tindakan bodoh yang dia lakukan.
"Cih Kim Jungmoo," Guman Kyuhyun, yang langsung tancap gas meninggalkan tempat itu.
.
.
.
Kyuhyun hanya terduduk diam sambil menundukan kepalanya, sekarang di ruang keluarga yang berukuran cukup besar dan di dominan warna coklat itu tengah duduk semua keluarga Cho, di tambah Kibum dan Jungmoo. Kibum masih di kediaman keluarga Cho karena Siwon memintanya untuk menemani eommanya yang sedari tadi terus menangis memekirkan Sungmin, hingga akhirnya Jungmoo datang bersama Sungmin dan terpaksa Sungmin harus menceritakan semuanya kepada Appa dan Eommanya.
"Apa Kau pikir ini lelucon, tuan Cho Kyuhyun?" Ucap Cho Hangkyung dengan nada Tinggi sambil menatap Kyuhyun tajam.
Kyuhyun tak menjawab, dia hanya diam sambil menatap dingin kearah tangannya yang dia taruh di depannya.
"Kau tau bahkan adikmu hampir saja di lukai oleh brandalan-brandalan itu? Apa kau tidak memikirkan sejauh itu? Bagaimana kau bisa meninggalkan adikmu sendirian di tempat yang bahkan dia tidak tau apa namanya! Mengapa kau selalu bersikap kekanak-kanakan Tuan Cho Kyuhyun!" Hangkyung memberikan penekanan pada kata terakhirnya.
Sungmin kini bangun dari duduknya dia memegang tangan Appanya pelan, berusaha mengisyaratkan bahwa sudah cukup memarahi Oppanya.
"Appa, ini bukan salah oppa percayalah. Aku saja yang terlalu bodoh mengapa tidak mencari telfon umum untuk menghubungi rumah, lagi pula sekarang aku sudah selamat kan jadi kumohon berhenti memarahi oppa. Ne?" sungmin memasang Senyum terbaikanya, appanya lalu menatap Kyuhyun dan Sungmin bergantian.
"Appa hanya ingin kau tidak selalu bersikap sesukamu Kyu itu saja," Cho Hankyung lalu berjalan pergi meninggalkan ruangan itu diikuti Cho Heechul.
"Appa tidak benar-benar memarahimu Kyu," Siwon menghampiri Kyuhyun dan menepuk pundak adinya itu lembut.
"Kajja Kibumie aku harus mengantarmu pulang ini sudah terlalu malam," Siwon menarik tangan Kibum pelan, seketika itu Kyuhyun menatap tajam kearah Kibum.
"Minnie-ah, Jungmoo aku duluan ne. Kyu aku duluan" Kibum hanya tersenyum sendu ketika mengatakan itu kepada Kyuhyun. Sungmin hanya terdiam menatap Kibum dan Kyuhyun yang kini saling berpandangan seolah berbicara dalam diam. Kyuhyun pun lalu beranjak bangun dari duduknya setelah Kibum dan Siwon sempurna menghilang dari ruangan ini dan hanya menyisakan dirinya dengan Sungmin dan Jungmoo. Sebelum Kyuhyun keluar dari ruangan itu dia sempat berhenti di hadapan Jungmoo dan menatap Jungmoo sebentar. Tatapan dingin dan menusuk tentunya.
Mungkin sangan aneh ketika melihat Kyuhyun dan Jungmoo yang bersikap dingin seperti ini, tapi di balik sikap dingin Kyuhyun dan Jungmo adalah sahabat baik dan sangat dekat. Ya mungkin karena sesuatu yang menyebabkan hubungan mereka terkesan Dingin dan kaku.
.
.
.
Sudah beberapa jam yang lalu Jungmoo berpamitan dengan Sungmin untuk pulang, Sungmin pun kini sudah berada di dalam kamarnya mungkin juga sudah tertidur. Tinggalah Kyuhyun yang kini menatap kosong kearah layar televisi yang menempel didinding kamarnya, pikirannya kini tertuju pada Kibum dan Sungmin. Tentu saja bukankah di setiap lamunanya selalu ada Kibum dan Kibum, ahh yeoja itu cinta pertama Kyu yang hilang karena kesalahnnya sendiri dan sekarang dia hampir mencelakai adiknya sendiri karena tidak bisa mengontrol perasaannya pada Kibum.
Kyuhyunpun bangun dari duduknya, dia berniat menuju kamar Sungmin. Sekedar untuk mengusap lembut pucuk kepala kelinci kesayangannya itu dan meminta maaf, ya maaf.
Ketika Kyuhyun akan menuju kamar Sungmin dia melewati sebuah ruangan dimana appa dan eommanya sering menghabiskan waktu berdua hanya sekedar untuk mengobrol atau bersantai. Kyuhyun mendekatkan tubuhnya kepintu yang terbuka sedikit, dia mempertajam pndengarannya untuk mendengar sesuatu yang sedang di katakan Appanya.
Deg, Seketika jantung Kyuhyun berdetak cepat matanya membulat mendengar perkataan Appanya.
'apakah mereka berdua sedang bergurau? Apa maksud semua ini?' Gumannya.
.
.
.
TBC
Annyeong sengaja Update cepet soalnya biar jalan ceritanya rada kebaca…. Ampun deh ini apa karena ff saya gak menarik atau karena terlalu banyak silent reader sampai-sampai ff saya begini sepinya hhhee :p tapi gak masalah lah yang penting masih ada kawan-kawan reader yang setia yang masih mau membaca ff saya dan meninggalkan jejak reviewnya. Saya ucapkan terimakasih.
Oke sedikit membahas chapter ini, mungkin para reader akan menemukan kesamaan beberapa tokoh di dalam ff ini dengan drama bbf, saya memang sengaja memberi image cast di ff ini seperti si F4. Tapi percayalah bahwa ff ini murni punya saya dan saya pikir jalan ceritanya tidak sama dengan serial drama bbf hhee, maaf terlalu banyak bercuap… sekli lagi terimakasih untuk para reader yang telah meninggalkan jejak reviewnya… reviewnya akan saya balas nanti ya ^^ happy reading all
v
v
v
Review And Review ^^
