SINLAIRE and THE DUNGEON
Pairing: SasuSaku, NaruSaku
Genre: Adventure, Friendship, Romance, Fiction
AU, OC, OOC, cerita fantasi yang teramat gaje…
RnR please.. ,"
ERAGON – THE INHERITANCE CYCLE © Christopher Paolini
NARUTO © Masashi Kishimoto
SINLAIRE and THE DUNGEON ©
Chapter 2
Sakura Haruno = Sherry
Naruto Uzumaki = Kevin
Tsunade = Mistral
Orochimaru = Darker
Sasuke Uchiha = Jason
Silhouette = Queen of Sinlaire
Marionette = Queen of The Dungeon
Sasuke menyandang pedang hitamnya, bersiap untuk menyerang Sinlaire. Ia turun dari kamar pribadinya, kamar khusus untuknya, pemberian Marionette entah kenapa dan untuk apa. Kemudian ia menemui Marionette yang sedang dijamu oleh pelayan-pelayannya.
"Kau sudah siap rupanya, Sasuke.." Marionette bangkit dari singgasananya, "Padahal penyerangan masih agak lama.. kenapa kau tidak bersantai-santai dulu?"
"Hanya tidak ingin membuang waktu.." Jawab Sasuke.
"Waktu masih sangat banyak, Sasuke. Mereka tidak akan pernah berhenti dan kau tidak perlu khawatir. Tidak lama lagi kau bebas melakukan apapun dengan wilayah luas tanpa hambatan." Marionette mengedipkan sebelah matanya.
"Oh.." Sasuke hanya mengangguk kecil.
"Jangan lupa 'pesanan'-ku.." Kata Marionette, mengingatkan, "Kalau kau bisa menuruti permintaan-permintaanku, kau akan kuangkat menjadi raja, nanti.. bukankah itu sebuah hadiah yang tak ternilai harganya? Kau pasti akan menyukainya."
"Yeah.." Sasuke menjawab singkat seperti biasanya.
"Kau sangat tidak bersemangat sekali, kenapa sih?" Marionette
"Aku mau menyiapkan pasukan.."
"Untuk apa? Aku sudah menyiapkannya sejak tadi, kau tidak perlu repot-repot, pejuang sejatiku.." Marionette membelai wajah pucat Sasuke.
"Kenapa.. Sherry begitu penting bagimu?" Tanya Sasuke.
"Kenapa? Hah, karena aku sudah mempunyai setengah kekuatan besar.. dan Sherry adalah setengahnya lagi. Bila aku bisa memiliki keduanya, aku, maksudku.. kita akan berkuasa tanpa ada yang menjadi halangan berarti." Kata Marionette, "Kau tidak mengingini itu?"
"Terserahlah." Sasuke melengos pergi, namun tangan Marionette menahannya.
"Tidak perlu pergi.." Kata Marionette. Mata hitamnya memelas. Sasuke menatapnya dingin, tajam, setajam mata elang, sedingin es paling dingin, "Layani aku disini.."
Sasuke berhenti mencoba pergi, dan Marionette menarik tangan Sasuke ke ruangan khususnya. Sasuke terdiam di dalam, Marionette tersenyum penuh kemenangan puas. Wajah mudanya sangat menawan. Waktu berjalan lambat di Sinlaire dan The Dungeon. Marionette dan Silhouette masih terlihat muda, terlihat sekitar 25 tahunan dan memang masih berumur segitu, walaupun di dunia sebenarnya mereka seharusnya sudah tua. Marionette semua pelayannya pergi, mengunci pintu ruangannya. "Hei Sasuke.."
"Hm?"
"Kaulah sang raja, dan aku ratunya..takkan pernah berubah sebab kau milikku."
Dan tak lama kemudian, suara dan desahan aneh memenuhi ruangannya.
Perayaan Hari Bulan Penuh telah dimulai, Avery dan Lily atau Hinata menyambut para penghuni Sinlaire dengan ramah. Cahaya bulan menerangi seluruh wilayah Sinlaire. Sakura sudah siap dengan perisai, panah, dan baju besinya.
"Naruto.." Sakura memanggil Naruto yang ada di sebelahnya, di sebuah bukit dimana mereka bisa melihat perayaan secara keseluruhan.
"Ada apa?"
"Atra gülai un ilian tauthr ono in atra ono waíse skölir frá rauthr…" Dengan bahasa kuno, Sakura memberkati Naruto. Memegang kedua pundak Naruto dan menatap mata safir Naruto lekat-lekat.
"Semoga keberuntungan dan kebahagiaan mengikutimu dan semoga kau dilindungi dari kesialan, Naruto.." Kata Sakura lagi, menerjemahkan bahasa kunonya, "Tinggal sedikit lagi, perang.. menurut Silhouette, prediksi Tsunade.."
Naruto bergidik, seakan ada sesuatu yang mengalir dari dua pundaknya ke seluruh tubuhnya. Otot-ototnya menegang, namun relax kembali setelah Sakura melepaskan pegangannya.
"Aku tak tahu bahasa kuno.. bahkan mengatakannya pun sepertinya susah sekali" Kata Naruto sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan tertawa kecil, "Jadi, aku hanya bisa berdoa dan berkata semoga kau selamat dan terlindungi seperti yang kau katakan padaku.."
"Terima kasih.." Sakura tersenyum, walau takkan berarti apa-apa, tambahnya dalam hati.
"Lihat!" Naruto merangkul bahu Sakura sambil menunjuk ke langit. Yah, Hinata, yang sedang terbang menjunjung tinggi, semakin mendekati bulan, bulan tersebut semakin terang. Bintang-bintang membentuk rasi, bercahaya makin terang.
"Cantiknya!" Sakura tersenyum, tanpa sadar ia menyandarkan kepalanya di bahu Naruto. Naruto agak terkejut, mukanya memerah. Kemudian Naruto mempererat rangkulannya.
"Naruto.." Sakura, "Andaikan saja aku–"
"THE DUNGEON! UTARA GERBANG!" Teriakan salah satu pejuang Sakura mengagetkan mereka berdua.
"Sakura-hime, sudah saatnya!"
"Naruto!" Sakura mencium bibir Naruto lembut, kemudian memeluknya erat. "Berjanjilah padaku kau tidak akan lecet sedikitpun!"
"Sakura-hime.." Naruto membalas pelukannya, "Aku berjanji, dan bersumpah demi Sinlaire dan demi Silhouette!"
"Sekarang.. kita harus berpisah.." Kata Sakura.
"Dan nanti, kita harus bertemu lagi." Tegas Naruto. Lagi, mereka berpelukan, kemudian saling melambaikan tangan, dan terbang ke arah yang berbeda.
"Ratu Silhouette! The Dungeon tiba!" Seru para prajurit, membuat Silhouette kaget dan kemudian bersiap mengeluarkan pedangnya.
"Lindungi Avery dan Lily! Semua, evakuasikan diri!" Seru Silhouette.
Para Nymph ketakutan, mereka langsung berenang ke gua di dasar sungai terdalam. Unicorn dan Pegasus berlari dan terbang cepat ke arah selatan. Peri-peri berseruan dan terbang mengikuti Pegasus. Hanya 3, 3 kaum bertahan. Elf, Kurcaci, dan Malaikat. Serta prajurit-prajurit manusia, yang membantu di darat dengan pedang.
"Demi Avery, makhluk apa itu?!" Seru para prajurit.
Yah, segerombolan makhluk berterbangan menuju Sinlaire. Mereka semua bersayap, berkuku tajam dan besar, dan bertubuh besar dan kekar. Masing-masing membawa sebuah bola bercahaya gelap terang di tangan mereka. Entah apa yang akan mereka lakukan.. dan diatas mereka.
Orochimaru, dengan makhluk bayangan sebagai kendaraannya, bersama Sasuke. Yang masih berwujud manusia.
"Sasuke-san?!" Sakura berseru, kemudian segera terbang lebih tinggi.
Sasuke, dengan mata setajam elangnya, menatap tajam ke arah gerbang Sinlaire yang menjulang tinggi. Ia seperti berkata sesuatu, kemudian tangannya bercahaya. Ia melontarkannya ke arah gerbang. Tak terjadi apa-apa. Hanya sebelum berhasil mendekati gerbang, perisai sihir Tsunade sudah menghalaunya. Belum sempat ia memperingati pasukannya, setengah pasukannya sudah hilang menjadi debu tanah karena perisai sihir.
"Sinlaire dilindungi perisai sihir.." Kata Sasuke pada Orochimaru, "Kau yang bisa menghancurkannya.
"Dengan senang hati.." Orochimaru berkata-kata kemudian tangannya bercahaya, lebih besar dari Sasuke. Dua tangannya bercahaya. Kemudian ia melontarkannya, dan tanpa berhenti terus memaksa perisai sihir Tsunade hancur. Dan setelah beberapa lama, perisai sihir itu retak dan menghilang seperti asap.
"Sekarang, SERANG!" Perintah Orochimaru, sebagian pasukan yang selamat dari perisai sihir langsung melesat terbang, menghancurkan menara, membakar toko-toko, mencabik-cabik prajurit dan menelannya hidup-hidup.
"Kau melihat Sherry?" Tanya Sasuke pada Orochimaru.
"Tidak usah dilihat pun ia sudah terlihat.." Orochimaru menunjuk seorang malaikat yang dikepung oleh 5 pasukannya. Dengan cepat, ia segera menumpas habis semuanya.
Sakura? Sasuke sedikit terkejut. Yah, yang tadinya ia anggap mudah sekarang pasti sudah susah. Sakura yang dulunya lemah dan tak bisa apa-apa berubah menjadi seorang gadis kuat dengan sayap putih cemerlang, memegang pedang dan menebas tiap kepala yang akan menyerangnya dan sekarang, ia membidik.
Membidik ke arah Sasuke dan Orochimaru.
"Awas!" Orochimaru dan Sasuke langsung menghindar terbang tepat sebelum panah yang dilontarkan Sakura meledak terkena darah Sasuke.
"Biar aku yang mengurusnya.." Kata Sasuke, "Kau, terserah mau apa.." Sasuke langsung terbang melesat masuk ke Sinlaire, pergi menuju gadis itu.,
Gadis itu..
Sherry Silhouette.
Atau Sakura…
Sial! Tidak kena! Umpat Sakura, dalam hati, sekarang kemana dia? Sakura mengambil anak panah lagi, berusaha membidik salah satu makhluk jadi-jadian yang sedang menyudutkan pejuangnya. Ia melepas bidikannya, dan panah itu menancap tepat di kepala.
Mereka memang makhluk aneh! Tapi tetap lemah..
"Sherry! Di belakangmu!" Seru Tsunade dari atas paviliun. Sakura refleks menoleh ke belakang, dan mendapati sesuatu bergerak ke arahnya. Bola hitam-aneh-tak jelas.
Sakura segera mengambil anak panah. Membidik, kemudian berteriak, "Brisingr!" Anak panah yang dilontarkannya bercahaya, berapi-api. Api biru yang dikeluarkannya. Menabrak bolan hitam besar yang mendekatinya dan terjadi ledakan besar di angkasa Sinlaire.
"Kau berubah.." Sakura mendengar seseorang berbicara padanya. Ia membuka matanya, dilihatnya sosok pemuda bersayap kelelawar, "Kupikir kau masih lemah seperti dulu."
Sasuke! Sakura masih terdiam, kemudian tersenyum miris, "Lemah? Tidak akan pernah!"
"Aku terkesan padamu…" Sasuke tersenyum licik, "Bisa-bisanya kau menghentikan sihirku dengan api bahasa kunomu itu.."
"Kau terlalu mengulur waktu, Sasuke.." Sakura menyiapkan pedangnya. Ia menggenggam pedangnya dengan dua tangan, mengalirkan sesuatu dan pedang itu bercahaya merah darah dan biru safir.
Sasuke tersenyum sekali lagi, kemudian menyiapkan pedang panjangnya. Mereka saling beradu pedang.. Dua petarung hebat yang beradu kekuatan di angkasa tentu saja menarik perhatian orang-orang dibawah. Dentingan-dentingan pedang dan ledakan-ledakan sihir mengacaukan konsentrasi di bawah, terutama konstentrasi makhluk jadi-jadian Dungeon.
Sial, kuat sekali gadis ini! Dasar menyebalkan.. Keluh Sasuke dalam hatinya. Melihat Sasuke kewalahan, Sakura menggunakan kesempatan untuk melukai Sasuke. Ia mengayunkan pedangnya, membuat luka memanjang di tangan Sasuke. Sasuke meringis. Ia terdiam.
Sakura heran melihat Sasuke terdiam, "Kenapa diam saja.. pertarungan ini belum selesai, bodoh!"
Sasuke tetap diam. Sakura tetap diam memperhatikannya, namun sesuatu menarik perhatiannya. Bunyi berisik dari belakangnya.
"Sherry!" Tsunade berteriak dari bawah.
Sakura menoleh ke belakang. Bunyi itu langsung menghilang. Setelah kembali melihat ke depan, Sasuke telah menghilang.
Sial! Dia menghilang! Dasar pengecut! Umpat Sakura dalam hati. Ia mencoba mencari ke segala arah. Tidak ada dan hasilnya tidak ada..
"Dia menghilang.." Serunya pada Tsunade.
"Bagaimana bisa?" Tanya Tsunade heran.
"Mungkin suara tadi hanya untuk menarik perha–"
Kalimat Sakura terpotong ketika ia melihat sesuatu mendekatinya dengan kecepatan tinggi. Tanpa bisa menyiapkan segala sesuatu untuk melawan, benda itu menubruknya dengan keras sampai ia terhempas ke paviliun.
"Uhh.." Sakura meringis. Tangan kirinya terkilir, dan sepertinya sayap kirinya terluka parah sampai mengeluarkan darah, mewarnai bulu-bulu putih sayapnya menjadi warna darah.. Perisainya terjatuh dari atap paviliun. Ia menggenggam pedangnya kuat-kuat takut sesuatu terjadi saat ia lemah seperti ini.
"Sudah berakhir pertarungannya.." Sasuke tiba-tiba muncul dari belakangnya. Sakura terkejut. Ia sama sekali tidak bisa bergerak.
"Dasar pengecut. Menghilang di tengah pertarungan kemudian muncul lagi ketika lawanmu lemah.." Kata Sakura.
"Itu namanya strategi.." Kata Sasuke, "Sudahlah.. kau ini merepotkan.. dan akan lebih merepotkan lagi pastinya." Sasuke membalik pedangnya, memukul Sakura dengan gagang pedangnya, membuat Sakura kehilangan kesadarannya, kemudian jatuh dari atap paviliun yang tinggi. Dengan sigap, Sasuke terbang melesat, menangkap Sakura di udara, kemudian memerintahkan pasukannya pergi.
"Misi selesai, sekarang, kembalilah!" Serunya.
Itu Sasuke! Seru Naruto, dan apa yang dibawanya… Naruto menyipitkan matanya. Itu… itu..
SAKURA-CHAN!
Sasuke menggendong Sakura yang pingsan ke paviliun obsidian Marionette, setelah memerintah prajuritnya untuk beristirahat dan melakukan apa yang harus mereka lakukan. Pelayan-pelayan Marionette membukakan pintunya. Marionette duduk disana, meminum anggur dari gelas antiknya, sambil memainkan rambut ikalnya.
"Kau sudah pulang?" Marionette langsung bangkit berdiri, "Dan sepertinya kau berhasil. Lagipula, kenapa dia berdarah-darah begini."
"Aku terpaksa.. dia cukup hebat.." Kata Sasuke, "Dia membuat luka yang cukup dalam dan panjang di punggung dan di lenganku."
"Kau butuh perawatan sekarang juga, pejuang sejatiku…" Marionette menatap wajah Sakura, "Dia sangat cantik bukan? Wajah porselennya dan rambut halusnya.. Lebih baik kau istirahat, dia.. biar dia tidur di kamarku."
"Tidak perlu!" Sasuke pergi meninggalkan Marionette, lalu berhenti sejenak, "Biar aku yang merawatnya," Katanya tanpa menoleh, kemudian naik ke kamarnya.
"Terserahlah.." kata Marionette, sedikit cemburu, "Pastikan kau juga istirahat."
"Hn.." Sasuke menjawab seadanya.
Sasuke menaiki anak tangga satu persatu. Sayap-sayapnya yang lelah segera menciut kembali, masuk ke dalam tubuhnya. Setelah sampai ke kamarnya, ia segera membaringkan Sakura di tempat tidurnya. Kemudian ia memanggil seorang pelayan untuk merawat luka di sayap Sakura dan tangannya yang terkilir. Sementara dirinya sendiri bisa menyembuhkan lukanya sendiri.
Lelah.. Itulah yang dirasakannya. Rasanya terkekang seperti ini terus membuatnya muak. Membunuh Marionette bukanlah hal yang sulit sebenarnya. Kekuatannya sudah melampaui Marionette.
Setelah pelayannya selesai merawat Sakura dan membersihkan noda darah di sayapnya, Sasuke duduk di sebelah Sakura. Melihat wajah manis Sakura yang damai menentramkan hatinya yang kalut.
"Sakura.." Tangannya membelai wajah porselen Sakura, "Maaf…"
Kata Maaf yang penuh arti.. Tangannya menggenggam tangan mungil Sakura. Wajahnya penuh sesal, namun apa yang dilakukannya adalah suatu keharusan untuk mencapai suatu keberhasilan. Untuk mencapai sesuatu hal yang sangat penting tanpa harus melalui jalan yang rumit.
Tanpa harus menghadapi rintangan yang berarti.
Tanpa harus mengorbankan nyawa sendiri,
Tapi harus ada yang terluka..
Perayaan terpaksa hanya setengah jalan karena penyerangan The Dungeon tersebut. Silhouette menghela nafas bersalah melihat wajah kecewa Avery dan Lily. Sinar bulan yang terang memperlihatkan darah-darah yang bercecerah di tanah. Perapal mantra Tsunade segera memadamkan api, menyembuhkan pejuang-pejuang dan membakar bangkai-bangkai makhluk jadi-jadian The Dungeon.
Tiba-tiba pintu paviliun terbuka begitu lebar. Naruto langsung menghambur masuk sambil terengah-engah.
"Ada apa Kevin? Kenapa kau begitu terburu-buru.. oh ya, mana Sherry?" Tanya Silhouette.
"Sebenarnya aku tak ingin mengatakan ini kepada anda, My Lady, tapi.." Naruto berdeham, mata safirnya terlihat serius sekali, "Sakura.. maksudku Sherry, diculik!"
"Apa?!" Suasana menegang di paviliun, sementara semua orang disana terkejut setengah mati, "Tidak mungkin!" Wajah Silhouette memucat.
"Tapi memang begitu.. maaf aku tidak bisa menjaganya.. Aku tidak bisa menolongnya dari jarak yang begitu jauh karena aku harus melindungi Avery dan Hinata… maksudku, Lily.." Kata Naruto penuh dengan nada sesal.
"Tidak mungkin!" Silhouette melemas, ia memegangi kepalanya, menahan tangis, "Sudahlah, pergilah Naruto.. aku akan memanggilmu nanti.. Istirahatlah."
"Tapi.. anda, apa tidak apa-apa? Kalau anda mau aku bisa menyiapkan pasukan untuk pergi ke The Dungeon untuk menyelamatkan She–"
"PERGI!" Suara lantang dan keras Silhouette menggetarkan kaca paviliun. Naruto terdiam. Melihat Silhouette yang frustasi membuatnya merasa bersalah. Yah, berkatnya untuk Sakura sama sekali tidak berguna, sedangkan berkat Sakura dalam bahasa kuno itu memang nyata. Ia tidak merasakan lecet atau luka apapun di tubuhnya selama pertarungannya dengan berpuluh-puluh makhluk jadi-jadian yang lebih besar dari badannya.
Naruto segera keluar dari paviliun, kemudian menengok pasukan dan pejuang-pejuangnya di rumah sakit. Kebanyak terluka parah. Kehilangan tangan atau kaki mereka. Pertempuran mematikan ini memakan banyak korban, baik pihak Sinlaire maupun Dungeon. Naruto memukul tembok rumah sakit. Ia kesal sekali atas kelalaiannya membiarkan Sasuke membawa pergi Sakura. Kelalaiannya sehingga strategi yang tadinya berjalan mulus menjadi berantakan.
Kalau begini caranya… Naruto mengepalkan tangannya, Terpaksa harus aku sendiri kesana..
Menolong Sakura-chan..
Mau tahu kenapa saya masukkan novel Eragon di atas sana?
Karena sihir-sihir disini memakai sihir di Novel Eragon..
Yang pernah baca pasti tahu deh..
Saya kan pelanggan setia Eragon..
Sampai punya kaset PS2 ama novelnya lengkap.
RnR yaaa..
