Hai minna gomen nee lama banget apdetnya '-' soalnya netbook aku rusak dan harus di service begitu selesai di service banyak tugas dan pada akhirnya gaada mood untuk mengerjakan fanfic yang terbengkalai ini

Oke daripada readers pada bête membaca curhatan saya mendingan ayo kita lanjutkan saja fanfic ini okekekekke

Pagi hari di apartment hyde

Kedu manik kembar berwarna kecoklatan mulai terbuka, beberapa kali ia mengedipkan matanya untuk beradaptasi dengan cahaya yang masuk, setelah terbiasa oleh cahaya matahari yang masuk melalui celah celah tirai jendela, pemuda bertubuh ramping yang kita ketahui bernama Tetsu berusaha merenggangkan badanya, namun sepertinya ada yang aneh, badanya sulit digerakan dan terasa amat berat, apakah mungkin ia terkena lumpuh? Pikiran liar Tetsu sudah mulai semakin tidak jelas lagi, namun semua pikiran liar itu menguap dari kepala Tetsu setelah mendengar dengkuran halus di sebelahnya, ternyata sang pemilik apartement a.k.a Hyde sedang tertidur pulas di sebelah Tetsu, tak lupa tanganya melingkar di badan Tetsu layaknya sebuah guling yang empuk, "pantas badanku tak bisa digerakkan" batin Tetsu

"Hyde san"seru Tetsu pelan, ia ingin sekali merenggangkan badanya dan pulang, karna bila di dekat Hyde seperti ini tiba tiba saja jantungnya jadi berdegup kencang dan sepertinya suhu tubuhnya akan naik

"Eggghh" erang Hyde sambil mengeratkan pelukanya lagi pada badan Tetsu, perlakuan Hyde ini semakin membuat Tetsu merasakan jantungnya ingin sekali melompat keluar.

"Hyde san" ucap Tetsu agak kencang dan sukses membuat mata Hyde terbuka, beberapa kali mengerjap ngerjapkan matanya, setelah merasa jiwanya sudah terkumpul kembali hyde mulai merasakan tanganya melingkari pinggang seseorang, dan ternyata itu Tetsu!, dengan cepat Hyde mulai menarik kedua tanganya agar Tetsu dapat bergerak bebas.

"Gomen ne Tetsu, aku biasa meluk kalau tidur hehe" seru Hyde sambil tertawa garing, Tetsu hanya membalas dengan senyuman, senyuman yang amat manis.

"Eheheh gapapa kok Hyde, aku mau numpang ke kamar mandi yah, sehabis itu aku pulang deh" seru Tetsu sambil berjalan ke kamar mandi.

"Matte" seru Hyde sambil menggengam tangan Tetsu, Tetsu yang kaget lantas berbalik dan menatap Hyde dengan pandangan yang lembut.

"Ada apa Hyde?" seru Tetsu pelan sembari Tersenyum lembut, pandangan Tetsu mampu membuat Hyde memerah, astaga betapa manisnya anak ini batin Hyde, tapi langsung saja pikiran itu dihapus oleh Hyde, bicara apa aku!, akukan sudah memiliki kekasih, dan aku sangat mencintainya, batin Hyde.

"Hyde? Ada apa?" ulang Tetsu bingung karna bukanya bicara mahluk yang satu ini malah melamun tidak jelas.

"Ehh itu, nanti aku anter ya Tetsu" seru Hyde.

"Baiklah" seru Tetsu, Tetsu pun segera menuju kamar mandi Hyde

"Arigatou Hyde" seru Tetsu seraya turun dari mobil milik Hyde.

" Yo, lain kali jangan pingsan tiba tiba ya!" seru Hyde samba menyalakan mesin mobilnya, "jangan lupa mampir lagi ke apartementku" seru Hyde menambahkan dan segera menjalankan mobilnya.

"Sayounara Hyde" seru Tetsu sambil tersenyum, setelah sekiranya mobil Hyde jauh Tetsu pun masuk kedalam lobby apartementnya. Tetsu amat sangat senang hari ini, entah karna ia bisa kenal dengan Hyde mungkin, Hyde mampu membuat jantungnya berdegup kencang dan pipinya memerah, apakah ia jatuh cinta? apakahTetsu menyukai Hyde?, memang siapa sih yang tidak menyukai Hyde? Wajahnya yang tampan sekaligus cantik, matanya yang indah, badanya yang berisi, dan suaranya, ia dapat menghanyutkan siapasaja yang mendegar suaranya, dan lagi…
"Tetchann kau kemana saja?" seru seorang pemuda yang berperawakan tinggi rambut tidak terurus, terlihat kumis dan jenggot yang membingkai sekitar mulutnya yang membuatnya terkesan sexy.

"ee Kenchan? Aku tadi abis nginep dirumah temenku" seru Tetsu sambil tersenyum manis sekali.

Uhuk uhuk….

Tetsu terbatuk batuk, entah kenapa akhir akhir ini Tetsu sering sekali batuk, tapi ada yang salah dengan batuknya kali ini, ia merasakan kerongkoknganya mengeluarkan sesuatu yang asin, ia sangat yakin itu bukanlah lendir yang biasa di keluarkan, Tetsu pun membekap mulutnya dan terlihat sesuatu cairan berwarna merah pekat , kepala Tetsu pun terasa amat sangat pusing dan lagi pandanganya menjadi buram, semakin buram dan gelap, Tetsu masih bisa merasakan Ken memanggil manggil namanya sebelum kesadaranya sepenuhnya terenggut.

"Gackt siniii!" seru Hyde yang sedang duduk di salah satu bangku sebuah restoran ramen, pemuda yang dipanggil Gackt itupun segera menuju ke meja tempat dimana kekasihnyang berada

"Haiichan, lama nunggu?"Tanya Gackt sambil mengembangkan senyum yang bisa membuat orang tak berkutik lagi.

"Haa enggak kok, aku kangen Gackt" ucap Hyde dengan tatapan manja serta tanganya bergelayut di lengan Gackt , perlakuan Hyde itupun membuat Gackt memerah, ia kemudian mengusap kepala Hyde lembut.

"Aku juga kangen kamu" seru Gackt lembut kemudian mencium puncuk kepala Hyde, perlakuan Gackt yang sangat romantis itupun membuat Hyde semakin dan semakin mencintainya.

"Kalau begitu Gaachan ayo kita jalan jalan" seru Hyde sambil menggandeng tangan Gackt dan berjalan dengan riangnya, sementara Gackt hanya tertawa pelan mengikuti keinginan kekasihnya itu.

Seharian Hyde merasa sangat senang dengan adanya Gackt, maklum saja, karna perkerjaan Gackt sebagai model yang menyitabanyak waktu membuatnya dengan Gackt hanya punya waktu sehari atau mungkin tidak ada waktu luang, tapi dia mengerti akan hal itu, dan tentu saja sudah menjadi resiko bukan? Dan lagi Gackt sangat romantis, ia sering sekali memberikan kejutan padanya, satang malam malam ke apartemntnya dengan seikat bunga, dan tentu saja.. sebuah ciuman, sederhana bukan? Tapi itu sangat indah untuk dikenang, apalagi bersama prang yang disayang, Gackt juga selalu ada saat Hyde membutuhkanya, itu membuat Hyde semakin membuat Hyde cinta dan cinta kepada Gackt.

Sementara itu..

"Jadi Tetsu memiliki penyakit itu?" Tanya Ken kaget saat Dokter memberitaukan hasil pemeriksaan tadi.

"Iya ,penyakit yang ditangani ayah saya, ternyata menurun juga pada tetchan." ucap sang dokter yang bertubuh lumayan kurus dan rambut berwarna coklat, terlihat bahwa umur dokter masih muda.

"Jadi bagaimana dokter Awaji?" Tanya Ken gusar.

"baiklah aku mohon padamu tuan kitamura, jaga tetchan ia sudah tidak memiliki siapa siapa lagi, dan antar Tetchan kesini seminggu sekali untuk chek up" seru dokter bernama lengkap yukihiro awaji "Dan…..STOP MEMANGGIL AKU DOKTER AWAJI KENCHANNN! Seperti baru kenal saja" seru yukkie.

"Hahahaaa gomen ne Yukkie chan asik banget sih ngegodain kamu" seru ken sambil tertawa kencang "lagian kamu tadi ngomongnya baku banget sih" ucap ken lagi, yukkie hanya menggeleng gelengkan kepalanya, jika ia tidak ingat ia sedang berkerja sekarang mungkin ia akan menyeret temanya ini dan menguncinya di kamar mayat, sendirian.

Tiba tiba terdengar erangan suara dari arah kasur, dan ternyata Tetchan sudah sadar dari pingsanya itu, ia masih dapat merasa kepalanya berputar putar, terasa pening, amat pening, 'sebenanrnya apa yang trerjadi padaku, apakah penyakit itu?' batin Tetsu yang tak akan mendapatkan jawaban, Tetsu menoleh dan melihat sahabatnya Ken dan Yukkie, ah maksudnya, Dokter Yukihiro Awaji. sekarang Yukkiechan sudah menjadi Dokter menggantikan posisi ayahnya di suatu rumah sakit paling terkenal di Tokyo.

"Ano.." ucap Tetsu pelan, suara pelan Tetsu membuat dua orang yang sedang (hampir) berkelahi itu menoleh, Ken memandangnya dengan tatapan khawatir, sementara Yukkie memandangnya dengan tatapan lembut.

"Apakah penyakit ini…?" seru Tetsu menggantung, perasaan takut untuk mengetahui sebuah kenyataan yang sebenarnya singgap dihati Tetsu, bagaimna jika penyakit itu datang lagi, bagaimana penyakit yang merenggut ibunya juga menyinggapi tubuhnya, dan menggerogoti tubuhnya perlahan, bagaimna jika…

"Tetchan…" seru Yukkie menyadarkan lamunan Tetsu, kemudian ia memandang sahabatnya itu dengan pandangan yang sangat sulit diartikan, "Aku tau ini sangat sulit, tapi setidaknya ada kita yang selalu ada disini menjagamu, menyemangati mu, kita akan selalu ada saat kau butuh" seru Yukkie lembut, Ken juga mengangguk pelan, membenarkan perkataan Yukkie barusan.

"Maksud kalian apa?" Tanya Tetsu tak mengerti, namun perkataan Yukkie barusan memberikan sebuah clue untuk Tetsu, apakah penyakitnya itu..?

"Tetchan kau harus tau, sebenarnya kau…" seru Yukkie menggantung.

TO BE CONTINUED …

Readers maaf yaaa maaf banget aku lagi banyak kerjaan ngurusin komunitas cielers bandung jadi we gaada waktu buat ngepost m(_ _)m *kode* padahal mah ini udah lama, nah ini chapnya lumayan panjang kan, aku usahakan untuk update cepet deh hehe *ketawa garing*