OOC, Warning : Vulgar

"Aku mencintaimu," itu pernyataan cinta. Sungguh-sungguh dari hati, dikumpulkan di dalam hati lalu tercurah semua dalam satu helaan napas. Bukan bak loli Jepang kawaii yang berteriak dengan muka memerah, lalu berlari meninggalkan TKP setelah kejadian tanpa rasa tanggung-jawab. Kasusnya memang sedang mengungkapkan, tapi dengan cara yang lebih keren.

Pemuda yang lebih tua menjadi tersangka yang menodong dengan pernyataan, korban yang menjadi objek tak bukan seorang pemuda lain berusia lebih muda dan berlagak sok berkuasa. "Mengapa?" dia bertanya, tangannya bersidekap di depan dada menunjukkan gelagat proteksi diri. Sedang tak menerima ocehan pria lain di dalam ruangan yang sama dengannya.

Ini di luar perkiraan, "Kau memberikan sesuatu yang kubutuhkan dalam hidupku. Apakah kau juga mencintaiku?"

"Mungkin ...," sudah cukup! Kibum tak bisa lebih sabar dari sini. Dia terburu meraih rokoh di atas asbak, masih menyala. Filter manis rokok setidaknya membuatnya lebih tenang. Jawaban itu tak ada dalam naskah perjanjian. Jahanam sekali.

"Kim Ryeowook!" sudah di tahan, tetap saja Kibum tak dalam kondisi pengendalian diri yang baik. Dia frustasi. Segala hal tentang Kim Ryeowook, ada saja yang membuat kesal. Jika dia tak mau untuk apa memberi lampu hijau. Ujung-ujung menjadi hiburan semata.

Sekarang diam. Senyum asimetris menjadi jawaban atas kegelisahan. Ingin berteriak meminta pertolongan tapi Kibum yakin, dia akan menjadi bahan tertawaan, lalu bahan bullian di media sosial. Toh, tak ada lagi yang menjadi rahasia di antara mereka. Segala peraturan dari Kibum telah terpenuhi, kini giliran pasangannya yang memberi peraturan—hukum—yang tak boleh dilanggar.

Terlalu banyak, sampai Kibum tak ingat. Terlalu banyak, hingga Kibum lupa bahwa yang tak menjadi peraturan telah masuk dan teramandemen otomatis. Dia meraih ponselnya, memastikan bahwa ini hari yang benar sesuai aturan main mereka. Ini benar. Kibum ingat betul kalau dia tipikal yang tepat waktu.

"Ok, aku kehilangan nafsu." Lalu mengamuk. Persetan dengan aturan. Dia bangkit dari tempat tidur dengan suara decakan keras dari sela bibir yang masih mengapit rokok. Kaki telanjangnya menapak lantai, tak peduli dengan tubuh tingginya yang tak tertutup sehelai benang pun ketika keluar dari selimut.

"Kau mau ke mana?" Terlambat sudah. Salah siapa yang suka mengulur waktu, sok jual mahal, hingga pria dengan gengsi setinggi bulan itu berubah pikiran. "Jangan tinggalkan aku! Kibum!" kalau bagian begini dia masih tahu malu, sejak berpacaran dengan om-om kaya raya itu, Kim Ryeowook sedikit feminim. Jangan sampai dia mengetahui, pasti mencak tak terima.

"Bodoh." Tiada yang bisa menghentikan langkah. Masuk ke kamar mandi lalu membanting pintu. Sempurna. Ryeowook bergulung dalam selimut, berguling lalu menjatuhkan diri dari tempat tidur, menyeret tubuh persis hewan melata, mengetuk pintu nyaris menggedor lalu berteriak bak orang hutan.

"Kibum, apa kau tahu bedanya gajah dengan beruang," mencoba mencari bahan pembicaraan yang menarik. Hal konyol itu tak pernah menjadi pesona seorang Ryeowook, yang membuat Kibum selalu membiarkannya terus berbicara dan berbalik seolah tertarik tak lain hanya cinta. Pintu terbuka, "Jadi kalau beruang itu,"

Dahi mengerut, Kibum tak ingin tahu tentang beruang. Dia mengangkat tubuh kekasih, membenarkan letaknya berdiri lalu memperbaiki selimut yang membalut tubuh telanjang itu. Dia tak ingin Ryeowook berakhir terjatuh, kepalanya terantuk, berdarah, lalu berteriak seolah Kibum memperkosanya dan tak mau tanggung jawab. Mereka sepakat hari Jum-at, satu kali seminggu, Kibum yang bayar hotel, Ryeowook yang beli kondom, tanpa ada banyak adu bacot lainnya.

Si pendek mencoba meraih bibir, Kibum akan kalah jika di cium. Dia berjinjit, namun apa daya bibir hanya bisa sampai dagu. Kesal, dia selalu mengutuk tinggi. Gigi unjuk kebolehan, di gigitnya dagu itu setidaknya agar Kibum merunduk sedikit. "Apa yang kau lakukan, kelakuanmu persis tokek." Dan dikatai tokek sungguh menghancurkan harga diri.

Namun, tangan Kibum kini merangkul pinggang, meraih bibir dengan lembut lalu mulai mengulum. Tekstur bibir bawah Ryeowook adalah favorit. Lalu …, seperti Jum'at lalu dan Jum'at sebelum-sebelumnya, maka dia akan melakukan sesuai aturan. "I wanna f*ck you hard," ucapnya saat bibir melepas kukungan pada bibir lain lalu menjatuhkan diri bersama sang kekasih ke ranjang.