Love Always Live

Yenni Ryeonii Kim

Cast :

Kim Young Woon

Kim Jong Woon

Kim Ryeowook

Cho Kyuhyun

Lee Sungmin

Lee Donghae

Lee Hyukjae

Choi Siwon

Kim Kibum

Genre : Boys Love , Romance, Drama

Disclaimer : Fanfic ini terinspirasi dari Film Bollywood fenomenal 'Mohabbatein' , saya hanya mengambil latar belakang ceritanya aja krena ini Boys Love jadi banyak yang dirubah. Dilarang Plagiat!

Warning : alur maksa suka-suka saya. Typo[s]menyebar dimana-mana.

Yang gag suka harap tidak membaca dan pergi.

Tidak menerima bashing. kritik dan saran akan diterima sesuka hati :)

.

.

.


Kamar asrama bernomor 1315 malam ini begitu hening tanpa teriakan ataupun ejekan yang terlempar satu sama lain. Cukup sesuai mengingat tiga penghuni tampan itu tengah tenggelam dengan 'dunia' mereka masing-masing.

Choi Siwon, namja yang paling rajin mandi kini bahkan belum melepas tas ransel dari punggungnya. Duduk diatas tempat tidur dengan kaki bersila, pandangan matanya lurus entah menatap apa dan senyum yang seakan terpatri semenjak pulang dari Stasiun. Hingga helaan nafas yang terdengar dan nama seseorang,

" Kibumie~"

.

.

Lee Donghae, namja penyuka ikan ini masih berbalut kaos putih yang Ia gunakan untuk latihan dance. Tak ingin rasanya melepas kain yang melekat ditubuhnya serta bercampur peluh mengingat bau tubuh sang pujaan masih tertinggal disana. Sama halnya dengan Siwon, Donghae tersenyum sendiri sambil berbaring membayangkan tubuhnya dan tubuh 'malaikatnya' saling beradu tadi sore,

"Hyukie-ya~"

.

.

Berbeda dengan dua sahabat penghuni kamarnya, namja bermarga Cho ini lebih memilih berkutat dengan PSP hitam miliknya. Seolah tengah mengerjakan ujian sekolah, Kyuhyun nampak berpikir keras untuk mendapatkan sebuah kata yang terpampang dengan tulisan 'You Win' ,namun manusia tak akan tahu apa yangakan Ia dapatkan hingga 'You Lose' –lah kata yang pada akhirnya muncul,

"Aaaaa Lee Sungmiiinnnn~"

.

.

"Eoh? Ada apa Kyu?" Siwon yang pertama kali sadar akan teriakan Kyuhyun langsung bertanya melihat namja yang dianggapnya dongsaeng itu terlihat frustasi.

"Ini salah Hyung, tak mungkin akan terjadi.." racau Kyuhyun yang terduduk dengan surai coklat berantakan dan seragam yang sangat kusut. Menatap langit-langit kamar yang seakan melukiskan nama yang terukir dihatinya.

"Apanya yang salah Kyu?" Donghae yang merasa iba dengan keadaan sahabatnya akhirnya membuka suara juga.

"Entah sejak kapan aku tak tau, perasaan ingin memiliki dan melindunginya begitu kuat. Aku mencintainya Hyung, tapi ini salah.."

"Siapa?" Siwon mendekat dan duduk disamping Kyuhyun.

"Lee Sungmin." Kyuhyun berbicara tegas dan penuh keyakinan, namun sedetik kemudian Ia menundukkan kepalanya.

"MWO?" Donghae dan Siwon spontan menutup mulut masing-masing saat dirasa suaranya bisa mengganggu kamar sebelah.

Hening, tak ada suara yang tercipta seperti awal. Hanya saja suasana kini berganti tegang bukan angan keindahan lagi.

"Hah~aku juga seperti itu Kyu," Donghae berjalan menuju lemari pendingin mengambil sebuah botol berisi air dingin dan langsung menegaknya hingga isinya tinggal setengah.

Hening kembali, pengakuan Donghae cukup mengejutkan Kyuhyun dan Siwon tentunya. Tapi, cukuplah mengembalikan wajah muram Kyuhyun.

"Aku mengaku, Aku juga~"

"Ha? Siwon Hyung juga?" senyum Kyuhyun makin mengembang setelah dirasa Ia tak sendiri. Donghae kembali menegak sisa air di botol, merasa lega dengan pengakuan kedua sahabatnya.

.

.

"Nde, Ah~ Kibumie you make me crazy!"

.

.

"Hyukie~ I Love You~"

.

.

"Sungmin Hyung! Kau mengalahkan PSPku!"

Cinta, biarkan berjalan seiring melodi lagu yang berputar tanpa henti. Memenjarakan yang terjebak didalamnya dengan buaian kasih sayang yang tak akan habis tertelan waktu. Indah cinta tak akan mampu dirasa, manis madu tak mampu bersaing dan pada siapa berlabuh tak akan pernah terduga.

.

.


.

.

Sebelum bel berbunyi Kim Yesung sudah siap ditempatnya. Menyambut murid yang sebentar lagi akan mendapat 'ilmu' berharga darinya. Yang tak akan pernah terlupa dan terus berkobar di dalam raga. Ilmu Cinta.

.

Kriiiinngggg….

.

Sekitar dua puluh namja atau bahkan lebih berjalan bersama menuju aula terbuka untuk mengikuti kelas musik hari ini. Memberi salam saat melewati Guru yang sudah menunggunya di depan aula.

"Hari ini kita akan memulai pelajaran dengan teknik dasar penjiwaan. Ada yang pernah bernyanyi menggunakan penjiwaan yang sangat mendalam hingga terdengar seperti gejolak yang mendesak keluar dari dalam diri? Bagaimana denganmu Cho?"

"Aku bernyanyi tentu menggunakan penjiwaan Guru Kim, tapi apa yang dimaksud dengan gejolak yang mendesak keluar?"

"Kau belum menggunakan hatimu Cho," telunjuk kanan Yesung menunjuk dada Kyuhyun, menekankan setiap kata dalam kalimat yang diucapkannya.

"Anda bersedia menjelaskannya Guru Kim?" salah seorang murid disana berucap tanpa beban.

"Tentu saja, penjiwaan adalah salah satu teknik dasar dalam bernyanyi. Tanpa adanya penjiwaan, lagu akan terasa hambar. Namun, penjiwaan yang Guru maksud disini adalah penjiwaan dari lubuk hati terdalam yang tak akan pernah berbohong sedikitpun. Cintailah lagumu seperti kau mencintai kekasihmu. Rasakan lagu itu seperti kau merasakan hangat kasih sayangmu pada orang yang kau cintai. Cinta akan indah pada waktunya, waktu dimana kau merasakan jantungmu berdetak sangat cepat, menghiraukan dirimu yang meronta meminta ampun."

"Bagaimana kalau kita jatuh cinta pada orang yang salah Guru Kim?" Tanya seorang murid yang berada tepat dibelakang Siwon. Tak ayal membuat wajah ketiga namja tampan yang berada didepannya tegang dan memucat.

"Tidak, cinta tak akan salah. Tuhan menumbuhkan cinta pada orang yang memang menjadi takdir kita, kita tak akan tahu pada siapa cinta kita akan berlabuh. Siapkan saja hati mulai dari sekarang untuk menerima apapun bentuk cinta kita , raihlah cinta yang akan membuatmu bahagia. Jangan pedulikan orang berkata apa, karena cinta selalu benar."

Kyuhyun, Donghae, dan Siwon tersenyum membayangkan indahnya cinta yang akan mereka dapat nantinya. Wajah tegang, keputusasaan kini terganti dengan penuh harapan dan keoptimisan yang mendukung mereka meraih cintanya. Ya, mereka tak akan salah karena cinta selalu benar.

.

.


.

.

Nampak sebuah ruangan dengan cermin besar yang menutupi dinding tengah memantulkan bayangan dari setiap orang yang berliuk-liuk menggerakkan badannya. Namun, terlihat pula bayangan seorang namja melamun dengan kaki bersila dipojok ruangan.

"Hyukie hyung, kau tak berlatih?"seorang namja yang tak kalah cantik dan imut menyadarkan Hyukjae.

"Eoh? Taemin, tidak. Semangatku hilang." Jawab Hyukjae dengan gelengan kepala yang semakin membuatnya terlihat mengenaskan.

"Kenapa hyung?" Tanya Taemin kembali.

"Aku mendapatkan masalah besar dan perekrutanku terancam dicabut." Nada ucapan Hyukjae terdengar datar namun mampu membuat bola mata Taemin membulat.

"Ha? Apa yang kau bicarakan hyung? Kau bercanda kan, mana mungkin mereka melepaskan orang berbakat sepertimu." Taemin yang awalnya bersandar pada dinding seketika duduk tegap menghadap teman yang sudah Ia anggap Hyungnya sendiri itu.

"Tapi..itu kenyataannya Taemin-ah~"namja pencinta strawberry itu menekuk kedua kakinya hingga didepan dada, memeluknya erat dengan tangannya.

"Aku berharap itu tak akan pernah terjadi hyung, aku yakin kau bisa menyelesaikannya dengan cara baik-baik. Jika kau terlibat masalah entah dengan siapa, kau harus menghadapi dengan kepala dingin dan jangan ragu untuk meminta maaf. Aku pergi dulu, Minho hyung menungguku." Taemin segera berdiri dan berjalan menuju pintu.

" Humm~" tak lama kemudian Hyukjae berdiri dan memutuskan untuk kembali ke asramanya.

.

.


.

.

"Kyuhyun dimana ya.. kamar asramanya kosong." Sungmin tengah berjalan menyusuri koridor-koridor gedung Sapphire School. Bibir shape M nya tak bisa berhenti bergumam sejak tadi.

"Aish..awas saja kalau kau tengah bersama kekasih tak bernyawamu itu, habis kau Cho! " lantai tak berdosa itu menjadi korban dari namja manis itu, bagaimana tidak jika kaki Sungmin tak berhenti menghentakkan kaki mungilnya disana.

"Ke Taman sepertinya bisa memperbaiki moodku." Sungmin berjalan menuju taman yang terletak disebelah gedung Sapphire School. Ia mengetahui tempat ini karena sejak awal datang Sungmin merengek pada Kyuhyun untuk berhenti di Taman dulu setelahnya ke ruang administrasi.

Setibanya Sungmin di Taman Ia melihat seseorang sedang duduk di ayunan yang cukup untuk dua orang itu. Ia mendekat dan duduk disamping orang itu.

"Hmm.. hai, bolehkan jika aku duduk disini?" Sungmin memberanikan diri menyapa orang disampingnya.

"Oh hai, boleh. Ini memang tempat umum." Orang tersebut tersenyum. Keduanya tengah dalam keadaan mood yang buruk sehingga mungkin diam adalah tindakan paling tepat.

"Sungmin, Lee Sungmin asrama 1513." Sungmin memperkenalkan dirinya, siapa tau Ia dapat berteman dengan orang disampingnya. Ayolah.. Ia adalah anak baru, dan temannya hanya Kyuhyun saat ini.

"Lee Hyukjae, kau bisa memanggilku Hyukie asrama 1509." Hyukjae membalas senyum teman barunya.

" Asrama kita dekat. Aku bisa sering main ke asramamu. Bolehkan?" Sungmin sejenak lupa akan kekesalannya pada Kyuhyun

"Tentu saja, apa kau murid baru?"

"Eum~" Sungmin menganggukkan kepalanya lucu

Keduanya saling bertukar cerita dan bercanda. Lebih tepatnya Hyukjae yang banyak bercerita mengenai peraturan dan jam-jam tertentu yang harus diikuti semua murid Sapphire School.

"Eoh? Jadi disini tidak diperbolehkan berpacaran?" Sungmin bertanya saat Hyukjae menjelaskan peraturan yang membuatnya tertarik itu.

"Yupp, jika sampai Kepala Sekolah tahu kita akan disidang dengannya."

"Disidang seperti pengadilan?"

"Tidak, tidak. Hanya disidang diruangannya dan dengan Kepala Sekolah saja. Tanpa ada seorangpun yang boleh masuk. Kau tahu, itu sangat mengerikan, saat kau masuk keruangan Kepala Sekolah seketika suasana menjadi dingin dan oksigen seakan tak ada disana." Hyukjae menjelaskan dengan raut ketakutan yang secara tidak langsung juga mennghantar pada Sungmin.

"Hii~ aku tak mau…" Sungmin menggelengkan kepalanya berulang kali.

"Hey, kau bisa pusing jika sepertiitu Sungmin-ah"

"Tapi.. sekolah kita kan khusus namja Hyukie," foxy Sungmin memancarkan keingintahuan yang besar saat menatap Hyukjae.

"Oh ayolah Sungmin-ah , hubungan sesama seperti ini sudah wajar di jaman kita. Apa kau straight eoh?" Hyukjae balik menggoda Sungmin, terlihat sekali pipi chubbynya terlihat bersemu.

"Ahh.. tidak,,"

"Jadi?"

"Jadi apa?"

"Kau sudah mempunyai kekasih eoh?"

"Aish.. berhenti menggodaku Hyukie~"

"Ahahahaa…"

Sepertinya hubungan kedua namja cantik ini akan berjalan dengan baik seiring berjalannya waktu. Lihat saj abaru pertama bertemu mereka sudah mampu sejenak melupakan hal yang membuat keduanya bermurung ria.

.

.


.

.

Namja cantik berwajah datar dan terkesan dingin itu terlihat berdiri didepan sebuah pintu bertuliskan 'Jung Yunho' . Menghembuskan nafas sebentar sebelum memberanikan diri mengetuk pintu tersebut.

.

Tokk.. tokk..

.

"Masuk," sebuah suara berat terdengar dari dalam ruangan tersebut.

.

Cklekk…

.

"Maaf, Guru Jung memanggil saya?" Kibum kini berada didepan meja Guru Jung. Sedang Guru Jung yang terlihat tengah membaca beberapa dokumen sekolah itu beralih menatap Kibum.

"Kim Kibum.. duduklah."

"Tidak, terimakasih. Jika tidak ada yang penting saya pamit Guru," Kibum hendak berbalik sebelum terdengar suara kursi yang digeser pemiliknya.

"Tunggu, Kibum-ah." Guru Jung mendekat dan berdiri tepat dihadapan Kibum yang menundukkan kepalanya.

"…"

"Hah~ Aku memindahkanmu ke sekolah ini agar aku bisa selalu mengawasimu sayang.." Guru Jung membelai surai hitam halus milik Kibum.

"Aku bukan anak kecil. Tsk!" Kibum melepas tangan Guru Jung dari kepalanya.

"Jangan berulah lagi Kibum. Apa kau ingin melihatku mati cepat?" Guru Jung menatap Kibum dengan pandangan sayu dan memohon. Kibum yang awalnya mengalihkan pandangan dari orang didepannya seketika matanya terlihat berembun mendengar nada suara penuh keputusasaan.

"Appa~" Kibum memeluk Guru Jung dan menangis hingga membasahi kemeja depan Appanya.

.

.

.

.

"Kibum~" Siwon bergumam lirih dan berhenti berjalan, menyentuh dada kirinya yang masih terlapisi seragam sekolah. Donghae dan Kyuhyun yang berada disamping kanan dan kiri Siwon seketika berhenti saat merasa posisi diantara mereka berdua kosong.

"Hyung, ada apa?" Kyuhyun berbalik dan melihat Siwon yang tengah tertunduk lesu.

"Siwon-ah kau tak apa?" Donghae menghampiri Siwon dan menepuk pelan pundaknya.

"Aku..entahlah~" Donghae dan Kyuhyun hanya bisa mengangkat sebelah alisnya mendengar jawaban Siwon yang tak menjelaskan apapun.

Donghae yang merasa Siwon butuh waktu sendiri menyusul Kyuhyun yang berjalan terlebih dahulu, meninggalkan Siwon yang masih berdiri bak bulan tanpa bintangnya. Ia tak tahu apa yang terjadi pada dirinya namun satu hal yang Siwon tahu, Ia ingin bertemu Kibum sekarang.


To Be Continue


Terimakasih atas responnya ^.^

Gak nyangka dapat review banyak,

gomawo, khamsahamnida, thankyou, terimakasih

Mian ngebosenin dan gag dpat feelnya.

Thank's buat yang baca dan review :)

review lagi yaa hehe