By : lovgrafanime14

Main Pair : Wonkyu

Genre : Romance, Angst, Hurt/Comfort

Rated : T

#Part 2

"Si..Siwon?"

Lee Donghae membulatkan matanya tak percaya saat melihat Choi Siwon yang tak pernah ia duga kedatangannya berdiri dihadapannya. Kini perasaan kaget itu mulai berubah menjadi kegelisahan. Apakah mungkin Siwon hanya kebetulan saja ada di Rumah Sakit ini? Atau memang ia sudah tau kebenarannya?

"Donghae hyung.." Tiba-tiba saja lengan kekar itu mencengkram bahu Donghae dengan erat. Matanya menatap tajam sekaligus sendu pada saat bersamaan, "Apakah semua itu benar hyung? Apakah benar?" Tanyanya menuntut.

Donghae mengetahui dengan sangat jelas apa yang ditanyakan Siwon, namun ia memilih menutupinya, "Apa maksudmu Siwon? Aku tidak menger—"

"JANGAN BOHONG HYUNG!" Teriak Siwon menyela perkataan Donghae, "Aku sudah tahu semuanya.." Tubuh Siwon bergetar hebat menahan emosinya, "Aku tahu..Kyu..Babykyu sedang sakit kan?"

Donghae tak bisa mengelak lagi. Ia tahu cepat atau lambat Siwon akan mengetahui kebenarannya. Jadi ia mengangguk lemas, "Mianhae Siwon..aku tidak bermaksud untuk menyembunyikan hal ini padamu. Tapi Kyuhyun memaksaku untuk tutup mulut akan hal ini pada siapapun. Khususnya padamu."

"Simpan penjelasanmu untuk nanti. Sekarang aku hanya ingin melihatnya." Kata Siwon tegas.

Donghae menghela nafas berat dan memasuki ruangan di dekatnya diikuti Siwon. Di dalam ruangan itu terdapat seorang namja yang terbaring tak berdaya dengan alat-alat medis menyelubunginya. Siwon merasakan hatinya mencelos melihat pemandangan itu. Kakinya terasa sangat berat saat dengan perlahan ia mendekati namja yang terbaring itu. Namja yang paling ia cintai di Dunia ini. Namja yang selalu membayanginya hingga ia tersiksa. Namja yang sudah bersedia untuk selalu berada di sisinya. Sungguh, rasanya semua ini seperti mimpi. Mimpi yang tak pernah ia harapkan kehadirannya. Namun sayangnya semua ini nyata. Bukan hanya mimpi belaka. Air matanya bahkan sudah mengalir deras saat ia akhirnya melihat sosok itu dari dekat. Kini wajah yang biasanya dihiasi senyuman manis itu terlihat lebih tirus dan pucat. Dan gelombang ikal karamel yang dahulu menghiasi kepalanya sudah hilang tak berbekas. Kini hanya sebuah topi rajut yang menggantikannya. Siwon menggenggam tangan itu perlahan seakan takut jika ia terlalu keras menggenggamnya tangan itu akan hancur. Dingin. Tangan yang sering memberinya kehangatan itu kini terasa dingin dan rapuh.

Kini Siwon tidak lagi berusaha menahan emosinya. Ia jatuh terduduk di samping ranjang itu dan terisak kencang. Bahunya berguncang hebat seakan menggambarkan bahwa ia sangat terluka saat ini. Donghae yang melihat pemandangan itu juga tak bisa menahan air matanya. Ia sungguh tahu bagaimana posisi Kyuhyun untuk Siwon. Dan ia bisa merasakan bagaimana terlukanya Siwon saat mengetahui keadaan Kyuhyun saat ini. Jika ia berada di posisi Siwon, mungkin saja ia sudah pingsan saat ini. Menghadapi kenyataan bahwa seseorang yang sangat kau cintai ternyata sedang sakit parah dan kau tak tahu apa-apa soal itu. Bukankah itu sangat menyakitkan?

Donghae beranjak mendekati Siwon dan mengusap bahunya menenangkan. Ia tahu saat ini Siwon sangat Shock dengan kenyataan yang ada. Tapi yang pasti, Siwon harus menenangkan dirinya dulu saat ini. Jadi Donghae pun memapah Siwon dan membawanya keluar dari ruangan rawat Kyuhyun yang untung saja tidak ada penolakan berarti dari Siwon.

Ia pun memapah Siwon menuju bangku yang tersedia di depan ruang rawat. Ia menunggu hingga Siwon terlihat lebih tenang. Beberapa menit berlalu hingga akhirnya isakan itu terhenti. Donghae menyerahkan air mineral yang baru saja ia beli dari kantin rumah sakit pada Siwon, "Minumlah." Katanya dan dituruti dengan patuh oleh Siwon.

Siwon meminum air itu sampai perasaannya terasa lebih tenang dan berkata, "Jelaskan semuanya hyung.."

Donghae menghela nafas panjang sebelum akhirnya berkata, "Kyuhyun..ia..ia menderita Leukimia..sejak 2 tahun yang lalu."

Tubuh Siwon menegang saat mendengar nama penyakit itu, "Leu..kimia? Kanker Darah?" Tanyanya memastikan.

Anggukan dari Donghae membuat perasaannya yang tadi sempat terasa lebih tenang kini menjadi sesak lagi. Tapi yang lebih tak ia percayai lagi adalah kenyataan Kyuhyun yang sudah menderita penyakit itu sejak 2 tahun yang lalu dan ia tak pernah menyadari hal itu?

"Kau tahu..Kyuhyun selalu berusaha optimis mengahadapi penyakitnya. Ia selalu yakin jika ia bisa sembuh suatu hari nanti. Aku dan orang terdekat Kyuhyun yang lain juga selalu menyemangatinya dan bersikap optimis." Lanjut Donghae, "Apalagi..semenjak kehadiranmu dihidupnya setelah 2 bulan diterimanya vonis itu, keinginan untuk sembuh itupun semakin kuat.

"Ia berusaha sangat keras agar bisa mendapat kesempatan itu. Menuruti semua anjuran dan nasihat dari Dokter, menjalani semua pengobatan yang aku tahu sangat menyiksa dirinya dan tak berhenti berdoa pada Tuhan agar ia diberi kesempatan untuk bisa sembuh dan mendampingi dirimu hingga akhir hayatnya."

Donghae terdiam sejenak sebelum kembali melanjutkan penjelasannya, "Ia tak pernah ingin membuat orang-orang khawatir dan kasihan padanya. Bahkan, ia selalu menahan sakitnya jika ada efek dari penyakit itu sendirian. Dan aku tahu ia selalu menggigit bibirnya untuk meredam teriakan yang sangat ia keluarkan karena perasaan sakit itu.

"Hingga 3 bulan yang lalu perasaan optimis itu masih menggelayutinya. Sampai pernyataan dari Dokter menghancurkan semua perasaan optimis itu tak tersisa dari dirinya."

Otak Siwon berpikir keras dan menyadari berubahnya sikap Kyuhyun memang semenjak 3 bulan yang lalu. Apakah karena.., "Apa yang dikatakan Dokter?" Tanyanya tak sabar.

"Dokter berkata jika tak ada perkembangan yang diharapkan pada penyakitnya dan yang terjadi malah sebaliknya. Penyakit itu semakin parah bahkan sudah mendekati stadium akhir."

Siwon yakin jantungnya sempat tidak berdetak beberapa detik saat mendengar itu. Semua ini sangat sulit untuk dipercaya. Dimulai dari Kyuhyun yang selalu menjauh darinya, kenyataan bahwa Kyuhyun menderita Leukimia semenjak 2 tahun yang lalu, dan penyakit Kyuhyun yang sudah mendekati stadium akhir. Dan yang paling membuatnya merasa sesak adalah ia yang baru mengetahui semua itu sekarang. Siwon merasa tidak pantas jika ia mengakui bahwa ia adalah orang yang paling mencintai Kyuhyun.

"Apakah ini semua nyata hyung?" Tanya Siwon sendu.

Donghae yang mendengar pertanyaan itu hanya menghela nafas mencoba menghilangkan perasaan sesak di dadanya. Siwon tahu bahwa pertanyaannya tadi bersifat sia-sia. Memang apa yang diharapkannya? Donghae akan bilang, "Tidak Siwon, semua ini hanya mimpi." atau, "Tidak, kami hanya mengerjaimu. Kyuhyun tentu baik-baik saja sekarang."

"Kenapa ia tak pernah mengatakan hal ini padaku?" Tanya Siwon, "Bukankah ia pernah bilang padaku bahwa aku adalah orang yang paling dicintainya. Tapi mengapa ia malah menyembunyikan hal ini dariku?"

"Justru karena kau adalah orang yang paling dicintainya, ia tidak ingin meninggalkan penderitaan padamu." Kata Donghae menjawab pertanyaan Siwon, "Yaa..walaupun anggapan itu kurasa malah menyakiti kalian berdua nantinya. Kau sungguh tahu Kyuhyun adalah orang yang sangat keras kepala." Tambahnya lalu menghadapkan badannya kearah Siwon dan menatapnya tajam.

"Tapi kumohon kau dengarkan perkataanku kali ini baik-baik. Kau sekarang sudah tahu keadaan Kyuhyun yang sebenarnya. Kau sudah tau semua jawaban atasan sikap Kyuhyun yang berbeda akhir-akhir ini padamu. Jadi kumohon padamu. Saat ia membuka mata nanti dan melihatmu berada disisinya, tetaplah bersikap seperti biasa. Tetaplah bersikap seperti Siwon saat Kyuhyun masih sehat. Tetaplah mencintai dan menyemangatinya bagaimanapun keadaanya. Dan..tetaplah berada disisinya apapun yang terjadi. Karena saat ini, hanya itu yang dibutuhkannya. Kau mengerti kan?"

Setitik air mata jatuh dan Siwon menghapusnya cepat kemudian mengangguk tegas, "Araseo..aku akan tetap bersikap seperti Siwon saat Kyuhyun masih sehat, aku akan tetap mencintai dan menyemangatinya bagaimanapun keadaannya, dan aku akan selalu berada disisinya apapun yang terjadi nanti.."

~*Wonkyu*~

Perlahan, Hazel coklat caramel itu terbuka dan mengerjapkan matanya membiasakan cahaya yang masuk kematanya. Ia menatap sekeliling mencari keberadaan sepupunya yang menjaganya selama berada di rumah sakit. Arah tatapannya terhenti saat melihat seseorang tepatnya seorang namja yang berdiri memunggunyinya menhgadap kearah jendela yang dibiarkan terbuka. Ia sangat tahu bahwa itu bukanlah sepupunya. Terlihat dari postur tubuh yang sangat berbeda. Tapi...postur tubuh itu, ia sangat mengenalnya. Bukankah itu..

Sebelum ia bisa menebak-nebak dalam hati, namja itu perlahan berbalik kearahnya. Kini ia bisa melihat dengan sangat jelas siapa namja itu. Namja itu pun mengembangkan senyum yang selalu disukainya dengan lesung pipi yang semakin menambah ketampanannya.

"Lama sekali kau tertidur, aku sudah lama menunggumu tahu."

Suara itu. Suara yang sangat ia rindukan. Suara yang bagaikan lagu pengantar tidur untuknya. Suara dari seseorang yang sangat ia cintai di dunia ini.

"H..hyung? Si..won hyu..ng?" katanya terbata tak mempercayai siapa yang ada dihadapannya. "Ba..bagai..mana bi..sa—?"

"Tidurmu nyenyak? Apakah kau lapar? Tadi Donghae hyung bilang kau belum makan malam. Sekarang sudah pagi lagi. Jadi aku yakin kau pasti kelaparan sekarang. Iya kan Babykyu?" Siwon menyela cepat dan berjalan mendekati ranjang yang ditempati Kyuhyun. Senyum masih tampak di wajahnya.

Kyuhyun tak tahu lagi harus bersikap seperti apa. Tentu saja ia malu. Jika Siwon berada disini sudah dipastikan ia sudah mengetahui kebenarannya. Tapi, kenapa ia bersikap tidak terjadi apa-apa? Apakah ia tak marah pada Kyuhyun karena telah membohonginya?Apakah..

"Kenapa Baby? Kau terlihat pendiam sekali hari ini? Kau kalah bermain game lagi heum?" Tanya Siwon sambil memotong buah-buahan yang Donghae belikan tadi malam.

Kyuhyun hanya terdiam masih mengamati wajah Siwon, siap-siap untuk tuntutan penjelasan yang pasti cepat atau lambat akan ditanyakan padanya. Tapi Siwon hanya memotong buah-buahan itu dan menyuapkannya pada Kyuhyun, "Makanlah" katanya.

Tak ada yang bisa Kyuhyun lakukan lagi selain menurutinya. Lagipula perutnya memang benar-benar lapar. Siwon tersenyum geli melihat cara Kyuhyun makan. Terlihat seperti anak kecil baginya. Kyuhyun yang melihat Siwon tersenyum geli hanya memberikan death glare yang malah terlihat imut di wajahnya.

"Kau benar-benar seperti anak kecil Baby" Kata Siwon sambil mencubit sebelah pipi Kyuhyun yang tirus.

"Yah! Aku ini sudah dewasa hyung.."

"Bagiku kau tetap seperti anak kecil. Apalagi wajah imutmu itu."

Kyuhyun hanya tersenyum kecil maklum atas tingkah mantan kekasihnya. Namun kenyataan itu kembali menamparnya. Ia sudah tak memiliki hubungan apa-apa lagi dengan namja disampingnya ini. Bahkan dengan keadaannya yang sekarang, pasti untuk sekedar berdampingan dengannya ia terlihat sangat buruk dan tidak pantas. Pemikiran itu membuatnya tersenyum getir.

Siwon yang menyadari perubahan ekspresi Kyuhyun mengerti apa yang sedang dipikirkan Kekasihnya. Ia menaruh sarapan yang masih tersisa diatas meja nakas disamping ranjang Kyuhyun dan memeluk Kyuhyun dengan lembut.

Ia mendekatkan bibirnya kearah telinga Kyuhyun dan berbisik dengan lembut, "Aku mencintaimu...selalu."

Dan Kyuhyun tak bisa lagi menahan air matanya dan menangis dalam dekapan Siwon yang terasa sangat hangat dan nyaman. Membuatnya merasakan bagaimana rasanya mencintai dan dicintai seseorang dalam hidupnya.

Ternyata ada seseorang lain yang melihat pemandangan itu dari luar kamar. Ia tersenyum dengan lega. Kini orang yang disayanginya bisa jujur dengan perasaannya sendiri. Dan ia sangat berbahagia atas hal itu.

"Kau harus bahagia Kyu..."

Dan kini aku menyadari..Bahwa Tuhan selalu berlaku adil pada setiap makhluk-Nya. Mungkin aku pernah menyesali mengapa Tuhan memberikan penderitaan ini padaku. Tapi dibalik penderitaan itu, Tuhan telah menyisipkan sebuah hadiah yang begitu istimewa. Tuhan memberikan 'dia'. 'dia' yang akan selalu berada disisiku, menjagaku, menemaniku, dan mencintaiku. Bagaimanapun keadaanku. Sungguh, itu semua sudah cukup untuk membayar semua penderitaan ini. Terimakasih Tuhan..atas hadiahnya.

Cho Kyuhyun

TBC

Yeeyy..akhirnya bisa update juga. Author harap readers bisa dapet feelnya. Gak tau deh, kayaknya ancur banget ni ff-_-

Bagi readers yang menantikan lanjutan dari 2 ff pertama yang author bikin, author gak janjiin bakal update cepet. Soalnya belum dapet pencerahan untuk lanjutannya. Yaa..salahkan author yang terlalu pemilih dan perfeksionis-,-"

Keep Review yaaa..^^