Title: THE STORY OF LOVE

Cast: Jin, Namjoon, Jungkook, Taehyung, Jimin, Hoseok, Yoongi - #VKook #YoonSeok #YoonMin #NamJin FF

Lenght: Mini Chapter

Rating: 15+

Author: Tae-V [Line KTH_V95, Twitter KTH_V95]


CHAPTER 2

.

Dan sosok Taehyung berjalan masuk ke ruang utama itu, tempat ketiga pria itu tengah duduk bersama.

Dan kedua bola mata Jungkook terbelalak lebar menatap sosok dihadapannya.

Begitu juga dengan Taehyung. Ia sangat terkejut melihat Jungkook duduk disamping Namjoon.

"Ia... Pria yang kuceritakan barusan, hyeong!" sahut Jungkook kepada Namjoon sambil menunjuk ke arah Taehyung.

"Uh?" Kedua bola mata Namjoon dan Yoongi terbelalak mendengar ucapan Jungkook.

"Dia... Pria yang kuceritakan barusan, hyeong!" sahut Jungkook.

Taehyung menatap Jungkook sambil mengernyitkan keningnya. "Apa yang kau bicarakan tentangku? Dan.. Kau siapa?"

"Ia Jungkook, sepupuku yang kuceritakan akan tinggal disini mulai hari ini, Taehyung ah.." sahut Namjoon.

"Ia... Ia Kim Taehyung? Teman serumahmu ini, hyeong?" Jungkook membelalakan kedua bola matanya sambil menatap Namjoon.

Namjoon menganggukan kepalanya.

"Igo mwoya jinjja?" gerutu Jungkook.

"Seharusnya aku yang mengatakan itu, imma.." gerutu Taehyung.

Namjoon dan Yoongi saling baradu tatap dan mengangkat kedua bahu mereka.

.

.

.

"Mwoyaaaa? Aku? Akan tinggal serumah dengan pria menyebalkan itu? Whoaaaa! Ini sama sekali tidak masuk akal..." gerutu Jungkook malam itu dalam kamarnya.

"Igo mwoya jinjja?" gumam Taehyung dalam kamarnya. "Mengapa... Dunia sesempit ini?"

Jungkook terus menggerutu sambil duduk di atas kasurnya, sementara Taehyung terbaring di atas kasurnya sambil memikirkan sesuatu dalam benaknya.

.

.

.

Pagi-pagi sekali Taehyung sudah pergi dari rumah itu untuk berolahraga. Jogging pagi adalah salah satu kesukaan Taehyung.

Karena bagi Taehyung, udara pagi sangat segar untuk merefreshing pikirannya sehingga ia bisa siap untuk menghadapi hari itu dengan penuh semangat.

Jungkook tengah berjalan dari kamarnya menuju dapur ketika Taehyung turun dari tangga dan berjalan menuju pintu depan untuk memulai joggingnya.

"Uh? Pagi-pagi begini mau kemana pria aneh itu?" gumam Jungkook sambil mengucek matanya. Wajahnya benar-benar menunjukkan bahwa ia baru saja bangun tidur.

Jungkook membuat segelas susu coklat hangat untuk diminumnya. Ia meletakkan susu itu di meja ruang utama lalu berjalan mengambil remote televisi yang terletak di atas televisi itu.

Tiba-tiba Yoongi turun dari tangga, lalu dengan tanpa dosa ia meneguk susu hangat yang dibuat Jungkook itu.

"Segarnya... Gumawo, Jungkook ah!" sahut Yoongi sambil berjalan menepuk bahu Jungkook dan menuju ke pintu depan untuk memanaskan mobil yang akan dipakainya ke kantor.

"Mwoya?" gumam Jungkook ketika Yoongi menepuk bahunya.

Jungkook duduk di sofa itu dan melihat bahwa gelas susunya sudah kosong.

"Yaaaaa! Pasti Yoongi hyeong yang meminumnya! Aigoo~" gerutu Jungkook sambil mengacak-acak rambutnya.

Jungkook segera berjalan ke dapur dan membuat segelas susu hangat lagi.

Gelas itu diletakkan di meja yang ada di dapur, lalu Jungkook membuka kulkas untuk mencari apa ada makanan yang bisa dimakannya bersama susu hangat itu, dan tiba-tiba terdengar suara di belakangnya.

"Gumawo sudah membuatkanku susu hangat, Jungkook ah.."

Jungkook menoleh ke belakang, dan ia melihat Namjoon tengah menegak habis gelas susu coklatnya itu.

"Yaaaaiiiishhh, hyeooooong!" gerutu Jungkook.

"Waeyo? Ini bukan untukku?" tanya Namjoon dengan wajah polosnya, seolah tanpa rasa bersalah sedikitpun.

"Whoaaaaa~ Mengapa tiga orang yang tinggal disini tak ada satupun yang normal?" gerutu Jungkook sambil mengambil gelas itu dari tangan Namjoon.

"Waeyo? Bukankah kau bilang aku ini hyeong kesayanganmu?" tanya Namjoon dengan ekspresi kebingungan.

"Ternyata.. Sejak kau pindah kesini... Sikapmu juga sama menyebalkannya dengan mereka berdua... Ckckckck.." gerutu Jungkook sambil membuat segelas susu hangat lagi.

Ia segera menegak susu itu sampai habis setelah selesai dibuatnya, sebelum ada yang meminumnya lagi.

Namjoon tertawa. "Ada apa denganmu?"

"Tadi Yoongi hyeong seenaknya saja meminum susuku, lalu baru saja kubuat lagi segelas, kau meminumnya! Aigoo~" gerutu Jungkook.

"Hahahahaha~ Yoongi hyeong memang orangnya cuek seperti itu, maklumi saja..." sahut Namjoon.

Jungkook menganggukan kepalanya sambil menatap kesal ke arah Namjoon.

Namjoon tersenyum melihat betapa manis sepupunya itu ketika tengah merajuk seperti itu.

"Hari ini kau mau kemana? Akan kutemani berkeliling Seoul~ Aku juga tidak ada kerjaan hari ini..." sahut Namjoon.

Sebuah senyuman langsung terbentuk di wajah Jungkook. "Jinjja, hyeong?"

Namjoon menganggukan kepalanya.

"Whoaaaaaaa~ Kau memang hyeong terbaikku!" sahut Jungkook sambil memeluk tubuh Namjoon.

"Baru saja kau merutukiku, sekarang kau bilang aku ini kesayanganmu? Labilnya dirimu, Jeon Jungkook~" sahut Namjoon, menggoda Jungkook.

Jungkook melepaskan pelukannya dan menjulurkan lidahnya ke arah Namjoon.

"Cepat sana kau mandi, jam delapan kita mulai jalan-jalan... Araseo?" sahut Namjoon.

"Oke, call!" sahut Jungkook sambil tersenyum.

"Aigoo~" sahut Namjoon sambil mengacak-acak pelan rambut Jungkook.

.

.

.

Yoongi duduk di Coffee Cafe, sebuah kafe yang menjual berbagai jenis kopi, salah satu tempat favorite Yoongi untuk merenung sendirian setiap ia tengah merindukan pria manis yang ada di foto bersamanya itu.

"Kau kesini untuk merenung lagi, hyeong?" sapa seorang pria bertubuh mungil dengan senyuman manis di wajahnya.

Yoongi menoleh ke samping. "Kau sudah datang, Jimin ah?"

Park Jimin, pria bertubuh mungil dengan senyuman yang manis itu, menganggukan kepalanya.

"Bukankah store manager bisa datang agak siang?" sahut Yoongi.

Jimin duduk di kursi yang berhadapan dengan Yoongi. "Kau kan tahu.. Tak ada yang bisa kulakukan di rumahku.. Makanya, aku lebih suka datang pagi-pagi kesini..."

Yoongi menganggukan kepalanya. "Majjayo..."

"Lagipula... Kalau aku datang lebih pagi begini.. Aku bisa bertemu denganmu..." sahut Jimin lagi dengan nada lirih.

Yoongi menatap wajah Jimin, sementara Jimin tengah menoleh ke samping, menatap ke luar jendela.

"Mianhae, Jimin ah..." sahut Yoongi dengan nada pelan.

Jimin tersenyum, lalu menatap Yoongi. "Bukankah sudah kubilang? Seharusnya aku yang meminta maaf padamu..."

"Aniya... Semua salahku... Semua memang karena kesalahanku.. Kebodohanku..." sahut Yoongi sambil menundukkan kepalanya dan memainkan kedua ibu jarinya.

Jimin memiringkan kepalanya dan menatap Yoongi. "Aku.. Benar-benar merasa bersalah.. Padamu... Dan padanya..."

Yoongi menatap Jimin. "Apa kau sudah mendengar kabar tentangnya?"

Jimin menggelengkan kepalanya. "Belum..."

"Aaaah..." sahut Yoongi dengan ekspresi kecewa.

"Hwaiting, hyeong! Kalau ia memang jodohmu, kalian pasti akan dipertemukan kembali!" sahut Jimin, berusaha menyemangati Yoongi.

Yoongi tersenyum sambil menatap Jimin. "Gumawo, Jimin ah..."

.

.

.

Taehyung beristirahat di taman dekat rumah Yoongi setelah kelelahan melakukan jogging.

Keringat menetes dari wajahnya.

Taehyung mengelap keringat itu dengan tangan kanannya.

Sinar matahari yang begitu terik pagi itu menyorot tepat ke wajahnya.

Taehyung mengernyitkan keningnya karena merasa silau dengan sinar matahari pagi itu.

Setelah merasa lelahnya jauh berkurang, Taehyung bangun dan berlari pelan kembali ke rumah Yoongi.

Tepat ketika ia tiba di depan rumah Yoongi, ia berpapasan dengan Jungkook dan Namjoon yang baru saja keluar dari rumah.

"Uh, Taehyung ah~ Kau sudah kembali?" sapa Namjoon.

Taehyung menganggukan kepalanya sambil menatap Namjoon.

Jungkook menatap wajah Taehyung yang dipenuhi keringat itu.

"Ooooooooo~ Ia terlihat lumayan keren kalau keringatan begini..." gumam batin Jungkook.

"Kau mau kemana, hyeong?" tanya Taehyung kepada Namjoon.

"Mwoya? Kau? Kau? Bukan kalian? Hanya Namjoon hyeong saja yang kau tanya? Yaaaaa, Taehyung-sshi... Ada aku juga disini, apa kau tak melihatku? Apa aku kasat mata dihadapanmu? Whoaaaa!" gerutu Jungkook tiba-tiba.

Namjoon langsung menatap Jungkook dengan kebingungan. "Kau kenapa, Jungkook ah?"

"Aniya, hyeong.. Dweso... Aigoooo~" gerutu Jungkook.

"Apa kau begitu suka menggerutu sejak pagi-pagi begini?" sahut Taehyung sambil menatap Jungkook.

"Cih..." gerutu Jungkook sambil membuang wajahnya agar ia tidak perlu membalas tatapan maupun pertanyaan Taehyung.

"Mian, Taehyung ah~ Hobinya memang menggerutu begini.. Harap maklum, hehehe.." sahut Namjoon.

"Hyeooooong~~~" gerutu Jungkook ketika mendengar ucapan Namjoon.

"Lihat saja? Baru kukatakan, kau sudah menggerutu begini..." sahut Namjoon.

"Terserah kalian saja... Kajja, hyeong... Aku malas bertatapan dengan pria aneh ini..." gerutu Jungkook.

Namjoon dan Taehyung saling bertatapan.

"Dasar alien..." gerutu Jungkook lagi.

"Mwo.. Mwoya? A.. Alien?" Taehyung menatap Jungkook sambil membelalakan kedua bola matanya. "Whoaaaaa! Kau memang sangat suka menggerutu rupanya?"

"Yaissshhh, geumanhae, imma..." sahut Namjoon, menegur Jungkook.

Jungkook memajukkan bibirnya karena kesal.

"Taehyung ah, kami pergi dulu... Kau silakan masuk.. Mohon maafkan sepupuku yang bersikap seperti bocah ini..." sahut Namjoon.

Taehyung menganggukan kepalanya, lalu menatap punggung Namjoon dan Jungkook yang berjalan menjauh darinya.

.

.

.

Jungkook merasa sangat bahagia seharian itu karena Namjoon menemaninya berkeliling.

Mereka memainkan banyak permainan yang menyenangkan, memakan banyak makanan yang enak-enak, dan juga mengunjungi beberapa tempat dengan pemandangan yang sangat indah.

"Seoul jinjja yeppuda, hyeong!" sahut Jungkook sambil tertawa, begitu senang karena seharian itu Namjoon benar-benar membuatnya sangat bahagia.

"Makanya, aku merasa cukup betah tinggal disini... Aku bahkan berencana mencari kerja disini setelah lulus kuliah nanti..." sahut Namjoon.

Jungkook menatap Namjoon. "Kau serius, hyeong? Kau tidak ingin kembali ke Busan?"

Namjoon menganggukan kepalanya. "Sepertinya..."

"Hyeong... Ayahmu berasal dari Ilsan dan kini tinggal di Ilsan, sementara ibumu, yaitu kakak dari ibuku, berasal dari Busan dan tinggal di Busan... Apa kau... Tidak berencana mengunjungi mereka sama sekali?" tanya Jungkook sambil menatap penuh rasa iba ke arah Namjoon.

Namjoon menundukkan kepalanya sejenak, lalu menatap Jungkook.

"Aku sudah dewasa, imma.. Jangan tatap aku seperti itu... Toh semua sudah terjadi sejak empat tahun yang lalu kan? Aku.. Sudah tidak pernah merasa sedih lagi... Apalagi, tempat yang kutempati sekarang, dan kampusku sekarang, semuanya membuatku merasa nyaman..." sahut Namjoon.

Jungkook menganggukan kepalanya pelan. "Tapi... Ibumu sering berkata, bahwa ia merindukanmu, hyeong..."

"Cih..." gumam Namjoon sambil terus berjalan.

.

.

.

Yoongi lagi-lagi menatap foto di mejanya itu sejenak sebelum ia beranjak dari mejanya untuk kembali ke rumahnya.

Wajah manis itu, senyuman manis itu, suaranya, tawanya... Semua masih melintas dengan sangat jelas di benak Yoongi.

Yoongi lagi-lagi memejamkan kedua matanya, dan semua moment yang pernah mereka lewati bersama terputar di benaknya.

"Bogoshipo, jinjja..." gumam Yoongi.

Dan lagu itu terputar di radio yang tengah disetel Yoongi dalam ruang kerjanya.

"BTS - Spring Day

I miss you
When I say that
I miss you more
I'm looking at your photo
But I still miss you
Time is so cruel
I hate us
Now it's hard
To even see each other's faces

It's only winter here
Even in August, winter is here
My heart makes time run
Like a Snowpiercer left alone
I wanna hold your hand
And go to the other side of the earth
To end this winter
How much longing
Has to fall like snow
For the spring days to come?
Friend

Like a small piece
Of dust
That floats in the air
If the flying snow is me
I could
Reach you faster

Snowflakes are falling
Getting farther away
I miss you (I miss you)
I miss you (I miss you)
How much more do I have to wait?
How many more nights do I have to stay up?
Until I can see you? (until I can see you?)
Until I can meet you? (until I can meet you?)"

Dan semua kejadian itu, kejadian dimana hari itu adalah hari terakhir Yoongi bertemu dengannya, kembali melintas juga di benak Yoongi.

Tanpa disadari, air mata Yoongi menetes dari kedua bola matanya yang tengah terpejam.

"Kau... Ada dimana sekarang?" gumam Yoongi sambil membiarkan air mata itu terus menetes membasahi meja kerjanya.

"How much more do I have to wait?
How many more nights do I have to stay up?
Until I can see you? (until I can see you?)
Until I can meet you? (until I can meet you?)"

Lirik itu kembali melintas di benak Yoongi.

.

.

.

Jungkook dan Namjoon pulang ketika Taehyung dan Yoongi sedang makan malam bersama di meja makan.

"Uh? Tumben kalian makan bersama? Siapa yang memasak?" tanya Namjoon.

"Yoongi hyeong... Entah ada angin apa, ia tiba-tiba memasak ramyeon sangat banyak..." sahut Taehyung.

"Kalau begitu, masih ada sisa untukku dan Jungkook?" tanya Namjoon dengan tatapan penuh harap, karena baginya makan ramyeon malam-malam seperti ini terasa sangat nikmat.

"Ada di panci, sana kalian habiskan..." sahut Yoongi.

"Asaaa!" sahut Namjoon dengan senyuman di wajahnya. "Ayo kita makan, Jungkook ah..."

Jungkook dan Namjoon mengambil ramyeon di panci itu dan dituangkan ke mangkuk mereka, lalu Namjoon duduk di meja makan, sementara Jungkook berjalan membawa mangkuk itu keluar dari dapur.

"Kau mau kemana, imma?" tanya Namjoon.

"Makan di ruang utama sambil nonton televisi.. Aku malas makan semeja dengan temanmu yang alien itu, hyeong!" sahut Jungkook sambil berjalan menuju ruang utama.

"Mwoya?" Taehyung membelalakan kedua bola matanya mendegar ucapan Jungkook.

"Alien? Aku?" tanya Yoongi sambil mengarahkan jari telunjuknya ke hidungnya.

Namjoon menggelengkan kepalanya. "Taehyung yang dimaksud Jungkook..."

"Karena kejadian kemarin?" tanya Yoongi lagi.

"Karena itu, dan karena kejadian tadi pagi..." sahut Namjoon.

"Ada kejadian apa lagi?" tanya Yoongi lagi.

"Kau makan saja sana, hyeong... Jangan terlalu banyak bertanya..." sahut Taehyung sambil berjalan keluar dari dapur menuju ke kamarnya.

Taehyung sempat melirik ke arah Jungkook sejenak sebelum ia menaiki anak tangga.

Setibanya Taehyung di dalam kamarnya, ia duduk di atas meja belajarnya, lalu menyalakan lampu belajar di mejanya.

Kedua mata Taehyung dipejamkan, dan wajah manis Jungkook tiba-tiba melintas di benaknya.

Ekspresi Jungkook ketika kaleng itu mengenai kepalanya.

Ekspresi Jungkook ketika kursi di bus itu terlebih dulu diduduki oleh Taehyung.

Ekspresi Jungkook ketika mereka berdebat di atas Namsan Tower.

Ekspresi Jungkook ketika mengetahui ia akan serumah dengan Taehyung.

Ekspresi Jungkook ketika ia marah-marah di depan rumah pagi tadi.

Dan ekspresi Jungkook yang baru saja dilihat Taehyung sebelum Taehyung naik ke atas, ekspresi ketika Jungkook tengah menyuap ramyeon itu ke mulutnya.

Dan sebuah senyuman terbentuk di wajah Taehyung.

"Kyeopta..." gumam Taehyung sambil tersenyum.

.

-TBC-


reply for review:

GestiPark : iya si taetae yg serumah sama jeka XD wihhh asik dah gesti suka sama alurnya :* chukkae for being 1st people yg review {}

taniaarmy19 : alhamdulillah kamu suka sama genre ginian, soalnya dari kmrn post Bangtan Fear Street, Bangtan Bloddy School, sama Murder Case In Bangtan Estate kan, kirain udah pd jatuh cinta sama genre gituan jd kurang tertarik sama ff simple romance begini XD enteng ya tan, iya jd kaga usah mikir lg wkwkw XD iya nih namkook btothershi for you tan :) btw ini ff udah saya ketik dari lama, baru bisa published, ternyata sesuai requestmu, kita ternyata sehati :* hayo mantan yoongi siapa? XD

dianaindriani : salam kenal dian :) seems ini 1st time kamu review ff saya ya? thx for reading this ff :) wkwkw taetae ngeslin ya? hajar aja/? XD

CaratARMYmonbebe : BEBE DARIMANA AJA KOK BARU KLIATAN LG KAN ABANG KANGEN :( wkwkw suka VKook ya? saya suka kamu/ga XD

ParkYoonji : hoseok bukan nih? :)

Vhope Shipper : longtime no see sayang :) hayoooo hoseok apa jimin? wkwkw XD alhamdulillah kamu suka sama ff genre simple gini, saya sblm post agak takut, takutnya simple romance gini banyak yg kaga suka XD

Avijunhobie : hayo vi, hoseok apa bukan? XD yoongi bakal milih jimin apa hoseok nih endingnya? :)

AdeJung : suka bgt yoonseok ya de wkwkw XD

sayu79 : sayuuuu darimana aja? abang kangen ih :( wkwkw iya deh iya yoongi kangen sayu XD nih nextnya ya :)