Title : The Scorpion King
Author : Rei Ame ft. Rein Yukimura
Rate : M *mencoba hal baru XD* but T for this chap*penonton kecewa#plaak
Length : Chaptered
Cast : member Exo
Pairing : ChenMin (and other)
Genre : Fantasy berlebihan, Action(?),Drama,Romance(?),DLL
DISC : ini FF asli punya otak saya. Jika ada kesamaan adegan atau kesamaan yang lain saya mohon maaf. Mungkin itu hanya kebetulan saja. para cast hanyalah milik tuhan YME, orang tua, dan SM Ent. Saya hanya pinjam mereka untuk membuat fantasy berlebihan saya menjadi terwujud di FF ini. Ff ini terinspirasi dari film barat yang judulnya The Scorpion King. Tapi sumpah jalan cerita dan alur berbeda! Karena disini tokoh utamanya adalah Chen suaminya Xiumin XD.
Summary: Sebuah kerajaan yang berdiri kokoh ternyata di dalamnya tersimpan rasa dendam yang di pendam oleh anggota kerajaan itu sendiri, sehingga membuat sang pewaris tahta kerajaan yang diusianya yang terlalu muda menjadi korban atas kekejaman anggota kerajaan itu sendiri. Tapi dengan keistimewaannya sebagai The Scorpion King maka mau tak mau ia harus menjalani takdirnya sebagai Raja. #badsummary .ChenMin! Chen Seme, Xiumin Uke. IT'S YAOI!. Ide cerita pasaran!.
Warning : BL/ BoysLove/Shonen Ai. Miss typo(s), alur terlalu dipaksakan, gaje bin abal, OOC, bikin mual dan sakit kepala, tidak sesuai EYD. Ide cerita pasaran!. I told you before, if you hate YAOI, you better don't read my fanfic! Deal?
No Flame, No Bash, No SiDers
Let's Start!
Hello everi badeh ! Woy! Rei's back. Back back back*dilemparbaskom* Rei bawa FF bergenri Fantasy berlebihan nih kali ini dengan sedikit bantuan dari Rein dongsaeng Rei. Mohon bantuannya agar Rei bisa memulai hobi baru ini dengan tekun(?) . OnKey!
DON'T LIKE YAOI?
.
.
.
DON'T READ
.
.
.
JUST GO AWAY!
.
.
.
Rei ft. Rein
(MOHON DIBACA) A/N: disini Rei memakai nama asli mereka karena jujur Rei gak bisa mikirin nama2 ntar aneh jadinya. So bahsanya juga agak ke Koreaan gimana gitu. Karena Rei gak bisa buat yang rapi. Mianhae ne kalo Ffnya gak bagus*bungkuk 90drjt*
.
.
.
Chapter 2
Seorang namja tengah berlari dari kejaran beberapa orang bertopeng yang masing – masing dari mereka membawa sebilah pedang tajam yang siap menebas benda sekeras apapun dan setebal apapun.
"hosh... Yi Fan hyung... dimana kau...hosh?"gumannya sambil terus memacu kakinya agar berlari lebih cepat. Jujur saja ia sangat takut dengan keadaan yang seperti ini. Semua dayang mati terbunuh dengan sangat tidak manusiawi di hadapannya.
Kim Jong Dae atau sang pangeran hanya dapat berlari dan berlari dari orang bertopeng itu walaupun ia tahu ia takkan selamat.
SYUT
2 buah anak panah melesat dengan cepat hingga tertancap dilantai tepat didepan Jong Dae sehingga ke2 panah itu menghalangi jalannya. 'sial!'umpatnya dalam hati saat melihat masing – masing ujung tangkai panah itu terdapat kertas mantra peledak yang dalam hitungan detik akan meledak.
'gawat!'batin Jong Dae lagi.
DUAR
Kertas mantra itu langsung bekerja dan membuat Jong dae terpental kebelakang beberapa meter dari tempatnya berdiri. Sangkin kuatnya ledakan itu dinding yang ada dilorong istana rusak dan hancur.
"ugghh" rintih Jong Dae sambil mencoba berdiri.
"selamat tinggal pangeran" ucap salah satu dari 2 orang bertopeng itu tengah bersiap mengayunkan pedangnya.
Jong Dae menutup matanya rapat dan berharap bahwa dewa kali ini memihak padanya.
DUAR
Terjadi ledakan yang membuat 2 orang bertopeng langsung hangus terbakar dan juga ambruk di hadapan Jong Dae.
"Jong Dae!" panggil sebuah suara yang sangat ia kenal.
"hyung? Yi-Yi Fan hyung?" ucap Jong Dae sambil mem buka perlahan matanya yang sudah mengeluarkan air mata. Sungguh Yi Fan sangat benci saat ia harus melihat adiknya menangis karena hal keji ini.
Yi Fan langsung memeluk adiknya dan mengelus punggungnya sedikit menenangkannya.
"sudahlah... ayo kita cari eomma dan appa" ucap Yi Fan sambil membantu Jong Dae berdiri dan menggenggam tangan adiknya itu kemudian membwanya berlari menelusuri lorong istana untuk mencapai ruang utama istana dimana Joonmyeon dan Yi Xing berada.
Yi Fan dan Jong Dae berlari sangat cepat. Perasaan mereka mulai memburuk saat merasakan hal aneh terjadi. Dan mereka yakin bahwa Joonmyeon dan Yi Xing sedang dalam keadaan yang tidak baik.
.
.
.
"kenapa kau lakukan ini Kyuhyun-ah?" lirih Joonmyeon sambil memegang sebilah pedang ditangan kanannya.
"kenapa? Kau tanya kenapa 'Hyung'?! kau! Kau mengambil semua yang kupunya! Kau merebut semuanya! Kau merebut kasih sayang eomma dan appa. Bahkan aku selalu salah dimata mereka!" bentak Kyuhyun sambil mengingat kenangan pilu tentang masa lalunya.
"Kyuhyun-ah... bukan itu maksud hyung... hanya saja..." ucap Joonmyeon mencoba menjelaskan kronologi yang terjadi.
"hanya saja apa hyung? Oh mungkin hanya saja aku tak bisa dipercaya dan sangat menjijikan benarkan?" ucap Kyuhyun sinis.
"bukan begitu Kyunnie.." Joonmyeon mencoba berjalan mendekati adik kecilnya yang selalu membuatnya merasa bersalah karena tidak bisa menjadi hyung yang baik. Cahaya rembulan yang menerangi ruangan itu menambah kesan mencekam.
"cih... berhenti memanggilku dengan sebutan menjijikan itu hyung.." cetus Kyuhyun sambil memainkan pedangnya.
"mati kalian" gumannya dan sesaat kemudian mulai mengayunkan pedangnya dengan sangat cepat menuju Joonmyeon dan Yi Xing.
'mianhae...Kyunnie...' batin Joonmyeon mulai mengeluarkan beberapa petirnya. Mau tak mau ia harus melawan adiknya. Jika ia ingin semua kembali seperti semula.
.
.
.
"Jong Dae-ah... palli, jika tidak appa dan eomma akan dalam bahaya dan mungkin sangat bahaya" ucap Yi Fan sambil terus memaksa adiknya terus berlari lebih cepat menuju ruang tahta tempat sang appa dan eomma berada.
"hosh... hyung gendong aku saja... hosh... setelah itu terbanglah" saran Jong Dae dengan nafas yang terus berpacu sangat cepat membuat sang empu harus berusaha menstabilkan deru nafasnya.
"jangan hanya bicara saja... sedikit lagi sampai" ucap Yi Fan tetap berlari menarik tangan adiknya yang beberapa kali hampir terjatuh.
Mereka terus berlari menyusuri lorong istana dan diujung lorong terdapat sepasang pintu yang berdiri megah dengan motif tanaman di dau pintunya dan pintu itu di poles dengan warna coklat kehitaman.
"sampai" ucap Yi Fan entah pada siapa. Yang jelas saat ini ia merasa sangat lelah dan setidaknya ia dan Jong Dae masih selmat. Bahkan Yi Fan tak melihat Rei dan Rein peramal istana.
DUAGH
BRAK
TRANG
BUGH
Yi Fan dan Jong Dae terdiam saat mereka mendengar suara – suara pedang yang beradu, pukulan dan lain – lain. Pikiran negative mulai menghantui keduanya. Yang ada dipikiran mereka sekarang adalah appa dan eomma mereka. Bagaimana nasib orang tua mereka didalam sana?.
BRAK
Yi Fan langsung mendobrak pintu tersebut dan betapa terkejutnya ia saat melihat pemandangan yang ada dihadapannya kini.
"eomma..." pekik Jong Dae saat ia tak sengaja melihat pedang es Kyuhyun tertancap dengan sempurna dibagian jantungnya dengan darah dimana – mana. Bahkan banyak mayat para pengawal yang sudah tak bernyawa lagi. Sangat hebat bukan?.
"Jong Dae! Lari.. uhukk.. lari sejauh ... uhuk... mungkin!" ucap Yi Xing sambil terbatuk saat ia melihat sang bungsu berduri di ambang pintu dengan sang hyung.
"eomma..."lirih Yi Fan dan Jong Dae bersamaan sambil bersiap menyerang. Joonmyeon yang tak ingin kedua putranya mati dengan sia – sia pun mulai berdiri dari acara terjatuh dengan tidak elit dilantai.
"halo pangeran..." sapa Kyuhyun pada dua pangeran yang masih terpaku di ambang pintu.
"uugghh" rintih Yi Xing saat Kyuhyun mencabut pedangnya dengan sangat kasar sehingga membuat Yi Xing tak dapat menyembuhkan dirinya sendiri dengan cepat.
"berani sentuh mereka seujung jari, maka kau akan mati Kyunnie..." ancam Joonmyeon berdiri dengan tegap di hadapan Kyuhyun bermaksud untuk melindungi 2 pangerannya.
"woa.. kau mengancamku hyung? Hebat sekali" ucap Kyuhyun dengan ekspresi nistanya sambil menjilat darah yang ada di mata pedangnya.
"kita lihat siapa yang mati" sambung Kyuhyun melangkah dengan cepat secepat angin dengan pedang yang berssiap menembus apapun.
ZZZTTT*anggep aja suara listrik ato petir ne ._.v*
Joonmyeon mulai mengeluarkan petir dari tangannya dengan tegangan listrik tinggi. Dan mulai melemparkannya kesegala arah.
DUAR
Terdengar beberapa kali suara ledakan saat Joonmyeon melempar petirnya dan itu semua meleset.
"aarrgghh"rintih Joonmyeon saat ia merasakan sesuatu yang menancap tepat dibagian jantungnya.
"uugghh" rintih Kyuhyun bersamaan saat petir Joonmyeon berhasil melukainya tepat dibagian perut seperti pedang menusuk kedalam dan mulai menghancurkan lawan dari dalam.
"sangat pintar hyung... kau melukaiku dari dalam dengan petir bodohmu" ucap Kyuhyun mencoba menyembuhkan dirinya sendiri.
"appa!" teriak Yi Fan dan Jong Dae bersamaan saat melihat tubuh Joonmyeon ambruk begitu saja di lantai dengan lumuran darah dimana – mana.
"sekarang giliran kalian.."ucap Kyuhyun dengan smirk mengerikannya dan langsung melempar pedang esnya ke arah Yi Fan dan Jong Dae.
"ARRggHH" rintih seseorang yang mengorbannkan nyawanya demi sang pangeran.
"Rein-ah..."lirih Rei saat ia mlihat saudaranya terkapar dilantai dingin dengan tubuh berlumuran darah dan pedang Kyuhyun yang tertancap di perutnya.
"eum... ayo bermain peramal sialan" ajak Kyuhyun mulai mengeluarkan sebilah pedang tajam dari telapak tangan kanannya yang tentunya dilapisi dengan es yang sudah beracun tentunya.
"mati kau" ucap Rei kemudian berlari menuju Kyuhyun. Rei langsung membuat lingkaran api yang membentuk beberapa simbol.
"kau mencoba menyegel ku eoh? Dasar bodoh!"
"mati kau!" geram Rei kemudian mulai melafalkan beberapa mantra dan dengan sigap ia menahan pedang es beracun Kyuhyun agar tak melukai dirinya lebih lama lagi.
"aarrgghh" rintih Kyuhyun saat ia merasa seseuatu mulai menarik tubuh beserta jiwanya kedalam tubuh si peramal.
"pangeran cepat per- uuugghhkk" rintih Rei saat ia merasa ada yang melukai tubuhnya dari dalam dengan darah segar keluar dari mulutnya.
"pergilah! SEKARANG!" bentak Rei saat ia merasa jantungnya seperti di cabik – cabik.
Yi Fan langsung membawa Jong Dae pergi dari tempat terkutuk itu. Lebih tepatnya menggendong Jong Dae.
"appa..hiks...eomma...hiks"isak Jong Dae saat Yi Fan menggendongnya di punggungnya.
"jangan coba kabur kalian!" teriak Rei/Kyuhyun sambil menghancurkan tubuh yang menyegelnya.
.
.
.
"appa... eomma... hiks..." isak Jong Dae makin menjadi saat memaksa untuk meninggalkan istana dan bahkan meninggalkan ExoLand dengan alasan mengungsi dengan seekor kuda coklat.
"tenanglah Jong Dae..." ucap Yi Fan berusaha menenangkan adiknya yang duduk didepannya.
FLASH BACK
"pengeran... uhhuukk... pergilah ke pinggir hutan di arah barat, kau akan menemukan gerbang langit dan juga sementara kalian harus meninggalkan ExoLand. Setelah melewati gerbang itu cari orang yang bernama Kim Minseok dia bisa membantu anda dan juga pangeran Jong Dae" ucap Rein.
"tapi bagaimana aku tau orangnya yang mana?" tanya Yi Fan frustasi.
"kau akan menemukannya pangeran, Jong Dae akan menemukannya karena itulah garis takdir. Buat segi enam dengan masing – masing lambang dengan apimu di tanah dengan kau dan Jong Dae di tengahnya. Kau akan berhasil melewati gerbang itu dan bertemu dengan Kim Minseok. Kumohon, jaga Jong Dae untukku Yi Fan"
"t-tapi bagiamana... a-aku.." entahlah, yang jelas Yi Fan sangat frustasi dan bingung. Bagaimana caranya agar menemukan orang yang bernama Kim Minseok? Dan lagi jika mereka melewati gerbang langit otomatis mereka akan pergi ke dimensi lain bukan?. Dengan tempat dan peradaban yang berbeda.
"pergilah... pange-huuhh.." belum sempat Rein menyelesaikan kalimatnya ia pun sudah menghembuskan nafas terakhirnya.
"pergilah! SEKARANG!" terdengar teriakan Rei yang sudah mulai sekarat.
FLASH BACK END
"sekarang yang bisa kita lakukan hanyalah berusaha Jong Dae-ah..." ucap Yi Fan disela perjalanannya.
Hening.. hanya itu yang bisa ia raasakan keheningan. Bahkan tatapan Jong Dae terkesan kosong dengan air mata yang menghiasi wajahnya. Dendam? Marah? Sedih? Semua perasaan menjadi satu saat kau menyaksikan orang tua mu mati dibunuh di hadapanmu. Bukankah itu sangat menyakitkan?.
'eomma... appa.. kumohon bantu kami' batin Yi Fan sambil terus memacu kudanya agar berlari lebih cepat.
.
.
.
"baiklah Jong Dae kita sampai... turunlah" ucap Yi Fan sambil membantu adiknya turun dari kuda setelah ia duluan yang turun. Jong Dae hanya menurut dan tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulutnya.
Yi Fan mulai menyalakan apinya seperti yang dikatan oleh Rein. Sejenak ia melirik Jong Dae yang berdiri di sebelahnya. Masih sama, Tatapannya kosong. Setelah semuanya siap Yi Fan mulai membuka suara.
"baiklah dengar kan aku KIM JONG DAE!" bentak Yi Fan saat kesabarannya diuji oleh adiknya sendiri. Ini pertama kalinya ia MEMBENTAK adiknya. PERTAMA kalinya. Jong Dae yang merasa tak suka dibentak kini menatap hyungnya dengan tatapan tak percaya.
"Baiklah Jong Dae! Dengarkan Hyung! Hyung tau kau membenci hyung karena tak bisa berbuat apapun untukmu bahkan untuk eomma dan appa. Tapi bisa tidak mengerti situasi kita sekarang ini? Hyung juga sangat sedih atas apa yang menimpa negri kita,istana,bahkan keluarga kita. Tapi ketahuilah! Ini semua ujian dari yang ESA. Kita akan kembali untuk balas dendam" ucap Yi Fan mencoba membujuk Jong Dae agar mau bicara dengannya.
"hiks..." suara isakan berhasil lolos dari mulut adiknya. Membuat Yi Fan panik. Pasalnya ia tak pernah memarahi adiknya sekalipun.
"m-mianhae... kalau hyung terlalu kasar padamu" ucap Yi Fan memeluk Jong Dae sambil mengelus punggung adiknya.
"hiks... hyung... ayo pergi, kau bisa melatihku agar aku menjadi kuat hyung. Mianhae aku mengacuhkan mu hyung" sesal Jong Dae dalam pelukan sang Hyung tercinta.
.
.
.
"kabur melewati dimensi waktu? Cukup pintar... jika saatnya tiba maka kalian semua akan binasa"
TBC~
Fiiuuhh... selesai juga chap 2. Walaupun sempat hilang inspirasi tapi untng aja dapet lagi pas lagi nonton mv EXO. Mianhae kalau gak memuaskan. Soalnya Rein ama Rei pada sakit semua. Jadi Rei ngetiknya dalam keadaan yang tidak baik. Maaf kalau banyak TYPO. Review kalian akan menentukan END atau TBC nya ni FF.
Balsan Review.
Aines: hahaha Kyu gak akan berani kok... ntar kalo Kyu berani lukain Chen bakalan author pecat dia jadi cast XD. Ne... ni dah lanjut Review lagi ne*winkgagal*
Kim Jae – seon: hahahaha iya... Chap depan pasti muncul kok :D. Kalo couple exo yang laen pasti ada... walaupun di sini SuLay meninggal, tapi mereka bakalan idup lagi di Korea :D*plakk digampar SuLay*. Nih dah lanjut.. Review lagi ne*bow*
ajib4ff: yap seperti itulah hehe :D. See you too... makasih doanya... nih dah lanjut Review lagi ne*bow*
Kim hyun soo: salam kenal juga Hyun Soo :D... ne nih dah lanjut. Xiumin? Chap depan pasti muncul kok :D. Review lagi ne*winkgagal*
AYUnhomin: hahaha makasih pujiannya :D. Ne nih dah lanjut Review lagi ne*bow*
Brigitta Bukan Brigittiw: Review lagi ne*aegyo bareng Ace#plakk.
Jung Yooyeon: ne udah lanjut kok... kyuhyun udah dijelasin di cchap ini... Review lagi ne :D.
jettaome: ni udah lanjoootttt... XD. Haha bagi – bagi ne tengang(?)nya XD#plakk.
Vicky98Amalia: ni udah LANJUT :D. Review lagi ne*bow*
Jaylyn Rui: Kyu udah dijelasin dii chap ini Chingu :D. Jaylyn! Hahaha Rei ama Rein ngakak pas baca Review mu chingu. Sebegitu penasaran ya ama ni FF? :D. Ni udah lanjut... Review lagi ne yang pppppaaaaaaaaaaaannnnnnnnjjjjjjjjjjjjjaaaannnngggg ... :D*kissu#plak.
Kim Jong DaeBak: makasih pujiannya XD .ni dah lanjut... Review lagi ne*bow*
Kang Hyun Yoo: makasih pujiannya :D nih udah lanjut Review lagi ne*bow*
Tii LoNaE Zhang: hahahaha Rein ama Rei juga ngakak :D. Death? Kayaknya ada XD hehehe peace V. nih udah lanjut Review lagi ne*bow*
Thanks yang udah Review :D*kissu atu2#plakk di gampar. Mianhae! Gak bisa update kilat. Rei belakangan ini sakit. Jadi gak bisa ngetik. Sementara Rein lagi gak bisa maen kerumah Rei. Kalau Rein yang ngetik ujung – ujungnya bakalan aneh. Karena Rein gak pandai buat kata – kata :D. Jeongmal Mianhae :D.
