Fanfiction Akatsuki in Humor 2

Naruto Disclaimer Masashi Kishimoto

.

Genre : Humor, Parody, Friendship, etc.

Type : Canon

Rate : K/K+/T/M

Main Cast : Akatsuki and friends

Main Pair : None

Place : All place in Boruto (Naruto The Next Generation)

Warning : Oc, Ooc, Au, Ar, At, No EYD and many mistakes anymore!

.

Chapter 2 Bergabungnya Orochimaru

.

.

Hari itu sudah tampak sore, angin malam pun perlahan datang menerjang penduduk Konohagakure.

Di sana, di kediaman Akatsuki terlihat sang anak baik sedang menangisi tanaman kesayangannya yang sudah berubah menjadi pohon raksasa yang menjulang tinggi sampai menembus langit-langit rumah Akatsuki berlantai tiga tersebut.

"Zetsu...hiks..hiks..."

Air mata Tobi terus mengalir, ia tak henti-hentinya memeluk sang pohon.

Melihat hal itu anggota yang lain berusaha mencari solusi.

"Aduh..gimana ini Chi, kasihan si Tobi nangis sambil melukkin si Zetsu." Tanya Kisame kepada Itachi yang ada di sampingnya

"Apa gue Shinra tensei aja yah?" Pain bertanya kepada anggota yang lain

"Jangan gila Pain, ntar mabur semua nih rumah ama si Zetsu-Zetsu nya." Deidara menjawab dengan panik

"Hmm..aku jadi bingung.." Konan mulai risau sambil berfikir

"Yang bener tuh uler-ulernya dibasmiin dulu, Baka!" Seru Hidan yang sudah ingin maju duluan

"Ameterasu aja Chi." Sela Sasori

"Pok!"

Kakuzu menepuk jidatnya sendiri, semua saran dari anggota Akatsuki gak ada yang beres.

"Nag, loe diem aja. Sariawan tah loe?" Sapa Hidan ke Nagato yang terlihat diam sedari tadi

"Gue lagi mikir Dan, sabaran dikit napa. Nih otak baru jelly bean belum nougat."Sahut Nagato setengah kesal

"Hnnn..." Itachi hanya menghela nafasnya

Kesembilan anggota Akatsuki itu terus berfikir bagaimana cara menyelesaikan masalah yang sedang terjadi. Di rumah mereka ternyata dipenuhi ular-ular hidup yang mengisi seisi rumah. Ditambah Zetsu yang tak berdaya, yang sepertinya ia terkena malpraktek.

"Zetsu...hiks..hiiks..."

Tobi masih menangisi pohon kesayangannya itu. Hatinya perih melihat semua yang terjadi. Ia pun mulai kesal, sharinggannya langsung aktif seketika.

"Cling!"

"Eh..liat-liat..Tobi kenapa tuh?!" Hidan menunjuk ke arah Tobi yang tiba-tiba berhenti menangis

"Sa...toto..koe...Kyubi..!"

Tobi si anak baik membuat segel untuk mengeluarkan kyubi, ia sudah sangat geram sekali.

"Kuchiyose no jutsu!" Tobi menghentakkan tangan kanannya ke lantai.

"Cliiinggg..!"

Tiba-tiba setelah mantra itu diucap muncullah di hadapan mereka semua...

"Kyubi..?"

"Bukan!"

"Kurama?"

"Juga bukan!" (Sambil geleng-geleng kepala)

"Lalu..?"

"Liat aja noh...!"

"Aduuhhh...kepalaku pusing..." seseorang muncul di lingkaran segel Tobi

"Apaan tuh!" Tanya Hidan sambil melotot

"Na..ru..to..!" Teriak yang lain

Di sana terlihat Naruto yang muncul tiba-tiba setelah Tobi menggunakan jutsu pemanggil.

"Eeh...?" Tobi bingung-bingung sendiri melihatnya

'Baka ya baka aja un..' gumam Deidara yang melihatnya

"A..a...no...kok...yang muncul...?"Tobi si anak baik speechless melihat Naruto yang datang memakai jubah hokage

Tobi langsung berdiri, ia menaruh jari telunjuk kanannya di kepala.

"Perasaan...perasaan.." Tobi bingung, ia mondar-mandir sendiri.

Kesembilan Akatsuki yang lain langsung mendatangi Tobi dan Naruto.

"Naruto, kau tak apa?" Tanya Konan yang melihat Naruto sedikit pusing

"Ah..aku baik-baik saja. Tapi mengapa aku bisa kemari ya, padahal tadi aku sedang melaksanakan rapat lima kage." Tanya Naruto yang masih bingung

'Aduh..mampuslah kita ini...''bisik Hidan sambil menepuk jidatnya sendiri

"Maaf, hokage sama. Tadi niat Tobi manggil Kyubi buat makan semua ular-ular ini. Kali-kali aja dia laper. Tapi ternyata yang muncul malah Anda. Maafkan Tobi ya hokage sama, Tobi kan anak baik.." Tobi menyela sambil bernada memelas.

'Un..loe ngomong pake rahang kagak si. Masa rubah makan uler..' Deidara bergantian bergumam

"Ular..?" Naruto celingak-celinguk menatap keadaan sekitar yang penuh ular.

"Oh yaa..ampuuunn..!" Naruto terkejut melihat semua ular yang ada di dalam rumah Akatsuki

"Chi, si Tobi manggil Kyuubi kan. Kok yang muncul Naruto?" Tanya Kisame kepada Itachi dengan setengah berbisk

"Itu karena Kyuubi ada di dalem tubuh Naruto Me! Kalo loe mangggil Kyuubi, ya Naruto nya kebawa lah..." Kakuzu tiba-tiba bersuara

"Oh..jadi ini masalah nya ya..?" Tanya Naruto kepada semua anggota Akatsuki

"Benar hokage sama. Rumah ini adalah rumah yang telah lama kami tinggalkan tapi saat kami kembali kami terkejut melihat isi di dalamnya." Pain menuturkan

"Ssst...Zu, tumben si Pain bener ngomongnya.." Hidan berbisik ke Kakuzu yang ada di sebelah kirinya

Kakuzu hanya diam, tidak meladeni perkataan Hidan.

"Hm..baiklah..aku akan membantu kalian." ucap Naruto

Tak lama sosok yang dikenal pun datang menghampiri mereka.

"Lama tak jumpa, Itachi, Kisame, Pain,..." sosok itu terus mengabsen satu persatu anggota Akatsuki

'Sial, dia lagi. Jangan-jangan...' Sasori bergumam dalam hati

"Apa kau penyebab dari semua ini, Orochimaru?" Naruto bertanya kepada sosok yang datang, yang tak lain adalah Orochimaru.

"Oh..itu benar, Naruto kun." Jawab Orochimaru seperti tak ada dosa

Mendengar hal itu spontanitas Hidan melempar pedang sabit mata tiganya ke arah Orochimaru.

"Bruughh!"

Pedang itu terlempar tapi untung saja tidak mengenai Orochimaru, karena ia dapat cepat menghindarinya.

"Dasar sialan! Loe berani-beraninya ngeberantakkin rumah kita orang ya! Loe fikir nih rumah bapak moyang loe apa!" Hidan berseru sampe air liurnya bermuncratan kemana-kemana.

Sasori maju mendekati Hidan lalu menepuk bahu kanannya.

"Sabar Dan, loe kalo marah ya marah aja jangan sampe muncrat begitu. Tuh liat ulernya pada mati kena muncratan air liur loe.!"

Sasori bukannya meredakan emosi Hidan malah menambah rasa kesalnya.

"Hey Sasori! Loe seharusnya bantuin gue ngomong bukan malah ngomongin gue!" Seru Hidan kepada Sasori

Itachi yang melihat kejadian itu menjadi naik pitam, ia merasa kesal melihat temannya bertengkar karena ulah Orochimaru. Hanya dengan mengaktifan Mangekyo Sharinggannya ia kemudian membereskan masalah yang sedang terjadi.

"Ameterasu!"

Api hitam itu mulai membakar semua ular kepunyaan Orochimaru termasuk Orochimaru dan juga Zetsu. Rumah mereka juga dilalap si jago itam.

"Zetsuuu..!" Tobi si anak baik menjerit di kala api hitam itu mulai menjalar ke tubuh Zetsu yang tak berdaya.

"Suiton no jutsu!"

Tiba-tiba Kisame membentuk segel tangan lalu dengan jutsunya Zetsu berhasil diselamatkan. Tubuh Zetsu dilindungi pusara pelindung air yang Kisame buat.

.

.

.

Setengah jam kemudian.

Mereka semua pada terdiam, tak terkecuali Naruto yang dibuat pusing oleh ulah aneh anggota Akatsuki. Setelah kejadian itu, Naruto langsung berpamitan pulang kemudian menuju kantor hokage. Sepertinya Naruto sangat sibuk hari itu, tapi karena ulah Tobi yang menggunakan jutsu pemanggil, waktunya pun harus tersita.

Lain dengan Tobi si anak baik, ia terlihat sibuk memandikan Zetsu di sumur belakang rumah.

"Zetsu..cepatlah sadar...hiks.."

Tobi masih menangisi Zetsu, anggota yang lain merasa tak tega melihat Tobi yang biasanya ceria menjadi bermuram durja hari ini.

"Dei..sono..!"

Sebuah kode dari Pain untuk Deidara agar meredakan tangisan Tobi.

"Hmm..baiklah.." dengan malas Deidara bangkit lalu mendekati Tobi

Kesemua anggota Akatsuki saat itu sedang duduk di bawah pohon yang ada di samping rumah, tak jauh dari sumur belakang. Mereka sedang membicarakan rencana selanjutnya.

Deidara pun datang berusaha mendiamkan Tobi.

"Un, udahan geh nangisnya. Loe kagak malu apa nangis lama-lama." Sapa Deidara ke Tobi, Deidara ikut berjongkok di depan sumur.

"Hiks..."

"Srruupph.."

Tobi si anak baik membuka sedikit topengnya, lalu menghirup kembali ingus yang hampir menetes. Melihat hal itu Deidara menjadi jijik setengah mati.

"Loe jorok amat yah un..." Deidara jijik sendiri

"Senpai, Tobi sedih liat Zetsu gak sadar diri gini. Udah Tobi mandiin tapi masih aja pingsan gak bangun-bangun." Tobi mulai bercerita

"Mati kali Tob!" Deidara mulai eneq berada di deket Tobi karena melihat kejorokkannya

"Hua..hua...hua..." mendengar ucapan Deidara, Tobi menangis menjadi lebih kencang sambil berguling-guling karena tidak terima.

"Eh! Eh! Kenapa tuh mereka?" Nagato bertanya ke anggota yang lain

Kesemua anggota Akatsuki segera mendekati Tobi yang sedang berguling ria di sumur belakang.

"Tobi..sudah ya.., nanti juga Zetsu sadar ko dari pingsannyaa

"Senpai Konan..." Tobi terbangun mendengar Konan menghibur hatinya

"Udah yuk, digotong Zetsunya." Pinta Konan kepada yang lain.

Akhirnya anggota Akatsuki menuruti permintaan Konan, dengan segera mereka membawa Zetsu untuk duduk bersama di bawah rindangnnya pohon walaupun ia belum sadarkan diri.

.

.

.

Esok harinya...

"Mokuton no jutsu!"

Di sana, tepat dipertigaan jalan menuju hutan kematian, Yamato sibuk membangunkan rumah baru untuk anggota Akatsuki. Dengan jutsunya, tidak perlu waktu lama bagi Yamato untuk membuatkan rumah dari bahan kayu tersebut.

Sementara anggota yang lain sibuk membawa barang yang mereka beli untuk keperluan rumah tangga mereka. Lain dengan Kakuzu, sekarang giliran Kakuzu yang menangis sambil memeluki batang pohon Sakura.

"Habis sudah..habis..." isaknya sambil menyandarkan tubuh ke depan sambil menutup kedua matanya

Bagaimana tidak Kakuzu menangis, uang kas Akatsuki harus ludes untuk pembuatan rumah baru mereka.

"Sepertinya ini cukup." Ucap Konan setelah mengumpulkan barang belanjaan

"Zu..ngapain loe di situ. Lagi maen petak umpet apa?" Tanya Hidan sambil membawa barang-barang yang dibeli

"Ngambek kali dia Dan." Celetuk Sasori kemudian

"Udah Zu, ntar kita cari duit lagi." Pain meneruskan

"Loe tangisin juga gak bakal balik tuh duit." Ucap Kisame

Mereka bergantian masuk ke dalam rumah sambil membawa barang belanjaan.

"Udah un, kalem aja. Loe cemen banget lah gara-gara duit abis jadi nangis begitu." Lanjut Deidara

Mendengar ucapan teman-temannya, Kakuzu tidak terima.

"Diem loe kamfreeet! Loe semua gak ngertiin batin gue yang lagi tersiksa sih!" Balas Kakuzu dengan isak tangis dan amarah

"Senpai Kakuzu..."

"Mmuaach.."

Tiba-tiba Tobi mencium pipi kiri Kakuzu.

"Apaan loe Tob!" Kakuzu langsung mengelap pipi kirinya

"Senpai, Tobi anak baik ngehibur senpai biar gak sedih lagi." Ucap Tobi polos

"Gue gak butuh hiburan! Gue butuh duit!" Sahut Kakuzu sambil berteriak

"Apa saya bisa bergabung dan membantu kalian mencari uang?" Tanya seseorang yang baru datang

Kesemua anggota Akatsuki melihat siapa gerangan yang datang.

"Oh loe rupanya!"

"Berani juga loe nampakin diri, uler jadi-jadian."

"Dah jangan banyak omong, serang dia..!"

"Serrbuu...!"

Hidan memimpin teman-temannya untuk menyerang seseorang yang baru saja datang.

"Mati loe Orochimaru sialan..!" Hidan menusukkan tombak saktinya ke tubuh Orochimaru

"Tunggu..tunggu..aku hanya ingin bergabung dengan kalian..!" Orochimaru berlari-lari karena dikejar kesemua anggota Akatsuki kecuali Tobi

"Nanti aja gabungnya, loe mati dulu sekarang!" Kakuzu ikut beringas mengejar Orochimaru yang lari kencang dengan tubuh ularnya

"Kalo mati gimana bisa gabung ya?" Tobi berfikir sendiri

.

.

.

Tbc