Yup, inilah chapter kedua dari fic gaje ini. Hope you like it! Don't like, don't read!
Pandora Hearts © Jun Mochizuki
A Pandora Hearts Fiction
Warning: Gaje, mungkin OOC juga, bahasa kacau.
My Dreams
Chapter 2: Who are You, Sweet Girl?
Entah apa yang membuat keluarga Nightray mengadakan pesta minum teh semeriah itu. Yang pasti, alas an itu cukup penting sehingga mereka mengundang seluruh anggota keluarga 4 bangsawan besar, termasuk keluarga Vesallius, beserta anggota Pandora.
Ada beberapa meja yang cukup besar di ruangan itu. Di salah satu meja, lelaki berambut pirang dan bermata hijau emerald, Oz Vesallius, duduk. Sementara disampingnya, Alice, chain Oz yang berbentuk manusia, duduk sambil melahap daging yang berada di depannya dengan lahap.
Di seberang Oz, duduk Gilbert Nightray. Pemuda berambut hitam itu sedang memainkan sendok di tangannya. Jelas sekali dia bosan. Di sebelahnya, duduk adiknya, Elliot Nightray, yang pasti sudah menekan penyakit "anti-Vesallius"nya sehingga dia mau duduk berdekatan dengan Oz. Mereka semua kini sedang menikmati jamuan yang menurut mereka membosankan itu.
"Huh, kenapa sih kita harus ikut pesta ini. Membosankan sekali!", gerutu Gilbert, atau lebih akrab disebut Gil.
"Sabarlah, Gil. Pasti ada sesuatu yang penting, sehingga kita semua disuruh datang.", kata Oz sambil celingak-celinguk mencari adiknya, Ada Vesallius. Gil mendengus. Tanpa memperhatikan apa yang dilakukannya, Gil memasukkan gula ke cangkir,mengaduk tehnya, dan bergerak untuk meminumnya. Oz yang melihat apa yang dilakukan Gil, berusaha mencegah.
"Gil, ja...!", tapi terlambat. Cairan itu sudah memasuki mulut Gil.
"..ngan!", Oz menyelasaikan perkataannya.
"Puah", Gil menyemburkan tehnya. Serentak, seluruh orang di aula mengalihkan pandangan mereka kepada Gil. Wajah Gil menjadi semerah tomat, dan dia beralih menatap tangannya yang terletak di pangkuannya. Kemudian, seluruh tamu tertawa, termasuk Alice, Oz, dan Elliot.
Setelah suasana mereda, Gil melampiaskan rasa malunya kepada tiga orang dihadapannya.
"Kenapa kalian tidak memberitahuku, hah? Rasa teh itu sangat manis.", bentak Gil.
"Tentu saja manis. Kau memasukkan lima sendok gula ke dalam tehmu!", sahut Oz santai.
"Terus kenapa kalian tidak memberitahuku!", marah Gil.
"Kan sudah keberitahu. Kau saja yang sudah nafsu meminum tehmu.",balas Oz, masih dengan senyum santainya.
"Kalau kuberitahu, nanti gak seru jadinya.", Elliot berkata dengan tampang tak bersalah. Sepertinya Elliot sudah ketularan Vincent soal menjaili Gil.
Sekarang mereka bertiga menatap Alice, yang masih sibuk dengan piring dagingnya.
Alice mengangkat sebelah alisnya. "Mana ku tahu. Salah sendiri melamun.", kata Alice, yang kembali asyik dengan kegiatan makannya.
Tepat ketika Gil sedang berada di puncak kemarahannya itu, seorang pelayan berambut biru pucat, bermata biru gelap, dan berpakaian biru putih, menghampiri mereka.
"Maaf, tuan. Apa anda baik-baik saja?", tanya pelayan itu.
"Aku baik-baik saja Echo. Terimakasih." Jawab Gil ketus.
"Kalau anda tidak keberatan. Bolehka saya mengambil cangkir tuan?", tanya Echo, nama pelayan serba biru itu. Dan sekarang, sebelum Gil sempat menjawab, Oz sudah menyerobotnya terlebih dahulu.
"Silakan, dan tolong bilang pada pembuatnya supaya menambahkan gulanya sendiri. Sehingga Gil tidak melakukan hal yang lebih parah.",serobot Oz.
"Sialan kau, Oz!", tinju Gil mengepal.
"Gak papa kan? Yang penting beres.", Oz pun mengeluarkan jurus senyum andalannya, yang membuat Echo terpesona. Tapi, sepertinya itu tidak berlaku untuk Gil. Dan terjadilah baku hantam di meja itu. Echo pun segera menyingkir agar tidak terkena masalah.
"Gilbert Nightray! Oz Vesallius! Apa yang kalian lakukan?", sosok beraura hitam menghampiri Oz dan Gil yang sedang asyik melemparkan sendok kearah satu sama lain. Sepertinya mereka sadar akan kehadiran orang itu, sehingga mereka berhenti melemparkan sendok.
"Va...Vane...Vanessa?",gagap Oz dan Gil. Ternyata orang itu Vanessa Nightray, salah satu saudara Gil dari entah siapa.
"Kalian memalukan sekali! Ini sudah kejadian memalukan kedua yang kalian lakukan hari ini! Apa yang akan keluarga kalian katakan?", teriak Vanessa, membuat semua orang kembali mengalihkan pandangan ke meja itu, untuk yang kedua kalinya!
Oz dan Gil mengerut ketakutan. Vanessa memang dikenal dengan kegalakannya yang tidak kenal ampun. Setelah dia selesai menumpahkan kemarahannya, Vanessa kembali ke mejanya. Oz dan Gil menghembuskan nafas lega.
"Ampun, deh! Gil, saudaramu itu menakutkan sekali sih?",tanya Oz.
"Siapa yang cari gara-gara duluan, hah!", gerutu Gil.
Dan sebelum pertempuran kembali berlangsung, Echo dan Reo datang menyelamatkan.
"Permisi, tuan. Ini teh yang anda pesan.", kata Echo datar. Sementara Reo menyajikan piring-piring cake yang menggugah selera.
"Reo, duduk sini!", Elliot menarik pakaian Reo dan menyeretnya ke kursi yang masih kosong.
"Waa, Elly. Apa yang kau lakukan? Aku masih harus melayani meja lain! Nanti aku dimarahi oleh kepala pelayan!", Reo mengelak.
"Sudahlah, biar aku yang urus. Lagian kau kan pelayan pribadiku, jadi aku yang berhak menentukan nasibmu. Ayolah, duduk di sini!", Elliot masih memaksa.
"Elly jahat! Ya sudahlah, aku duduk di sini. Tapi kalau aku dimarahi, kau yang tanggung jawab lho!", Reo mengalah.
Sementara Oz, entah kenapa, sedang memperhatikan Echo yang mulai beranjak meningalkan meja mereka. Entak kenapa, Oz tidak bisa melepaskan pandangannya dari Echo. Memang, Echo cukup cantik, tapi ada sesuatu yang salah di dirinya. Oz mencoba mencari jawabannya.
Oh, itu dia, ekspresinya. Wajah Echo terlihat kosong, hampa. Tak ada sedikitpun tanda bahwa dirinya pernah tersenyum, tertawa, bahkan marah.
Karena penasaran, Oz mencolek Gil. Gil ternyata juga sedang äsyik"menatap Echo. Karena Gil tidak merespon, Oz mengganti colekannya dengan jotosan pelan. Gil terlonjak karenanya.
"Hei, kenapa?", tanya Gil. Oz pun menanyakan tentang Echo.
"Oh, namanya Echo. Dia pelayan pribadi Vincent. Dan sepertinya, Vincent menganggap Echo sebagai bonekanya, yang bisa dia mainkan sesuka hati. Dan tentang ekspresinya, dia sudah seperti itu sejak menjadi pelayan Vincent. Tapi aku pernah melihatnya tersenyum ketika masih kecil, manis sekali."
Oz pun kembali menatap Echo. Sedangkan yang dibicarakan menatap meja tempat Oz dkk. berkumpul. Sepertinya dia sadar kalau dirinya sedang dibicarakan. Oz pun tersenyum kearah Echo. Sedangkan Gil mnatap echo dengan pandangan menyelidik
Oz's POV
Hmm... dia lumayan manis. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana hidupnya selama ini. Apalagi Vincent bisa berbuat sangat kejam pada orang lain. Gak kebayang deh. Dan, hei! Kenapa Gil menatap Echo seperti itu? Hek, tunggu dulu! Jangan-jangan, Gil suka Echo!
Gil's POV
Apa lagi yang Vincent lakukan kepada Echo? Aku bisa melihat dengan jelas bekas tamparan di pipi Echo. Sudah kubilang Echo bukan boneka yang bisa diapa-apain. Sepertinya setelah acara membosankan ini berakhir aku harus melabrak Vincent untuk yang ke 137 kalinya.
Normal POV
Sementara kedua orang itu sedang asyik dengan pikirannya masing-masing. Pembawa acara naik ke podium dan menyambut para tamu, bagaimana keluarga Nightray merasa terhormat karena menjadi tuan rumah, blablabla.
Dan akhirnya, MC itu berkata, "Dan alasan acara ini diadakan adalah untuk merayakan pertunangan antara Elliot Nightray dan Ada Vesallius!
Yaaa. Akhirnya Chapter 2 selesai juga. Dengan akhir yang cukup memuaskan menurut saya. Yup, pairing OzEcho sudah mulai kelihatan. Dan nanti saya akan memasukkan pairing AdaElliot dan GilAlice. Entah kenapa, saya paling suka sama pairing-pairing diatas
Akhir kata, review?
