Hitsuzen Chapter 2
Author: Sakura Hime TRC
Disclaimer: I don't own CLAMP, only this story and some characters made by me
Sekali lagi, untuk pembukaan dan perkenalan *?*, fanfic ini kubuat untuk membalas *?* fanfic dari Sakura Hanazumi yang berjudul "This Is What I Feel".
Ini fanfic chappie dua dan sekarang masih stuck u/ fanfic ku yang lain =w="
Maklum, aku lemuoooooottttt dalam nulis ceritanya, banyak tugas sih *nunjuk tumpukan pe-er*
Tapi tenang! Sekolahku lagi ada pertandingan, jadi mungkin bisa agak santai karena gak akan ada ulangan! XD
Summary: Ying Fa merupakan pacar dari Xiao Long, adik Syaoran. Syaoran memendam perasaannya demi kebahagiaan adiknya. Dapatkan Sakura, gadis yang menyukai Syaoran, membuat Syaoran berpaling padanya?
Pairing: Syao x Saku, Xiao Long x Ying Fa, Eriol x Tomoyo.
Thanks to: All my friends, especially those who were in this story.
Fei Mei: 6 thn
Ying Fa & Sakura & Tomoyo: 13 thn
Xiao Long: 14 thn
Syaoran & Eriol: 15 thn
Hikari: 16 thn
Chapter 2: Confession
-Flashback-
"Siapa nama adiknya Kak Hikari?"
"Sakura. Kenal gak?"
Ying Fa bergumam sambil berpikir, "Kayaknya nggak deh. Habisnya kan semester 1 baru mau dimulai."
"Hoo, gitu… Ngomong-ngomong, kenal gak sama yang namanya Xiao Long? Kata adek kelas gua, dia terkenal banget di SMP! Banyak cewek yang suka sama dia, sayang katanya dia udah punya cewek. Kira-kira ceweknya kayak apa ya? Yang pasti gak secantik dan seimut lo sih," sahut Hikari sambil tertawa.
Ying Fa tidak merespon dan hal tersebut membuat Hikari bertanya-tanya, "Lo napa?"
"Ah! Nggak! Nggak apa-apa kok! Humm… rumahku udah deket, jadi aku sendiri aja dari sini bisa kok! Daah!" Ying Fa langsung mengambil barang belanjaannya dan berlari ke rumahnya.
"Aku kenapa…" Tanya Ying Fa dalam hati.
"Tu cewek kenapa sih?" Tanya Hikari dengan kesal.
"Tapi, dia cakep, imut-imut lagi. Bakal gua deketin ah, siapa tau bisa jadi cowoknya," sambil tersenyum, Hikari berjalan pulang.
"Humm… Humm…" Ying Fa berjalan ke kelasnya sambil tersenyum dengan bahagia.
"Pagi!" Ying Fa menyapa teman-teman sekelasnya dengan riang.
"Pagiii!" balas teman-temannya sambil memberikan senyuman hangat.
Ying Fa tersenyum, tetapi senyumnya pudar saat melihat seorang gadis yang duduk di bangku paling pojok yang tadi tidak membalas sapaan Ying Fa. Jujur, ia baru menyadari adanya gadis itu.
Ying Fa merupakan anak yang senang berteman, sehingga ia tak tega jika gadis itu hanya duduk diam tanpa teman. Ia pun duduk di sebelahnya dan memberikan sebuah senyuman hangat sambil menyodorkan tangannya.
"Hai! Namamu siapa?"
Gadis itu melirik Ying Fa lalu kembali menatap tangannya yang ada di pangkuannya dan berbisik, "Sa … … ha … zu …"
Ying Fa tidak mengerti apa yang dikatakan gadis itu dan memiringkan kepalanya, "Hoe? Kamu ngomong apa tadi?"
Gadis itu sama sekali tidak merespon, dan pada akhirnya Ying Fa menghela nafas. Ia langsung memeluk gadis itu dengan erat dan tiba-tiba. Gadis itu terlalu kaget sampai berteriak dan mau tak mau, memperlihatkan seluruh wajahnya.
"Hehe. Akhirnya kamu mau ngeliat aku juga! Jadi, namamu siapa? Gak usah malu-malu!" sahut Ying Fa tanpa melepaskan pelukannya.
"A-Aku… Sa-Sakura… Hanazumi…" jawab gadis itu ketakutan.
Ying Fa tersenyum hangat, "Namamu bagus kok! Aku Ying Fa Kinomoto. Panggil aja Ying Fa! Kita berteman ya?"
Sakura tidak merespon dan terlihat lebih ketakutan. Belum sempat Sakura itu menjawab, bel sudah berbunyi. Ying Fa pun terlihat sedih dan terpaksa melepaskan pelukannya dari Sakura.
"Yah, udah bel. Ntar pas istirahat kita jalan bareng yah?" Ying Fa tersenyum dan kembali ke tempat duduknya.
"…"
"Pasti dia cuma kasihan sama aku… nggak mungkin… ada yang mau berteman dengan anak aneh kayak aku…"
xXxXxXx
Setelah bel istirahat pertama berbunyi, Sakura langsung memasukkan bukunya ke dalam tas dan tiba-tiba…
"Sakura! Kita ke kantin sama-sama yuk!" terdengar teriakan Ying Fa yang begitu bersemangat sambil menyodorkan tangannya.
"A-Aku…"
"Ying Fa!" terdengar suara seorang anak perempuan yang imut tetapi terlihat sangat dewasa.
"Eh, Tomoyo!"
"Ke kantin yuk! Gua laper nih!"
"Iya! Bentar ya!" Ying Fa kembali memandang Sakura dengan semangat.
"Ayo, kita ke kantin bareng-bareng!"
"A-Aku… Aku nggak laper…" jawab Sakura sambil memandangi pangkuannya.
"Hmm… Gitu yah? Ya udah deh! Aku ke kantin dulu ya!" Ying Fa pun segera berlari menghampiri temannya Tomoyo yang dari tadi menunggunya di depan pintu.
"Ying Fa, lu kok tadi niat banget ngajakin anak yang namanya Sakura itu? Dia kan anaknya aneh banget, gak pernah mau ngomong!" tanya Tomoyo sambil mereka berjalan ke kantin.
"Habisnya kan kasihan juga kalo di diemin gitu! Siapa tau ternyata anaknya baek, ya kan?"
"Lu mau beli apa?" Tomoyo menghiraukan pembicaraan mereka tadi.
"Umm… Aku beli kentang goreng aja deh! Buat ganjel perut. Kamu?"
"Ying Fa, lu masih pake bahasa 'aku kamu' ya? Lucu banget sih! Gua sih beli nasi goreng aja! Yuk gua temenin beli kentang goreng dulu!" Tomoyo menemani Ying Fa yang berjalan ke tempat penjual kentang goreng dan membeli satu bungkus kecil.
"Aku lom terbiasa pake 'gua lu', kedengerannya preman sih! Hehe," sekarang, giliran Ying Fa yang menemani Tomoyo membeli nasi goreng.
"Preman? Jadi lu pikir gua ma yayang lu itu preman? Kak Xiao Long aja pake 'gua lu' kok kalo ngomong sama temennya!"
Ying Fa memukul temannya dengan pelan sambil tertawa, "Ya nggak gitu juga kali! Aku belom kebiasaan aja ngomong pake 'gua lu'. Kerasanya jadi aneh di lidahku."
Ying Fa dan Tomoyo pun berjalan kembali ke kelas, tapi di tengah perjalanan, lengan Ying Fa tiba-tiba terkena bola basket dan secara refleks pun menjatuhkan kentang gorengnya.
"Aduh!" Ying Fa yang sampai jatuh kesakitan mengusap-usap lengannya yang terkena bola basket.
"Lu nggak apa-apa, Fa?" terdengar dua suara yang menanyakan, satu suara perempuan dan yang lainnya laki-laki.
"Aku nggak apa-apa kok, Moyo, kak Syaoran," Ying Fa tersenyum dan berusaha bangkit berdiri.
"Sori ya, tadi bolanya kena lo. Lo bener gak apa-apa kan?" tanya Syaoran khawatir.
Belum sempat menjawab, mata Ying Fa sudah terpaku pada hal lain, "Xiao Long? Ngapain bawa tas?"
Ying Fa segera menghampiri Xiao Long yang sedang berjalan sambil membawa tas coklatnya, "Ijin pulang?"
"Ah, nggak. Mau pergi lomba, ntar siang juga balik," jawab Xiao Long sambil tersenyum.
"Ohh… Lomba apa?"
"Lomba pidato bahasa inggris."
"Wah! Hebat! Good luck yah! Harus menang lho!" Ying Fa tersenyum.
Tiba-tiba, Tomoyo mendorong Ying Fa ke depan hingga hampir terjatuh, tetapi untungnya segera ditahan oleh Xiao Long, dan di mana posisi mereka sedang berpelukan.
"Wah, wah, sang istri memberikan pelukan keberuntungan kepada sang suami! Cium dong!" goda Tomoyo yang tidak memperhatikan ekspresi Syaoran di belakangnya.
Ying Fa hanya bisa memerah wajahnya dan segera melepaskan diri dari Xiao Long sebelum ada yang melihat mereka berpelukan, "Sono, ntar telat lalu didis lho!"
"Iya, aku berangkat dulu ya, Ying Fa, Tomoyo, kak Syaoran," Xiao Long pun tersenyum dan berjalan masuk ke dalam mobil sekolah yang akan mengantarnya ke tempat lomba.
Ying Fa terus memandangi mobil sekolah yang bahkan sudah tidak kelihatan itu. Tomoyo dan Syaoran saling bertukar pandangan satu sama lain. Syaoran pun memiliki ide jahil dan segera berdiri di belakang Ying Fa, lalu…
"WA!" Syaoran berteriak tepat di samping teling Ying Fa sambil memegang kedua pundaknya untuk mengagetkannya.
"Kyaaaaaaaa!" Ying Fa yang kaget plus ketakutan langsung memeluk Tomoyo dengan erat.
"Hahaha! Kak, kayaknya terlalu berlebihan deh!" Tomoyo berusaha menghentikan tawanya dan menenangkan Ying Fa.
Ying Fa yang pertamanya terus menutup kedua matanya karena takut, akhirnya berani melihat bahwa yang mengerjainya tadi adalah Syaoran bukan setan.
"Ihhh! Jadi ternyata yang ngagetin aku itu kak Syaoran? Jahatttt!"
"Yah, maap atu! Habisnya lo ngelamun sampe segitunya! Ntar daripada kesambet setan, mendingan disambet sama gua! Ya gak?" Syaoran kembali tertawa terbahak-bahak melihat Ying Fa yang cemberut.
"Hmph! Aku nggak kenal sama yang namanya kak Syaoran!" sifat Ying Fa kalau sudah sebel pun mulai.
Hampir semua temannya, kakaknya yaitu Touya, termasuk Tomoyo dan Xiao Long, pernah menjadi korban sifat Ying Fa yang tidak mau kenal. Dan sekarang, giliran Syaoran yang sudah menjadi korban sering sekali.
"Oh, gak kenal? Payah bener, masa sama kakak iparnya sendiri gak kenal sih? Wooooo!" Syaoran yang cerdik alias licik pun berhasil mengelabuhi Ying Fa yang langsung memukul dan menendangnya.
"Apa-apaan sih? Kak Syaoran, J-E-L-E-K! Aku sumpahin gak dapet pacar seumur hidup!"
"Oh ya? Emang sumpahan lo itu mempan?" Syaoran langsung berjalan ke dekat Tomoyo.
"Lo mau gak jadi cewe gua?" tanya Syaoran sambil mengirimkan sinyal-sinyal *?* bahwa ia hanya sedang mengerjai Ying Fa.
"Hmm… gimana ya?" Tomoyo tertawa kecil sambil bertukar pandang dengan Syaoran dan Ying Fa.
"Jangan mau! Jangan mau sama orang kayak dia!"
"Boleh deh!" Tomoyo berkata sambil menjulurkan lidahnya.
"Tuh kan? Apa gua bilang, sumpahan lo tu gak mempan!" Syaoran pun kembali tertawa.
"Ihh! Kak Syaoran jelekkkk!" Ying Fa pun menginjak kaki Syaoran dengan begitu keras dan menyikut perutnya.
"Woi! Gila lu! Patah tulang nih gua!"
"Rasain!" Ying Fa pun berjalan kembali ke kelasnya tapi tiba-tiba terhenti saat ia melihat kentang gorengnya yang jatuh.
Ying Fa kembali ke Syaoran yang sedang memegangi perutnya, "Tadi gara-gara kak Syaoran, kentang ku jadi jatoh tu! Ayo, ganti!"
Syaoran yang masih kesakitan pun menghela nafas, "Fine! Gua beliin yang gede kalo perlu! Biar lu tambah buncit!"
Ying Fa mengeluarkan aura evilnya *?* yang membuat Syaoran langsung kabur ke kantin untuk membelikan kentang goreng. Ying Fa pun tertawa kecil dan menggandeng Tomoyo dan masih menahan tawa.
"Yuk, ke kelas! Biar aja, untuk sementara, kak Syaoran yang gak tau diri itu jadi pelayan kita!" Ying Fa menjulurkan lidahnya sambil mengajak Tomoyo kembali ke kelas.
Syaoran yang sudah membeli kentang goreng porsi besar kembali ke tempat di mana tadi Ying Fa menghajarnya, tapi tidak menemukan siapa pun di sana. Ia pun mencoba ke kelas Ying Fa yang tak jauh dari sana, dan memang benar, ia melihat Ying Fa sedang tertawa bersama Tomoyo.
"Woi! Lo mau kaga kentangnya?" Syaoran berteriak dari pintu.
"Bawa sini dong! Gak liat apa kita lagi berbincang-bincang! Lagian siapa juga yang tadi bikin jatoh?" Ying Fa tertawa kecil melihat ketidak berdayaan Syaoran.
Syaoran menghela nafas dan berjalan masuk mendekati tempat duduk Ying Fa, "Gila, kelas lu adem banget! Ngadem ye!"
Syaoran pun duduk di meja Ying Fa sambil memakan satu buah kentang goreng.
"Eh! Enak aja! Itu kentang goreng ku tau!" Ying Fa segera merebut kentang gorengnya dari tangan Syaoran.
"Ya ampun, bagi-bagi sama gua napa? Udah gua beliin yang gede juga!" Syaoran berusaha mengambil sebuah kentang goreng lagi, tetapi tangannya ditangkis oleh Ying Fa.
"Nggak! Udah gih, sono balik! Bau keringet tau!" Ying Fa menutup hidungnya karena memang, keadaan sekitar Syaoran menjadi bau karena ia yang basah kuyup oleh keringat.
"Perasaan lo doing tu! Coba tanyain yang laen!"
"Sakura! Sakura! Kamu nyium bau gak enak kan? Ya kan?" Ying Fa langsung bertanya ke Sakura yang masih duduk di tempat duduknya, tetapi sekarang, ia mulai berani menatap Ying Fa.
"Gak! Gak ada bau apa-apa kan?" Syaoran langsung mendekatkan wajahnya ke wajah Sakura, yang langsung memerah dan kembali menatap pangkuannya.
"Ya elah, dikacangin," Syaoran pun kembali duduk di meja Ying Fa (kapan dia turun yah?)
"Itu artinya emang bau! Pas kak Syaoran deketin dia kan dia langsung nggak mau ngomong gara-gara bau!"
Syaoran menaikkan sebelah alisnya, "Emang segitu baunya ya gua? Halah, paling dia cuma pemalu, lu gak usah sok tau gitu dah!"
"Yeee! Kakak aja yang ke Ge-eR an! Lagian hobi banget sih maen basket? Gak pagi, siang, sore, malem, panas, dingin, terussss aja! Liat tu, kulit sampe gosong kayak roti dipanggang setaon!" Ying Fa mengejek sambil membandingkan kulitnya yang jauh lebih putih dengan kulit Syaoran yang sawo gosong. (=w=")
"Eh, Ying Fa, tau gak, cewek-cewek tuh lebih suka cowok yang berkulit sawo mateng soalnya katanya sih sexy gitu! Daripada yang putih-putih, dikatain banci!" Tomoyo tertawa kecil sambil berusaha membela Syaoran karena ingin mengerjai Ying Fa.
"Tuh! Dengerin!"
"Yee, cowok yang kulitnya sawo mateng emang sexy, tapi kalo kak Syaoran mah bukan sawo mateng, tapi sawo gosong!"
"Halah, bawel lah lo! Udah, gua mao balik ke kelas dolo! Daripada gua disiksa lagi ama lo! Daaah!" Syaoran pun mengambil kesempatan untuk menyolong sebuah kentang goreng.
"Eeeh! Masih sempet-sempet nya nyolong! Balikin!" Ying Fa pun memukul Syaoran dan mengejarnya.
Syaoran mengangkat tangannya seakan menandakan bahwa ia tak bersalah dan kabur, tapi entah karena bodoh atau apa, ia malah berlari menjauhi pintu kelas. Ying Fa menjegal kakinya dan Syaoran pun hampir jatuh, tapi beruntung karena berhasil menopang dirinya dengan tangan yang berada di meja dan kursi.
"An****! Lo mau bunuh gua, Fa?"
"Ih, siapa juga yang mau bunuh? Aku mah maunya kak Syaoran dimutilasi! Btw, kakak jangan nafsu gitu dong! Masa lum kenal aja udah mau dilahap!" Ying Fa menunjuk ke arah Sakura yang benar-benar merah dari ujung rambut sampai kaki.
Syaoran pun menyadari keadaan tubuhnya yang sangat dekat dengan badan gadis yang bernama Sakura itu. Ia segera berdiri dan menjauh.
"Eh, sori, tadi gak liat ada lo di situ."
"Ng… Nggak apa-apa kok…" jawab Sakura perlahan tanpa menengok ke arah Syaoran.
Syaoran pun berjalan ke arah Ying Fa, "Udah ah! Mau balik gua! Kena musibah terus kalo gua deket-deket sama lo!"
Syaoran pun dengan keahlian mencurinya mengambil sebuah kentang goreng dan memakannya sambil kabur keluar kelas.
"Heeeiii! Dasar tukang colong makanan orang!" Ying Fa dengan kesal pun kembali memakan kentang gorengnya.
"Kak Syaoran, hobi banget ya dia ngejahilin lu!" Tomoyo tertawa sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Tau tu! Sebetulnya apa sih salah ku sampe dia hobi banget ngisengin aku?" Ying Fa dengan kesal menghabiskan kentang gorengnya.
Tomoyo tertawa kecil melihat kepolosan Ying Fa yang sama sekali tidak menyadari bahwa Syaoran menyukainya, "Lu tuh polos banget ya! Gak heran banyak yang jatuh cinta sama lu!"
"Hee? Masa sih? Emang siapa contohnya coba yang jatuh cinta sama aku?"
"Ya siapa lagi? Yayang mu itu, si Xiao Long!"
"Kan cuma satu! Yeee!" Ying Fa berjalan menuju tong sampah dan membuang bungkus kentang gorengnya tepat saat ia mendengar bel berbunyi menandakan bahwa istirahat pertama telah selesai.
"Yah, pokoknya banyak deh! Gua balik ke kelas dulu ya! Daah!"
"He-eh! Daah!" Ying Fa kembali duduk di tempat duduknya dan tersenyum ke arah Sakura.
"Anu… maaf ya, tadi kamu kena ulahnya kak Syaoran deh. Hehe," Ying Fa menjulurkan lidahnya sambil tersenyum malu.
"N-Nggak apa-apa… umm… yang tadi itu, namanya Syaoran ya?" Sakura memberanikan dirinya untuk bertanya.
"He-eh! Namanya Syaoran, dia anak kelas 9, jadi kakak kelas kita. Tapi orangnya jahilnya minta ampun! Kayak anak umur 5 taon!"
"Umm… Kamu… kenal baik ya… dengan dia?"
"Bisa dibilang iya sih, tapi tiap kali ketemu dia, pasti bertengkar! Kayak tadi tuh! Beda banget sama adeknya!"
"O-Oh… begitu…" Wajah Sakura memerah dan hal tersebut membuat Ying Fa tersenyum kecil.
"Ne, ne, Sakura-chan, kamu suka ya sama kak Syaoran?" Ying Fa berbisik.
"Ehh? Hoeee… Umm… Y-Ya… Umm…" Sakura langsung speechless begitu Ying Fa menanyakan hal tersebut.
"Udah, jujur aja sama aku! Aku janji nggak bakal kasih tau siapa-siapa!" Ying Fa mengulurkan jari kelingkingnya untuk membuat janji jari kelingking.
"Se… Sebetulnya…"
"Sebetulnya?" Tanya Ying Fa tak sabar.
"A-Aku…"
"Iya?"
"… … … …" Sakura berbicara begitu pelan sampai-sampai Ying Fa tidak bisa mendengar apapun.
"Hee?"
Tiba-tiba… *sreg* pintu kelas terbuka dan nampaklah sosok seorang guru yang langsung masuk ke kelas. Ying Fa pun terpaksa menunda keingin tahuannya sampai bel berbunyi kembali. Sakura pun sedikit merasa lega dan berharap agar Ying Fa segera melupakan pertanyaannya, yang sayang nya tidak terjadi. Tepat setelah bel berbunyi, Ying Fa langsung bertanya kembali pada Sakura dengan semangat.
"Jadi? Jadi, jadi?"
"Umm… ya… a-aku… s-s-suka… d-dia…" Sakura menunduk malu.
"Ehhh! Jadi bener dong! Tapi aku heran… apa sih bagusnya dia? Udah kulitnya sawo mateng, keringetan terus, nilai nya juga anjlok! Mana suka ngejahilin orang lagi!" Ying Fa cemberut.
"A-Aku juga… nggak tau…"
Ying Fa menatap Sakura dengan seksama lalu segera memegang kedua tangannya sambil tersenyum, "Tapi, karena Sakura adalah temanku, aku bantu deh! Ntar aku tanyain ke dia siapa orang yang dia suka! Ya?"
"T-Tapi…"
"Bilang aja iya!" Ying Fa tersenyum dengan manisnya.
"I-Iya…"
-Pulang Sekolah-
Syaoran sedang bermain basket dengan teman-temannya saat tiba-tiba…
"Kak Syaoran!" Syaoran menengok dan melihat Ying Fa berdiri sambil melambaikan tangannya.
Syaoran segera menghampirinya sambil mengelap keringatnya dengan bajunya, "Napa? Lom pulang lo, Fa?"
"Lum. Kakakku masih kuliah, katanya harus ngapain gitu," Ying Fa tersenyum dan sekali lagi membuat Syaoran keplek-keplek.
"Terus, kenapa manggil-manggil gua? Nge-fans sama gua?"
Ying Fa menjulurkan lidahnya dan menginjak kaki Syaoran, "Yee! Siapa juga yang nge-fans sama kakak! Gini lho… Ying Fa mau nanya sesuatu sama kak Syaoran…"
Ying fa memainkan jarinya karena setiap kali ia merasa malu atau takut, ia selalu memainkan jarinya. Syaoran menggaruk bagian belakang lehernya sambil malu-malu menjawab.
"Nanya paan?"
"Umm… Ikut aku ya! Jangan di tengah lapangan kayak gini," Ying Fa segera menarik tangan Syaoran ke taman belakang sekolah yang sepi.
Jantung Syaoran berdebar-debar karena ia hanya berdua dengan Ying Fa, cinta pertamanya, "Jadi?"
"Umm… gini lho…" Ying Fa kembali memainkan jarinya.
Syaoran makin berdebar-debar dan bertanya lagi dengan tidak sabar, "Apa?"
"Umm… kak Syaoran… suka sama siapa?" Ying Fa menatap Syaoran dengan ekspresi wajah-tak-berdosa yang dimilikinya, wajah yang membuatnya menjadi terlihat seperti anak kecil.
"K-K-Kenapa lo tiba-tiba nanya gitu! Mang apa urusannya sama lo!" Syaoran dengan gugup berusaha menghindari pertanyaan Ying Fa.
"Umm… Ya, jawab aja… Aku cuma pingin tau kok, boleh kan? Janji! Nggak kasih tau siapa-siapa!" Ying Fa memberikan jari kelingkingnya untuk melakukan janji jari kelingking.
Syaoran pun sadar bahwa ia tidak bisa lagi menghindari pertanyaan Ying Fa dan memutuskan untuk berkata jujur, "G-Gua…"
"Iya?" Ying Fa menanti dengan sabar.
Syaoran menarik nafas yang dalam dan memegang kedua pundak Ying Fa, "K-Kakak?"
"Gua suka sama lo, Fa!"
Ahahaha!
Baru chappie satu~ Menurut kalian gimana?
Bingung yah? Ntar deh, semoga seiring dengan berjalannya waktu *?* kalian bisa lebih mengerti dengan tokoh-tokoh nya.
Btw, di chappie selanjutnya, bakal dikasih umurnya kok ^^
