Fuwah! Maaf! Updatenya lama buangetz! Hampir setahun tuh Hayui gak update-update :p Hehehe :D gomen yah! :D

Yeahhh, jadi berhubung ini udah telat banget jadi saya gak mau banyak bacot lagi. Langsung RnR aja yah! :)

Naruto © Masashi Kisimoto-Sensei^^

The Way of My Love © uchi hayui chan

Character : Itachi U & Kyuubi

Rate : T (Bisa berubah sesuai kebutuhan author XD)

Genre : Romance & Humor

Warning : ini bener-bener kagak lucu, yeah tapi dinilai sendiri lagi deh

.

.

The Way of My Love Chap 2

.

.

PLAK

Sebuah kartu undangan beradu keras dengan badan mungil seorang bocah kelas enam SD. "Cih," bocah dengan rambut merah bata tadi mendecih pelan saat melihat siapa orang yang dengan lancangnya melemparinya kartu undangan.

"Mau apa lo, hah?!" mata aquamarine-nya berkilat tajam pada bocah yang kini ada di depannya sambil menyilangkan tangan di dada.

"Makanya baca, Panda Bego!" bocah dengan iris merah yang melempar undangan tadi menyeringai kecil ke arah bocah dengan tato ai di depannya.

Bocah yang dilempari kartu undangan tadi hanya melirik sekilas pada orang di depannya tadi, lalu ia mulai membuka kartu undangan yang diserahkan*baca: dilemparkan*padanya tadi.

Iris aquamarine-nya terbelalak saat membaca isi undangan itu. "A-apa?" ia menengadah pada si pemilik iris merah di depannya dengan tatapan tak percaya.

.

Undangan Pesta Pertunangan

Itachi Uchiha & Kyuubi Namikaze

.

"Apa?" pemilik iris mata aquamarine itu kembali mengulang pertanyaan yang sama.

"Kenapa, heh? Gak percaya ya? Hahahaha, secara gue getoh~" bocah dengan iris mata merah yang ternyata adalah Kyuubi Namikaze itu berkata membanggakan dirinya sendiri. Sedangkan bocah yang satunya lagi hanya melongo tak percaya, kembali membaca berulang-ulang kali isi dari kartu undangan itu tapi ternyata ia tak sedang mengalami gangguan penglihatan. Apa yang dibacanya saat pertama kali tetap menempel pada kertas udangan yang bernuansa mewah itu.

"Udah deh~ Mau lo baca terus nyampe mata lo buta juga tulisannya gak bakal berubah, bego!" Kyuubi maju perlahan lalu duduk di meja bocah satunya yang memiliki tato "ai" di dahinya. Dahi si bocah ai berkedut tak senang.

"Elo! Cih, turun dari meja gue!" Bocah dengan rambut merah bata itu memicing tak suka pada Kyuubi. "Kenapa heh, Gaara Sabaku? Gak bisa nerima ya kalo gue bakal tunangan sama Pangeran Itachiiii~?" Kyuubi berkata lantang sambil menatap dengan pandangan meremehkan ke arah orang yang dipanggilnya dengan nama 'Gaara Sabaku' tadi. Dan kata-katanya itu sukses membuat makhluk-makhluk yang ada di kelas itu menegang tak percaya.

Ukh…

Ukh…

UKH!

"GYAAAAA!" semua murid di kelas itu kecuali Kyuubi dan Gaara berteriak histeris begitu mendengar bahwa Kyuubi sang bocah terjahil di kelas mereka akan bertunangan dengan Itachi! Bisa denger? ITACHI!

Yeah~ yeah~ yeah~

Deskripsi-nya mulai gak jelas*sweatdrop*

Jadi gini…*nengok ke murid-murid yang mulai nangis-nangis gaje*

Mereka… semua murid kls 6 SD di kelas tokoh utama kita *kyuubi* ternyata…

Ternyata…

Ternyataaaa…..

Ter-PLAK!*digampar readers*-

Ukh, oke oke…

Mereka itu adalah…

"KYAAA ITACHI-SAMA MAU TUNANGANNN! HUWEEE"

Yah seperti yang terlihat di atas. Mereka adalah ITACHI LOVER! Denger? ITACHI LOVERRRR! And Kyuubi sama Gaara juga termasuk dari Itachi Lover. So, Kyuubi sebenernya ng-freak banget sama yang namanya Itachi. Murid-murid kelas 6 SD di Konoha International School ini memang sangat memuja Itachi dan kelompok akatsuki lainnya. Sebenernya sih bukan Cuma mereka aja tapi hampir semua makhluk yang ada di sekolah ini juga adalah pemuja akatsuki and Itachi terutama.

And satu minggu lalu, Kyuubi dan Gaara yang merupakan orang-orang terpandang di kelas mereka ngadain taruhan yang isinya, 'Siapa yang bisa dapetin Itachi-sama bakal bisa jadi majikan yang kalah selama satu minggu'.

Awalnya Gaara cuman nganggep tuh taruhan ajang main-main aja, tapi ternyata Kyuubi serius. Bahkan ia sampai minta ditunangin ama Itachi.

'Ukh! Kyuubi curang! Gue kan juga mau ditunangin sama Itachi-sama' Gaara membatin dalam hati sambil memasang wajah cemberut yang sangat kentara di wajah datarnya.

"Ehehehehe.. kenapa lo cemberut gitu, heh? Kasiannn~ hahahha, pokoknya taruhan itu yang menang gue! And lo harus jadi babu gue selama seminggu!" Kyuubi tersenyum senang sambil menggebrak sekali meja Gaara yang ada di depannya.

"Ogah! Gue gak mau jadi babu lo!" Gaara menolak dengan lantang. "Hoo… lo gak berhak nolak! Itu kan udah jadi keputusan." Kyuubi menjulurkan lidahnya ke arah Gaara yang semakin cemberut. "Elo curang, Kyuu! Masa ampe minta tolong Ortu! Kalo gitu gue kan juga bisa minta ke Tou-san." Gaara membela diri. "Hello~ gak ada tuh peraturan yang bilang kalo kita gak boleh minta bantuan ortu! Stop! Gak ada tawar-tawaran lagi~ Lo bakal jadi babu gue selama seminggu." Kyuubi tak memperdulikan Gaara yang hendak protes lagi dan dia langsung berbalik arah meninggalkan Gaara menuju pintu keluar.

Ia sempat sweatdrop melihat teman-temannya yang ternyata masih menangis meraung-raung meneriaki nama Itachi. Kyuubi sedikit terkikik geli melihat mereka. Ada yang menangis sambil memeluk foto Itachi yang sedang mengganti seragam olah raganya pastinya diambil diam-diam, ada yang menulis dengan huruf capslock "I LOVE ITACHI-SAMA" di papan tulis, ada yang suram-pundung-merana di pojokan kelas, dan yang paling membuat senyum Kyuubi melebar adalah…

"GUE BENCI ELO, KYUUUUU!"

Teriakan yang terdengar sangat manis ditelinga Kyuubi, teriakan Gaara Sabaku.

"Sorry ya, sayangnya gue kan sayang banget sama lo~ hahahaha" Kyuubi sempat tertawa setan sebelum benar-benar menghilang dari kelas dengan kecepatan tinggi.

BUAGH!

Sebuah 'sepatu terbang' dengan mulus menabrak pintu kelas yang baru saja ditutup oleh Kyuubi. "Cih," Gaara mendecih pelan meratapi lemparannya yang meleset. Pinginnya sih ntuh sepatu nemplok di kepala bejad Kyuubi tapi apa daya.. malang nian nasib mu sepatu.. bukannya nyium bocah imut-imut and keren kayak Kyuubi eh malah nabrak pintu :p alhasil penyok dah lo hehehe…

.

.

.

.

.

"Hoi, sob! Siang amat lu dateng. Gue kira lu gak sekolah hari ini." Seorang Hiu jadi-jadian*dilempar sandalsamaakangkisame* maksudnya, seorang anggota Akatsuki dengan perawakan tinggi besar and oh My God! So Handsome*kisame GR* so handsome diantara para hiu maksudnya :p hehehe menyapa tokoh utama kita yang satunya, Itachi Uchiha.

"Ehehehe, gue ketiduran di toilet tadi. Syukur-syukur belum telat haha" Itachi tertawa renyah sembari mendudukan dirinya diantara teman-temannya di Akatsuki.

"Ne, Kok kayaknya lo happy banget sih, un? Ada apaan nih un?" Deidara yang ada di belakang Itachi muncul-?- secara tiba-tiba. "Elo berhasil nolak calon tunangan elo itu ya?" Sasori yang lagi asik nyalin PR punya-nya Deidara langsung menyambung perkataan Uke-nya yang imut-imut and syukurnya gak amit-amit itu.

"Hmm?" Itachi menengok ke arah Deidara dan Sasori berada sambil mengangkat alisnya tinggi.

"Enggak! Tunangannya Itachi-nii cakep loh!" belum sempat Itachi menjawab pertanyaan dari Deidara dan Sasori tadi, Tobi sudah lebih dulu menjawab pertanyaan mereka. And kerennya jawabannya si Tobi bisa langsung membuat perhatian seluruh anggota Akatsuki minus Itachi tertuju padanya.

"Masa sih? Bohay ya, Tob?" Pein langsung memasang wajah mesum and langsung kena gampar ama neng Konan yang ada di sebelahnya. "Jangan ngawur lo kalo ngomong!" Konan mengembungkan pipinya kesal sembari mengepalkan tangannya bersiap akan memberikan pukulan manis pada Pein lagi.

"Eh? Stop, stop, stop. Konan-chan, please deh… Lo kok hobby amat nge-gebukin gue. KDRT nih namanya kalo kayak gini hiks" dan Pein pun memulai acara SSTI-nya, Suami-Suami Takut Istri maksudnya ;p hehehe.. "Idihh, sorry ya elo kan bukan suami gue jadi apanya yang KDRT coba?" Konan tetap tak melepaskan kepalan tangannya.

"Huweee Konan-chan jahat sama akuuu~ Gue kagak diakuin" Pein kini mulai menangis*beneran nangis*

"Eh? Enggak gitu. Pein, gue kan Cuma becanda, lo jangan nangis dong." Konan mulai mengelus-elus bahu Pein, mencoba ngehibur tuh anak. "Bener ya cuman becanda?" Pein bertanya memastikan. "Iya, bener" Konan senyum sambil ngangguk sekali. "Yeeeyy~" Yah dan terjadi lah ajang peluk-pelukan gaje yang bener-bener sumpah gaje abis dah =="

Udah deh.. Lupain soal Konan ama Pein di atas. Liat tuh tampang para aktsuki lainnya, pada cengok plus sweatdrop semuanya.

"Udahlah, Chi. Loe gak usah ngurus soal Konan ama Pein. Mereka kan udah biasa gila kayak gitu." Zetsu menepuk sekali bahu Itachi yang masih aja cengok ngeliat pasangan gaje yang bentar lagi bakal tunangan itu.

"Ya ampun, Zet. Loe kan gak perlu sejujur itu, hahaha…" Hidan mengomentari perkataan Zetsu yang dibalas dengan gelak tawa para aktsuki lainnya.

"Okay, okay. Stop dulu dah becandanya, guys. Kita kan lagi ngomongin soal tunangannya Itachi." Kakuzu yang sedari tadi cuma geleng-geleng kepala itu akhirnya buka mulut juga untuk menengahi adu mulut antara Konan dan Pein yang sudah mulai bertengkar lagi.

"Ne?" Konan ngelirik sekilas ke Kakuzu terus ngelepasin Pein yang lagi dia jambak-jambak rambutnya. "Oke, oke. Sekarang lo bisa cerita dengan tenang deh, Chi.." konan nyengir sekali.

"Jadi gini," Itachi memulai bercerita tentang masalah tunangannya yang super imut-imut itu.

"Lo semua tau gak?" Itachi memulai dengan senyuman yang mengembang lebar. "Ya elah, Chi.. mana bisa kita-kita tau. Lo kan belum ngomong apa-apa" Zetsu menggeleng-geleng melihat Itachi yang tiba-tiba menjadi sangat-super-hyper-ultra semangat itu.

"Ehehehehe.. jadi gini, doi tuh ternyata murid di sini!" Itachi menggebrak meja saking senanganya. "HAA? MASA?" anggota akatasuki minus Itachi berteriak berbarengan. Hadeh kayaknya anggota akatsuki itu emang hobi banget ngomong barengan hehehe.

"He-eh!" Itachi mengangguk sekali mengiyakan pertanyaan teman-temannya.

"Siapa sih Chi?" Pein bertanya penasaran.

"Sakura Haruno temen sekelas adek lo itu ya?" Sasori menebak asal.

"Kagak lah! Gila lu. Mana mungkin gue mau sama fujoshi akut macem dia. Bisa-bisa gue dijadiin percobaan yaoi." Itachi mengelak.

"Terus sapa? Ino Yamanaka?" Kali ini giliran Hidan yang bertanya.

"Kagak juga lah, bro! dia mah sama aja fujoshi!" Itachi makin masam.

"Iya! Lagian Ino itu kan adek sepupu gue, kalo dia ditunangin otamatis gue pasti tau!" Deidara mendukung perkataan Itachi.

"Udah-udah. Kenapa malah nyambung ke Ino ama Sakura. Gue kan udah bilang kalo yang bakal ditunangin sama gue tu anak sulung dari keluarga Namikaze. Denger? NAMIKAZE, guys~"

Yap! Dan perkataan Itachi sukses membuat anggota akatsuki yang sedang berdebat soal "Siapa sih tunangan Itachi" itu menjadi hening.

"Oh iya-iya. Kok gue jadi bodo gini ya? Padahal biasanya kan otak gue selalu mantap surantap kagak ada cacatnya." Kakuzu berkata narsis yang langsung kena timpuk kaos kaki dari Tobi.

"Argh! Elo, Tob! Kagak gue jajanin baru tau rasa lo!" Kakuzu menjitak kepala Tobi keras.

"Ehehehehe, Iya gomen ne, Kakuzu hehehe.." Tobi menaikan jari telunjuk dan jari tengahnya meminta pengampunan*ciehh*dari Kakuzu.

"Oke, oke. Jangan ribut lagi. Nama Tunangan gue itu 'Kyuubi Namikaze'. Doi murid Kls enam SD di sini." Itachi tersenyum manis sekali lagi.

"What? Enam SD?"

"Bocah dong?

"Enggak lah! Gila aja! Kan cuman beda empat tahun!" Itachi cemberut mendengar teman-temannya mengatai calon tunangannya 'bocah'.

"Hn, lagian… Tunangannya Itachi-nii cakep banget. Yah, walaupun gak kenalan langsung tapi gue udah sempet liat mukanya." Tobi membela Itachi sambil stay cool ngadep jendela, membelakangi temen-temennya.

And anggota Akatsuki sempet hening ngedengerin Tobi ngomong. Ah! Bukan! Yang bicara barusan adalah seorang Uchiha Obito. Suara tenang yang tidak kekanak-kanakan itu memang khas seorang Uchiha.

"Loh? Kok pada heningg sihh~ hahahahha…" Obito berbalik ke arah teman-temannya dengan keadaan 'Tobi Mode:On' ditambah dengan senyum konyolnya yang gaje =="

"Eh.. Enggak," anggota akatsuki secara mendadak langsung nervous mendadak gara-gara kejadian tadi. Masalahnya Tobi itu jarang banget make wujud-?- aslinya dia di sekolah.

"Hahaha, kalian jangan grogi gitu dong! Ntar mukanya jadi keriputan kayak Itachi-nii lho!" Tobi berkata sambil menengok ke arah Itachi sambil memakan permen loli jumbo kesukaannya. Sedangkan Itachi yang dikata-katai seperti itu hanya memandang bosan pada adik sepupunya.

"Che! Untung mood gue lagi bagus hari ini, kalo kagak udah gue jadiin sikat WC dah lo, Tob." Itachi berkata sarkastis sambil mencubit gemas pinggang Tobi yang langsung membuat anak itu meringis kesakitan. "Hehe, gomen ne, itachi-nii. Tobi sayang deh sama Itachi-nii!" Tobi berkata alay sambil memeluk Itachi di depannya dengan tampang yang sangat alay sekaleee XD

"Idiihhh! Jauh! Hush, hush!" Itachi yang ditemplokin sama si Tobi sih Cuma ngusir ntuh bocah dengan gaya ala ngusir anak ayam. Dan hal itu sukses membuat Tobi cemberut dan menangis gaje sambil berlari mengelilingi kelas sebanyak tiga puluh kali. Yeah, kita semua harus bersyukur karena tidak ada guru yang sedang mengajar di kelas itu. Karena jika di kelas itu kini sedang ada guru, author yakin jika Tobi akan langsung memeluk guru itu sekencang-kencangnya dan mengatakan jika Itachi sudah melukai hatinya yang terdalam XD

"Halah! Tach, gak usah diperduliin deh. Btw, gue ada rencana nih, hehe!" Kisame yang sempat diam karena sweatdrop melihat tingkah konyol Tobi tiba-tiba langsung angkat bicara dengan smirk yang sudah nangkring di bibir hiunya:p

Itachi plus Akatsuki lainnya langsung memfokuskan diri pada kisame ketika mendengar ada kata 'gue ada rencana nih' yang keluar dari bibir aduhainya akang Kisame. "Apaan?" Itachi lah yang pertama kali merespon kata-kata Kisame dengan pandangan tak sabaran.

"Gini nih…" Kisame menggantung sejenak kata-katanya. Membuat anggota Akatsuki lainnya mengerang meminta lanjutan kalimatnya.

"…hehe, gimana kalo lo ngajak dia kencan? Gue sama Akatsuki bakal ngikutin dari belakang, sekalian ngebuktiin si Kyuubi Namikaze itu beneran manis atau sama aja kayak bocah ingusan lainnya. Gimana?" Kisame menatap Itachi dengan pandangan menantang. Deretan giginya yang runcing itu terlihat jelas saat ia menyeringai ke arah Itachi. Pikiran hiu biru itu sudah melayang kemana-mana, siapa tau ia bisa melihat adengan rate M ke atas saat mengikuti Itachi kencan. Halah! Dasar Kisame mesum!

"Kheh," Itachi mendengus pelan pada Kisame. Seringaian kecil terbentuk di wajah uchihanya yang tampan. "Deal," Itachi berkata lantang sambil menjulurkan tangannya kea rah sahabat baiknya itu. Kisame tersenyum senang, ia langsung menjabat tangan Itachi dengan semangat. Khayalan erotis berbau rate M makin menari-nari saja di otak sempitnya *digampar* hehe..

.

.

TBC *dengan gajenyaXD*

Wkwkwkwkwkwk, maaf minna-san! Kali ini Cuma segini aja dulu ya, ini diketik Cuma dalam waktu sejam loh :p hohoho. Yasudlah, maaf kalau fic ini kegajeannya makin parah aja. Hayui ucapkan buat terima kasih, arigatou gozaimasu buat yang udah baca nd ripiu fic gaje ini.

Oh iya, review yang kemarin bakal hayui balas di chap depan yahh..

Yasud, jangan lupa review lagi :D

With friendly,

uchi hayui chan :)