-Lost-

*Ch 1*

Story by: Kiriko Alicia

Vocaloid belongs to Crypton Media and Yamaha Corp

Rating: T

Pairing (Main): Kagamine Rin X Kagamine Len; Gumi Megpoid X Gumo Megpoid

Genre: Mystery, Fantasy, Romance

Warning: Cerita gaje, alur lambat/ngebut, typo bertaburan dimana-mana, dan cerita ini dapat mengakibatkan berbagai macam reaksi terhadap para pembacanya (Menangis terharu, tertawa ngakak, kesel-kesel sendiri karena pairing lainnya tidak sesuai harapan, dll). All in Normal PoV.

Summary: Tujuh tahun yang lalu, ia menghilang. Lalu sekarang, ia kembali, dengan wujud lain dari dirinya…

20 Agustus, tahun 2014, Kyoto…

Hari ini merupakan hari dimana Rin menghilang, tujuh tahun yang lalu. Walaupun kejadian itu sudah sangat lama, ketiga teman baiknya, Len, Gumi, dan Gumo masih belum dapat melupakannya.

"Ayo kita pergi ke rumah Rin sekarang!" Ucap Gumi riang (walaupun nada sendu terdapat dalam kalimatnya) kepada teman-teman masa kecilnya, Len dan Gumo. Kedua orang itu hanya mengangguk singkat sebagai jawaban.

"I-iya…,"

Mereka pun segera berjalan, meninggalkan gerbang sekolah dan menuju ke rumah milik sang gadis berambut honeyblonde. Di perjalanan, tidak ada satu pihak pun yang berbicara, entah mengapa.

Semuanya tampak sibuk dengan pikiran masing-masing. Gumi terus menundukkan kepalanya saat berjalan, Len sendiri terlihat terus melihat ke arah depan (aspal), sedangkan Gumo hanya memperhatikan Gumi dengan tatapan yang mengisyaratkan kebinggungan dan kekhawatiran.

"Kita sudah sampai…," Ucap Gumi pelan sembari berhenti di depan sebuah rumah kecil dengan tembok dicat kuning. Di halamannya terdapat tanaman merambat yang sudah tidak terawat sehingga sulurnya merambat sampai ke tembok.

Mereka pun segera memasuki rumah yang tidak dikunci itu. Kenyataannya, Rin itu tinggal sendirian, karena orangtuanya yang sudah meninggal saat ia kecil. Ia diurus oleh bibi dan pamannya, namun bibi dan pamannya sering berpergian dan sekarang sudah pindah ke tempat lain, Tokyo.

Mereka segera melangkahkan kaki mereka ke tangga yang membawa mereka ke lantai dua, lantai dimana kamar Rin berada. Mereka pun memasuki ruangan itu. Ruangan Rin masih sama seperti dulu. Berbau jeruk, lebar, tak ada perubahan sama sekali. Bahkan letak benda-bendanya pun masih sama dengan terakhir kali ia pergi.

"Kami datang lagi… Rin…," Gumam Gumi pelan. Sebelum perlahan air matanya menetes, setetes demi setetes. Namun seberapa banyak pun air matanya menetes, Rin takkan kembali bukan?

Gumi kini tidak dapat menahan isakannya. Ia terisak sambil meletakkan kedua telapak tangannya pada meja belajar Rin yang penuh dengan goresan. Air matanya mendarat di permukaan meja. Membuat lautan kecil bagi sang meja.

Sedangkan kedua orang lainnya hanya mengepalkan tangan mereka walaupun sangat terlihat jika mata mereka tengah berkaca-kaca.

.

.

.

Seorang gadis kini tengah memperhatikan ketiga orang itu dari kejauhan. Gadis itu mengenakan dress kuning panjang dengan dua lapis ujung yang frilly. Ia juga mengenakan cardigan berwarna oranye muda.

Rambutnya berwarna honey blond sebahu dengan sebuah pita putih bersih yang tengah bertengger di atas rambutnya. Juga beberapa jepit putih polos yang mempermanis penampilannya.

Perlahan, air mata menetes dari pelupuk mata gadis itu. Yang awalnya hanya setetes, berubah menjadi dua tetes, tiga tetes, dan seterusnya.

"Tadaima...," Gumamnya pelan, "Tapi... Gomene, aku tidak bisa menampakkan diriku sekarang... Aku... Berbeda dari aku yang dulu..."

Setelah menggumamkan kata-kata itu, ia menarik nafas dalam-dalam lalu berusaha menghentikan tangisannya. Tiba-tiba…

"RIN!" Panggil seseorang dari kejauhan sambil melambaikan tangannya, lalu berlari menghampiri gadis berambut honey blond itu-Rin. Rin pun menolehkan kepalanya ke belakang, menatap sang pemuda.

"Ah, ada apa Kaito?" Tanya Rin kebingungan kepada lelaki berambut biru laut bernama Kaito itu.

Shion Kaito. Pemuda berambut biru laut yang sangat menyukai es krim. Ia seumuran dengan Rin, 14 tahun. Ia juga tinggal dengan Rin, Miku dan Lily. Rin dan Kaito belum banyak mengenal, karena mereka belum lama bertemu.

"Lily-nee memanggilmu!" Ucap pemuda berambut biru laut itu, panik. Rin yang mendengarnya menjadi panik juga, lalu ia segera pergi bersama dengan Kaito.

.

.

.

"RIN! SUDAH BERAPA KALI KUBILANG UNTUK TIDAK KELUAR SENDIRIAN?!" Jerit seorang wanita berumur tujuh belas tahun dan berambut pirang sepunggung-Lily, khawatir terhadap gadis yang sudah ia anggap sebagai adiknya sendiri itu.

"Ma-Maaf… Lily-nee…," Ucap Rin pelan dengan nada penyasalan sambil menundukkan kepalanya dalam-dalam. Lily hanya dapat menggeleng-gelengkan kepalanya sejenak.

"Kau tahu kan? Betapa bahayanya jika kau berpergian sendiri?" Tanya Lily dengan nada khawatir.

"I-Iya…," Lagi-lagi Rin hanya dapat menundukkan kepalanya. Lily hanya menghela nafas kesal, lalu mengalihkan pandangannya pada Kaito.

"Kaito, sekarang tolong kau cari Miku, ia jauh lebih susah diatur daripada Rin," Ucap wanita berambut pirang panjang itu pelan. Kaito yang sedari tadi mendengarkan percakapan mereka hanya mengangguk kecil lalu pergi mencari Miku.

Hatsune Miku. Gadis berambut hijau tosca dikuncir ala twintail dengan panjang yang semata kaki. Parasnya memang manis, tapi sifatnya tidak semanis wajahnya. Ia semena-mena, dingin, dan cuek. Juga, gadis ini tidak ingin dan tidak suka diatur. Ia berpikir bahwa dirinya dapat mengatur dirinya sendiri.

"Rin… Apa kau pergi kesana lagi untuk bertemu dengan mereka?" Tanya Lily dengan nada selidik. Rin hanya diam sejenak, lalu mengangguk singkat. Keheningan pun melanda kedua insan itu.

"Lily-nee, aku… Benar-benar ingin bertemu dengan mereka…," Akhirnya, Rin pun memecahkan keheningan itu dengan memohon kepada kakak 'angkat'-nya. Ia mengatupkan kedua tangannya, tanda bahwa ia bersungguh-sungguh ingin bertemu dengan ketiga teman masa kecilnya. Lily tampak kebinggungan dan juga takut, karena bagaimanapun juga, hal itu sangat beresiko.

Tapi, ia juga tidak tega untuk menolak permintaan 'adik'-nya itu. Setelah berkali-kali berpikir, ia pun memutuskan…

"Hah… Baiklah," Jawab Lily akhirnya sambil tersenyum sedih, wajah Rin langsung menjadi cerah.

"Kau boleh mengunjungi mereka, tapi… Sebaiknya kau ubah penampilanmu. Supaya mereka tidak dapat mengenalimu. Kau tahu kan, Kalau nyawa mereka dapat terancam jika mereka mengenalimu?" Tanya Lily dengan tatapan serius. Rin mengangguk mantap.

Ia tahu, akan sangat beresiko baginya untuk memberitahukan identitasnya kepada siapapun itu. Karena ia adalah salah satu target sang Penyihir Kegelapan.

Flashback: ON

20 Agustus 2007, Kyoto…

Perlahan, tubuh Rin terobang-ambingkan dalam kabut tersebut. Namun, Rin tidak mencoba melawan sama sekali. Ia tahu, satu nyawa harus menjadi tebusan bagi siapapun yang masuk ke dalam hutan ini. Karenanya, jika ia meronta dan bebas, salah satu temannyalah yang akan menjadi korbannya. Tiba-tiba…

CRASH!

Tiba-tiba sebuah pedang berganggang putih memotong kabut tebal tersebut. Pedang itu memiliki cahaya yang menyilaukan. Cahaya yang dipancarkan oleh pedang itu, membuat Rin merasa tenang, entah mengapa. Perlahan, matanya mulai menutup. Ia pun tertidur.

Kabut di sekitar Rin pun menghilang, menyisakan sebuah potongan kabut hitam yang kini telah berubah warna menjadi kuning emas dan juga menjadi seperti potongan awan. Rin pun tertidur lebih lelap karenanya.

Sang pemilik pedang-Lily yang melihat Rin tertidur, menggendongnya dan membawanya ke rumah miliknya yang tidak jauh dari tempat tersebut. Ia pun segera membaringkan Rin di ranjang kecil di ujung ruangan, dan menemaninya hingga terbangun.

Mengapa ia harus menemaninya? Karena ia tahu. Penyihir Kegelapan pasti akan menyadari kalau salah seorang dari 'tangkapannya' kini telah menghilang. Dan penyihir itu takkan melepasnya begitu saja. Ia pasti akan datang, dan mengambilnya kembali, menjadikannya satu dengan dirinya.

Flashback: OFF

"Jadi… Aku harus mengubah seluruh penampilanku?" Ulang Rin. Lily mengangguk.

"Juga nama dan biografi dirimu. Itulah syarat jika kau ingin bertemu lagi dengan teman-teman masa kecilmu," Jawab Lily. Rin menggigit bagian bawah bibirnya sejenak.

"Aku harus bertahan. Ya… Bertahan… Aku harus bertahan jika aku ingin bertemu dengan Gumi, Len, dan Gumo…" Batin gadis honeyblond itu sambil mengepalkan tangan kanannya, membulatkan tekad.

"Ba-baiklah!" Jawab Rin akhirnya, "Aku akan melakukannya!"

"Boleh aku mencobanya juga?" Tanya sebuah suara manis tapi berkesan datar tiba-tiba, membuat perhatian kedua insan yang sedang berbicara itu teralihkan kepadanya. Lily melihat si pemilik suara dan segera mendesah pelan.

"Kalaupun kularang kurasa percuma, karena kau pasti akan melanggarnya, bukan?" Tanya Lily dengan raut wajah yang mencerminkan perasaan yang sulit diterka. Paduan antara sedih, kesal, kecewa, dan juga marah.

"Oh, kau sudah mengerti diriku rupanya?" Jawab sang pemilik suara manis tersebut dengan nada datar yang terdengar menantang. Lily mendesah pelan.

"Tentu saja… Miku."

.

Alicia: Akhirnya chap 2 selesai… Alice banyak tantangan soalnya waktu buat nih fict! Karena debat pairing sama otak! (LAGI?!) Pertamanya mau buat ada peran Kaito jadi Rinto, biar ada cinta segitiga! ._. Tapi akhirnya Alice selipin MiKai saja…

Kyoko: Mari kita balas reviewnya~

.

-Shiroi Karen

Bukaaannnn bentuk iblis begituuuu! Tapi… Sudah ketahuan kan di fictnya? ;)

PASTI TETEP JADI PASANGAN ROMANTIS! Alice sendiri paling suka buat mereka tetep jadi pasangan serasi~!

Oke! Sankyuu sudah me-review X3

-Shiroi no Hikari

Arigatou Hikari-senpai! XD

Iya baru, soalnya idenya terus ngehantui Alice ._. (Padahal ada ide lain lagi yang ngehantui Alice)…

Arigatou reviewnya! X3

-Kurotori Rei

Ehehe, iya. Kubuat Lennya plin plan (?) #plak

Ha'iiii ini sudah lanjut! Arigatou reviewnya! XD

-Kei-T Masoharu

Salam sesama teman penyuka Puncake! XD

Iya… Hilang, tapi balik lagi kan? X3

Okey sudah lanjut! Arigatou ne sudah me-review~!

-Rainna Kudo

Okeeee… Arigatouu pujiannya! Ini sudah updet! Sankyuu reviewnya! XD

-Angelina S

Hehehe… Sukses buat penasaran ya? Tau aja ketemuan besok lagi di sekolah! XD

Arigatou Ngel… Sudah me-review! Siip, sudah lanjut~!

-MaiKamano

Ha'ii…! Arigatou pujiannya… Ini sudah lanjut! Sankyuu sudah me-review! Kalau mau fave atau follow ngak usah ijin gapapa… Alice ga akan keberatan kok X3

-Nishiko Yuki

Ehehe… Kamu kan pasti tahu kalau Alice itu pesimis, Ev… Arigatou pujiannya… XD

Sudah diupdet…! Thanks sudah me-review!

.

Semuanya + Alicia: Terakhir… MOHON REVIEWNYA! ^w^ (Soalnya, menurut teori gaje dari Alicia, review adalah sumbangan tenaga ._.)!

.

Lanjut atau delete?