SECRET?

Chapter 2

Kim Minseok – EXO Member

Other

DLDR, BL, Straight, PG-13, Little bit humor (I hope), Brothership, Friendship

By. Feyy

Bugh!,,,

Kuarahkan tinjuku pada seseoarang yang baru saja memukul punggungku dengan sebuah balok kayu, rasa nyeri dipunggungku dan sakit diseluruh tubuhku tidak aku pedulikan dan terus meninju seseorang tersebut. Hingga seseorang menarik kerah bajuku dari belakang dan memaksaku menghentikan pukulanku. "Hentikan bodoh, polisi sedang menuju kemari. Jika kau tidak ingin tertangkap lagi sebaiknya kita lari sekarang, lagipula orang itu sepertinya sudah tidak berdaya, kau ingin membunuhnya ya. Ck, dasar bodoh." Lalu menerik tanganku dan kami pun berlari secepat mungkin sebelum polisi datang dan mengenali seragam sekolah kami.

Akhirnya kami sampai di sebuah lapangan sepak bola yang terletak dibelakang sebuah perkampungan. Lagipula itu adalah tempat favorit kami.

"Berhentilah mengataiku bodoh, bodoh!." Kataku sambil mengatur nafasku yang ngos-ngosan.

"Setidaknya aku punya alasan yang tepat untuk mengataimu bodoh. Kau terus memukuli orang itu padahal kau tahu sendiri jika orang itu sudah tidak berdaya. Kau ingin menjadi seoarang pembunuh?"

"Ya Cha Hakyeon!,, Tidak usah berteriak juga, lagipula aku juga akan menghentikan pukulanku tapi kau malah menghentikanku duluan. " Elakku.

"Itu cuma alasanmu saja, lagipula kenapa kau berkelahi dengannya?"

"Hembt,,, ceritanya panjang, aku sedang malas bercerita"

"Hei waktu kita cukup panjang disini, kau tidak mungkin langsung pulang dalam keadaan seperti ini kan?"

Aku langsung mengamati seluruh tubuhku dan aku baru menyadari betapa berantakannya diriku saat ini, seragam sekolahku sangat kotor dan mungkin bahkan ada yang robek dan tentu saja orangtuaku pasti akan sangat senang mengomeliku. Seluruh tubuhku terasa perih dan nyeri terutama dibagian punggung juga wajahku yang babak belur, pria sialan itu terus saja memukul bagian wajahku tanpa henti, ibuku pasti histeris melihat wajahku yang seperti ini. Ck,, Hakyeon benar aku tidak mungkin pulang dengan keadaan seperti ini. Aku harus menunggu orang tuaku tidur dulu lalu menyelinap masuk lewat jendela kamarku yang tak pernah aku kunci (sangat berguna disaat situasi seperti ini). Setidaknya dengan cara ini aku tidak harus mendengar teriakan histeris ibuku dan omelan merdu dari kedua orangtuaku.

"Baiklah, aku akan cerita. Intinya pria sialan itu yang memulai duluan, dia mencegatku saat pulang sekolah dan langsung menghajarku sambil berkata bahwa aku mendekati perempuan yang salah, karena permpuan itu adalah miliknya. Aku tidak tahu apa yang dimaksudnya jadi aku tidak membalas pukulannya juga aku masih bingung dan sedikit terkejut karena dia memukulku dengan tiba-tiba. Aku mencoba menghentikan pukulannya dan bertanya perempuan mana yang dia maksud tapi dia malah mengambil balok kayu dan ingin memukulkannya kearahku, aku berhasil menghindari pukulannya yang pertama dan pukulan-pukulan yang selanjutnya, tapi aku lengah dan dia memukulku dari belakang. Emosiku langsung menaik dan kau tahu bagaimana cerita selanjutnya." Jawabku pada akhirnya.

"Dan apa sekarang kau ingat siapa perempuan yang dimaksud pria itu?" Tanya Hakyeon penasaran.

"Kurasa aku ingat, dilihat dari seragam pria sialan tadi, dia dari Suwan High School dan aku ingat pernah menolong seorang perempuan dari Suwan HS kurasa kejadiannya kemarin saat aku pulang sekolah perempuan itu sedang membawa buku banyak sekali dan dia kelihatannya kesusahan membawanya jadi mencoba menjadi pria yang baik aku membantunya membawakan sebagian bukunya, awalnya dia menolak tapi akhirnya dia mau juga. Kalau tidak salah namanya Jung Nara, aku mengantarnya sampai di halte bus, sebelum aku pergi Nara memberiku minuman yang dia bawa dari sekolah, dan mungkin pada saat itu, pria sialan itu melihatku bersama Nara yang katanya adalah miliknya. Menyebalkan padahal niatku kan baik tapi malah dikira merebut pacar orang. Lain kali aku tidak akan membantu orang lagi."

"Kalau begitu sudahlah, lupakan masalah ini dan pikirkan bagaimana caranya agar orangtuamu tidak mengetahui jika anak laki-lakinya baru saja berkelahi padahal dia sudah berjanji tidak akan berkelahi lagi."

Ucapan Hakyeon mengejutkanku, aku benar-benar lupa jika aku masih mempunyai perjanjian dengan orangtuaku bahwa aku tidak akan berkelahi lagi. Sial.

"Tidak ada cara lain selain cara ini kalau begitu, Cha Hakyeon kau temanku bukan?" Tanyaku sambil tersenyum semanis mungkin padanya. "Tidak Minseok, tidak lagi. Kau tahu sendiri peraturan di sekolah seperti apa, orang yang tidak tinggal di asrama sekolah dilarang menginap. Dan kau pasti tahu itu." Kata Hakyeon dengan wajah keberatan.

"Tapi waktu itu tidak apa-apa kan, kita tidak ketahuan." Kataku

"Jika tidak berarti tidak Minseok,, kau tau apa yang dikatakan teman-temanku saat kau menginap di tempatku, mereka bilang aku pedhopile karena menyembunyikan anak dibawah umur, salahkan wajahmu yang seperti bocah hilang"

"Yak aku bukan bocah, aku bahkan lebih tua darimu" Potongku dengan marah,, hei siapa yang tidak marah jika kau dikatai seperti bocah padahal kau sudah dewasa.

"Tsk,, berhentilah mempoutkan bibirmu, jika kau terus seperti itu tidak akan ada yang percaya kalau kau sudah berumur 17 tahun." Katanya dengan santai.

"Yak! Aku tidak mempoutkan bibirku,,bibirku memang seperti ini" Sergahku.

"Sudahlah, pokoknya pikirkan cara lain selain menginap di tempatku"

"Sialan, teman macam apa kau ini"

"Hei bagaimana kalau kau tidur di pemandian air panas?" Tanya Hakyeon tiba-tiba

"Emmm,, kurasa bukan ide buruk, tapi kau harus temani aku kesana"

"Yak! Kim Minseok? Apa kau medengarku?!" Teriakan seseorang mengagetkanku dari lamunan panjangku, tunggu lamunan? Aish,, lagi-lagi aku melamun.

"Heechul hyung, aku tidak tuli jadi hyung tidak perlu berteriak tepat ditelingaku" Kataku sambil menggosok telingaku yang masih sedikit berdengung, teriakannya benar-benar bisa merusak telinga.

CTAK!

"Yak! Hyung! Kenapa menjitak kepalaku, seharusnya aku yang melakuknnya padamu karena kau sudah menyakiti gendang pendengaranku"

"Hei, hei aku sudah memanggilmu ratusan kali, tapi tidak ada tanda-tanda kau akan menjawab jadi aku berteriak, ternyata cara itu ampuh juga" Kata Heechul hyung sambil tersenyum lebar. "Ternyata benar yang mereka katakan, sejak kau pingsan waktu itu kau jadi sering melamun. Benar tidak terjadi sesuatu?" Senyum lebar Heechul hyung menghilang berganti dengan wajah yang lebih serius. Huh,, aku tidak suka hal-hal seperti ini, diperhatikan, dikhawatirkan atau hal-hal sensitif lainnya. Dan pertanyaan Heechul hyung barusan adalah pertanyaan yang sama yang ditanyakan oleh semua member EXO akhir-akhir ini dan itu benar-banar membuat kepalaku pusing. Apa salahnya dengan melamun.

"Hei jangan melamun lagi, kau tau mereka semua mulai khawatir padamu" Tanya Heechul hyung sambil mengibas-ngibaskan tangannya didepan wajahku.

"Mereka kan selalu khawatir padaku" Batinku

"Aku tidak sedang melamun hyung, aku sedang mencoba memikirkan jawaban yang tepat untuk pertanyaan hyung tadi, melihat semua orang yang bertanya kenapa aku sering melamun tidak puas dengan jawaban aku baik-baik saja" Jawabku sambil meminum americanoku

"Kurasa jawaban yang tepat adalah jika kau mengatakan yang sebenarnya"

"heeeem,, entahlah aku sendiri bingung dengan jawabanku, aku hanya melamun dan tidak memikirkan apapun."

Mendengar jawabanku, Heechul hyung terlihat tidak percaya dengan jawabanku.

"Sungguh hyung , aku sedang tidak ada masalah apapun, aku baik-baik saja, dan dan, dan yah pokoknya aku baik-baik saja. Jangan terlalu menghawatirkan aku, aku sudah dewasa dan bisa menjaga diriku sendiri dengan sangat-sangat baik" Kataku meyakinkan. "Dan kumohon jangan bahas tentang ini lagi, aku mulai bosan dengan semua ini" Tambahku cepat.

Kulihat Heechul hyung menghela nafas, kuharap itu pertanda bagus.

"Baiklah kalau begitu, aku tidak akan membahas ini lagi. Tapi ingat tidak baik jaika membuat adik-adikmu khawatir. Sebaiknya kau bicara pada mereka, agar mereka lebih tenang, kau tau kan kalau mereka sangat menyayangimu" Kata Heechul hyung dengan wajah yang sengat-sangaaat serius. Aku jadi agak merinding, jarang sekali aku melihat wajah Heechul hyung seserius ini biasanya kan dia selalu ramah dan playfull, dan wajahnya berubah seserius ini hanya karena mambahas tentang aku yang selalu melamun. Astaga ada apa dengan semua orang. Apakah melamun adalah masalah yang besar, atau jangan-jangan melamun dilarang di agensi ini. Hembt aku harus menanyakannya pada manajer hyung.

"Lihat kau melamun lagi kan, kurasa memang ada yang salah denganmu Minseok" Kata Heechul hyung dengan nada menyelidik.

"Aku tidak melamun hyung aku hanya sedang menikmati jam istirahatku" Sanggahku

"Alasan saja kau ini, lalu kenapa kau tak menanggapi perkataanku tadi?" Tanya Heechul hyung

"Ya, ya, ya aku akan bicara pada mereka, memang mereka sebegitu khawatirnya ya?"

"Kau benar-benar tidak suka dikhawatirkan ya?" Tanya Heechul hyung balik.

"Entahlah, aku hanya tidak suka terlalu diperlakukan seperti anak kecil. Aku adalah member tertua, ingat, tapi mereka memperlakukanku seperti anak berusia 5 tahun yang bahkan belum bisa membedakan mana kanan dan kiri." Kataku

"Juga mereka terlalu mengkhawatirkan aku, aku cukup dewasa untuk melindungi diriku sendiri bahkan orang lain. Tapi sepertinya mereka tidak percaya atau tidak peduli? Aku tidak tahu, aku hanya takut kalau aku malah menjadi beban mereka dan merepotkan mereka." Tambahku dengan nada pelan.

"Jadi itu ya yang selama ini membebani pikiranmu?"

"Entahlah hyung, tapi yang jelas hyung tidak boleh memberitahukan hal ini pada orang lain"

"Kurasa kau malah harus memberitahukan hal ini pada member lain, agar mereka tau apa yang sebenarnya kau pikirkan Minseok " Saran Heechul hyung

"Tidak hyung, pokoknya hanya hyung yang tau tentang hal ini"

"Tentang hal apa Minseok-ah?" Tanya seseorang sambil merangkul pundakku secara tiba-tiba.

To Be Continued,,,,

Ps: Pertama-tama maaf banget ini gantung pakek banget and maaf lagi karena gak bisa bales review satu-satu, dan sorrryyyyyyyyyyyyyyy banget kalo nih cerita gaje banget gak tau kenapa aku malah stuck ama cerita aku sendiri...

Pss: Makasih banget yang udah mau review crita abal ini, mohon dichap ini review lagi dan memberi saran yang membangun (sumpah gue butuh banget #pundung)

NOTE: Pokoknya inti dari cerita ini adalah Xiuharem / Xiuminxeveryone beserta rahasia yang disimpen rapet-rapet ma Umin so jangan bingung ma main pairnya dan untuk rahasia Umin akan diceritakan secara Pelan-Pelan Saja (Lagunya Kotak), mohon bersabar ne

Okay cuap-cuapnya, saya akhiri

Hope you enjoy it ^^