Naruto Masashi Kishimoto
Story key sakura
Title MATED
Rating 17
Genre Drama Romance
[Saya tidak mengambil keuntungan materiel dari fanfiksi ini]
Warning: dapat menyebakan kebingungan, pusing yang berlebihan dan gangguan emosional. Apabila sakit berlanjut hubungi Author terdekat.
Happy Reading
Chapter 2
Saat keluar gerbang sekolah, Sasuke melihat Sakura sedang duduk sendirian seperti menunggu seseorang.
"Kak, bukan kah itu gadis yang tadi?," ucap Sasuke
"Mana?,"
"Itu yang sedang duduk di kursi."
"Eh, kau benar Sasuke" ucap Itachi. Dan merekapun segera mengampiri Sakura.
"Hai Sakura, kau sedang apa?," tanya Itachi.
"Eh, hai Kak, Itachi aku sedang menunggu ayahku. Dia bilang akan menjemputku tapi, belum datang juga," ucap Sakura. Raut wajahnya terlihat bosan dan kesal karena ayahnya tak kunjung datang juga. Sudah cukup lama Sakura menunggunya.
"Oh, kalau begitu bagaimana kalau kita pulang bersama saja" ajak Itachi.
"Eh, tidak usah. Nanti aku malah merepotkanmu" tolak Sakura lembut.
"Ayolah! Bagaimana kalau ayahmu tidak datang menjemputmu? Coba kau hubungi ayahmu" ucap Itachi.
"Hmmh... baiklah aku akan menghubungi ayahku dulu" Sakura pun mengambil ponselnya dan segera menghubungi ayahnya.
tut... tut...
Beberapa menit kemudian Ayah Sakura pun menjawab.
"Halo Ayah, kau di mana?, lama sekali aku menunggumu," ucap Sakura kesal.
"Ah, sayang maafkan Ayah. Ayah ada rapat mendadak di kantor jadi, Ayah tidak bisa menjemputmu. Kau mencari taksi saja ya, sayang. Sampai jumpa"
Ucap Ayah Sakura. Kemudian langsung menutup teleponnya.
"Apa?, halo Ayah?, halo?, heuhh... Ayah malah menutup telepon nya," ucap sakura pelan.
"Kenapa?, Ayahmu tidak bisa datang menjemputmu?," tanya Itachi.
"Hmmh... iya, dia malah menyuruhku untuk mencari taksi" gumam Sakura kecewa.
"Lebih baik kau ikut dengan kami saja. Ayo masuk!"
sambil tengok kanan, tengok kiri. Sakura mencari taksi tetapi, tak ada yang lewat satupun. Jalanan sangat sepi seperti kuburan padahal ini baru jam 4 sore, seharusnya banyak taksi yang berlalu-lalang.
"Hmmh..." Sakura menghela nafas panjang. "baiklah." Gumamnya.
Kemudian Sakura pun segera masuk kedalam mobil dan mereka pun segera melajukan mobil nya. Sepanjang jalan hanya ada kesunyian di dalam mobil. Sakura dan Sasuke tampak sangat canggung berada di dalam mobil yang sama kecuali itachi dia selalu mencari celah untuk dapat mengobrol dengan Sakura.
"Uhuk... uhuk..." Itachi berpura-pura batuk untuk memecahkan keheningan di dalam mobil.
"Hei kalian, kenapa diam saja?," ucap Itachi. Membuat Sakura dan Sasuke menjawab dengan kompak.
"Apa?, tidak apa-apa"
Itachi pun tersenyum, melihat kekompakan diantara keduanya.
"Wahh... kalian kompak sekali,"
Sakura terdiam dengan pipinya yang memerah, karena malu.
"Kau ini, apaan sih Kak?," jawab Sasuke malu. Namun ia mampu menutupinya dengan ekspresi datarnya.
"Sakura, kau cantik sekali" goda Itachi.
"Eh, t-terimakasih. Kau bisa saja Kak Itachi." pipinya semakin memerah seperti kepiting rebus.
"Apa kau sudah punya kekasih?," tanya Itachi dengan lancangnya.
"Apa?, kekasih?, ahh, tidak aku tidak punya kekasih," jawab Sakura gugup.
"Benarkah?, kalau begitu aku beruntung!" Ucap Itachi semangat.
Seketika Sasuke menoleh ke arah itachi dengan mata yang melotot terkejut.
"Maksudmu apa Kak?, diakan anak baru jangan menggodanya begitu!" Ucap Sasuke tampak kesal dengan ucapan Kakaknya.
"Kau kenapa Sasuke?, bukan kah itu bagus. kau akan mendapatkan Kakak ipar yang cantik 'kan, bukan kah begitu?," goda Itachi, membuat Sasuke semakin sebal dengan setiap kata yang dilontarkan Kakaknya itu.
"hnn, ternyata Kakak menyukainya." ucapnya dalam hati kecewa.
Sakura hanya terdiam. Ia semakin tegang berada di antara percakapan Kakak ber-adik itu.
"Berhenti!" Tiba-tiba ucap Sakura.
"Kenapa?," tanya Itachi.
"Itu rumahku, kita sudah sampai. Terimakasih." Ucap Sakura.
"Baiklah, sampai jumpa besok." Ucap Itachi tersenyum. Sasuke hanya terdiam, seakan tak peduli dengan Sakura yang telah keluar dari dalam mobilnya.
"Terimakasih, Kak Itachi, Sasuke." Ucap Sakura tersenyum.
"Iya, kami pergi dulu ya. Sampai jumpa" jawab Itachi.
Sedangkan Sasuke hanya bergumam "Hnn," kemudian Sasuke dan Itachi pun berlalu pergi meninggalkan Sakura.
Tok..Tok..Tok..
"Tadaima" teriak Sakura.
"Okaerinasai, kau sudah pulang?, Ayahmu mana?," tanya Mebuki.
"Heuhh, Ayah menyebalkan sekali. Ayah menyuruhku pulang naik taksi. Ayah bilang ada rapat mendadak di kantor." Jawab Sakura kesal.
"Lalu, kau pulang naik taksi?," lanjut tanya Mebuki.
"Tidak! Teman baruku yang mengantarku pulang."
"Laki-laki?, atau perempuan?," lanjut introgasi Ibunya.
"Heuuhh, Ibu memang nya kalau laki-laki kenapa?,"
"Ibu hanya penasaran"
"Ya, mereka memang laki-laki kakak-beradik tampan pula" ucap Sakura dengan polosnya sambil membayangkan Sasuke dan Itachi.
"Apakah kau menyukai salah satu dari mereka?,"
"Ih...Ibu, apa sih aku kekamar dulu. Aku lelah" jawab Sakura langsung pergi menuju kamarnya.
"Hei, Ibu kan belum selesai bicara!" Teriak Mebuki. Tapi, Sakura mengabaikannya.
ººº
"Hufftt," Sakura merebahkan tubuhnya di atas kasur yang sangat empuk sambil melamun.
"Hmmhh... mereka memang tampan. Tapi, Kakak nya terlalu hangat sedangkan, adiknya terlalu dingin. Dia bahkan tidak menyapaku sama sekali. Tapi, kenapa ya?, dia membuatku penasaran. hmmhh... Naruto juga sangat keren" ucap nya dalam hati. Sakura tersenyum- senyum sendiri.
ºººº
Pagi ini, Sakura bangun lebih awal. Dia terlihat sedang merapikan rambutnya yang panjang nanindah itu. Ia tersenyum melihat bayangannya sendiri di kaca. Tiba-tiba Ibu Sakura datang menghampirinya.
"Eh, tidak biasanya kau bangun sepagi ini. Ibu barusaja akan membangunkanmu."
"Ah," Sakura hanya tersenyum membalas ucapan Ibunya. "Iya Bu, aku tidak mau terlambat hari ini." Ucapnya.
"Oh begitu. wah, putri Ibu terlihat cantik sekali hari ini. Ada apa ya?" Goda Mebuki.
"Ah Ibu, benarkah yang Ibu katakan?," tanya Sakura. Dan pipinya memerah; lebih merah dari tomat.
"Bu, ayo! Ayah pasti sudah menunggu 'kan?," Sakura mengalihkan pembicaraan, sambil menarik tangan Ibunya.
"Eh,"
ºººº
Di ruang makan. Terlihat Kizashi sudah menunggu Sakura sambil membaca koran ditemani secangkir teh hangat yang sudah tersedia di meja makan.
"Aelamat pagi Ayah," ucap Sakura tersenyum dan mengecup Pipi Ayahnya itu.
"Pagi sayang. Wah! Putri Ayah terlihat cantik sekali hari ini" ucap Kizashi.
"Benar Yah, Ibu juga curiga," ucap Mebuki.
"Ah, kalian ini. Aku biasa saja ko," jawab Sakura malu. Mebuki dan Kizashi hanya tersenyum melihat tingkah anak gadisnya itu.
Kemudian mereka bertiga pun menyantap sarapannya. Dan setelah itu Sakura dan Ayahnya segera pergi menuju sekolah.
ºººº
Sesampainya di sekolah seperti biasanya Sakura langsung berpamitan dengan Ayah nya dan berjalan santai memasuki gerbang sekolah. Ya, hari ini Sakura tidak terburu-buru karena ia datang cukup lebih awal pagi ini.
"Hai Ino!" Panggil Sakura.
"Hai Sakura," jawab Ino dan menghampiri Sakura.
Tiba-tiba...
"Hai Sakura yang cantik. Kita masuk ke kelas besama yuk!" Ajak Naruto genit.
"Eh?, b-baiklah," jawab Sakura tersenyum manis; melebihi gula.
"Hmnhh, dasar Naruto. Kemana Sasuke dan Kak Itachi?, biasanya kau selalu bersama mereka." Tanya Ino.
"Oh, mereka. Itu mereka" Naruto menunjuk Sasuke dan Itachi.
"Aku kesini karena ingin bertemu dengan Sakura" lanjutnya tersenyum sambil mengedipkan sebelah mata pada Sakura.
"Oh!" Gumam Ino sebal.
Sakura melirik kearah Sasuke dan Itachi. Itachi tersenyum melihat Sakura namun, Sasuke tetap dengan gayanya yang cool.
"Hmhh, dia tetap saja begitu" ucapnya dalam hati.
Itachi dan Sasuke menghampiri mereka bertiga yang sedang berkumpul di lorong koridor sekolah.
"Hai Sakura, kau tampak cantik sekali hari ini" seperti biasa, Itachi terus saja menggoda Sakura. Sepertinya ia sangat senang melihat pipi Sakura yang memerah.
"Ah, kau bisa saja Kak," Sakura menunduk malu.
"Hei... Itachi, kau jangan menggoda Sakura. Dia ini milikku." Ucap Naruto dengan lancangnya.
"Siapa yang bilang Sakura milikmu?, bahkan Sakura saja takut denganmu. Benarkan sakura?," ejek Itachi.
"Eh?, tidak.. tidak.. kalian itu sangat baik. Berhentilah bersikap begitu" jawab Sakura sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Mereka itu apa-apaan sih?, seperti anak kecil saja" ucap Sasuke dalam hati.
"Hei kalian! Ayo cepat masuk! Ini sudah waktunya belajar" teriak Kakashi.
"Iya Kakashi-sensi. Sakura ayo kita masuk!" Ajak Ino.
"Hmm," Sakura mengangguk dan mengikuti Ino dari belakang memasuki ruangan kelasnya.
ºººº
Ting... Tong...
Waktu belajar hari ini telah berakhir. Murid-murid Konoha High School pun Mulai terlihat keluar dari kelas masing-masing. Gemuruh Siswa-Siswi KHS terdengar memenuhi sekolah elit itu.
TBC
