Bad Vampire Little Husband

by Ahwaeeeeee

.

.

.

Main Pair

ChanBaek

.

.

.

Rate

M

.

.

.

Genre

Drama, Romance, Fantasy

.

.

.

Fyi : Ini fanfic perh0m0an, jdi bagi kalian yang gasuka pedangXpedang mending gausah baca hehe daripada menimbulkan hal-hal yang tidak di inginkan. Oiya ini fanfic pertama aku, jdi sorry jika banyak typo + tulisan masih berantakan dan kurang ngefeels ;-;. Dibebaskan utk kritik review, karna aku juga butuh masukan dri senpai-nim di dunia ff perh0m0an. Last, enjoy the story~

.

.

.

Part 2 : First Morning

.

Suhu pagi hari di hutan ini sedikit lebih dingin dari pada biasanya, membuat sosok mungil yang sedang terlelap merapatkan selimut tebal demi menghangatkan tubuhnya itu. Surai pingkish menyembul lucu diantara tumpukan bantal berseprei lembut. Sedikit menggesekan pipinya ke bantal untuk mencari kenyamanan,

"Engh..." leguhan pelan terdengar dari bibir kecilnya, sedikit merasa sesak ketika ada beban berat yang menimpa tubuh mungilnya.

"Morning dear.."

Aroma mint langsung menyerang indera penciuman Baekhyun. Keningnya menyernyit dalam tidur, lebih tepatnya setengah sadar.

"T-tuan- "

"Sst.. sudah kukatakan jangan panggil aku tuan, kau ini pelupa ya?" Chanyeol yang dihadapannya membuat Baekhyun spontan terduduk, "A-ah maafkan aku Chanyeol, apa aku kesiangan?" Tanya Omega itu, 'ugh.. memalukan sekali kalau aku kesiangan dihari pertama' batinnya meringis.

"Nope, ini masih jam 6. Ingin sarapan bersama hm?" Ajak lelaki jangkung tersebut, Baekhyun mengangguk semangat dengan mata yang berbinar. Sudah lama ia ingin sarapan bersama semenjak orang tuanya telah tiada.

e)(o

"Jadi... ceritakan kepadaku tentang dirimu," suara Chanyeol membuka percakapan disarapan pagi itu. Tangannya mengoleskan selai kacang ke roti dan memberikannya ke Baekhyun.

"Tentang diriku?" Ulang Baekhyun sembari menunjuk wajahnya sendiri, "Ya, tentang dirimu. Kau tau, aku suamimu sekarang, jadi aku ingin mengenal istri ku lebih jauh. Apa itu salah?" Menggeleng ia, "Ah.. tidak, bukan begitu. Maksudku, tidak ada yang spesial tentangku, semuanya sederhana saja, tuan- ma-maksudku Chanyeol!" Chanyeol mendengus mendengar panggilan Baekhyun yang hampir saja salah memanggilnya.

"Sederhana huh?" Baekhyun mengangguk, "Kalau begitu ceritakan tentang keluargamu."

Baekhyun meletakkan gelasnya dengan susu yang tersisa sedikit lagi, "Ah, aku lupa, habiskan dulu susu pagimu. Aku tidak suka orang yang menyisakan sesuatu."

"Err.. aku keturunan terakhir- "

"Aku sudah tau itu,"

"O-oh, kalau begitu, aku seorang Omega- "

"Itu juga aku sudah tau,"

"Uhm... aku dipaksa menikah dengan Daehyun- "

"Aku sudah dengar- "

"AKU BELUM SIAP CERITA SIAL- "

"Kau mengumpat kepada suamimu, Park?"

Spontan anak itu menutup mulutnya dengan kedua tangan, 'Huaaa ;-; aku keceplosan mamaaa~'

"Ma-maafkan aku tuan!" Baekhyun membungkuk, beban berat terasa dikepalanya, mengusak surai pingkishnya perlahan. Itu tangan Chanyeol.

"Lain kali jangan kebablasan seperti itu, hm?" Omega mungil itu mengangguk dengan mata yang berkaca-kaca, "I-iya hiks, maafkan aku Chanyeol~" reflek ia menerjang sang suami yang masih duduk di kursi meja makan,

"Ugh! Tak apa Baek, hanya jangan memelukku terlalu erat. Aku susah bernafas.." sadar dengan apa yang diperbuat, ia melepaskan pelukannya.

Lalu tersenyum lebar dengan matanya yang melengkung lucu.

"Baiklah~"

"Ku dengar kalian sarapan, ternyata Baekhyun yang jadi sarapan nya ya Hyung?" Sehun berdiri dengan tangan terlipat bersender di dinding, kerlingan nakal matanya menyiratkan sesuatu.

Chanyeol mendengus, menepuk dua kali pantat Baekhyun sebelum berdiri dari kursinya, "A-ah!" Sebelah alis Sehun naik, "Carilah kamar hyung atau kau suka melakukannya diruangan terbuka seperti ini, hm?"

"Sebaiknya kau latih saja lidahmu agar tidak cadel lagi Sehun, jangan mengguruiku." Pria itu berlalu dengan kedua tangan didalam saku celananya, "Sampai jumpa nanti, love." Bisiknya kepada Baekhyun

Blush!

Siulan nakal terdengar ketika sosok Chanyeol menghilang dibalik dinding pembatas, Sehun pelakunya.

"Duh dasar pengantin baru, serasa dunia milik sendiri~"

Pipi anak itu bertambah merah mendengar komentar Sehun, "Pagi Baek-hyung~" sapa pemuda albino itu, dengan seenaknya dia mengecup kilat pipi merona sang Omega, membuat kedua pipi itu memerah kembali

"Yak! Dasar cabul!" Lemparan sebiji anggur mengenai tepat di jidat Sehun, jangan tanya siapa yang melakukan,

"Sialan Zitao! Apa masalahmu?!" Tao hanya diam, berpura-pura tidak mendengar umpatan Sehun, "Pagi Baekhyun-hyung~" Baekhyun tersenyum manis sekali, senang disapa anggota keluarganya yang baru

"Pagi juga Taozi~" Tao menyernyit bingung, "Taozi?"

"Panggilan spesialku untukmu, kau suka?" Seketika senyuman Tao melebar, "Aahh~ aku sangat suka Baekki-hyung~"

"Apa itu panggilan spesial untukku?" Tao mengangguk, lalu mereka berdua hanyut oleh pembicaran masing-masing. Melupakan sesosok remaja tanggung disini.

'Aku terlupakan astaga...'

e)(o

"Baekhyun!"

Baekhyun menghentikan langkahnya, berbalik untuk melihat siapa yang memanggilnnya, "Nona Seulgi?"

"Kau berjalan cepat sekali!" Omelnya kesal, sejak tadi ia memanggil-manggil Baekhyun namun lelaki mungil itu tidak mendengarnya.

"Maaf nona, aku tidak mendengarnya." Seulgi mendengus, "Sudahlah. Omong-omong, ini, peta mansion." Wanita itu memberikan selembar kertas kusam berukuran sedang berisi denah mansion

"Aku ada urusan bersama Tuan Chanyeol, aku tidak bisa mengantarmu berkeliling. Jadi lihat saja peta ini, ingat jangan ke daerah yang disilang berwarna merah. Kau mengerti?" Baekhyun mengangguk,

"Aku mengerti, terima kasih nona Seulgi."

'Aku heran dia polos atau bodoh ya?'

Masih dengan penjelajahan mansion menggunakan peta dari Seulgi, dilantai 3 Baekhyun menemukan sebuah lorong dengan pintu diujungnya, "Ah... ini ruangan terlarang.." gumamnya pelan, matanya melihat tanda 'X' berwarna merah di peta itu, lalu kembali melihat ke arah pintu, "Kira-kira isinya apa ya?"

Ia begitu penasaran, tapi peringatan dari Seulgi menahan rasa penasarannya "Aku penasaran sekali~" Baekhyun merengek pelan, pasalnya hanya ruangan terlarang ini yang memiliki pintu besar dan juga terletak di ujung lorong tersendiri.

"Sedikit mengintip mungkin tak apa~"

Kaki itu melangkah ke arah pintu yang tingginya dua kali lebih tinggi daripada dirinya, gagangnya berbentuk lingkaran dengan patung berkepala singa mencengkramnya dimulut.

Krieet

"Permisi.." bisiknya, sepasang mata itu menatap keseluruh ruangan dibalik pintu, 'kamar tidur?' Simpulnya

Sebuah ranjang kingsize bertirai di tengah-tengah ruangan. Di sudut kanan dekat jendela besar terdapat bathup besar berbentuk lingkaran dengan beberapa tirai semi-transparant berwarna merah maroon menutupinya.

Dibagian kiri terdapat satu sofa panjang berwarna merah didepan sebuah perapian yang menyala, beberapa rak tinggi berisi penuh buku-buku terletak di dekat sofa.

Baekhyun yang terlanjur penasaran melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar itu. Matanya mengamati sekitar, dan menemukan beberapa patung yang serupa seperti dikamarnya.

Jemari lentik itu mengelus permukaan sprei sutra diatas ranjang, ia mendudukan diri diatasnya "Hanya kamar, tapi kenapa di peta disilang? Hm... akan kutanyakan kepada nona Seulgi nanti" Asik mengamati, tak sadar ada sosok lain dibelakangnya.

"Hm? Ada penyusup kecil disini," sebuah suara membuatnya tersentak, sontak ia berdiri dan berbalik, betapa terkejutnya ia melihat sosok itu

"C-chanyeol?" Didepannya Chanyeol berbalut bathrobe hitam dengan rambut yang masih basah. Bathrobe itu terbuka menampakkan bagian dada bidang sang suami, tak lupa dengan seringai tipis dibibirnya dan kerlingan matanya yang nakal menatap Baekhyun

"Suka dengan apa yang kau lihat?"

Reflek Baekhyun menutup matanya dengan kedua tangan dan berlari kecil menuju ke arah pintu, lalu berteriak sebelum menghilang dibalik si benda besar berbahan kayu

"Maafkan aku Chanyeol! Aku tidak tau kalau ini kamarmu! Dan a-aku tidak melihat apapun aku bersumpah! Pe-permisi!"

Brakk!

Pintu kayu itu tertutup, menyisakan Chanyeol yang mendengus, merasa lucu dengan sikap anak itu yang memalu melihat dada bidangnya.

'Ada-ada saja dia.'

e)(o

"Ugh, sial. Aku malu sekali~" pemuda mungil itu bergumam, berjalan cepat dengan wajah yang memerah, tak sadar ada sosok yang memperhatikannya dari jauh

Sehun, anak itu seperti biasa. Duduk dibatang pohon favoritnya, menikmati semilir angin di siang bolong seperti ini menjadi salah satu hobby-nya. Kali ini ia duduk sendirian, tanpa Tao yang biasanya menemaninya untuk mejeng.

Alisnya naik sebelah, menatap Byun- ah maksudnya Park Baekhyun yang berjalan cepat melewati koridor dengan wajah yang menunduk. Sehun yang memiliki penglihatan tajam, spontan menyipit untuk melihat lebih jelas wajah istri dari hyungnya itu.

'Memerah, eh?' Ia tersenyum nakal, pikirannya melayang-layang membayangkan apa yang barusan terjadi

"Hoho.. berjalan cepat dari arah kamar Chanyeol-hyung dengan wajah yang memerah, sepertinya aku akan cepat menjadi paman~" ucapnya kepada diri sendiri, merendahkan punggungnya untuk bersandar ke pohon dengan kaki kiri menumpu di kaki kanan.

"Hah.. jadi pengen juga 'kan, ck."

"Yak Baekhyun!"

Seulgi dihadapannya berkacak pinggang, "Bagaimana dengan penjelajahan mansion tadi, huh?" Tanya Seulgi dengan suara ketusnya, seperti biasa

Blush!

"A-anu.."

"Hmm?"

"Ti-tidak ada apa-apa! Sungguh!" Anak itu tergagap menjawabnya, terlintas gambaran Chanyeol dengan rambut basahnya dan bathrobe yang menampakkan dada bidangnya

Blush!

"TIDAAKKKK~!"

"YAK KENAPA KAU BERTERIAK!?" Seulgi tersentak kaget, mengelus dadanya karena terkejut oleh teriakan Baekhyun, mata kucing itu menyipit, "Kau melakukan pelanggaran ya?!"

"Ha-hah?"

"Sudah kuduga.. ruangan mana yang kau masuki hah?" Tanya Seulgi menginterogasi, Byun muda itu tergagap mendengarnya, bingung antara mau jujur atau tidak

"Engh... anu..."

"Ke kamar suami sendiri, apa itu sebuah pelanggaran?" Suara itu...

"Sehun-ah?"

Remaja itu merangkul Baekhyun dan duduk disebelah anak itu, "Benarkan, Baekkie-hyung~?" Mata kucing itu melebar perlahan, menatap Baekhyun tak percaya, jadi Baekhyun memasuki...

"YAK! Ka-kau masuk ke sana?!" Ucapnya tak percaya, 'sial aku keduluanan'

Memang selama ini hanya Sehun dan Tao (selain Chanyeol) yang bisa memasuki kamar Chanyeol karena itu selalu dikunci dan Seulgi yang bekerja sebagai pelayan tentu saja dilarang untuk memasukinya. Itu perintah Chanyeol sendiri

Tapi lihat? Baekhyun menjadi orang selanjutnya yang berhasil memasuki kamar itu. Sial, padahal Seulgi ingin masuk ke sana juga.

Pernah sekali ia mencoba untuk memasukinya, hanya saja ketika ia baru menyentuh gagangnya, pintu itu terbuka dari dalam dan memperlihatkan Chanyeol yang menatapnya datar.

"Kurasa dalam waktu dekat ini aku akan segera memiliki keponakan, buat yang banyak ya Baekkie-hyung~" goda Sehun, lalu dua kali tangannya menepuk kepala Baekhyun sebelum melarikan diri.

"Ka-kau dan tuan Chanyeol..."

"Y-YAKKK DASAR TIDAK SOPAN KAU, OH SEHUUUUNNN!"

e)(o

Malamnya...

"Chanyeol mau kemana?" Anak itu -Baekhyun- bertanya dari ujung tangga, sebenarnya ia tengah berjalan menuju kamarnya. Namun ia tak sengaja melihat Chanyeol dan Sehun yang sedang terlihat bersiap untuk melakukan sesuatu

"Kerja."

"Kerja?"

"Hanya berpatroli sebentar diwilayahku, kau kembalilah ke kamarmu. Anak-anak tidak baik tidur larut malam." Baekhyun cemberut, ia berjalan menuju sang suami "Tahun ini aku 21 tahun!" Chanyeol terkekeh pelan, ia menunduk dan tangannya mengelus pipi yang menggembung kesal itu dengan lembut

"Setua apapun kau, wajahmu masihlah terlihat seperti anak-anak, Baek. Bahkan tinggimu hanya sedadaku. Pendek sekali kau ini"

"Ish! Kau saja yang terlalu tinggi!"

Chanyeol menatap Baekhyun dalam lalu berbalik menatap Sehun seolah memberikan kode,

"Ck, aku tidak akan melihat."

Tangan itu meraih pipi chubby Baekhyun, menyatukan bibir mereka, memberikan beberapa kali kecupan seringan kupu-kupu. "Kembalilah kekamarmu, Seulgi pasti sudah menunggu." Baekhyun menggeleng pelan, dan Chanyeol menyernyit tidak suka melihat itu. "Tidak bisakah aku ikut denganmu? Aku belum mengantuk~" rengeknya manja, bibir itu melengkung kebawah dengan tatapan memohon yang menggemaskan

"Tidak." Omega itu merengut kesal, ia menepis tangan Chanyeol lalu berbalik menuju kamarnya dengan kaki yang menghentak

"Chanyeol pelit!"

Melihat kelakuan istri mungilnya yang sedang kesal, Chanyeol mendengus. Seingatnya Baekhyun sudah berkepala 2, tapi mengapa sikapnya masih terlihat seperti anak umur 5 tahun?

'Dasar..'

"Kau akan pergi lagi hyung?" Chanyeol mengangguk, jemarinya dengan lihai mengancingkan outerwear yang dipakainya untuk berpatroli malam ini

"Akhir-akhir ini para ghoul berulah lagi. Merusak lahan, mencuri, membuat keributan dan memakan warga di wilayahku. Sungguh sial." Ah... aku lupa menjelaskan, dinegeri ini banyak sekali jenis makhluk yang tinggal didalamnya.

Seperti vampire, ghoul, werewolf, iblis, hantu, elf, dan beberapa lainnya.

Kaum yang tersohor dinegeri ini adalah para vampire, karena masih banyak dari mereka yang berdarah bangsawan asli (Chanyeol salah satunya). Membuat kaum mereka menjadi para pemimpin dinegeri ini (diwilayah yang banyak makhluk aneh lainnya, bukan didunia manusia).

Sementara para werewolf lebih memilih untuk tinggal di hutan pedalaman. Terlepas dengan kaum lainnya, mereka memiliki wilayah tersendiri dihutan yang paling dalam. Itu disebut Elyxion, yang berarti surga. Meskipun begitu, tidak sedikit werewolf yang menyegel wolf mereka untuk hidup di kota dan berbaur dengan makhluk lainnya.

Kakek buyut Baekhyun dulu berasal darisana. Byun salah satu keluarga yang dihormati di Elyxion, mengingat kakek Byun adalah salah satu werewolf terkuat disana. Karenanya, mereka -keluarga Byun- diberikan gelar bangsawan sebagai rasa terima kasih karena sudah membuat kaum werewolf dapat diakui. Sekedar informasi, sebelum kakek buyut Baekhyun lahir, werewolf menjadi kaum yang paling sering diburu. Terlebih banyak dari mereka yang diburu ketika sedang shift menjadi wolf. Daging mereka akan dimakan oleh kaum kanibal lainnya, dan bulu mereka dibuat menjadi karpet ataupun jubah penghangat dimusim dingin. Sungguh kejam.

Kalau para iblis, err mereka lebih sering tinggal dipegunungan berapi yang aktif, tubuh mereka yang terbuat dari api membuat gunung berapi menjadi salah satu tempat tinggalnya. Meskipun begitu, banyak dari mereka yang sering di summon untuk menjadi pengawal atau sebagai anjing penjaga, namun tentu saja itu semua tidak gratis, harus ada perjanjian terlebih dahulu.

Hantu dan elf hidup berdampingan, mereka dua kaum yang rukun. Tak ada yang spesial, kau bisa merasakan adanya hantu kalau udara disekitarmu mendadak panas (padahal hari itu sedang musim dingin). Elf atau peri memiliki sayap yang beragam bentuk dan warnanya. Tubuh mereka kecil, paling tinggi hanyalah 30 centimeter. Berbeda dengan hantu yang bertubuh besar, hantu tertinggi berukuran 3 meter. Tapi sekali lagi ku ingatkan, tinggi mereka mungkin berbeda drastis, tapi mereka berdua kaum yang paling rukun.

Yang terakhir (sebenarnya masih banyak lagi, akan keluar seiring cerita berjalan) ada ghoul, mereka seperti manusia kanibal tanpa perasaan. Lebih sering memangsa manusia lemah, tapi terkadang mereka bisa memangsa para werewolf baik itu yang dewasa atau masih anak-anak. Dengan tubuh sama seperti manusia biasa, yang membedakan hanyalah mata mereka tidak memiliki bagian putih. Semuanya hitam. Dan mereka tidak memiliki rasa sakit, mirip seperti zombie hanya saja mereka bisa berbicara sementara zombie hanya bisa mengerang.

"Mereka yang rakus atau manusia saja yang lemah?" Desah Sehun malas ketika mengetahui makhluk mana lagi yang membuat hyungnya ini kembali berpatroli "Keduanya sama saja. Sehun, kau dan Tao ikut aku. Kita akan menebas beberapa kepala yang tak mematuhi perintahku." Perintah Chanyeol.

"Haahh.. merepotkan saja~"

e)(o

"Nona Seulgi?" Anak itu sudah rapi dengan piyama berwarna cream miliknya, duduk disofa yang menghadap ke halaman depan mansion dengan buku di pangkuannya. "Ada apa?" Seulgi yang duduk disebelahnya menopang kaki sembari mengecat kuku-kuku panjang miliknya dengan telaten

"Apa Chanyeol sering keluar malam-malam?" Seulgi bergumam iya, "Untuk apa?" Tanya anak itu lagi, matanya mengikuti sosok Chanyeol yang berjalan menuju kereta kuda yang sudah siap didepan gerbang

"Tentu saja kerja, untuk apa lagi?" Jawabnya malas. Semenjak tuannya menikah, ternyata ia dipindah posisi menjadi pelayan pribadi Baekhyun. Dan itu membuatnya sedikit... err kesal.

"Apa kau tau pekerjaan tuan Chanyeol?"

Wanita itu menghentikan polesan kukunya, lalu menatap istri dari tuannya "Kau ini banyak ingin tau ya?" Baekhyun bergumam, "Kau kekasih tuan Chanyeol, bukan? Berarti kau tahu apa pekerjaannya." Seulgi mengangguk dan melanjutkan pekerjaan mengecat kukunya kembali.

"Tentu saja aku tahu. Tapi pekerjaan tuan Chanyeol tidak sembarang orang yang boleh mengetahuinya, salah satunya kau." Anak itu mengerut, ugh... ia sangat penasaran pekerjaan apa yang dilakukan suaminya sehingga harus keluar larut malam begini.

"Aku saaangaat penasaran, tidak bisakah kau membantuku, Seulgi-ya?"

"Tidak."

"Tolonglah~"

"Ti. Dak."

"Aku akan melakukan apapun untukmu"

"Benarkah?" sebuah seringai tipis terlukis di bibir Seulgi mendengar penawaran anak itu

"Iyaa, tapi kau harus mengantarkanku melihat pekerjaan tuan Chanyeol"

Seulgi terlihat berpikir, lalu sebuah ide melintas di pikirannya 'Ini peluang untukku.'

"Aku bisa mengantarmu, tapi itu semua tidak gratis."

Malam ini begitu dingin, sebuah kereta berkuda dua berhenti didepan gerbang, Masih menggunakan piyamanya yang berwarna cream itu, Baekhyun merapatkan jubah merah semata kaki miliknya. Tudung jubah itu begitu lebar sehingga menutupi setengah wajahnya. Begitupun Seulgi yang disebelahnya menggunakan jubah yang serupa, hanya saja miliknya berwarna cokelat tua.

"Cepatlah naik, Baek."

Wanita dan Omega itu naik kedalam sebuah kereta kuda dan menghilang dikegelapan malam.

"Ingat janjimu Baek," Baekhyun mengangguk paham. "Jangan memberitahu orang lain tentang identitasmu dan jangan bilang pada siapapun kalau aku yang membawamu keluar mansion." Ucapnya mengulang janjinya dengan Seulgi

Seulgi tersenyum puas, rencananya menyingkirkan Baekhyun malam ini akan segera terwujud,

'Dan tuan Chanyeol akan menjadi milikku hahahaha~' sungguh licik, mengandalkan kepolosan seseorang demi menjalankan rencana jahatnya

e)(o

Sudah 45 menit mereka melewati hutan ini, jam telah menunjukkan pukul 10:45 malam. Omega itu terkantuk-kantuk dalam duduknya, ia tersentak ketika kereta kuda yang mereka naiki berhenti mendadak

"Kenapa berhenti? Apa sudah sampai?" Anak itu mengusak matanya dan berbicara dengan suara serak lalu menatap keluar jendela

"Nah, Baekhyun. Kau lihat cahaya disana?" Tunjuk Seulgi ke arah cahaya yang tak jauh dari mereka, ia mengikuti arah tunjuk Seulgi lalu mengangguk. "itu kelompok tuan Chanyeol. Kau pergilah kesana, aku akan menunggumu disini. Jangan sampai ketahuan, kau mengertikan?" Rasa kantuknya hilang, tergantikan rasa semangat yang tiba-tiba saja muncul.

"Baiklah, tunggu sebentar ya nona Seulgi." Anak itu berjalan ditengah gelapnya malam, terlalu semangat sampai tak menyadari bahwa kereta kuda dibelakangnya sudah menghilang.

Baru setengah jalan, cahaya itu mendadak padam. "Eh? Apa Chanyeol sudah pergi?" Gumam Baekhyun kecewa, menghela nafas berat lalu berbalik arah. Betapa terkejutnya ia melihat kereta kuda yang mengantarnya tadi telah tiada

"Aku ditinggal..." gumam Baekhyun pelan, tak lama ia merasakan sesuatu di indera penciumannya

Sniff

Sniff

Hidung mungil itu mencium aroma manis, meskipun werewolf ditubuhnya sudah disegel, tetap saja sedikit banyaknya penciuman dan penglihatan yang tajam secara alamiah miliknya masih berfungsi. Gelap gulita tidak menghalau penglihatannya, mata Baekhyun bersinar bak kucing dimalam hari. Ia masih bisa melihat didalam kegelapan.

Lelaki mungil itu berjongkok didepan sebuah tanaman yang mengeluarkan aroma manis, jemarinya memetik sehelai daun tanaman itu. Tergiur dengan aromanya, tanpa pikir panjang Baekhyun memasukkan daun itu kedalam mulut, memakannya

"Manis sekali~"

Tapi tak lama...

"Keluarkan!" Sebuah tangan membuka mulutnya secara paksa lalu mengeluarkan daun itu "Apa kau tidak tau kalau ini tanaman berbahaya hah!? Aromanya memang manis, tapi tetap saja racun yang ada didalamnya mengerikan!"

Pemuda itu tinggi -akhir-akhir ini Baekhyun sering bertemu dengan pemuda tinggi ya-, kulitnya eksotis dan rambutnya acak-acakkan.

"Kau, anak manis. Sedang apa ditengah hutan begini? Tidak takut diculik hah?" Tanya pemuda itu, bukannya menjawab, Baekhyun malah bertanya balik

"Anu.. kau tau jalan untuk kembali ke mansion Park?" Pemuda itu melebarkan matanya, "aku tersesat disini, kupikir aku harus segera kembali kesana." Jelas Baekhyun, sejujurnya ia khawatir jika tak segera pulang. Bagaimana kalau Chanyeol kembali sebelum dia pulang? Apakah Chanyeol akan menghukumnya?

"Kau pasti tawanan disana ya?" Simpul sang pemuda, Baekhyun menggeleng, "Sebenarnya aku ist- " 'aku tidak boleh berbicara kepada orang asing tentang diriku.'

"Aku mengerti, kau pasti tersiksa disana. Kudengar Park senang menyiksa tawanannya. Sudah beranjak tengah malam, lebih baik kita ke rumahku saja, akan banyak hewan buas disekitar sini. Ayo" lengan itu menarik Baekhyun yang tengah bingung, 'hah.. kalau begini kuharap Chanyeol cepat menemukanku..'

Rumah itu sederhana, hanya berlapis papan sebagai dinding, tanah yang menjadi lantai dan penerangan seadanya. 'Rumahnya sederhana tapi bersih dan rapi.' Nilai Baekhyun, anak itu sekarang duduk disalah satu batang pohon yang dijadikan kursi panjang, didepannya ada bekas potongan batang pohon yang akarnya tak dicabut menjadikannya sebuah meja.

"Aku hanya memiliki cokelat hangat, kuharap kau tidak keberatan." Ia mengangguk, tangan mungilnya mengambil minuman itu dan menyeruputnya perlahan,

"Namaku Kai, Kim Kai. Aku seorang penebang pohon di daerah sini." Kenal pemuda yang bernama Kai itu, "Aku Byun Baekhyun, salam kenal Kai-ssi"

"Jadi Baekhyun, kudengar Park itu telah mengawini Omega bangsawan untuk memperluas wilayah kekuasaannya, apa itu benar?" Baekhyun mengangguk, 'padahal pernikahan kami sederhana saja, tapi kenapa sepertinya tersebar luas ya?'

"Bajingan seperti biasanya." Umpat Kai pelan, tampaknya pemuda itu membenci Chanyeol "Kai-ssi, bisakah kau mengantarku ke mansion Park besok? Aku harus kembali kesana." Kai menggeleng, "Tenang saja Baek, aku akan membantumu kabur dari sana, pasti kau sangat ketakutan dihukum ya sampai ingin kembali lagi?"

"Tidak seperti i- "

Tangan itu mengusak surainya, tersenyum lembut "Tak apa, kita akan pergi ke wilayahmu pagi-pagi sekali agar Park itu tidak bisa menemukanmu lagi."

'Aku malah berharap kalau Chanyeol cepat menemukanku, kalau tidak pasti aku akan disuruh membayar denda..'

"Sekarang tidurlah, aku hanya punya satu tempat tidur, kau tidur disana dan aku akan tidur disini. Selamat malam, Baekhyun."

Tbc...

#makin kesini ceritanya makin aneh ya? T^T maafkan aku~

Meskipun cerita ini tak bermutu, bisakah aku mendapatkan review yang membangin dari kalian reader? Hwhwhw

Aku senang dapat review yang membangun, karena aku masih butuh banyak kritik dan saran untuk kedepannya ;3;