A/N: Halo minna! Saia lagi males ngomong, jadi… SELAMAT MEMBACA! ^^

Disclaimer: Inazuma Eleven selamanya punya Level-5! Daisuki itu miliknya Dorama Entertainment!

Warning: Gaje, aneh, abal, de el el

Inazuma Daisuki!

Seluruh anggota Raimon Eleven kini tengah dalam perjalanan untuk kembali ke Inazuma Town. Namun tidak seperti saat mereka berhasil mengalahkan The Genesis, kini suasana hati seluruh anggota Raimon Eleven sedang dalam keadaan suram. Penyebabnya adalah kepergian sang kapten tim Raimon Eleven, yaitu Endou Mamoru. Padahal rasanya baru saja mereka melihat kapten mereka itu tengah menjabat tangan kapten tim The Genesis, Kiyama Hiroto sambil menunjukkan senyumannya yang menghangatkan hati tersebut.

Tampak Shuuya dan juga Yuuto yang saat ini tengah duduk termenung di kursi mereka. Dari kursi belakang Inazuma Caravan, terdengar suara tangisan Kabeyama yang mengkhawatirkan Mamoru. Ichinose dan Domon pun hanya terdiam di kursi mereka dengan wajah cemas. Touko hanya diam memandangi pemandangan di luar jendela Caravan. Shirou duduk diam di kursinya dengan ekspresi wajah sedih. Tsunami yang biasanya berisik kini duduk tenang di kursinya. Yuuki pun hanya bisa diam di kursinya tanpa melakukan apa-apa.

"Minna! Jangan murung begitu! Siapa tau Kapten sudah pulang duluan ke rumahnya kan!" hibur Haruna. Tapi sayangnya, perkataan Haruna sepertinya tidak dapat meredakan kecemasan mereka. "Haruna…. Aku tau kau berniat untuk menghibur kami semua, tapi tidak mungkin kan Mamoru pulang sendirian ke Inazuma Town, kenapa dia tidak pulang bersama kita saja? Kenapa dia malah pulang sendiri? Kurasa perkiraanmu itu benar-benar mustahil Haruna". Ujar Yuuto. Haruna menundukkan kepalanya dan duduk kembali di kursinya.

"Usaha yang bagus, Haruna-san". Kata Aki sambil tersenyum. "Arigatou… Kino-senpai". Kata Haruna sambil tersenyum tipis. Suasana di dalam Inazuma Caravan pun kembali suram… "Lihat, kita sudah sampai di Inazuma Town". Kata Kasukabe-san (bener nggak namanya?). mereka langsung pergi ke Raimon Junior High School. "Kenapa ya? Rasanya… tempat ini kok jadi suram sekali suasananya?" Gumam Haruna. Anggota Raimon Eleven yang lain menyetujui pendapat Haruna. Tiba-tiba di depan mereka semua, muncul orang-orang berjubah hitam. Dan diantara mereka… ada Kenzaki! Kaki tangan ayah Hitomiko-Kantoku!

"Selamat datang, Seluruh anggota tim Raimon Eleven". Katanya sambil tersenyum licik. "Apa maumu! Kenapa kau bisa ada di sini?" Tanya Ichinose dengan nada suara geram. "Sabar, sabar, aku hanya ingin memberikan sebuah hadiah kecil untuk kalian semua, karena kalian telah berhasil mengalahkan The Genesis…". Jawab Kenzaki yang kembali tersenyum licik. Salah satu dari orang-orang berjubah hitam itu maju ke depan. Perlahan, dia membuka tudung jubah tersebut. "Ichirouta!" teriak seluruh anggota Raimon Eleven secara bersamaan.

Orang-orang berjubah itu pun membuka tudung jubah mereka. "Ryuugo! Teppei! Max! Handa! Minna! Kenapa kalian bergabung dengan Kenzaki?" Tanya Yuuto. "Heh! Tentu saja… untuk mengalahkan kalian semua! Raimon Eleven!" jawab Ichirouta sambil menyeringai jahat. Seluruh anggota Raimon Eleven benar-benar tak mempercayai hal ini. Pertama Mamoru, sekarang teman-teman mereka. "Sebenarnya apa kesalahan kita sampai kita di beri cobaan seberat ini!" tangis Kabeyama. "Hiks…pertama Kapten, sekarang mereka, sebenarnya apa salah kita!" tangis Yuuya.

"Hm? Mamoru? oiya, dimana Mamoru?" Tanya Ichirouta. "Dia… menghilang". Jawab Shuuya sambil mengepalkan kedua tangannya. "Pergi? HEH! Tak kusangka, Mamoru itu ternyata seorang pengecut". Ejek Ichirouta. "Grr… beraninya kau menghina Mamoru". geram Shuuya. Anggota tim Raimon Eleven yang lain pun menjadi geram begitu mendengar ada orang yang menjelek-jelekkan kapten mereka. "Loh, itu kenyataan bukan? Dia pergi meninggalkan kalian semua, itu artinya dia itu pengecut!" hina Ichirouta lagi.

"…Mamoru pasti punya alasan, kenapa dia pergi meninggalkan kami, dan aku yakin, kalau alasannya bukan karena dia itu seorang pengecut!" bela Yuuto. "Hoohh… jadi kalian masih mau membela kapten yang tidak bertanggung jawab itu? Heh! Terserah kalian saja! Yang pasti, kami! Dark Emperors, akan mengalahkan kalian semua". Seru Ichirouta sambil tersenyum licik (tidaaakkk! Ichi-chan kenapa jadi jahat?). "Baiklah! Kami akan bertanding melawan kalian! Akan kami buat kalian semua menyesal, karena sudah menghina Mamoru!" seru Yuuto, diiringi anggukkan kepala teman-temannya. Pertandingan antara Raimon Eleven melawan Dark Emperors pun dimulai.

(.0)

Tim Raimon Eleven terdesak, ternyata tim Dark Emperors itu benar-benar kuat! Seluruh anggota tim Raimon Eleven sudah terluka cukup parah. Hanya Shuuya yang masih sanggup berdiri. "Heh, ternyata kalian itu hanya bisa membual saja ya! Kalian bilang kalian akan mengalahkan kami! Yang benar saja!" ejek Ichirouta. Shuuya berusaha menahan tubuhnya agar tak terjatuh, perlahan tapi pasti, dia pun langsung berlari dengan menggiring bola, menuju ke gawang tim Dark Emperors. "Apa kau tau! Saat kau pergi meninggalkan Inazuma Caravan! Mamoru benar-benar terpukul dan juga frustasi! Aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri, saat itu hujan deras.. dan Mamoru tetap berada di luar, terguyur oleh hujan, dia benar-benar sedih atas kepergianmu Ichirouta! Apalagi Teppei pun ikut meninggalkan Inazuma Caravan. Mamoru pun makin frustasi gara-gara hal itu, dia merasa kalau dia itu telah gagal menjadi kapten!" ujar Shuuya sambil tetap berlari menggiring bola.

"Bohong! Itu semua bohong! Kau hanya ingin membohongi kami agar kami memberi kalian belas kasihan kan! Kami tidak akan tertipu!" jerit Ichirouta. Tanpa disadarinya, sebenarnya Ichirouta benar-benar terpukul begitu mendengar Mamoru frustasi gara-gara kepergiannya. "Aku tidak berbohong! Percayalah pada kata-kataku! Mamoru benar-benar sedih begitu kau pergi meninggalkan Inazuma Caravan! PERCAYALAAAHH!" tiba-tiba, di dalam kepala seluruh anggota tim Dark Emperors, muncul kenangan-kenangan mereka tentang kapten mereka, Endou Mamoru. "Sakka yarou ze… sakka yarou ze… sakka yarou ze… sakka yarou ze… SAKKA YAROU ZE!" "PRAAAK!" Aliea Meteorite yang mereka kenakan di leher mereka hancur berkeping-keping, Bersamaan dengan air mata yang mengalir dari mata coklat madu milik Ichirouta.

"Arigatou…Mamoru….". ucapnya sebelum dia akhirnya tak sadarkan diri. Satu persatu anggota tim Dark Emperors pun tak sadarkan diri. "A..ada apa ini? kenapa Aliea Meteorite nya hancur? Ada apa iniii!" teriak Kenzaki panik. "Kenzaki! dengan ini, aku menyatakan kalau kau adalah tahanan polisi! Sekarang, ikut kami ke kantor polisi!" ujar Detektif Onigawara sambil memborgol Kenzaki. Kenzaki pun akhirnya di penjarakan. Seluruh anggota tim Raimon Eleven dan juga tim Dark Emperors pun dilarikan ke rumah sakit.

(=3=)

Dua hari kemudian, seluruh anggota tim Raimon Eleven telah sehat kembali, dan teman-teman mereka yang tergabung dalam Dark Emperors pun meminta maaf kepada mereka semua. "Tidak apa-apa, Yang penting kan kalian sudah kembali lagi menjadi teman kami". Kata Tsunami sambil tersenyum. Mereka lega, karena kini teman-teman mereka sudah kembali lagi, tapi… masih ada yang kurang. "….kita harus menemukan Mamoru". kata Yuuto. "Apakah dia pergi gara-gara aku, dia tidak mau menemui seorang pengkhianat dan pengecut seperti aku?" ujar Ichirouta dengan penuh penyesalan. "Mamoru-kun bukanlah orang yang pendendam, dia pasti mempunyai alasan, mengapa dia pergi meninggalkan kita". Kata Aki.

"Aku pun berpikir demikian". Kata sebuah suara yang berasal dari pintu masuk kamar Yuuto, Tsunami, Shuuya, dan Ichinose. "Hiroto!" teriak mereka senang. Tampak Hiroto yang kini tengah tersenyum ke arah mereka. "Aku akan membantu kalian mencari keberadaan Mamoru, aku tau kalau Mamoru hilang dari detektif Onigawara, kami berdua melakukan penyelidikan, dan menemukan petunjuk kalo kini, Mamoru sedang menuju ke….". Hiroto diam sebentar. "Kemana?" Tanya mereka kompak. "….Kyoto".

(0)

Mamoru berdiri di depan sebuah rumah kecil yang minimalis. Dia hanya diam menatap rumah kecil itu. Untuk selingan, saia akan memberitahu baju apa yang dipakai oleh Mamoru. Dia memakai sweater biru dan rompi hijau untuk atasan, bawahannya celana jeans biru dan sepatunya adalah sepatu tali warna coklat, dan yang lebih penting saudara-saudara, dia gak pake headband! Silahkan anda bayangkan penampilannya saat ini, kalo saia sih pas ngebayanginnya langsung nosebleed. …oke! Back to the story!

"Siapa kau? Tanya seorang remaja laki-laki, kira-kira seumuran dengan Haruna, rambutnya berwarna hitam, dan model rambutnya lurus kaya HiroHiro, tapi tanpa nekomimi. Mamoru berbalik menghadap orang itu, dia menjawab dengan nada suara datar dan tanpa senyum. "…Boku wa… Himawari Otou-san". Hening selama beberapa saat. "EEEEEHHH!"

TO BE CONTINUE!

A/N: Sumpeh, gaje bener ni fic. Maaf ya jika readers gak suka, akan saia usahakan di chapter 3 nanti, ceritanya akan saia buat lebih menarik. Balas review nyo~!

Aurica Nestmile: Terima kasih! ^^ ini sudah saia lanjutin. Maaf kalau jelek, baca and review!

Via-SasuNaru: Jangan tembak saia! *nyumput* maaf, saia nggak bisa update kilat, bentar lagi saia UTS, jadi harus belajar, maaf ya TT_TT. Pokoknya baca and review!