Acquaintance
Chanyeol x Jongin
Romance
M
Setelah Jongin sebagai Tuan Park Chanyeol memanggilnya Chanyeol. Kita juga harus ikut kan?
Chanyeol itu sedang bingung sekarang, dia terus melihat punggung Jongin yang berjalan santai didepannya. Mereka akan kekamar Chanyeol, kata Jongin.
Tapi Chanyeol kira dia akan tetap tidur di kediaman Tuan Besar lalu pagi sekali akan kembali menemani Jongin. Dia saja tidak bawa pakaian ganti. Bagaimana ia menyampaikan susah hatinya ini pada Tuannya, Jongin.
"Ini kamar yang bisa kau tempati. Jangan khawatir, ini bersih." Kata Jongin membukakan pintu kamar tamu dirumahnya itu untuk Chanyeol. Sebenarnya Jongin tidak tau bahwa suruhan pacarnya akan tinggal dengannya, tapi kalo mau menemani sebisa itu mungkin harus tinggal bersama kan?
Tapi Chanyeol tambah gulana. Dirinya baru saja membiarkan tuannya untuk membukakan pintu. Pelayan macam apa dia?
"Tuan Jongin." Ujar Chanyeol
"Jongin." Tandas tuannya.
Chanyeol jadi bergetar.
"Maafkan saya atas kelancangan ini, tapi saya tidak akan menginap." Ia berbicara dengan satu tarikan napas. Padahal Jongin jadi bingung.
"Kau lupa membawa barangmu?"
"Ya, seperti itu Tuan."
Menurut Jongin, Chanyeol itu agak bebal. Apa susahnya memanggil nama.
"Kau bisa mengambilnya besok." Tapi Jongin terdengar memaksa.
"Atau kau bisa menginap lain kali?"
Tidak ada yang tau bagaimana leganya napas Chanyeol sekarang. Tuannya tak marah sedikitpun.
"Saya akan mulai berkemas esok hari. Maaf atas ketidaknyamanan ini, Tuan."
Chanyeol membungkuk.
Jongin menjitak kepala belakangnya sambil menggeram.
"Kau menyebalkan sekali."
Jongin berjalan meninggalkan Chanyeol yang gundah lagi karena Tuannya merajuk.
"Apa yang salah?" gumamnya.
Di ujung lorong lantai dua itu Jongin juga menggumam "Maaf atas ketidaknyamanan? Aku pernah dengar itu dibandara saat pesawatnya delay."
E
X
O
Tapi walaupun ada orang lain didalam rumahnya, Jongin tetap tidur nyenyak dan dia menutup pintu kamarnya dengan rapi.
Dia juga bangun lebih siang. Padahal inspirasi pagi sangat menguntungkan untuk projek novel fantasinya.
Dia melakukan aktifitas bangun tidur seperti biasa. Hanya saja jadi beda saat melihat ada Chanyeol diruang makannya. Sedang menata meja.
"Selamat siang, Tuan. Maaf saya tidak membangunkan Anda.' Ucap Chanyeol membungkuk hormat kearah Jongin.
"Kau dari mana?" gumam Jongin.
Dia terdengar posesif. Sudah mengerti kalau dia adalah 'Tuan'.
Chanyeol tersenyum kalem, dia selalu begitu ngomong-ngomong.
"Saya sudah memindahkan barang saya ke ruangan yang Anda tunjukan kemarin sebagai ruangan saya."
Alis Jongin mengerut. Chanyeol bicara apa sih?
Tapi Jongin tetap mendekat kearah meja makan. Disana sudah seperti meja prasmanan dipagi hari disebuah hotel berbintang.
"Aku akan naik beberapa kilo setelah ini." Gumam Jongin sambil menggigit sebuah garpu saat ia duduk.
Chanyeol terlihat kaget.
"Anda tidak suka?"
Jongin mengernyit aneh. "Aku tidak bilang tidak suka. Kau tau aku suka masakanmu."
Jongin mulai makan dengan baik saat Chanyeol melihatinya.
"Orang-orang akan bertambah berat badannya saat dia bahagia kan?"
Jongin hanya berkata pelan tapi Chanyeol berbunga bukan main.
"Makanan enak membuatku bahagia."
Chanyeol jadi senyum-senyum sendiri. Bukan hakekat seorang pelayan untuk mendapat pujian.
Tapi Chanyeol enggan memahami itu sekarang.
Karena Jongin melakukan itu dengan caranya sendiri.
"Ayo nikmati Brunch bersama."
Jongin otomatis membuat Chanyeol duduk dan memegang sendoknya.
Dirumah Jongin, Chanyeol sudah melanggar banyak aturan luhur pelayan.
Yang dia lakukan saat ini tidak diijinkan kan?
Tidak membangunkan Tuannya dipagi hari.
Makan semeja dengan Tuannya.
Memperhatikan Tuannya makan.
Memperhatikan Tuannya makan tanpa berkedip.
Ya! Dia melanggar semuanya.
E
X
O
Jongin dan Chanyeol duduk berdua disofa ruang rekreasi. Menonton tv dan menggunakan pakaian kasual.
Hanya saja Chanyeol masih canggung, dia jarang menggunakan celana pendek dan kaos didepan Tuannya.
Tapi Jongin kan pemaksa, mau bagaimana lagi.
"Kau sekolah dimana?" tanya Jongin tanpa melihatnya.
"Saya bersekolah di akademi khusus pelayan."
"Oh ya?" Jongin agak sangsi, untuk apa sekolah pelayan.
Tapi setelah meninjau Chanyeol lagi, akademi itu terdengar keren.
"Diajari memasak juga?"
"Semuanya, Tuan."
Akhirnya Jongin muak juga.
"Namaku Jongin."
Chanyeol terdiam sebentar.
"Maafkan saya."
"Informal saja, aku tidak suka."
"Maafkan aku."
Jongin melirik Chanyeol, kalau Chanyeol yang bilang kenapa jadi geli.
"Jongin mau makan sesuatu untuk cemilan?"
Nah, bunyinya tambah aneh.
"Harusnya kau bilang, 'Apa kau mau makan sesuatu untuk cemilan?' kalau yang seperti tadi itu aku terdengar seperti anakmu."
Chanyeol hanya menunduk bergumam minta maaf lagi.
"Aku bisa mengambil cemilanku sendiri." Jawab Jongin akhirnya. Ia berlalu kedapur dan balik dengan snack ringan.
Tapi kaget saat Chanyeol bersuara
"Kau tidak boleh makan itu, Jongin!"
Chanyeol seperti kesetanan mendekatinya, Jongin jadi tambah kaget.
"Kenapa? Kenapa?" serunya. Memeluk bungkusan cemilannya. Takutnya Chanyeol akan mengambil.
Tapi Chanyeol benaran mengambil cemilannya dan membawanya ke dapur.
Jongin mengikuti dengan bingung dan kesal.
"Hei, itu makananku." Serunya saat melihat Chanyeol membuang snack ringan itu ketempat sampah.
"Kau tidak bisa makan ini. Kau tidak boleh makan makanan seperti itu." Ujar Chanyeol mewanti, menatap Jongin dimata.
"Kenapa? Kan aku beli sendiri."
"Tapi snack seperti itu menggunakan pengawet, perasa, dan pewarna buatan. Tidak baik untuk tubuhmu."
"Lalu kenapa tiba-tiba kau mengaturku?"
Chanyeol terdiam sebadan-badan.
Apa yang sudah dia lakukan. Dia mengatur Tuannya dengan membuang makanannya. Bahkan menggunakan nada yang ditinggikan untuk mencapai argumennya. Pelayan macam apa dia.
Jantung Chanyeol berdebar bukan main, dia bisa saja dibunuh Tuannya atas kelancangan yang barusaja dia lakukan. Ia akan disebut sebagai pelayan tidak tahu diri, dia akan mempermalukan leluhurnya sebagai keturunan pelayan yang setia.
Apa yang akan dikatakan oleh ayahnya, kalau beliau tahu.
Chanyeol tetap menunduk, Jongin bersuara.
"Padahal itu cemilan terakhirku. Aku belum beli lagi."
Tundukan kepala Chanyeol makin dalam, melihatnya saja membuat Jongin pegal.
"Aku bisa saja mengambilnya kembali, tapi aku tidak mau makan itu."
Dada Chanyeol sakit, jantungnya bekerja terlalu keras.
Yang benar itu adalah Chanyeol takut.
"Karena Chanyeol melarangku."
Jongin berbicara dengan nada main-main. Tapi terdengar aneh oleh Chanyeol. Apakah tuannya marah atau tidak. Tidak jelas.
"Maaf, Tuan. Saya-"
"Kalau begitu apa yang harus aku makan untuk cemilan?"
Jongin menatap Chanyeol, dia ingin tertawa sebenarnya. Chanyeol itu lawak sekali.
"Apa Chanyeol?" tuntut Jongin, soalnya Chanyeol hanya diam.
Chanyeol bergetar dikakinya, tapi suaranya jelas.
"Saya akan membuatkannya untuk Anda."
Akhirnya Jongin tersenyum dan menepuk bahu Chanyeol.
"Nah begitu lebih baik."
Chanyeol terheran, dia kira Jongin marah dan akan mengadukannya pada Tuan Besar. Tapi dari awal Jongin memang berbeda kan?
"Aku tunggu di ruang tv ya." Pesan Jongin lalu berlalu. Tapi kembali berbalik untuk mengatakan, "Dan Chanyeol, panggil aku Jongin." Dengan senyuman tulus dan pergi.
Kakinya tidak bisa menopang tubuhnya, ia terduduk dilantai saat itu juga. Hidupnya seperti hilang setengahnya.
"Jongin."
E
X
O
Jongin sedang menunggu Chanyeol dengan cemilan buatannya sambil menonton tv.
Saat itu, ponselnya berdering.
Ada yang menelpon.
Kekasihnya.
"Ya?" jawab Jongin, ponsel ada ditelinganya.
Dia tertawa sedikit mendengar suara itu.
Karena dia lupa.
Lupa punya pacar.
TBC
Saya emang suka nelantarin cerita. Idenya sih ada kalo dipikirin. Tapi saya jarang mikir soalnya. LOL
Sampai disini, kekasih Jongin masih anonim ya. Soalnya saya pengen bikin gitu. Hehe
Sebenernya saya tipe yang ga bakalan merubah alur cerita seperti yang readers mau. Saya bakal tetap dengan pendirian awal saya, biasanya.
Tapi kalo baca review mah tetep aja suka bimbang. Maunya nurutin kemauan kalian semua. Tapi bakalan bingung dong saya entarannya.
Terus juga, saya ga bakal bilang kalo yang review dikit ff saya ga bakal lanjut. Karena saya menulis karena saya suka, bukan karena orang lain suka maka saya harus bikin lebih banyak lagi. Itu juga kenapa walau diteror saya tetep lamban dalam nyelesain tulisan.
Maaf ya.
Tapi barusan saya baca lagi semua reviewnya.
GYUSATAN | | bibblebubblebloop | gliterally-me | Wiwitdyas1 | redfly | Siangels kai | jihyunk16 | M Aldianor Alvon Kpopers II238 | Mutiara Park | HoMin 'EL | thedolphinduck | Karen Ackerman | Joy Wu.94 | ytrisdia | KaiNieris | | jungdongah | aranesiia | Kamong Jjong | cute |Kangji | Jongin48 | BabyWolf Jonginnie'Kim | Bocah Lanang | afranabilacantik | steffifebri | chotaein816
Ah, bahagia itu sederhana kan?
