OoO

Diclaimer by Sunrise

Char of Anime by CLAMP

Warning : OCC, AU.

Cerita ini di luar cerita asli dari Anime ataupun Manga-nya, kalau ada perbedaan sifat dan karakter harap dimaklumi, selamat membaca.

OoO

Pagi pun telah tiba, suara burung pipit terdengar brkicauan dengan merdunya. Bunga sakura pun bermekaran dengan indahnya. Dan, keelokannya bertambah ketika diterbangkan angin pagi. Terlihat seakan menari dengan gemulainya. Perlahan terdengar suara ombak yang menyapu pasir pantai. Sungguh, musim semi yang sangat menenangkan.

Di tempat itu, terlihat sebuah rumah yang sangat megah dan mewah. Seperti kastil dalam dongeng-dongeng pengantar tidur. Di dalam kastil itu, entah ada berapa kamar. Mungkin puluhan? Atau ratusan? Entahlah. Di kastil yang sunyi itu terdapat sebuah kamar dengan lampu yang menyala.

Dan, di dalam kamar itu terlihat dua orang yang tidur dengan pulasnya. Kalau dilihat dari posisi mereka saat 'tidur' mungkin mereka sepasang kekasih atau apa?

Si pria mulai tersadar dari tidur nyenyaknya, di saat merasakan ada suatu benda berat yang menimpah tubuhnya. Perlahan ia membuka kedua belah matanya. Ia pun SHOCK, ketika..

"Hee.."

Melihat seorang gadis terlelap disampingnya dan dalam posisi memeluk erat dirinya.

GEDUBRAK! Pria berambut raven itu pun jatuh dari ranjangnya. Suara jatuhnya yang cukup keras membuat gadis yang tadinya masih berada di dunia mimpi itu pun ikut terbangun.

Lalu, gadis itu mengucek-ucek mata hazel-nya dan membukanya perlahan. Mendapati si pria kakkoi itu terduduk di bawah lantai, tatapan bingung pun menghiasi wajahnya.

"Ara?" gumam gadis itu sambil merangkak ke tempat pria itu berada.

Saat ia sudah sampai dihadapan pria itu, ia pun tersenyum dengan manisnya. Sontak pria bermata violet itu tidak berani memandang ke arahnya. Tau kenapa?

Pertama, senyuman gadis itu terlalu manis sehingga membuat wajahnya memerah dengan seketika. Kedua, pakaian yang dikenakan gadis berambut lime itu sangatlah minim, hampir seluruh lekuk tubuh dan bagian tubuh yang seharusnya tak terlihat pun dapat dilihat pria kakkoi itu dengan jelas. Dan, ketiga.. entah mengapa saat melihat mata hazel gadis itu..

'DEG' jantung Lelouch berdetak tak karuan dengan kencangnya, seperti akan copot dan meledak. Melihat ekspresi manis yang di keluarkan Lelouch membuat gadis cantik itu memeluknya dengan hangat.

"Chiizu-kun.." gumamnya saat memeluk Lelouch.

Persaan Lelouch bercampur aduk seperti pocky aneka rasa, antara malu, bingung, senang, dan janggal.

Malu karena yakin pasti sekarang wajahnya sedang memerah seperti apel yang matang. Bingung, kenapa ia bisa berada di tempat ini? Bersama gadis ini. Senang? Mungkin karena dipeluk gadis cantik pagi-pagi. Dan, janggal.. karena ia tidak bisa mengingat hal yang terjadi semalam. Padahal biasanya ia tidak pernah melupakan sesuatu, baik dalam jangka waktu pamjang ataupun pendek. Namun, entah mengapa ia tidak mengingat apa-apa. Dan.. entahlah..

'Ini.. aneh.. bahkan terlalu aneh untuk dipikirkan..' batin Lelouch.

'Lelouch, bagus.. apa yang harus kau lakukan sekarang?' umpatnya dalam hati.

Dan kini gadis itu telah sukses memeluknya dengan sangat erat. Entah terbawa suasana atau apa? Lelouch pun mendekap gadis itu lembutnya, sehingga ia bisa merasakan harum lavernder yang menyelimuti tubuh gadis cantik itu.

TOK TOK TOK! Suara ketukan pintu pun terdengar dengan jelasnya, menggema di ruangan yang kini dihuni oleh dua orang yang saling terhanyut dalam dekapan orang yang tidak dikenal?

SREKKK.. Perlahan pintu itu terbuka, tampak seorang gadis bermata sapphire itu ter-nganga dengan herannya. Gadis yang tadinya asik memeluk Lelouch itu pun kini sader dengan kondisi yang cukup membingungkan ini. Mata hazel-nya membulat ketika mendapati si violet memeluknya dengan erat.

"Gomen ne, C.C. sepertinya aku datang disaat yang kurang tepat," ucap gadis yang masih berdiri di depan pintu itu.

Seketika itu raut wajah gadis yang merasa namanya dipanggil tadi pun berubah, "Bukan.. kau salah paham Kallen.." koreksinya dengan nada dominan.

Lelouch hanya terdiam seribu bahasa, entah apa kata yang cocok untuk menggambarkan situasi itu cruel kah?

OOOoOOO

Tiga jam pun telah berlalu, sekarang jam menunjukan pukul 10.00 pagi. Lelouch masih merasa sangat bingung tentang kejadian yang baru saja ia alami tadi pagi. Si gadis bernama C.C itu menceritakan peristiwa yang terjadi pada Lelouch semalam, sehingga membuatnya bisa berada dipelu— salah maksudnya berada di rumah gadis itu.

Kini Lelouch hanya bisa menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal sambil beruasaha mengingat kembali, serpihan-serpihan kejadian kemarin malam yang sama sekali tidak bisa ia ingat.

'Kemarin, aku pingsan di jalan?'

'Bagaimana bisa?'

'Lalu, gadis itu menolongku?'

Pertanyaan demi pertanyaan kini menghantui benak pria kakkoi itu. Entah mengapa kenapa hal ini bisa terjadi? Dan, gadis itu.. kenapa.. dia begitu.. memukau?

'Kenapa bisa ada makhluk sepertimu? Kau tau? Aku merasa kau mempermainkan hatiku sekarang—'

'Kenapa kau begitu cant— tunggu Lelouch, sadarlah.. kau masih punya Shirley..'

Lelouch pun menghela nafasnya, "Kenapa bisa aku memikirkan gadis lain? Padahal aku kan.." ucapnya, "Hah, sudahlah.."

"Tuan Lanperouge? Apa yang 'hah sudahlah'?" tanya seorang guru yang sedang menerangkan pelajarannya di depan kelas.

"T-tidak ada apa-apa, maaf sensei," jawabnya kikuk.

Kring kring kring..! Suara bel pertanda jam istirahat pun berbunyi. Saat Lelouch berniat menginjakan kakinya ke luar dari ruangan kelas itu. Tiba-tiba saja sepasang tangan telah menepuk pundaknya.

"Nee, Tuan Lamperouge.. karena kau tidak memerhatikan pelajaran hari ini. Kau harus menerima hukuman." Ucap wanita berambut blonde panjang sambil menghisap pipa rokoknya.

Seketika itu pun Lelouch mematung, "Tapi.. sensei—" "Tidak ada tapi-tapian, seusai sekolah kau harus membersihkan gudang dan perkarangan belakang," potong sensei itu sambil mengidipkan sebelah matanya. Lalu, ia melangkah meninggalkan kelas.

Untuk yang kesekian kalinya Lelouch terpaksa menerima hukuman yang diberikan guru Biologinya itu. 'Yah, sudahlah.. anggap saja hari ini kau kurang beruntung Lelouch..' batinnya. Tapi, 'Tunggu.. bukannya kemarin Viletta-sensei memberiku hukuman? Dan, sekarang lagi? K*SO' umpatnya dalam hati.

Lelouch POV

Bagus, sepertinya kali ini nasib sedang mempermaikanmu Lelouch. Mungkin, aku berdosa karena menjadi orang yang terlalu pintar? Atau, para sensei itu sedang sensi karena melihat ada siswa se-kakkoi.. hah, sudahlah. Aku sama sekali tidak ingin menyombongkan diri, terserah sajalah..

Mungkin, dewi fortuna sedang tidak memihak kepadaku?

Drrtt.. Drrtt..! Tiba-tiba saja ponselku bergetar, pertanda e-mail masuk.

Re : Shirley Fen

Subject : lulu -''

Lulu, kenapa tidak mengangkat teleponku? Kemarin Nunnally bilang kamu ga pulang ke rumah? Jadi, aku mencarimu seharian.. tapi, Suza-chan bilang.. tadi kamu masuk kelas.. kenapa ga ngabarin? Aishiteru yo.

Mataku melebar, saat membaca e-mail dari Shirley dan ketika itu aku baru menyadari bahwa kemarin aku tidak pulang ke rumah tanpa alasan. Haruskah kukatakan yang sebenarnya? Kalau kemarin aku pingsan di jalan dan menginap di rumah seorang gadis yang tak kukenal?

Atau apa?

'Bagus Lelouch sepertinya masalah akan terus datang silih berganti menerpa dirimu.' Pikirku dalam hati.

ooooOOOOoooo

Hmm, udah lama ga nulis fanfic.. mungkin bahasanya rada-rada aneh dan banyak typo. -.-a

Untuk kali ini fic-nya singkat dulu.. karena lagi UTS T.T

Saran dan komentarnya, douzo..

Mind to review?

『サンキュウ』と見るこのです。^^

コメンットをおねがいします、、、、