Boys Before Flowers {JackMark/GOT7 Ver.}

Fiction by Wang_Mark582

Main Cast : Jackson Wang & Mark Tuan, and GOT7 member

| Genre : Brother Romance, Comedy| Rating :PG16

Summary : Berawal dari rasa tertarik membuat mereka bisa menyatu satu sama lain. Bad Summary -_-

Warning!

Yaoi! Boy X Boy! BroRomance! TYPO! KEKERASAN! GaJe -_-

Don't Like Don't Read

Review PLEASE!

.

.

Replay Review

Markgyeombi pasti bakalan ada adegan kekeran diantara mereka, maaf update lama #bungkuk

Ciandys Mark memang sedikit err berandalan, makanya pas banget ketemu sama Jackson yang biangnya masalah :p
Ini sudah dilanjutkan, thanks yaa dan tolong review kembali

Dhewyy870 Iya, makasih. Akunya sih lagi putar otak banget supaya gak mirip sama drama

Pukihh Iya, makasih yaa. Bakalan banyak adegan pembulian kedepannya

1234 ini sudah lanjutkan :D

.39 Wajah Mark itu tamvan tapi manisnya tuh loh nda hilang :D
iya nih masih binggung nyari pasangan buat Youngjae. Intinya kedepannya dia bakalan jadi Uke

Etsukoyukiai Sip, ini bakalan dlanjutin. Tolong review kembali yaa

Lidya Ahgasae EXO-L Makasih banget yaa, baca lagi dan jangan lupa review nya ditunggu

.

.

Chapter 2

Jackson−seorang pemuda yang selalu mendapatkan hal apapun dalam hidupnya. Apa yang dia inginkan selalu diwujudkan oleh orang tuanya. Bahkan orang tua nya tidak mempersalahkan sikap sang anak yang selalu berulah disekolah.

Dengan santainya mereka membiarkannya. Mengatakan jika kenakalan putra mereka itu normal layaknya pemuda lainnya. Hal itulah yang membuat sikap Jackson semakin hari semakin buruk. Hanya berisi kegiatan negatif.

Hal ini juga alasan utama dia sering melakukan pembulian disekolahnya. Tapi tidak hanya itu. Tidak jarang juga dia mencari masalah dengan murid dari sekolah lain.

Karena semua faktor itulah membuat Jackson seperti ini. Ditambah dengan munculnya sosok asing yang membuatnya tertarik. Seorang pemuda yang bahkan tidak terlihat takut padanya.

"Jadi, apa masalahmu? Oh, jangan bilang kau ingin menjadi pahlawan kesiangan untuknya" Jackson menunjuk pemuda−korban pembuliannya−yang masih setia dengan posisinya−merangkak.

Mark menggeleng kecil. "Big no! Aku hanya kebetulan lewat disini" Bohongnya.

Jaebum maju kedepan−berhadapan langsung dengan Mark−berdiri tepat disamping Jackson. "Kau siapa? Aku baru lihat kau, orang asing" Nada suara Jaebum terdengar ditekan.

Majunya Jaebum semakin membuat aura disekitar mereka menjadi berat. Jaebum terkenal akan sikapnya yang tidak kalah buruk dengan jackson. Selalu menggunakan kekerasan. Kepalanya hanya di isi dengan pukulan dan tinjuan untuk orang-orang yang menggangu aktifitas.

Tidak salah jika para anggota GOT4 memilihnya sebagai seorang pemimpin. Jackson pun mengakui jika sikap Jaebum terlampau kasar.

Mark menampilkan seringainya. Dia merasa jika hari pertama disekolah barunya akan merasa menarik apalagi dengan pertemuannya dengan para pembuat onar ini. "Kenapa aku berpikir jika kalian terlalu tertarik dengan asal usulku yaa" Ejeknya.

Jackson menutup kedua matanya. Menghela nafas sebelum maju menerjang pemuda asing yang sangat menjengkelkan itu.

Bukkk

Jackson terkejut dengan reflek yang ditunjukan oleh Mark.

Menangkis tinjunya.

Mark tersenyum lebar sebelum melancarkan pukulan balasan.

Bukkk

Satu hantaman diterima Jackson dirahang bawahnya sukses membuat rahangnya benar-benar terasa sakit. Dirinya yang masih terkejut−dengan tangkisan Mark−itu pun menerimanya tanpa ada perlindungan sama sekali.

Para murid bahkan para anggota GOT4 pun dibuat terkejut dengan gerakan Mark yang terkesan cepat. Menangkis dan memberikan pukulan balasan dengan waktu bersamaan.

"Fuck" Jackson melompat−salto kebelakang−menjauh dari Mark. Pemuda asing yang menjadi lawannya kali ini tidak bisa diremehkan. "Kau lumayan juga"

Kemampuannya dalam Material Art−yang telah di pelajari sejak berumur 7 tahun−membuatnya dengan mudah melakukan itu.

"Aku tidak butuh sanjungan darimu" Sahut Mark cepat. Dia tidak perlu ucapan Jackson yang terdengar omong kosong untuknya. "Bagaimana? Masih ingin lanjut?" Tantangnya. Mark bahkan memandang remeh kearah Jackson.

Pemuda tukang buli itu tidak ada apa-apanya untuknya.

.

.

"Pemuda itu luar bias−hey kau mau kemana, Jinyoung"

Bam Bam yang juga menyaksikan aksi Mark pun tidak kalah terkagum-kagum. Ucapanya terhenti saat melihat pergerakan disampingnya. Jinyoung bangkit dari tampat duduknya.

Dan yang lebih membuat Bam Bam heran adalah arah yang Jinyoung tuju. Arah dimana sumber keributan sedang berlangsung.

Tanpa pikir panjang Bam Bam memutuskan untuk mengikutinya. Berjaga-jaga jika Jinyoung memutuskan untuk ikut bergabung dalam keributan itu.

.

.

Jaebum, bahkan anggota GOT4 lainnya terlihat mulai termakan emosi. Melihat sikap yang ditunjukan Mark pada mereka terlebih pada Jackson.

"Kau ingin cari mati, huh?" Jaebum berucap dengan nada sengit. Berjalan mendekati Mark. Kedua tangannya pun terkepal dengan kuat.

"Tunggu" Jackson merentangkan tangan kanannya−menahan pergerakan Jaebum.

Jaebum melirik tidak suka pada Jackson. "Untuk apa? Kita habisi saja dia"

"Tidak" Suara Jackson terdengar rendah. "Ini urusanku. Biar aku yang mengurusnya" lanjutnya. Berjalan mendekati Mark yang terlihat memasang posisi welcome itu.

Mark tersenyum meremehkan. "Tekatmu hebat juga ya" Sindirnya.

Sudah lama Mark tidak adu tinju dengan pemuda se-umurannya. Mungkin pemuda dihadapannya ini bisa membuat moodnya dalam bertarung kembali lagi.

Sebenarnya Mark tidak berbeda dengan Jackson. Selalu melakukan hal negatif seperti berkelahi tapi yang menjadi perbedaan nya jika Jackson yang selalu mencari masalah tapi lain halnya dengan Mark, orang-orang disekitarnya lah yang selalu mencari masalah dengannya.

Kali ini Jackson melayangkan tendangannya. Berputar mengarah pada Mark. Mark dengan posisi bertahan untuk menahan serangan jackson.

Buak

Keduanya terkejut saat pergerakan mereka terhenti.

"Omg, Jinyoung" Dan hal yang ditakutkan oleh Bam Bam terjadi juga. Jinyoung benar-benar ikut campur dalam perkelahian itu.

Jackson menarik kembali kakinya dari cengkraman tangan Jinyoung. Matanya menatap tidak suka dengan kehadiran Jinyoung ditengah-tengah pertarungannya dengan Mark.

"Mau apa kau, Park?" Tanya nya sengit.

"Bisa kau hentikan ulahmu, Wang?" Pertanyaan lainnya muncul dari mulut Jinyoung. Menatap tajam pemuda bermarga Wang itu.

.

.

Kepala Mark diliputi dengan tanda tanya besar. Menatap pemuda asing yang berjalan didepannya. Pemuda yang beberapa waktu yang lalu menghentikan perkelahiannya dengan pemuda−yang dia tahu−bermarga Wang itu.

Flash Back

Mark melihat ketidak suka'an diraut wajah jackson. Mengerti jika pemuda itu tidak suka dengan kehadiran pemuda asing diantara mereka.

Jackson terlihat mencoba tenang. "Lalu, apa alasanmu untuk menghentikan aktifitas kami?" Tanya nya. Matanya melirik sosok Jaebum yang membeku ditempat.

Jinyoung−pemuda asing yang menghentikan perkelahian keduanya−menatap acuh pada Jackson. "Dia" Tunjuknya pada Mark. "Siswa baru, aku harus mengantarnya ke ruang kepala sekolah" Tegasnya. Tugasnya sebagai seorang ketua OSIS lah yang menjadi alasan utama untuk menolong Mark.

"Baiklah kau bisa pergi−"

Bam Bam menarik lengan Mark menjauh. Mark semakin binggung dengan orang asing−Bam Bam−lainnya yang muncul tiba-tiba.

Ketiganya melangkah menjauh dari kerumunan para siswa. Langkah Jinyoung kembali terhenti saat Jackson kembali melanjutkan ucapannya.

"−Hanya untuk kali ini!"

Mendengar deklarasi perang yang di ucapkan Jackson membuat tangan Mark terkepal. Ia hanya pasrah saat kembali diseret pergi menjauh oleh Bam Bam.

Flash Back End

Matanya melirik pemuda asing lainnya yang berjalan ber-iringan dengannya.

Bam Bam balas melirik Mark, seakan tau jika dirinya sedang diperhatikan. "Hey, aku Bam Bam. Kita belum berkenalan kan?

Bam Bam mengulurkan tangannya. Berniat mengajak Mark untuk berkenalan. Paham akan situasi Mark pun membalas−menjabat tangan pemuda yang terlihat lebih muda dibandingkan dirinya. "Aku Mark−Mark Tuan. Bisa kau jelaskan situasi ini?" Genggaman tangan keduanya terlepas.

Bam Bam tersenyum simpul. Memaklumi kebingungan yang melanda Mark saat ini. "Dia Jinyoung−Park Jinyoung" Bam Bam menatap kearah punggung Jinyoung. "Alasan kenapa kau disin−"

Langkah Jinyoung terhenti, membuat ucapan Bam Bam terpotong. Jinyoung melirik Mark. "Kau masuklah, ini tempat yang ingin kau datangi kan?"

Mark menatap ruangan−KepSek−dihadapannya. Ruangan yang menjadi tujuan awalnya sebelum tertunda karena hal 'sepele'.

Mark terkejut saat Jinyoung kembali melangkah. Bam Bam pun memilih mengikutinya sebelum menoleh. "Sampai ketemu nanti, Mark. Aku berhutang penjelasan padamu"

Keduanya pergi meninggalkan Mark. Membuat tanda tanya besar kembali menghantui kepalanya. Pemuda bernama Jinyoung itu benar-benar misterius baginya. Dan apa-apaan sikap sok dinginnya itu. Padahal pemuda itu lah yang melepaskannnya dari pemuda tukang buli itu.

Entahlah, Mark memilih untuk tidak peduli.

.

.

"Thanks Jackson" Gumam Jaebum lirih. Jackson memandanganya. Menatapnya dengan pandangan senduh.

Tangannya menepuk bahu Jaebum. "Sudahlah, aku masih punya waktu lainnya untuk memberi hukuman pada pemuda itu"

Jackson tau jika perasaan sahabatnya sedang tidak dalam kondisi baik.

"Jadi−kita apakan dia?" Tanya Yugyeom. Melirik pemuda malang yang masih setia dengan posisinya.

Jackson hanya menguap−bosan. "Sudahlah, aku terlalu malas untuk melakukannya. Aku ingin kekelas saja"

Mendengar ucapan Jackson, para anggota GOT4 saling pandang. "Jack, are you ok?" Tanya Youngjae. Memastikan jika Jackson sedang tidak salah makan atau apa.

Tidak pernah dalam sejarahnya Wang Jackson akan masuk kelas dengan sukarela. Biasanya teman-temannya lah yang membujuknya itupun harus diselingi dengan acara bolos bersama terlebih dahulu.

Jackson mulai beranjak. "Aku punya firasat akan menemukan hal menarik lainnya" Gumamnya sebelum benar-benar melangkah kearah kelasnya.

Para anggota GOT4 memilih tidak peduli dengan keanehan yang ditunjukan Jackson. Mereka dengan seperti biasanya, diam, dan mengikutinya dari belakang.

.

.

TBC

Maaffffffffffffffffff...

Aku gak tau bakal update selama ini

Kesibukan lagi-lagi manjadi faktor utama. Tapi untuk kedepannya bakalan berusaha untuk update cepat.

Makasih yaa yang sudah membaca dan me-Review...

Sekali lagi maaf#Bungkuk

Mohon Reviewnya yaa