Phenexia
Author : Shirokami Khudhory
Genre : Adventure, Friendship, Action, Romance
Rating : T
Disclaimer: Naruto by Masashi Kishimoto & Highschool DxD by Ichisei Ishibumi, serta mangaka maupun musisi yang karyanya saya catut di fanfic ini
Warning! AR, semi AU, gaje, OOC, typo, dsb.
Note :
Well... Sebelumnya perkenalkan saya Shirokami Khudhory, kali ini saya akan menghadirkan fanfic crossover Naruto x Highschool DxD. Di cerita ini, sang tokoh utama yakni Sasuke Phenexia adalah seorang high-class devil yang juga merupakan heir dari keluarga Phenexia. Keluarga Phenexia sendiri adalah keluarga cabang dari keluarga Phenex yang terkenal akan regenerasinya.
Summary :
Sasuke Phenexia, seorang high-class devil yang baru mendapat evil piece miliknya dan berusaha mengumpulkan peeragenya sendiri agar bisa menjadi sang jawara rating game serta terlepas dari bayang-bayang nama besar sang kakak. Bagaimana petualangan Sasuke dalam mengumpulkan peerage, serta apa yang akan menghalanginya dalam petualangannya?
Chapter 2 : Welcome to Manchester, City of Football
BRAAAAKKK...
Suara tumpukan kayu yang patah terdengar begitu jelas saat itu, ditumpukan kayu itu terlihat seorang pria dengan berpenampilan layaknya seorang bandit sudah pingsan karena kerasnya benturan yang ia terima sebelumnya. Jauh di depan orang yang pingsan tersebut, tampak seorang pria berambut hitam cepak berwajah oriental dengan mengenakan pakaian santai sedang berdiri sambil memasang kuda-kuda unik dengan salah satu tangannya berada di depan seolah sedang memprovokasi lawannya. Pria itu sedang dikelilingi oleh 7 orang bandit yang ternyata merupakan teman dari salah satu bandit yang telah dikalahkan oleh pria itu sebelumnya.
Salah satu bandit tersebut menoleh kearah belakang dimana temannya pingsan lalu menghadap ke depan kembali menatap pria berwajah oriental tersebut, "Berani-beraninya kau menghajar teman kami." ucapnya, "Semuanya, serang dia!"
"Serang!" sahut keenam bandit yang lain.
BUUGGHH... BRAAKK... BUUGGHH... BRAAAKKK...
Para bandit tersebut terus menyerbu pria berwajah oriental tersebut, tak peduli berapa kali mereka terjatuh karena terkena pukulan maupun tendangan pria berwajah oriental tersebut. Sedangkan pria yang tengah dikeroyok terus menghindar dari serangan sekelompok bandit itu sambil sesekali melakukan serangan balik untuk melumpuhkan lawannya.
"Aarrgghh..."
"Uwaarrgghh..."
CKLEK...
Tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka, tampak Erza dengan pakaian tidurnya muncul dari balik pintu dan masih mengusap kedua bola matanya yang sayup sayu. Erza menatap seorang pemuda bersurai raven yang ia kenali sebagai tuannya yakni Sasuke Phenexia tengah duduk di ruang tengah penginapan sambil menatap TV yang berada di depannya. Erza lantas menoleh kearah layar TV yang ternyata sedang memutar film action kungfu, di film yang tengah diputar di TV tampak pemuda berwajah oriental yang tengah menghajar lawan-lawannya.
"Ahh, rupanya tuan sudah bangun sejak tadi." ucap Erza sambil berjalan menghampiri tuannya.
Sasuke lantas menoleh kearah samping dan melihat Erza yang sedang berjalan menghampirinya, "Ahh Erza, yah begitulah... Aku hanya terbiasa untuk bangun pagi."
"Sepertinya tuan tampak sangat antusias menonton film tersebut, apa ada sesuatu yang menarik perhatian tuan?" tanya Erza.
"Ahh, aku hanya penasaran dimana film sebagus ini dibuat? Terlebih aku juga tertarik dengan aktor berwajah oriental tersebut, tampak masih muda dan sangat berbakat." jawabnya, "Apa kau tau dimana tempatnya?" Sasuke balik bertanya.
"Aku tau tempatnya tuan, itu di Hollywood." Sasuke mengangkat sebelah alisnya pertanda bingung dengan jawaban Erza, "Tempatnya cukup jauh dari sini, hanya bisa ditempuh dengan pesawat terbang, dan bandara terdekat dari kota ini ada di kota Manchester." lanjut Erza kembali.
"Kalau begitu apa lagi yang kita tunggu, ayo kita berangkat!" seru Sasuke.
Mereka berdua lantas merapikan barang-barang pribadi milik mereka kedalam tas ransel dan bersiap untuk berangkat. Sayangnya persiapan mereka sedikit terganggu karena Erza belum mandi sehingga memaksa Sasuke untuk menunggu Erza selesai mandi terlebih dahulu.
Setelah Erza selesai mandi dan segala persiapan telah selesai, mereka berdua keluar meninggalkan penginapan tersebut, tak lupa Sasuke mengembalikan kunci penginapan kembali pada pemilik penginapan.
Mereka berdua kini tengah berdiri di pinggir jalan, tepatnya di dekat persimpangan antara Anne Street dan juga Thomson Street. Mereka berdua menunggu bis maupun taksi yang mungkin melintasi daerah pinggiran kota Birmingham ini. Setelah sekitar 15 menit lamanya mereka menunggu, akhirnya ada sebuah taksi yang melintas, mereka kemudian memutuskan untuk menaiki taksi tersebut dalam perjalanan mereka menuju kota Manchester.
Di sepanjang perjalanan, mereka berdua disuguhi pemandangan hutan pohon pinus di kiri-kanan jalan, tak lupa juga beberapa rumah-rumah pedesaan dengan beberapa lumbung gandum.
"Jadi, apakah kau tau seperti apa kota Manchester itu?" tanya Sasuke.
"Entahlah tuan, ini juga kali pertama aku ke kota Manchester, yang kutahu kota Manchester adalah kota industri terbesar di negara ini." jawab Erza.
"Owh..." balasnya.
Setelah sekitar 4 jam perjalanan, akhirnya mereka mulai memasuki wilayah pinggiran kota Manchester yang ditandai dengan pemandangan jejeran bangunan-bangunan modern yang bersinergi dengan beberapa gedung pabrik disekitarnya. Namun baru sebentar mereka menikmati pemandangan kota tersebut, tiba-tiba taksi yang mereka tumpangi berhenti. Sasuke dan Erza lantas menoleh kearah depan dan melihat penutupan jalan oleh aparat kepolisian setempat.
"Maaf, sepertinya saya hanya bisa mengantar anda sampai disini, ada penutupan jalan di depan. Sepertinya ada pertandingan sepakbola hari ini." ucap supir taksi yang mereka tumpangi.
"Tak apa pak, kami turun disini saja." jawab Sasuke.
Dengan sedikit rasa terpaksa, Sasuke dan Erza turun dari taksi tersebut. Tak lupa mereka juga mengambil barang bawaan mereka juga dan juga membayar biaya perjalanan mereka tadi. Mereka kemudian berjalan santai menyusuri wilayah tersebut - melintasi blokade yang menutup akses bagi kendaraan untuk melintas.
Di sepanjang perjalanan melintasi wilayah tersebut, mereka berdua banyak melihat kerumunan orang yang mengenakan jersey tim sepakbola dengan nama dan nomor punggung pemain idola. Ada kerumunan orang yang mengenakan jersey berwarna merah cerah, namun ada juga yang mengenakan jersey berwarna biru langit. Dua kerumunan orang dengan jersey berbeda warna ini terlihat bagaikan dua kubu yang berbeda. Jujur, kalau dilihat dari ketinggian, mungkin kerumunan orang ini akan tampak seperti lautan manusia berwarna merah cerah dan biru langit.
"Erza, apa yang terjadi di kota ini? Kenapa semua orang disini mengenakan baju berwarna merah cerah, namun ada juga yang berwarna biru laut? Terlebih mereka semua tampak berjalan menuju satu arah yang sama." tanya Sasuke.
"Sepertinya akan ada pertandingan sepakbola tuan, dan dilihat dari animo warga di kota ini yang begitu ramai luar biasa, sepertinya pertandingan hari ini merupakan big match." jawab Erza.
"Sepakbola?" tanya Sasuke yang langsung dijawab oleh Erza, "Olahraga favorit di negara ini, juga di sebagian besar negara di dunia ini. Dimainkan oleh 2 tim yang masing-masing terdiri dari 11 pemain dan dipimpin oleh seorang wasit yang dibantu oleh 2 hakim garis sebagai asistennya, secara harafiah tujuan dari tiap tim dalam olahraga ini adalah mencetak gol / memasukkan bola ke gawang lawan dan memenangkan pertandingan."
"Sepertinya menarik, ayo kita tonton olahraga yang bernama sepakbola ini." ajak Sasuke.
"Baik tuan..." balasnya.
Mereka berdua kemudian berjalan mengikuti sebagian besar warga di kota ini melangkah. Sekitar 10 menit mereka berjalan, sampailah mereka di sebuah persimpangan jalan yang sangat ramai dan padat.
Sir Matt Busby Road, Manchester, England
Itulah nama jalan tersebut, salah satu jalanan tersibuk di kota Manchester. Di jalan inilah pula terlihat sebuah stadion yang sangah besar dan megah dengan warna merah mendominasi tiap sudut stadion tersebut, di bagian atas stadion terdapat tulisan "OLD TRAFFORD" yang sepertinya merupakan nama stadion tersebut.
Sasuke dan Erza kemudian berjalan menuju stadion tersebut, di salah satu sisi stadion tersebut terdapat patung pria yang sedang memegang sebuah bola dengan tangan kanan yang tampak seperti ingin melambai. Di bagian bawah patung tersebut terdapat semacam keterangan mengenai patung tersebut yang bertuliskan "Sir Matt Busby". Mereka berdua lantas berjalan menuju loket tiket untuk membeli tiket pertandingan, tak lupa mereka juga mampir ke toko merchandise untuk membeli 2 buah jersey klub tuan rumah yang berwarna merah. Sejenak, Erza melihat kearah tiket pertandingan miliknya yang ia pegang saat ini.
"Manchester United vs Manchester City? Pantas saja kota ini mendadak ramai, rupanya ada Derby Manchester hari ini." ucap Erza. Sedangkan Sasuke yang tak mengerti arti kata derby hanya bisa menaikkan sebelah alisnya karena bingung, "Derby adalah istilah yang digunakan untuk pertandingan antara tim yang berasal dari kota / negara yang sama, dalam pertandingan hari ini kedua tim sama-sama berasal dari kota Manchester." timpal Erza.
Sasuke menganggukkan kepalanya tanda mengerti, mereka lantas mengganti baju yang mereka pakai dengan jersey klub tuan rumah yakni Manchester United di toilet stadion. Setelah selesai berganti pakaian, mereka berdua langsung bergegas menuju tribun utara stadion Old Trafford, sebuah bagian tribun penonton yang diberi nama Sir Alex Ferguson Stand. Mereka berdua langsung mencari kursi yang kosong dan akhirnya mendapatkannya meskipun letaknya di sudut stadion dan berdekatan dengan pintu masuk pemain lalu mereka duduk dengan rapi.
Tak berselang lama kemudian, pertandingan akan segera dimulai. Dari tribun yang mereka tempati, tampak dengan jelas barisan pemain tim tuan rumah yang mengenakan jersey berwarna merah masuk berbarengan dengan barisan pemain tim tamu yang mengenakan jersey berwarna biru langit mulai memasuki lapangan pertandingan. Di belakang barisan tersebut, masuklah seorang pria tua beruban yang mengenakan jaket sedang asik memakan permen karet, dari penampilan fisik sepertinya pria tersebut berumur sekitar 60-70 tahun.
Tiba-tiba, Sasuke yang duduk di tribun penonton langsung menoleh kearah pria tua tersebut. Erza yang melihat perubahan sikap mendadak dari tuannya lantas bertanya, "Ada apa tuan? Apa yang tuan sedang pikirkan?"
"Pria itu... juga seorang iblis seperti kita." jawab Sasuke pelan sambil menunjuk kearah pria tua yang duduk di bench pemain tim tuan rumah.
"Apa tuan yakin?" tanya Erza.
"Yakin sekali, bahkan diantara pemain berbaju merah yang ada ditengah lapangan sana ada juga yang merupakan iblis." balasnya pelan.
Sayangnya pembicaraan mereka berdua harus berakhir karena kick-off babak pertama pertandingan tersebut telah dimulai, mereka lantas menyaksikan pertandingan itu dengan seksama, meskipun mereka berdua hanya duduk di tribun disudut lapangan tapi mereka dapat melihat semua pergerakan pemain dengan jelas karena kemampuan mereka sebagai iblis yang memberinya penglihatan melebihi manusia normal. Mereka juga dapat mendengar riuh gemuruh suara penonton yang menyanyikan yel-yel pembakar semangat pemain yang sedang bertanding.
'Jadi seperti ini olahraga sepakbola itu, animo penontonnya luar biasa, bagaikan pertandingan pro rating game.' gumam Sasuke dalam hati.
DEG DEG
Mendadak firasat Sasuke mengatakan ada bahaya, ia pun langsung berlari menuju pintu keluar tribun stadion. Erza yang melihat tuannya tiba-tiba berubah sikap lantas langsung mengejar Sasuke kearah lorong stadion.
"Ada apa tuan?" tanya Erza, "Sepertinya tuan sedang terburu-buru."
"Ada iblis liar disekitar stadion ini." jawabnya.
"Iblis liar?" tanya Erza kembali.
"Iblis yang mengkhianati tuannya, pembuat onar bahkan tak jarang dari iblis liar ini yang memangsa manusia, dan tugas kita sebagai seorang iblis di dunia manusia adalah untuk menghabisi iblis liar ini." jelas Sasuke.
BUUUUMMM...
"Kita harus bergegas, sepertinya ada yang sedang bertarung dengan iblis liar tersebut." seru Sasuke.
"Baik tuan..." balasnya.
Sementara itu di sebuah gedung kosong di sekitar kompleks stadion Old Trafford, sesosok iblis liar setinggi 5 meter dengan bentuk menyerupai lycan dengan memegang sebilah pedang di kedua tangannya menatap sesosok pria tua bersayap kelelawar yang berdiri santai sekitar 10 meter dihadapannya sambil memegang tombak trisula panjang yang disandarkan di bahunya.
"Berani-beraninya kakek tua sepertimu menantangku? Matilah kau..." geram iblis liar tersebut sambil menyerbu kearah pria tua tersebut.
"SIT DOWN..." perintah pria tua tersebut sambil menunjuk kearah iblis liar tersebut.
Tiba-tiba iblis liar tersebut langsung terduduk dengan kedua tangan menyentuh lantai dan kepala tertunduk. Iblis liar tersebut mengumpat karena tiba-tiba tubuhnya tak bisa digerakkan dan tetap dalam posisi terduduk seolah menuruti perintah pria tua tersebut.
"CUT YOUR HEAD OFF..."
Mendadak tangan kanan iblis liar tersebut bergerak sendiri dan langsung menghunuskan mata pedangnya kearah lehernya sendiri. Dan pada detik berikutnya, kepala iblis liar tersebut terputus terkena tebasan pedang yang ia genggam sendiri. Iblis liar yang telah mati tersebut langsung berubah menjadi abu dan menghilang. Merasa tugasnya telah usai, pria tua tersebut hendak berjalan meninggalkan tempat tersebut. Sayangnya ia terlambat menyadari sesosok iblis liar lain yang langsung menerjangnya dari arah belakang.
"Sial..."
BUUUUMMM...
Iblis liar tersebut langsung terlempar mundur saat sebuah bola api menghantam tubuhnya. Pria tua itu lantas menoleh kearah sumber bola api tersebut dan melihat seorang pemuda berambut raven sedang terbang menggunakan sayap api miliknya dan didampingi oleh seorang wanita berambut merah yang berdiri dibawahnya. Yap, kedua penyelamat tersebut adalah Sasuke dan Erza.
Sasuke lantas membentuk sebuah lingkaran sihir di tangan kanannya dan menembakkan beberapa bola api berukuran sedang kearah iblis liar tersebut hingga membuatnya tewas. Setelah memastikan tak ada iblis liar lain yang tak tersisa, ia langsung mendarat dan berdiri disamping Erza.
"Rambut raven dan kemampuan pyrokinesis, mirip seperti Mr. Itachi." tanya pria tua tersebut.
Sasuke lantas menoleh kearah pria tua tersebut, dan alangkah terkejutnya ia saat mengetahui pria tua bersayap iblis yang berdiri dihadapannya adalah orang yang sama yang auranya ia rasakan sewaktu hendak menonton pertandingan tadi, "Siapa kau? Dan kenapa kau mengetahui Itachi-nii?" tanya Sasuke dengan sepasang sayap api miliknya mengembang.
"Keep calm sir, perkenalkan namaku Alex Ferguson, seorang high-class devil sama sepertimu." jawab pria tua tersebut, "Dan juga pawn dari Mr. Itachi." tambahnya.
Sasuke lantas menghilangkan sayap api miliknya dan bertanya, "Pawn Itachi-nii? Tapi kenapa aku tak pernah melihatmu bersama Itachi-nii?"
"Itu karena aku sudah mempunyai evil piece sendiri dan tentu saja juga mempunyai peerageku sendiri, namun aku masih sering melapor pada Mr. Itachi sebagai tanda baktiku padanya, terutama mengenai aktifitas iblis liar di kota ini karena kota Manchester ini berada dibawah pengawasanku." jawabnya, "Jadi, ada urusan apa adik dari Mr. Itachi datang ke kota ini?" tanya Alex kembali.
"Aku berada disini untuk mengumpulkan anggota keluargaku sendiri, untuk merajai rating game suatu saat nanti." jawabnya dengan nada semangat.
"Begitu rupanya, ahh dari tadi aku belum mengetahui nama kalian berdua, siapa namamu?"
"Sasuke Phenexia."
"Erza Scarlett, [knight] tuan Sasuke."
"Ahh, sebaiknya mari kita berbincang di dalam stadion, tak baik membiarkan adik Mr. Itachi terus berada disini." ajak Alex.
"Baik..."
Mereka bertiga kemudian beranjak menuju asrama staff kepelatihan di dalam stadion Old Trafford. Sesampainya disana mereka mulai berbincang berbagai topik termasuk rencana Sasuke untuk berkeliling dunia untuk mencari anggota keluarganya sendiri. Diakhir perbincangan, Alex Ferguson mempersilahkan Sasuke serta Erza untuk bermalam di kamar tamu didalam bangunan stadion karena Sasuke ingin melanjutkan perjalanan mereka keesokan harinya.
to be continued...
AN:
Wah... Ada review dari 2 author senior disini, aku merasa terharu.
terima kasih banyak...
Well, untuk chapter 2 ini sebenarnya cuma berfokus ke perjalanan mereka selanjutnya menuju bandara di kota Manchester yang terhalang oleh pertandingan sepakbola.
Jadi maaf bila kurang seru.
Cuma intermezzo saja sih...
Oh ya, saya butuh saran dari reader semua untuk memberi saran peerage untuk Sasuke, kalau bisa beserta latar belakangnya
Jika ide anda menarik, insya allah akan saya gunakan sebagai materi fanfic saya
Terima kasih...
Review :
Ryan69 :
Maksudnya kaku itu seperti apa ya? Bisa dicontohkan bagian yang menurutmu kaku tersebut?
Titania Princess :
Wah, aku gak tau kalau ide kita sama.
Maaf... Maaf... Aku gak bermaksud niru ide anda
Keris Empu Gandring :
Terima kasih atas pujiannya...
Well, maaf bila ada pemilihan kata yang kurang tepat, maklum author baru jadi belum terlalu pintar milih-milih kata
Bagaimana fanfic dari saya, semoga memuaskan anda selaku reader...
Overall, Shirokami Khudhory logout dulu...
