Saatnya review reply ^^

Shim Yeonhae : Hehe.. Itu bener chingu ^^

Anin Arlunerz : Ne, chingu. Saya ngaku terinsipirasi dari drakor itu, tentunya dengan sedikit perubahan karakter dan alur cerita :)

KinanChoi : Bummie beserta keluarganya mengalami kecelakaan chingu :( Iya, saya terinspirasi dari drakor itu, ini ada chapter baru untuk anda :D

Cho97 : Kekeke... sama, pas aku inget malaikat maut yang terbayang dipikiranku adalah Jung Ill Woo XD Aku juga jadi kocak sendiri ngebayangin Siwon oppa teriak-teriak karna ketakutan, apalagi menurut sumber yang aku baca Siwon oppa itu member Suju yang paling takut sama hal-hal berbau mistis. Pastinya Siwon oppa bakal ngebantuin Kibum eonnie kok (?)

Guest : Hehe sip! ;)

Wonnie : Sip chingu! ;)

leeyoon : Ini ada next chap untuk anda :)

bumhanyuk : Hehe.. Saya emang terinspirasi dari drakor 49 days tapi dengan perubahan tokoh dan alur cerita, ini ada new chap silahkan baca ^^

Yang lain saya bales dari PM ya

Story line (Happy Reading)

Previous...

Aku tidak percaya ini, aku bertemu dengan roh yeoja. Kalau kulihat sekilas dia cantik sih tapi tetap saja dia itu roh alias jiwa seseorang yang sudah mati. Aku tidak mau dilibatkan oleh permasalahannya. Tadi kutinggalkan dia di kamar dan semoga saja dia pergi.

...

Saat ini Siwon dan adik perempuannya bernama Jiwon sedang makan malam di di sebuah meja makan yang besar dan hanya ditempati dua orang itu. Mereka berdua memang sudah terbiasa dengan keadaan seperti ini, orang tua mereka memang terlalu sibuk mengurusi urusannya masing-masing. Sambil makan kedua kakak beradik itu bercengkrama.

"Hmm... Kira-kira Appa dan Eomma kapan pulangnya ya?" tanya Jiwon.

"Tidak tau."

"Aku rindu sekali dengan mereka, sudah 2 bulan ini kita jarang bertemu. Mereka selalu saja sibuk, kalau pulang paling-paling cuma sehari besoknya langsung pergi lagi. Siwon oppa, apa kau rindu dengan Appa dan Eomma?"

"Biasa saja."

"Ish! Kau ini!" kata Jiwon yang mulai kesal dengan jawaban dari kakaknya yang singkat itu.

"Dengar Jiwon, kau merindukan Appa dan Eomma tapi mereka berdua belum tentu merindukanmu. Jangan memikirkan seseorang jika orang itu tidak memikirkanmu." kata Siwon yang langsung menyudahi makannya dan langsung naik ke kamarnya.

"Appa dan Eomma.. Andai saja kalian bisa sering bersama kami, pasti Siwon oppa tidak akan bersikap seperti itu."


In Siwon's Room...

Saat Siwon membuka pintu kamarnya ternyata roh yeoja itu masih ada di kamarnya..

"Halo.." kata Kibum yang tiba-tiba muncul dari balik pintu.

"AH! K-Kau..? Kenapa masih disini?!" kata Siwon kaget.

"Aku tidak akan pergi sebelum kau mau membantuku."

"Kenapa aku harus membantumu? Bukankah masih banyak orang di dunia ini? Dan aku yakin sekali banyak cenayang diluar sana yang mampu melihat makhluk halus."

"Karena semua itu sudah ditakdirkan, aku sudah ditentukan oleh malaikat maut dan aku diberitau kalau kau adalah orang yang bisa membantuku! Kau harus membantuku, aku mohon! Kalau tidak arwahku akan tertahan di bumi selamanya dan aku tidak akan bisa kembali ke alam sana. Kumohon bantulah aku.. Aku mohon.. Aku mohon.."kata Kibum yang berlutut pada Siwon sambil memohon.

"Err... Iya.. Iya baiklah!"

"Benarkah?! Yeessss! Terimakasih.. Terimakasih..! Aku janji setelah kau membantuku aku akan segera pergi dan aku tidak akan mengganggu kehidupanmu. Sekali lagi terimakasih.."

"Iya, sama-sama. Berisik sekali kau ini! Sekarang ceritakan padaku bagaimana kau bisa ada disini?"

"Saat itu.. Aku melihat mobilmu yang mogok di daerah Daegu dan aku ingin pergi ke Seoul tapi aku tidak tau bagaimana caranya jadi aku naik saja ke mobilmu."

"Kau naik ke mobilku? Tapi kenapa saat itu aku tidak melihatmu?"

"Itu karena aku naik ke bagasi mobilmu. Hehe..."

"Eoh? Hmm.. Lalu kenapa bisa kau ada di Daegu dan apa tujuanmu pergi ke Seoul?"

"Saat itu aku dan keluargaku akan pergi berlibur tapi aku dan keluargaku mengalami kecelakaan, mereka semua meninggal. Aku harus mencari tau siapa pelaku yang menyebabkan terjadinya kecelakaan yang menimpa keluargaku, lalu aku melihat ada seorang polisi yang membawa barang bukti berupa kabel rem mobil yang putus dari situ aku curiga ada seseorang yang ingin mencelakaiku. Tapi polisi itu membawa kabel rem mobil itu ke kantor polisi distrik Seoul itulah tujuanku ke Seoul."

"Jadi tujuanmu ke Seoul untuk mencari barang bukti?"

"Iya.."

"Dan darimana kau tau ada seseorang yang ingin mencelakaimu?"

"Aku melihat kabel rem mobil itu terpotong dengan sangat rapi seperti dipotong oleh suatu benda dan aku diberitau orang tuaku kalau aku harus mencari tau siapa pelaku yang menyebabkan kecelakaan itu."

Mendengar penjelasan Kibum yang sedikit tidak masuk akal membuat Siwon bingung sendiri dan dia pun diam beberapa saat.

"Emm... Tapi kau tidak keberatan untuk membantuku kan?"

"Kan sudah kubilang aku akan membantumu! Kau ini cerewet sekali.. Tapi sekarang sudah malam dan besok aku harus kuliah, bagaimana kalau selesai kuliah nanti kau jelaskan padaku apa saja yang harus kulakukan?"

"Ya baiklah."


Day 2

Sinar matahari menembus jendela kamar tempat namja tampan itu tertidur. Siwon pun bangun dan duduk di tepi tempat tidurnya dan merengangkan otot-ototnya.

"Selamat pagi, Siwon oppa." sapa Kibum dengan ramah.

"Selamat pagi."

Siwon masuk ke kamar mandi untuk menjalankan ritualnya..

(beberapa saat kemudian)

Keluarlah dia yang hanya menggunakan handuk yang menutupi bagian bawahnya, tubuhnya yang tinggi dan kekar membuat Kibum menatapnya dengan terpesona.

"Hei! Kalau kau terus menatapku seperti itu terpaksa aku akan memakai baju di hadapanmu." kata Siwon yang sedikit menggoda Kibum.

"Aku tidak akan melihat kok! Dasar mesum!" kata Kibum sambil menutupi matanya.

Melihat tingkah Kibum yang seperti itu membuat Siwon tertawa kecil.

"Sudah belum?"

"Sudah."

Siwon mengambil buku dan memasukkannya ke dalam tas dan mempersiapkan segala sesuatu untuk kuliahnya hari ini..

Setelah selesai dia pun menuju ke ruang makan, Kibum pun mengikuti.

"Selamat pagi, oppa!"

"Selamat pagi Jiwon."

"Hari ini oppa ada kelas?"

"Iya.."

"Hmm.. Kalau oppa sudah selesai kuliah, mau tidak oppa menemaniku belanja?"

"Maaf, aku tidak bisa. Lain kali saja." kata Siwon yang langsung beranjak pergi.

"Huft~.. Selalu saja tidak bisa. Ngomong-ngomong kenapa dia makannya cepat sekali?"


Siwon menuju garasi tempat mobilnya terparkir..

"Kau mau pergi kuliah ya?" tanya Kibum.

"Iya."

"Aku ikut ya?"

"Untuk apa ikut? Kau kan tidak ada perlu."

"Kalau kau pergi aku pasti merasa bosan, lagipula kau kan sudah janji akan membantuku sepulang kuliah."

"Hmph! Baiklah, ayo masuk!"

Siwon dan Kibum pun pergi ke Inha University, tempat Siwon berkuliah.

(Setelah sampai)

Mata onyx hitam milik roh yeoja cantik bernama Kibum itu tak henti-hentinya menatap keadaan di sekitarnya. Matanya terbelalak kagum melihat gedung perkuliahan yang sangat megah dan sesekali dia juga melihat orang-orang yang berlalu lalang tanpa khawatir akan tertabrak dengan orang-orang itu toh dia sendiri adalah roh.

"Waahh~.. Besar sekali gedungnya." kata Kibum. (Author : Mianhae Kibum eonnie aku membuat dirimu menjadi norak disini XD) #dideathglareKibum

"Hei! Kenapa kau hanya berdiri disitu? Kalau kau hilang aku tidak bertanggung jawab ya?"

"Eh? I-iya..."

Siwon dan Kibum sampai di sebuah kelas.

"Heeiii! Siwon-ah? Kenapa kau diam saja? Seperti orang yang sedang putus cinta. Hahaha.."

"Siwon-ah! Bagaimana sepulang kuliah nanti, kita ke bar? Aku yakin disana banyak yeoja cantik!"

"Aku tidak bisa."

"Yaahh~..! Kau ini selalu saja begitu, sampai kapan kau akan berkutat dengan buku-buku itu? Memangnya kau tidak jenuh?"

"Kalian ini berisik sekali?! Cih! Mengganggu saja!" kata Siwon yang langsung beranjak pergi.

"Aiisshh~..! Dia itu sombong sekali! Rasanya aku ingin sekali memukul wajahnya!"

"Kangin-ah sudahlah! Dia kan memang begitu. Biarkan saja dia."

...

"Sekarang kita mau kemana?" tanya Kibum.

"Tidak usah banyak tanya, ikuti saja aku."

Merasa terganggu dengan teman-temannya Siwon memutuskan mencari tempat yang tenang untuk membaca buku, tempat yang menjadi favoritnya adalah taman yang berada di belakang gedung kuliah. Tapi saat dia menuju kesana, dia dihadang oleh sekumpulan gadis.

"Kyaaaa~! Siwon oppa!"

"Aduuhh... tampannya~.."

"Kyaaa~~..."

"Ya ampun ternyata dia itu idola di kampusnya ya?" kata Kibum yang sedikit terkejut.

Meskipun banyak yeoja yang menghampiri dan memuji-muji Siwon tapi semua itu dia abaikan, Siwon hanya menatap sekumpulan yeoja itu dengan tatapan malas.

Di taman belakang...

"Hmph! Menyebalkan sekali yeoja-yeoja itu."

"Waahh... Ternyata kau ini idola ya?"

"..."

"Kau sangat beruntung disukai para yeoja disini, apa diantara mereka ada yang kau suka?" tanya Kibum.

"Tidak ada. Semuanya jelek dan menjijikan, aku tidak suka mereka!"

"Heehh~... Kau tidak boleh begitu, nanti para yeoja bisa menganggapmu yang bukan-bukan."

"Eoh? Apa maksudmu?"

"Kalau kau tidak mengencani salah satu diantara mereka, bisa-bisa mereka menganggapmu namja gay."

"HEI! Bicara apa kau ini?! Aku namja normal tau!"

"Hehe... Hanya bercanda."

Kibum mengeluarkan senyum manisnya, tanpa sadar Siwon memperhatikannya.

"Halo? Kenapa kau melamun?"

"Ah?! Tidak..."

*SILENT

"Kau sendiri bagaimana? Apa kau punya namjachingu?"

"Awalnya sih aku punya, tapi aku sudah putus dengannya sekitar 1 bulan yang lalu. Hufft~... Dia mencampakanku, padahal aku sangat mencintainya, segala yang dia inginkan pasti akan kupenuhi. Tapi ternyata dia selingkuh dengan yeoja lain."

"Apa kau membencinya?"

"Awalnya aku sangat kesal, marah, dan aku membencinya. Tapi setelah kupikir-pikir tidak ada gunanya aku membencinya, lagipula dia tidak akan kembali padaku dan aku juga sudah mati."

"Oh... Kau pasti masih pelajar kan? Kelas berapa?"

"Aku masih kelas 3 SMA, sebenarnya jika aku masih hidup aku sudah lulus sekarang."

"Eh? Sudah jam segini, aku ada kelas sekarang."

(Kibum pun mengikuti)

*skiptime

Semua kelas sudah selesai, mahasiswa yang tadinya sedang menguras otak untuk menuntut ilmu kini bisa sedikit lega karena jam pelajaran sudah selesai kecuali bagi mahasiswa lain yang ada jam tambahan.

Siwon membereskan semua bukunya dan bergegas pulang.

"Siwon oppa!"

"Yoona? Ada apa?"

"Emm.. Kau mau pulang ya? Ini.. Aku bawa sedikit makanan, tidak terlalu banyak sih." kata gadis yang bernama Yoona itu sambil memberikan sebuah kotak berisi makanan.

"Aku ada urusan lain.. Makanannya tolong dimakan ya?"

(Gadis itupun pergi)

"Hei, siapa dia? Yeojachingu mu ya?"

"Bukan, dia orang aneh. Ayo pergi."

Di parkiran mobil

"Cih! Makanan apa ini? Kubuang saja."

"Eeehh! Mau kau apakan makanan itu?" tanya Kibum.

"Mau kubuang, kenapa?"

"Kau ini dingin sekali. Hargailah perasaan seorang yeoja, kalau kau memang tidak suka jangan dibuang. Nah, lihat disana! Ada seorang pengemis yang sepertinya kelaparan, berikan saja makanan itu padanya."

Mendengar perkataan Kibum itu Siwon merasa tergerak hatinya untuk membantu pengemis itu.

"Ahjumma, aku ada sedikit makanan. Semoga ini bisa membantumu."

"Terimakasih nak! Kau memang baik, semoga Tuhan membalas kebaikanmu."

(Pengemis itu pun pergi)

"Nah.. Lihat itu! Dia tampak senang kan? Sekali-kali cobalah membantu orang yang sedang membutuhkan."

"Iya... Ayo cepat masuk ke mobil."

Siwon pergi mengendarai mobilnya ke suatu tempat supaya bisa berbicara dengan Kibum tanpa ada orang yang melihat.

"Baiklah, kembali ke topik kita yang tadi. Sekarang apa yang harus kulakukan?"

"Aku ingin pergi ke rumahku, untuk memastikan bagaimana keadaan disana."

"Rumahmu dimana?"

"Rumahku di daerah Gwangjin."

"Baiklah, ayo kita kesana."

To be continued...


Author Note : Ampun readers . (Readers : yaelah ni author maen tu bi kontinyu aje)

Kira-kira ada apa di rumah Kibum? Apa yang bakal mereka temui disana? Tunggu chap selanjutnya. Makasih udah mau baca dan silahkan review